GERAKAN SOSIAL DAN NALAR ISLAM PROGRESIF: MENCARI TITIK TEMU KERANGKA METATEORI

Ahmad Izudin

Abstract


This article will examine how progressive Islam’s reasoning can be a reference to free human beings from the exploitation and domination of social class? So what social movements can we do in the midst of crush the nation’s problems related to the exploitation of natural resources that increasingly vine? From this point on, I hope to get a meta-theory regulation that can be implied entirely for the benefit of society, in order to be free from exploitation and domination. To answer this important position, the discourse of social movements can be mapped into two, namely old social movement and new social movement. While Islam as a universal religion, there is no need to discuss theological-transcendental issues, but how the theology should create a new, more applicable avenue of dialectics to answer the question the rulers of powers domination. In the hope of a progressive, inclusive, open-minded, and pluralist theological doctrine. The results of this study may contribute to the development of science and the movement that became a turning point and reference in social change.

[Artikel ini hendak mengkaji bagaimana nalar Islam progresif yang dapat menjadi acuan untuk membebaskan manusia dari eksploitasi dan dominasi kelas sosial? Lantas gerakan sosial apa yang dapat kita lakukan di tengah himpitan persoalan bangsa terkait eksploitasi sumber daya alam yang kian menggurita? Dari titik ini, maka saya berharap mendapat satu regulasi metateori yang bisa diimplikasikan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat, agar bisa terbebas dari ekspolitasi dan dominasi. Untuk menjawab posisi penting ini, maka diskursus gerakan sosial dapat dipetakan menjadi dua, yakni old social movement dan new social movement. Sementara Islam sebagai agama universal, tidak perlu lagi membahas persoalan teologis-transendental, tetapi bagaimana teologi itu harus menciptakan ruang dealektika baru yang lebih aplikatif menjawab persoalan dominasi kekuasaan para penguasa. Dengan harapan munculnya doktrin teologis yang progresif, inklusif, open-minded, dan pluralis. Hasil kajian ini semoga memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan gerakan yang menjadi titik balik dan acuan dalam perubahan sosial.]


Keywords


social movement, progressive Islam, meta-theory

References


Abdullah, Amin. 2003. “Ide Pembaruan dalam Filsafat Islam”. dalam Mengenang Y.B. Mangunwijaya Pergulatan Intelektual dalam Era Kegelisahan. Yogykarta: Kanisius.

Adiwilaga, Rendy. 2017. “Gerakan Islam Politik dan Proyek Historis Penegakan Islamisme di Indonesia”. Jurnal Wacana Politik (2) 1; 1-9. [http://jurnal.unpad.ac.id/wacanapolitik/article/view/11373/pdf].

Baron, Patrick (ed.). 2006. Local Conflict and Community Development in Indonesia Assesing the Impact of the Kecamatan Development Program. Jakarta: Indonesian Social Development.

Biehl, Janet. 2016. Politik Ekologi Sosial. Jakarta: Daun Malam.

Engineer, Asghar Ali. 2000. Islam dan Teologi Pembebasan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Faqih, Ahmad. 2011. “Dialektika Orientasi Gerakan Sosial Keagamaan (Islam) di Indonesia”. At-Taqaddu: Jurnal Peningkatan Mutu Keilmuan dan Kependidikan Islam (3) 1; 89-104. [http://dx.doi.org/10.21580/at.v3i1.303].

Fauzi, Noer. 1999. Rakyat dan Penguasa, Dinamika Perjalanan Politik Agraria Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar dan KPA.

Giddens, Anthony. 1994. Beyond Left and Right: The Future of Radical Politics. Oxford: Blackwell Publishers.

Hanafi, Hassan. 2000. Oksidentalisme Sikap Kita Terhadap Tradisi Barat. Jakarta: Paramadina.

Juliantara, Dadang & Fauzi, Noer. 2000. Menyatakan Keadilan Agraria: Manual Kursus Intensif Untuk Aktivis Pembaruan Agraria. Jakarta: BP KPA.

Kamaruddin, A Syamsu. 2012. “Pemberontakan Petani UNRA 1943 (Studi Kasus Mengenai Gerakan Sosial Petani di Sulawesi Selatan Pada Masa Pendudukan Jepang”. Jurnal Makara Sosial Humaniora (16) 1; 19-35.

Kartanegara, Mulyadi. 2002. Panorama Filsafat Islam. Bandung: Mizan.

Kasdi, Aminuddin. 2001. Kaum Merah Menjarah, Aksi Sepihak PKI/BTI di Jawa Timur 1960-1965. Yogyakarta: Jendela.

Lowy, Michael. 2003. Teologi Pembebasan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Madjid, Nurcholis. 2000. Islam, Doktrin, dan Peradaban, Sebuah Telaah Kritis tentang Masalah Keimanan, Kemanusiaan, dan Kemodernan. Jakarta: Paramadina.

Mahardika, Timur. 2000. Gerakan Massa: Mengupayakan Demokrasi dan Keadilan Secara Damai. Yogyakarta: Lapera Pustaka Utama.

Mahmuddin. 2015. “Formalisme Agama dalam Perspektif Gerakan Sosial: Prospek dan Tantangan di Masa Depan”. Jurnal Diskursus Islam (3) 1; 37-48.

Muslih, Muhammad. 2008. Filsafat Ilmu. Yogyakarta: Belukar.

Rahman, Fazlur. 2001. Gelombang Perubahan dalam Islam Studi tentang Fundamentalisme Islam. Jakarta: Rajawali Press.

Rahmawati, Desi. 2003. “Gerakan Petani dalam Konteks Masyarakat Sipil Indonesia Studi Kasus Organisasi Petani Serikat Tani Merdeka (SeTAM)”. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (6) 3; 329-358.

Roswantoro, Alim. 2013. “Epistemologi Pemikiran Islam M. Amin Abdullah”. Islam, Agama-Agama, dan Nilai Kemanusiaan Editor Moh. Nur Ichwan. Yogyakarta: CISForm.

Smelser, J Niel. 1962. Theory of Collective Behavior. New York: The Free Press.

Suparlan, Suhartono. 2008. Filsafat Ilmu Pengetahuan. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Surajiyo. 2008. Filsafat Ilmu dan Perkembangannya di Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara.

Suriasumantri, Jujun S. 1983. Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Suryo, Djoko. 1995. “Gerakan Petani”. Majalah Prisma.

Turner, Ralph. 1982. “Collective Behaviour and Resource Mobilisation as Approach to Social Movements: Issues and Continuities”. Research in Social Movements: Conflicts and Change by Louis Kriesberg (ed.). Greenwich: JAI Press.

Wasito. 2017. “Gerakan Sosial Modern Masyarakat Islam di Indonesia”.Jurnal Tribakti (27) 2; 248-266. [http://ejournal.iai-tribakti.ac.id/index.php/tribakti/article/view/268].


Full Text: PDF

DOI: 10.14421/jpm.2017.%x

Refbacks

  • There are currently no refbacks.