Pemberdayaan Difabel Melalui Asset Based Approach: Studi Kasus di Dusun Piring Desa Srihardono Kecamatan Pundong Kabupaten Bantul Oleh Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas (RTPD)

Iffatus Sholehah
* Staff Administration of Finance Lembaga Swasta Pendidikan dan Pelatihan Edukasia, Yogyakarta

DOI: https://doi.org/10.14421/jpm.2017.011-09

Abstract


Empowerment is one of the development strategy related to improving creativity. Empowerment of the disabled is a process in which disabled is given the knowledge and skills training to be more independent. The aims of this study is to describe the empowerment given to the disabled, in this case, its described on the Integrated Rehabilitation of Persons with Disabilities (RTPD) in Pundong Subdistrict, Bantul Regency. This research uses a qualitative descriptive method. An instrument of data collection is by interview and observation supported by library data. This disabled empowerment is analyzed through Asset-Based Approach. The findings in the field indicated that the empowerment of disabled in RTPD is already good enough. Disabled who had graduated from RTPD can be independent and more confident to face their life.

Pemberdayaan merupakan salah satu strategi pembangunan untuk meningkatkan kreatifitas. Pemberdayaan difabel adalah proses di mana difabel diberikan pengetahuan dan pelatihan keterampilan untuk hidup mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pemberdayaan yang diberikan kepada difabel, dalam hal ini pada Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas (RTPD) di Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara  dan observasi yang didukung studi kepustakaan. Pemberdayaan difabel ini dianalisis melalui Asset Based Approach. Temuan di lapangan menunjukkan bahwa pemberdayaan difabel di RTPD sudah cukup baik. Difabel yang sudah lulus dari RTPD dapat mandiri dan lebih percaya diri.


Keywords


empowerment; difable; integrated rehabilitation of persons with disabilities; asset based approach.

Full Text:

PDF

References


Andina, E. P. M., (dkk). (2014). Pembadanan (Embodying) Kebijakan Berbasis Kapasitas dalam Pemberdayaan Difabel Untuk Penanggulangan Kemiskinan. Jurnal Dinamika Hukum (14)1.

Arni, S. (2014). Model Pemberdayaan Ekonomi Penyandang Disabilitas di Indonesia. Jurnal Manajemen & Bisnis (5)1.

Aziz, M. (2009). Metodologi Pengembangan Masyarakat. Yogyakarta: Teras. Basrowi & Suwandi. (2008). Memahami Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rineka Cipta.

Cleoputri, Y., et.al. (2016). StopAbleism: Reduksi Stigma kepada Penyandang Disabilitas Melalui Intervensi Bias Implisit. Jurnal Psikologi (43)1.

Christoper, D. (2013). Pembaru dan Kekuatan Lokal untuk Pembangunan (Australian Community Development and Civil Society Strengthening Scheme (ACCESS) Phase II), http://psflibrary. org/catalog/repository/Pembaru%20dan%20Kekuatan%20Lokal%20 untuk%20Pembangunan.pdf, unduh 28 Februari 2017.

Dinas Sosial Propinsi D.I Yogyakarta. (2012). Pedoman Pelayanan Terapi dan Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas. Yogyakarta: Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabiltas.

Fandy, S. U. & Hari, P. M. (2015). Virtual Mouse Menggunakan Algoritma Haarcascade dan Hough Transform Sebagai Media Interaksi Manusia dengan Komputer Bagi Penyandang Disabilitas”, Jurnal Telematika (8)1.

Hendra, W. (2015). Pemberdayaan Difabel dalam Pelaksanaan Program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar. Journal of Public Administration (1)2.

Isbandi, R. A. (2008). Intervensi Komunitas Pengembangan Masyarakat Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat. Jakarta: Rajawali.

Rahayu, R. H. & Bustanuddin. (2015). Perlindungan Hukum Terhadap Penyandang Disabilitas Menurut Convention On The Rights Of Persons With Disabilities (CRPD). Jurnal Inovatif (8)1.

Ro’fah, Andayani, & Supartini. (2012). Kebijakan Berbasis Hak: Pengalaman Pemerintah DIY dalam Penyusunan PERDA Penyandang Disabilitas. Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial (1)2.

Siti, A. et.al. (2015). PRODADISA: Program Pemberdayaan Difabel Daksa” Menuju Percontohan BKD (Balai Kerja Difabel) untuk Meningkatkan Kemandirian dan Life Skill Difabel. Jurnal Inklusi (2)2.

Suharto, E. (2014). Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat. Bandung: Refika Adhitama.

Syafi’ie, M. (2014). Pemenuhan Aksesibilitas Bagi Penyandang Disabilitas. Jurnal Inklusi (1)2. Zubaedi. (2013). Pengembangan Masyarakat Wacana & Praktik. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.