Pemuda dalam al-Qur’an dan Hadis

Muhammad Anshori

Abstract


Tulisan ini membahas tentang istilah yang digunakan dalam al-Qur’an dan hadis terkait dengan pemuda. Masalah pemuda memang menarik untuk dikaji karena mereka memiliki peran penting dalam membangun masyarakat, negara, dan peradaban. Peran pemuda sangat diharapkan untuk generasi sekarang dan generasi mendatang, tidak ada yang mengingkari hal ini karena sudah jelas. Tulisan ini tidak membahas masalah pemuda secara umum, tetapi hanya terfokus pada kata yang terkait dengannya. Dalam al-Qur’an ada dua kata yang digunakan, yaitu fatā dan fityah, baik dalam bentuk mufrad ataupun tas|niyah. Kedua kata ini ditujukan kepada tokoh-tokoh baik, seperti Nabi Ibrahim, murid Nabi Musa, para penghuni goa (as}h}āb al-kahfi), dan Nabi Yusuf. Sedangkan kata pemuda yang digunakan dalam hadis adalah syāb dan syabāb. Konteks penggunaan kedua kata ini berbeda-beda, termasuk juga dalam kajian alam akhirat, seperti pemuda yang akan dinaungi pada hari akhirat kelak. Dari segi kritik sanad dan matan hadis, ditemukan ada satu hadis bermasalah yaitu hadis terkait dengan nikah pemuda. Masalah nikah memang bukan terkait halal-haram tetapi karena hadis itu berasal dari Nabi maka perlu diteliti. Kritik sanad dan matan hadis memang hal yang urgen dalam kajian hadis, baik dari masa lalu ataupun masa sekarang.

Kata kunci : Pemuda, Al Qur’an, hadis, Indonesia 


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Gedung Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta

Telp. +62274 519709, Faks. +62274 557978

Email: kajianislaminterdisipliner@gmail.com

View My Stats