LOCAL CULTURE-BASED SOCIAL MEDIA LITERATION: LOCAL CULTURE CONTENT ON SOCIAL MEDIA AS STRENGTHENING SOCIAL INTEGRATION

Joko Sutarso

Abstract


Abstrak. Penggunaan media sosial semakin meningkat dari tahun ke tahun, namun demikian tidak semua konten media sosial memiliki sisi positif. Beberapa dampak negatif penggunaan media sosial seperti penyebaran berita bohong (hoax), ujaran kebencian (hate speech), perundungan (cyberbullying) dan konten negatiflainnya merupakan bentuk-bentuk penyalahgunaan media sosial menjadi keprihatinan masyarakat karena telah memasuki  ranah sosial, politik, ekonomi dan bahkan keagamaan. Hal ini tidak terlepas dari kapitalisasi koorporasi media sosial yang terus berkembang dengan terpaan yang semakin meluas melintasi batas negara dan bangsa, masuk dalam kehidupan berbagai generasi, strata sosial ekonomi, tingkat pendidikan dan latar belakang pendidikan serta pengalaman. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah teoritis kualitatif yang didasarkan pada pengamatan terhadap isi media sosial dan kajian teoritis yang berusaha menjelaskan pengaruh isi media terhadap perilaku masyarakat dalam bermedia sebagai bahan pengayaan  (enrichment) bagi kegiatan literasi media sosial di kalangan masyarakat bagi para pegiat literasi. Penjelasan teoritis yang dipakai meliputi aspek positif dan negatif dilihat dari aspek sosial, politik, psikologi, pendidikan dan kebudayaan. Hasilnya konten budaya lokal memiliki peluang mengisi konten dalam ruang media sosial dan konten budaya lokal yang selektif, kreatif, edukatif, dan sekaligus menghibur  dapat digunakan untuk meminimalkan dampak negatif globalisasi dan kapitalisme media sosial. Manfaat lain dari sosialisasi dari promosi budaya lokal di media sosial adalah untuk meningkatkan integrasi masyarakat karena didalamnya terdapat nilai-nilai kearifan lokal yang memiliki nilai bersifat nasional bahkan universal.


Abstract. Social media uses have been increasing from year to year. However, not all social media content has a positive side. Some negative effects of social media from hoaxes, hate speech, cyberbullying to other negative content are the forms of abuse of social media. It is concern to the public because these have entered the social, political, economic and religious spheres. It is definitely inseparable from the capitalization of a social media corporation. It has been developing with increasingly widespread exposure across national borders, and it has been entering into the lives of various generations, socio-economic strata, education levels and educational backgrounds and experiences as well. The research method used in this research was a qualitative theoretical approach based on observations of social media content and theoretical studies. It aims at seeking to explain the influence of media content on people's behavior in their media use as the enrichment material for social media literacy activities in society for literacy activists. The theoretical explanations used in this research include positive and negative aspects. In this matter the social, political, psychological, educational and cultural perspectives will see the aspects. Moreover, the research results show that local cultural content has the opportunity to fill content in the social media space. Selective, creative, educative, and entertaining local cultural content can be used to minimize the negative effects of globalization and social media capitalism. Another benefit of socialization of local culture promotion on social media is to increase social integration because in the local culture there are local wisdom values and national or universal values as well.



Keywords


Media Literacy, Social Media, Local Culture, Social Integration

Full Text:

PDF

References


Anderson, Benedict R O’G(2016). Mitologi dan Toleransi Orang Jawa. Yogyakarta: Mata Bangsa.

Arief, Nurlaela (2019). Public Relations in The Era of Artificial Intelligence (Bagaimana Big Data dan AI Merevolusi Dunia PR). Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Bungin, Burhan(2003). Analisis Data Penelitian Kualitatif. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Fromm, Erich(2019). Revolusi Pengharapan: Menuju Masyarakat Teknologis yang Semakin Manusiawi (Terjemahan Indonesia: Bambang Murtianto). Jakarta: Pelangi Cendikia.

Herusatoto, Budiono(2005). Simbolisme dalam Budaya Jawa. Yogyakarta: Hanindita Graha Widia.

Kuntowijoyo(2006). Budaya dan Masyarakat. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Koentjaraningrat(1987). Kebudayaan, Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia.

Mulyana(2005). “Pulung Antara Legitimasi Kekuasaan dan Penyimpangan Demokrasi dalam Kultur Jawa” dalam Mulyana. 2005. Demokrasi dalam Budaya Jawa. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Novianto, Arif dan Wulansari, Anindya Dessi. (2017). “Kerja Tak Terbayar di Media Sosial: Alienasi dan Eksploitasi Pekerja yang Tersamarkan dalam Kapitalisme Digital” dalam Jurnal Studi Pemuda Volume 6 No. 2, September 2017.

Permana, Aditya(2012). “Gejala Alienasi dalam Masyarakat Konsumeristik” dalam Jurnal Pemikiran Sosiologi Volume 1No. 2, November 2012. Yogyakarta: UGM

Sartini. 2004. “Menggali Kearifan Lokal Nusantara: Sebuah Kajian Filsafati” dalam Jurnal Filsafat UGM, Agustus2004, Jilid 37, Nomor 2.

Supardiyanto. 2020. Pengantar Jurnalisme Konvergentif: Menjawab Tren Industri Media Digital. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Sutarso, Joko. 2017. “ Literasi Media Sosial dalam Merangkai Keberagaman dalam Harmoni Budaya Nasional” dalam Mayopu, Richar G dan Christianto, Erwin. Manajemen Image Kebhinekaan Indonesia. Yogyakarta: Buku Litera.

Sutarso, Joko, 2018. “Wayang In Javanese Mythology: Cultural Communication Trough Surakarta Wayang Wong Sriwedari (WWS) Community on Social Media”. Proceedings The 2nd International Confrence on Technology, Education and Social Science “Empowering Local Actors Based on Multiculturalism in Facing Global Challenges”. UNISRI Surakarta, 5th May 2018.




DOI: https://doi.org/10.14421/pjk.v13i1.1742

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Published by:
Program Studi Ilmu Komunikasi
Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Indonesia