Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer
Articles
Published: 03-07-2019

Merawat Tradisi Melestarikan Batik Lukis: Pengembangan SDM Melalui Program Capacity Building Remaja di Sanggar Kalpika

Karang Taruna Pemerintah Desa Tamansari Sleman
capacity building training human resource development sanggar kalpika.

Abstract

This study examines capacity building activities in preserving painting batik carried out by Sanggar Kalpika Tamansari Yogyakarta in 2018. The purpose of capacity building that has been studied, hopes to be an example for other communities. Basically, this study is the result of the development of capacity building activities carried out by Sanggar Kalpika to produce field data. In order for the resulting data to be tested for validity, I conducted a study through a qualitative approach. The process is to conduct interviews and observation studies to the actors of capacity building activities. Furthermore, the data studied was carried out by the process of data reduction, data display, and conclusion drawing. That way, this paper will explain about preparation, analysis, planning, implementation, and evaluation. An important indicator in the success of this activity is that cooperation and solidarity with each other are so strong that the work done can go according to plan. Even the support of surrounding communities who are not involved in the members though. On the other hand, I found weaknesses, namely the recruitment of members carried out only specifically for the Tamansari community. That way, the community outside Tamansari will not be able to get involved and know in detail about the activities carried out by the Sanggar Kalpika. This is due to the limited resources of the members and the increasing competition for batik painting. In addition, another prominent aspect is the recruitment of members. The membership recruitment process is not generally opened only for teenagers of Tamansari. This condition has an impact on the preservation of batik painting because of the shrinking interest of teenagers. The reason found by me, many teenagers after attending the training were not interested in participating in the advanced program because they chose to continue their studies in college.

[Studi ini mengkaji kegiatan capacity building dalam melestarikan batik lukis yang dilakukan oleh Sanggar Kalpika Tamansari Yogyakarta pada tahun 2018. Tujuan capacity building yang telah dikaji, harapannya dapat menjadi contoh bagi masyarakat lain. Pada dasarnya, kajian ini hasil pengembangan kegiatan capacity building yang dilakukan Sanggar Kalpika sehingga menghasilkan data lapangan. Agar data yang dihasilkan dapat diuji validitasnya, penulis melakukan kajian melalui pendekatan kualitatif. Adapun prosesnya dengan melakukan wawancara dan studi observasi kepada para pelaku kegiatan capacity building. Selanjutnya, data yang dikaji dilakukan proses reduksi data, display data, hingga penarikan kesimpulan. Dengan begitu, tulisan ini hendak menjelaskan tentang persiapan, analisis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Indikator penting dalam keberhasilan kegiatan ini adalah kerjasama dan solidaritas satu sama lain yang sangat kuat sehingga usaha yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan rencana. Bahkan dukungan masyarakat sekitar yang tidak terlibat dalam anggota sekalipun. Di sisi lain, penulis menemukan kelemahan, yaitu rekrutmen anggota yang dilakukan hanya khusus masyarakat Tamansari. Dengan begitu, masyarakat luar Tamansari tidak akan dapat terlibat dan mengetahui secara detail tentang kegiatan yang dilakukan oleh Sanggar Kalpika. Hal ini disebabkan karena keterbatasan sumber daya anggota dan semakin meningkatnya persaingan usaha kerajinan batik lukis. Selain itu, aspek lain yang menonjol adalah rekruitmen anggota. Proses rekruitmen anggota tidak secara umum dibuka hanya diperuntukkan bagi remaja Tamansari. Kondisi ini berdampak pada pelestarian batik lukis karena semakin menyusutnya minat remaja. Alasan yang dijumpai penulis, banyak remaja pasca mengikuti pelatihan tidak tertarik mengikuti program lanjutan karena memilih untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi.]

References

  1. Anggriati, L. N., Anggit, G. P., Erfy, M. L., & Sherly, I. S. (2017). Pengendalian dan Penjaminan Mutu Pengajaran Melalui Supervisi Klinis. Satya Widya, 33(1), 1–10. https://doi.org/10.24246/j.sw.2017.v33.i1.p1-10
  2. Anneli, M. (2001). What Do We Know About Capacity Building?: An Interview of Existing Knowledge and Good Practices. Geneva: World Health Organization.
  3. Ariem, T. S. M., Agus, S., & Abdullah, S. (2013). IMPLEMENTASI RENCANA STRATEGI PEMERINTAH DALAM PENGEMBANGAN USAHA BATIK TULIS TENUN GEDOG (Studi di Dinas Perekonomian dan Pariwisata Kabupaten Tuban dan di Usaha Batik Tulis Tenun Gedog di Desa Kedungrejo Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban). Jurnal Administrasi Publik (JAP), 1(6), 1131–1140.
  4. Jenivia, D. R., Mochamad, M., & Heru, R. (2013). PENGEMBANGAN KAPASITAS ( CAPACITY BUILDING) KELEMBAGAAN PADA BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN JOMBANG. Jurnal Administrasi Publik (JAP), 1(3), 103–110.
  5. Moleong, L. J. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya. Nawawi, H. (1995). Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta: UGM Press.
  6. Novia, M. (2018). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR) Mandiri Bersama Bank Mandiri di Mrican Umbulharjo. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan, 2(1), 109–128.
  7. Rahardi, R. (2008). Teknologi dan Masyarakat (Pemikiran-Pemikiran Seorang Teknologi). Bandung: CV. Lubuk Agung.
  8. Rosyad, U. N. (2011). Pengaruh Komunikasi Pemasaran Terhadap Perluasan Pangsa Pasar. Mimbar: Jurnal Sosial Dan Pembangunan, 27(2), 213–224.
  9. Simamora, B. (2011). Memenangkan Pasar dengan Pemasaran Efektif dan Profitabel. Jakarta: Gramedia.
  10. Soetomo. (2012). Keswadayaan Masyarakat: Manifestasi Kapasitas Masyarakat untuk Berkembang secara Mandiri. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  11. Susepah, I. (2018). Profil dan Kinerja Usaha ‘Mindring’ di Sektor Informal: Studi Ekplorasi Tentang Kisah Perantau Kuningan di Godean Sleman Yogyakarta. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan, 2(1), 87–108.
  12. Yeremias, T. K. (2000). Good Governance dan Capacity Building. Jakarta: Rineka Cipta.