Kecenderungan Kenakalan Remaja Ditinjau Dari Kekuatan Karakter Dan Persepsi Komunikasi Empatik Orangtua

Amelia Dwi Syifaunnufush, Rachmy Diana

Abstract


The aim of this research was to understand the relationship between character strength and perception of parental emphatic communication with tendency of juvenile delinquency. The population in this study was student of SMK Piri 1 Yogyakarta with a sample of 59 student in 15-18 years old. Sampling techniques were used is purposive sampling. Data collection instrument were used in this study is Likert Scale, consist of  Tendency of Juvenile Delinquency Scale, Character Strength Scale, and Perception of Parental Emphatic Communication Scale. Statistical analysis techniques used are regression. Result of analyzed data obtained correlation coefficient (R) = 0,467 with p = 0.000 (p<0.05). As it showed that there was significant correlation between character strength and perception of parental empathic communication with tendency of juvenile delinquency. Contribution character strength and perception of parental emphatic communication 21,8% (R square = 0,218). Partially, analysis variable character strength obtained correlation coefficient (R) = 0,467 with p = 0,000 (p<0,05) and R square = -0,218. As it showed that there was significant correlation between character strength with tendency of juvenile delinquency. Whereas the results of analysis variable perception of parental emphatic communication obtained correlation coefficient (R) = -0,241 with p = 0,066 (p<0,05) and R square = 0,058. As it showed that there wasn’t significant correlation between perception of parental emphatic communication with tendency of juvenile delinquency.


Keywords


Character Strength; Perception of Parental Empathic Communication; Tendency of Juvenile Delinquence

Full Text:

PDF

References


Albin, R. S. (1996). Emosi Bagaimana Mengenal, Menerima & Mengarahkannya. Yogyakarta: Kanisius

Ali, M. & Asrori, M. (2005). Psikologi Remaja : Perkembangan Peserta Didik.Jakarta : Bumi Aksara

Al-Mighwar, M. (2011). Psikologi Remaja. Bandung : Pustaka Setia

Anoraga, W. (2015). Pendidikan Kian Loyo. Diunduh pada 22 November 2016. Indonesian Review.http://indonesianreview.com/wira-anoraga/pendidikan-kian-loyo

Aroma, I.S. & Suminar, D.R. (2012). Hubungan Antara Tingkat Kontrol Diri Dengan Kecenderungan Kenakalan Remaja. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan, 1 (2). 1-6

Aviyah, E. & Farid, M. (2014). Religiusitas, Kontrol Diri Dan Kenakalan Remaja. Persona Jurnal Psikologi Indonesia. 3 (2). 126-129

Badan Narkotika Nasional. (2014). Laporan Akhir Survey Nasional Perkembangan Penyalahgunaan Narkoba. Diunduh pada 5 November 2015, dari www.bnn.go.id/read/pressrelease/12691/laporan-akhir-survei-nasional-perkembangan-penyalahguna-narkoba-tahun-anggaran-2014

Badan Narkotika Nasional Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (2014). Laporan Tahunan Badan Narkotika Nasional Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2014. Diunduh pada 25 November 2016, dariwww.bnnp.diy.com

Badan Pusat Statistik Daerah Istimewa Yogyakarta. (2015). Statistik Daerah Istimewa Yogyakarta 2015. Diunduh pada 5 November 2015, dariwww.yogyakarta.bps.go.id

Badan Pusat Statistik Daerah Istimewa Yogyakarta. (2015). Statistik Keamanan dan Politik Daerah Istimewa Yogyakarta. Diunduh pada 25 November 2016, dari www.yogyakarta.bps.go.id

Basri, H. (1996). Remaja Berkualitas : Problematika Remaja dan Solusinya.Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Cervone, D. & Pervin, L.A. (2011). Kepribadian : Teori dan Penelitian Edisi 10. Jakarta : Salemba Humanika.

