Mewujudkan Gender Equality Melalui Pengembangan Industri Rumahan Perempuan

Authors

  • Novita Tresiana Universitas Lampung
  • Noverman Duadji Universitas Lampung

DOI:

https://doi.org/10.14421/musawa.2019.182.119-131

Keywords:

gender, home industry, cluster, triple helix

Abstract

Artikel ini fokus pada kebijakan industri rumahan guna mewujudkan produktivitas ekonomi perempuan pelaku industri rumahan dan model ideal ketercapaian gender equality perempuan bidang ekonomi. Dalam hal ini perlu kebijakan baru dalam peningkatan produktivitas ekonomi perempuan sebagai bentuk demokrasi ekonomi dan keadilan gender (gender equality). Metode survei dan analisis kebijakan digunakan untuk pemetaan dan elaborasi potensi, peluang, tantangan hambatan dan kelemahan sebagai landasan rekomendasi model dan desain kebijakan. Tulisan ini menunjukkan kebijakan industri rumahan mampu mengembangkan potensi diri perempuan sehingga memungkinkan mereka memanfaatkan kesempatan yang sama dalam pembangunan. Rancangan model kebijakan rintisan klaster dengan melibatkan peran triple helix merupakan model ideal untuk mengembangkan industri rumahan dan ketercapaian gender equality. Tipologi klaster yang belum dewasa (rintisan) memerlukan keterlibatan peran triple helix dalam hal ini bukan saja pemerintah daerah, tetapi perguruan tinggi dan bisnis. Peran triple helix difokuskan pada penguatan kebijakan lokal, sarana prasarana, pembangunan kapasitas masyarakat dan pengembangan inovasi produk, dan pemasaran.

[This article focuses on the policies of the home industry in order to realize the economic productivity of women in the home industry and the ideal model for the achievement of gender equality in the economy. In this case, new policies are needed to increase women’s economic productivity as a form of economic democracy and gender equality. The survey and policy analysis method is used for mapping and elaborating the potentials, opportunities, challenges and constraints as a basis for recommending models and policy designs. This paper shows that home industry policies are able to develop women’s potential to enable them to take advantage of the same opportunities in development. The design of a cluster pilot policy model which involves the role of the triple helix is an ideal model for developing a home industry and achieving gender equality. The typology of immature clusters (pioneering) requires the involvement of the role of the triple helix, not only the local government, but also universities and business. The role of the triple helix is focused on strengthening local policies, infrastructure, community capacity building and product innovation development, and marketing.]

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Novita Tresiana, Universitas Lampung

Jurusan Ilmu Administrasi Negara Fisip

Noverman Duadji, Universitas Lampung

Jurusan Ilmu Administrasi Negara Fisip

References

Ardhanariswan, Riris dan Marwah,Sofa., “Analisis Gender Terhadap Peran Perempuan Pengrajin Batik Gumelem Dalam Pelestarian Warisan Budaya dan Pemenuhan Ekonomi Keluarga”. Jurnal Musawa, Vol. 16 Nomor 2, Juli , 2017, 188-199.

Anwar, Zainal dan Dwiangga,Rajif., “Perempuan Aset Desa dan Sumber Kehidupan: Studi Kasus Desa Gadungan Blitar Jawa Timur”. Jurnal Musawa, Vol. 16 Nomor 1, Januari, 2017, 81-96.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Lampung Selatan, “Statistik Daerah Kecamatan Rajabasa”. Kalianda: BPS Kabupaten Lampung Selatan, 2015.

_____.2016B. Kabupaten Lampung Selatan dalam Angka. Kalianda: BPS Kabupaten Lampung Selatan.

Bappenas, “Panduan Pembangunan Klaster Industri Untuk Pengembangan Ekonomi Lokal berdaya Saing Tinggi”, Direktorat Pengembangan Kawasan Khusus dan tertinggal, Bappenas, Jakarta, 2006.

Coleman, James S. , “Social Capital in the Creation of Human Capital”, The American Journal of Sociology, Volume 94, 1988.

Etzkowitz,Henry., “The Triple Helix : University, Industry, Government Innovation in Action”. Routledge Taylor& Francis Group. New York and London, 2008.

Faisal, Sanapiah. , “Format-format penelitian Sosial: Dasar-dasar dan Aplikasi. Jakarta: Rajawali Pers. 2003.

Granovetter, Mark., “Economic Action and Social Structure: the Problem of Embededdedness”. American Journal of Sociology, Volume 91. Edisi 3. 1985.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Petunjuk Pelaksanaan Pengembangan Industri Rumahan di Daerah (Ringkasan). Jakarta: Kemen PPPA RI. 2016.

Laporan Survei Profil Industri Rumahan di Indonesia, Kerjasama IPB dan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. 2016

Porter, M.E, “The Competitive Advantage of Nations. Free Press, New York. Putnam, Robert D. 1993, “Making Democracy Work: Civic Treditions in Modern Italy”. Princeton:Princeton University Press,1990.

Schmitz, H, “Collective Efficiency: Growth Path for Small Scale Industry”. Journal of development Studies,31(4), 1995, 529-66.

Schmitz, H. and Nadvi, K, “Clustering and Industrialization: Introduction”. World Development, 27(9), . 1999.1503-14.

Tresiana, Novita & Duadji, Noverman., “Model Klaster Industri Rumahan dalam Mewujudkan Gender Equality di Kabupaten Lampung Selatan”.. Universitas Lampung. Laporan kemajuan Penelitian Terapan unggulan Perguruan Tinggi (PTUPT). Universitas Lampung.2019

Tresiana, Novita dan Duadji,Noverman., “Multi Stakeholders Governance Body Modelin Achieving The Excellence Public Policy”. Jurnal Mimbar (Social and DevelopmentJournal), Vol. 32 Nomor 2, Desember, 2016, 401-411

Downloads

Published

2019-07-30

Issue

Section

Articles
Abstract Viewed = 457 times | PDF downloaded = 461 times