Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Non Formal Education di Kampung Blunyah Gede

Riski Maikowati
* Fasilitator P3S Yogyakarta

DOI: https://doi.org/10.14421/jpm.2019.031-04

Abstract


This paper tries to unravel the empowerment process by the Paguyuban Pengajar Pinggir Sungai (P3S) in Kampung Blunyah Gede. In the context of empowerment, I emphases the concepts and implementation of activities that have been permitted. This activity is expected to have an impact on the Code River community so that they can be empowered and live independently. The definition of independence can be identified through active participation in non formal education programs. Explosively, this study found that the Sungai Code community can improve well-being by taking alternative education. This offer is known collectively with Free Tutoring, Cheerful Sunday, annual Art Performances, provision of Reading Houses, organizing parents through Parent Committees, and Volunteer Schools. Program routines have an impact on children’s learning enthusiasm, new work produced by children, reporting on learning outcomes, reading group activities, regeneration of volunteers, and children’s potential to develop artistic skills.

Tulisan ini berusaha mengeksplorasi proses pemberdayaan yang dilakukan oleh Paguyuban Pengajar Pinggir Sungai (P3S) di Kampung Blunyah Gede. Dalam konteks pemberdayaan, penulis menyoroti konsep dan implementasi kegiatan yang sudah dilakukan. Kegiatan ini diharapkan memberi dampak kepada masyarakat pinggir Sungai Code sehingga dapat berdaya dan hidup mandiri. Definisi kemandirian dapat diketahui melalui partisipasi aktif sehingga dapat mengikuti program non formal education. Secara eksploratif, dalam kajian ini ditemukan bahwa masyarakat sungai Code dapat meningkatkan kesejahteraan dengan mengikuti pendidikan alternatif. Tawaran ini diketahui secara kolektif dengan Bimbingan Belajar Gratis, Minggu Ceria, Pentas Seni tahunan, pengadaan Rumah Baca, pengorganisasian Paguyuban Pengajar Pinggir Sungai (P3S) orang tua melalui Komite Orangtua dan Sekolah Relawan. Rutinitas program berdampak pada semangat belajar, pelaporan hasil belajar, dan karya baru yang dihasilkan anak-anak. Program tersebut juga berdampak pada aktivitas reading group, regenerasi relawan, serta pengembangan skill dan potensi kesenian pada anak-anak.


Keywords


community empowerment; non formal education; sungai code.

Full Text:

PDF

References


Abdulhak, Ishak, et al. Penelitian Tindakan Dalam Pendidikan Non Formal. Jakarta: PT. Raja Grafindo Pustaka, 2012.

B. Milles, Matio, and A. Michel Huberman. Analisis Data Kualitatif. Jakarta: UI Pres, 2007.

Edi Suharto. Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat. Bandung: Refika Aditama, 2009.

Hidayat, Dayat. “Social Entrepreneurship Andragogy-Based for Community Empowerment.” In SHS Web of Conferences, 42:1–6. Les Ulis Cedex, Perancis: EDP Sciences, 2018. https://doi.org/10.1051/shsconf/20184200102.

Hiryanto. “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pendidikan Non Formal.” Bantul, 2008.

Moeloeng, J. Lexy. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosda, 2010.

Narkubo, Cholid, and Abu Achmad. Metode Penelitian. 11th ed. Jakarta: PT Bumi Askara, 2010.

Narkubo, Cholid, and Abu Achmadi. “Metode Penelitian,” 84. Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2010.

Ningsih, Mumpuni, Gumoyo. “Model Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Miskin Pedesaan Berbasis Pertanian Terpadu Di Kabupaten Malang.” Jurnal Humanity 7, no. 2 (2014): 1–7.

Safri, Miradj, and Sumarno. “Pemberdayaan Masyarakat Miskin, Melalui Proses Pendidikan Non Formal, Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Sosial di Halmahera Barat.” Jurnal Pendidikan Dan Pemberdayaan Masyarakat 1, no. 1 (2014): 101–12. https://doi.org/10.21831/jppm.v1i1.2360.

Sungkowo, Edy Mulyono. “Model Pemberdayaan Masyarakat Miskin Melalui Jalur Pendidikan Non Formal di Kecamatan Gajahmungkur Kota Semarang.” Edukasi 2, no. 1 (2017).

Suryono, Yoyon, and Dkk. Inovasi Pendidikan Non Formal. Yogyakarta: Graha Cendekia, 2017.

Vina, Salviana Darvina Soearwo, Zuriah Nurul, Yuliati Ratih, and Suwignyo. “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pendidikan Non Formal Berbasis Potensi Lokal Dalam Membangun Desa Wisata Adat.” Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis 2, no. 2 (2017): 96–102.

Widodo, Brontowiyono, Lupiyanto Ribut, and Wijaya Donan. “Pengelolaan Kawasan Sungai Code Berbasis Masyarakat.” Jurnal Sains Dan Teknologi Lingkungan 2, no. 1 (2010): 7–20. https://doi.org/10.20885/jstl.vol2.iss1.art2.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Riski Maikowati