APAKAH KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT BERKAITAN DENGAN KEPUASAN PASIEN BPJS KESEHATAN? STUDI PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MEURAXA KOTA BANDA ACEH

Fatmawati Fatmawati

Abstract


Therapeutic communication is a communication aimed to heal patients, so this skill become very important to be owned by medical workers, especially nurses who in their daily lives interact more with inpatients. For this reason, this study aimed to analyze the relationship between therapeutic communication of nurses and patient satisfaction of BPJS Health participants at the Meuraxa Regional General Hospital in Banda Aceh City. This study used a questionnaire as the main source of data collection with sampling based on purposive sampling technique. From the sample totaling 135 people, the results showed that there was a significant positive relationship between therapeutic communication of nurses and patient satisfaction as indicated by the Pearson correlation test value r = 0.323, p = 0,000, α = 0.05. These results confirm that the better therapeutic communication nurses have, the satisfaction of inpatients of BPJS Health participants at the Meuraxa Regional General Hospital in Banda Aceh City is also getting better.


Komunikasi terapeutik merupakan komunikasi yang ditujukan untuk kesembuhan pasien, sehingga keterampilan ini menjadi sangat penting untuk dimiliki oleh pekerja medis, terutama perawat yang dalam kesehariannya lebih banyak berinteraksi dengan pasien rawat inap. Untuk itu, penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis hubungan antara komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pada pasien rawat inap peserta BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai sumber pengumpulan data utama dengan pengambilan sampel berdasarkan teknik purposive sampling. Dari sampel yang berjumlah 135 orang diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pada pasien rawat inap yang ditunjukkan oleh nilai uji korelasi Pearson r=0,323, p=0,000, α=0,05. Hasil ini menegaskan bahwa semakin baik komunikasi terapeutik yang dimiliki perawat, maka kepuasan pada pasien rawat inap peserta BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Kota Banda Aceh juga semakin baik.



Keywords


Bpjs Health; Nurse; Patient Satisfaction; Therapeutic Communication

Full Text:

PDF

References


Hutabarat, S. G. B. (2017). Pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien rawat inap peserta bpjs di rumah sakit umum daerah tarutung. (Skripsi Tidak Dipublikasikan). Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Parasuraman, A., Leonard, L. B., & Valarie, A.Z. (2006). Kualitas Pelayanan. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Priyatno, D. (2011). Buku Saku Analisis Statistik Data SPSS. Yogyakarta: Media Kom.

Purba, L. (2014). Hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien rawat inap rumah sakit umum daerah doloksanggul dan rumah sakit umum hkbp balige. (Skripsi Tidak Dipublikasikan). Fakultas Keperawatan, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Putra, A. (2013). Correlational between therapeutic communication of nurse with patient satisfaction in ward of dr. zainoel abidin general hospital. Jurnal PSIK FK Unsyiah, 1(1), 49-54.

Putri, B. S., & Lindawati, K. (2017). Pengaruh kualitas pelayanan bpjs kesehatan terhadap kepuasan pengguna perspektif dokter rumah sakit hermina bogor. Jurnal Riset Manajemen dan Bisnis, 2(1), 1-12.

Sukamto, I. (2015, 9 Agustus). 4 masalah paling dikeluhkan dalam pelayanan bpjs kesehatan. Tempo.co. Diunduh dari https://nasional.tempo.co/read/690357/4-masalah-paling-dikeluhkan-dalam-pelayanan-BPJS-kesehatan.

Supriyanto, S. & Ernawaty. (2010). Pemasaran Industri Jasa Kesehatan. Yogyakarta: Andi.

Zaniarti, D. (2011). Hubungan kualitas pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien rawat inap jamkesmas di rsud salatiga. (Skripsi Tidak Dipublikasikan). Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret, Surakarta.




DOI: https://doi.org/10.14421/jpsi.v7i1.1631

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Psikologi Integratif

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.