Damayanti, A.A. (2016). Rancangan Intervensi Untuk Mengoptimalkan Regulasi Diri Pada Remaja Sebagai Upaya Penanganan Perilaku Kenakalan Remaja. Tesis. Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran Bandung (Tidak Diterbitkan)

DeVito, J. A. (2010). Komunikasi Antar Manusia (Alih Bahasa : Agus Maulana). Jakarta : Profesional Books

Dewi, A.M.I.P., Sulastri, M., Sedanayasa, G.. (2014). Determinasi Ketidakutuhan Keluarga Dan Konsep Diri terhadap Kenakalan Remaja pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Sukasada Semester Genap Tahun Pelajaran 2013/2014. e-journal Undiksa Jurusan Bimbingan Konseling, 2 (1)

Fahran, K. (2014). Setengah dari Jumlah Gadis Muda Kota Hilang Keperawanan. Beritakaltara. Diunduh pada 22 November 2016. http://beritakaltara.com/?p=2053

Feist,J. & Feist, G.J. (2010). Teori Kepribadian Edisi 7.Jakarta : Salemba Humanika

Gottman, J., & DeClaire, J. (2003). Kiat-Kiat Membesarkan Anak yang Memiliki Kecerdasan Emosional (Hermaya T., Trans). Jakarta : Pt Gramedia Pustaka Utama.

Hapsari, R.U. (2010). Hubungan Antara Minat Mengikuti Kegiatan Ekstrakurikuler Dengan Intensi Delinkuensi Remaja Pada Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Di Kota Semarang (Doctoral Dissertation, Universitas Diponegoro)

Hawari, D. (1998). Al Qur’an Ilmu Kedokteran Jiwa dan Kesehatan Jiwa.Yogyakarta : PT Dana Bhakti Prima Yasa

Hay, I. (2000). Gender Self-concept Profiles of Adolescents Suspended from High School. Journal of Child Psychology and Psychiatry, 41, 3, 345–352

Hidayati, N.W. (2016). Hubungan Harga Diri dan Konformitas Teman Sebaya dengan Kenakalan Remaja. Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia, 2 (1), 31-36

Howe, D. (2015). Empati : Makna dan Pentingnya. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Hurlock, E.B.. (1980). Developmental Psychology : A Life-Span Approach (5th ed). Inc : McGraw-Hill

Kartono, K. (1992). Patologi Sosial 2 : Kenakalan Remaja. Jakarta : CV Rajawali

Kartono, K. (2007). Psikologi Anak : Psikologi Perkembangan. Bandung : Mandar Maju

Khan, S. (2014). Comparison Between The Personality Dimensions of Delinquents and Non-Delinquents of Khyber Pukhtunkhwa (KPK), Pakistan. Journal of Social Sciences, (2), 135-138

Krisnawati, A. (2012). Hubungan Antara Partisipasi dalam Ekstrakurikuler Pramuka dengan Intensi Delikuensi Remaja pada Siswa SMA Negeri 2 Boyolali (Doctoral dissertation, Program Studi Psikologi FPSI-UKSW)

Kusumawardani, U. (2012). Hubungan Komunikasi Ibu dan Anak Dengan Perilaku Delinkuen Remaja. Developmental and Clinical Psychology, 1 (1). 28-34

Lindzey, G. & Hall, C.S. (1993). Psikologi Kepribadian 1 : Teori-Teori Psikodinamik (Klinis).Yogyakarta : Kanisius

Lingga, R.W.W.L & Tuapattinaja, M.R. (2012). Gambaran Virtue Mahasiswa Perantau. Jurnal Predicara. 2 (1). 59-68

Ma, M., Kibler, J.L, Dollar, K.M., Sly, K., Samuels, D., Benford, M.W., et al (2008). The Relationship of Character Strengths to Sexual Behaviors and Related Risks among African American Adolescents. International Journal of Behavioral Medicine, 15: 319–327

Masturi, A. (2010). Membangun Relasi Sosial Melalui Komunikasi Empatik (Perspektif Psikologi Komunikasi). Jurnal Dakwah dan Komunikasi. 4 (1). 14-31

Monks, F.J. Knoers.A.M.P., dan Haditono.S.R. 2011.Psikologi Perkembangan, Pengantar Dalam Berbagai Bagiannya.Yogyakarta : Gadjah Mada University Press

Muawanah, L.B., Suroso, & Pratikno, H.. (2012). Kematangan Emosi, Konsep Diri, dan Kenakalan Remaja. Jurnal Persona, 1 (1), 6-14

Muniriyanto & Suharman. (2014). Keharmonisan Keluarga, Konsep Diri dan Kenakalan Remaja. Jurnal Psikologi Indonesia, 3 (2), 156-164

Muslich, M. (2011). Pendidikan Karakter : Menjawab Tantangan Krisis Multidimensional.Jakarta : Bumi Aksara

Nawafilaty, T. (2015). Persepsi Terhadap Keharmonisan Keluarga, Self Disclosure, dan Delinkuensi Remaja. Jurnal Psikologi Persona, 2 (4), 175-182

Park, N., Peterson, C. & Seligman, M. E. P. (2004). Strength of Character and Well-Being. Journal of Social and Clinical Psychology, 23 (5), 603-619

Park, N. & Peterson, C. (2004). Character Strength and Virtue. Handbook and Classification. New York : Oxford University Press

Prawira, P.A (2013). Psikologi Kepribadian dengan Perspektif Baru.Yogyakarta : Ar-Ruzz Media

Rimporok, P.B. (2015). Intensitas Komunikasi dalam Keluarga Untuk Meminimalisir Kenakalan Remaja Di Desa Maumbi Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara. Journal Acta Diurna, 4 (1)

Rini, I.K., Hardjajani, T., & Nugroho, A.A.. (2012). Kenakalan Rmaja Ditinjau dari Kecerdasan Emosi dan Penyesuaian Diri pada Siswa SMAN Se-Surakarta. Jurnal Candrajiwa.

Santrock, J.W. (2003). Adolescence : Perkembangan Remaja. Jakarta : Erlangga

Saptono. (2011). Dimensi-Dimensi Pendidikan Karakter : Wawasan, Strategi, dan Langkah Praktis.Yogyakarta : Penerbit Erlangga

Sarwono, S.W. (2010). Psikologi Remaja : Edisi Revisi. Jakarta : Rajawali Pers

Seligman, M.E.P.. (2005). Authentic Happiness : Menciptakan Kebahagiaan dengan Psikologi Positif.Bandung : PT Mizan Pustaka

Setjaningsih, E., Uyun, Z., Yuwono, S. (2006). Hubungan Antara Penyesuaian Sosial Dan Kemampuan Menyelesaikan Masalah Dengan Kecenderungan Perilaku Delinkuen Pada Remaja. Jurnal Psikologi Universitas Diponegoro, 3 (1), 29-35

Shosani, A. & Slone, M. (2013). Middle School Transition from the StrengthsPerspective: Young Adolescents’ Character Strengths, Subjective Well-Being, and School Adjustment. Journal Happines Study, 14, 1163-1181.

____(2016). Selama 2013, 19 Pelajar Tewas Tawuran. Diunduh pada 22 November 2016. Suara Pembaruan.http://sp.beritasatu.com/home/selama-2013-19-pelajar-tewas-tawuran/45225

____(2014). Polda DIY, 2014 Kasus Pemerkosaan dan Kenakalan Remaja Meningkat. Diunduh pada 22 November 2016. Suara Pemuda Jogja. http://suarapemudajogja.ukmsite.com/2014/12/31/polda-diy-2014-kasus-pemerkosaan-dan-kenakalan-remaja-meningkat/




DOI: https://doi.org/10.14421/jpsi.2017.%25x

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Jurnal Psikologi Integratif

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.