Tafsir Gender Jawa: Telaah Tafsir Al-Iklil Fi Ma’ani Al-Tanzil Karya Misbah Mustafa
DOI:
https://doi.org/10.14421/musawa.2019.181.1-17Keywords:
Tafsir al-Iklil, Tafsir Jawa, Gender, Misbah MustafaAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya sebuah pemikiran tafsir dalam tradisi Jawa yang menempatkan perempuan dalam posisi yang lebih banyak bergerak di wilayah domestik. Karena persepsi mufassir yang melihat kedudukan laki-laki lebih berpotensi daripada perempuan, maka perempuan kurang diberi ruang dalam sektor publik. Di dalam salah satu karya tafsir dari tradisi Jawa yakni al-Iklil fi Ma’ani al-Tanzil karya Misbah Mustafa, ditemukan pemahaman bahwa peran laki-laki lebih utama daripada perempuan melalui serangkaian tafsir terhadap ayat-ayat gender. Melalui analisis struktur sosial terhadap beberapa tema gender seperti asal-usul penciptaan manusia, poligami, dan kepemimpinan laki-laki ataupun perempuan, pemikiran Misbah Mustafa terpola dengan jelas. Dengan menggunakan metode deskriptif-analitis, hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Misbah Mustafa dalam tafsir al-Iklil cenderung mengulang-ulang, menukil dan melegitimasi pendapat para ulama tradisional normatif yang kebanyakan mensubordinasikan kedudukan perempuan. Tulisan ini merefleksikan ke-arah bagaimana konstruksi sosial dan budaya mempengaruhi pola penafsiran Misbah Mustafa dalam karyanya tafsir al-Iklil.
[This research is motivated by an interpretive thought in the Javanese tradition that places women in a position that is more engaged in domestic sphere. Because the perception of mufassir who see the position of men has more potential than women, women are less given space in the public sector. In one of the interpretations of Javanese tradition, al-Iklil fi Ma’ani al-Tanzil by Misbah Mustafa, it is found that the role of men is more important than women through a series of interpretations of gender verses. Through the analysis of social structure on several gender themes such as the origin of human creation, polygamy, and male or female leadership, Misbah Mustafa’s thoughts were clearly patterned. By using a descriptive-analytical method, the results of the study show that Misbah Mustafa’s thinking in the interpreting the Quran tends to repeat, copy and legitimize the opinions of traditional normative scholars who mostly subordinate the position of women. This paper also shows how social and cultural construction influence Misbah Mustafa’s interpretation patterns in his work, al-Iklil.]
Downloads
References
Agustin. Kamus Ilmiah Populer Lengkap. Surabaya: Serba Jaya, t.t.
Al Hakemah, Ismah. “Pembacaan Semiotik Atas Kisah Nabi Adam Dalam Tafsir al-Iklil Karya KH. Misbah Mustafa.” Skripsi, Surabaya: UIN Sunan Ampel, 2017.
Anggreni, Lika Sari. “Aktivitas Wanita di Sektor Publik dalam Pemberitahuan Surat Kabar”, Jurnal Ilmu Komunikasi, Vol. 11, No. 1, 2014.
Baidowi, Ahmad. “Aspek Lokalitas Tafsir al-Ikli>l fi> Ma’a>ni al-Tanzi>l}”, Nun: Jurnal Studi al-Qur’an dan Tafsir di Nusantara, Vol. 1, No. 1, 2015.
Al-Bukha>ri>, Muh}ammad bin Isma>’i>l Abu> Abdilla>h. Jami>’ al-S{ah}i>h al-Mukhtasar. Beirut: Da>r Ibn Katsi>r, 1987.
Al-Baghda>di bil-Kha>zin, ‘Ala> al-Di>n ‘Ali> bin Muh}ammad bin Ibra>hi>m al-. Tafsi>r al-Kha>zin Luba>b at-Ta’wi>l fi> Ma’a>ni> al-anzi>l. Beirut: Da>r al-Kutub al-‘Ilmiah, 1415 H.
Gusmian, Islah. Khazanah Tafsir Indonesia Dari Hermenutika hingga Ideologi. Yogyakarta: LKis, 2013.
Hermawati, Tanti. “Budaya Jawa dan Kesetaraan Gender”, Jurnal Komunikasi Massa, Vol. 1, No. 1, 2007.
Iskandar. “Penafsir Sufistik Surat al-Fatihah Dalam Tafsi>r Taj al-Muslimi>n dan Tafsi>>r al-Ikli>l Karya KH. Misbah Mustafa”, Jurnal Fenomena, Vol. 7, No. 2, 2015.
Isma’il, Nurjannah. Perempuan Dalam Pasungan: Bias laki–laki dalam Penafsiran.Yogyakarta: LkiS, 2003.
Maslukhin. “Kosmologi Budaya Jawa Dalam Tafsir al-Ibri>z Karya KH. Bisri”, Mutawatir: Jurnal Keilmuan Tafsir Hadis, Vol. 5, No, 1, 2015.
Mursalim. “Vernakulisasi al-Qur’an Di Indonesia: Suatu Kajian Sejarah Tafsir Al-Qur’an”, Jurnal Komunikasi dan Sosial Keagamaan, Vol. 16, No. 1, 2014.
Mustafa, Misbah Bin Zainul. al-Ikli>l fi> Ma’a>ni al-Tanzi>l. Surabaya: Maktabah Al-Ihsan, t.t.
Mustaqim, Abdul. “Metodologi Tafsir Perspektif Gender: Studi Kritis Pemikiran Riffat Hasan, dalam Abdul Mustaqim dan Sahiron Syamsuddin (ed): Studi Al-Qur’an Kontemporer Wacana Baru Berbagai Metodologi Tafsir. Yogyakarta: PT Tiara Wacana Yogya, 2002.
-------. “Penafsiran Al-Quran yang Sensitif Gender” dalam Studi Kitab Tafsir Kontemporer. Yogyakarta: Teras, 2006.
-------. “Spiritualitas Perempuan dalam al-Qur’an”, Musawa Jurnal Studi Gender dan Islam, Vol. 6, No. 2, Juli 2008.
Najwah, Nurun. dkk. Dilema Perempuan Dalam Lintas Agama dan Budaya. Yogyakarta: PSW UIN Sunan Kalijaga, 2005.
Nurrochman. “Al-Qur’an dan Isu Kesetaraan Gender: Membongkar Tafsir Bias Gender, Menuju Tafsir Ramah Perempuan,” Jurnal Wahana Akademika, Vol. 1, No. 2, 2014.
Al-Qurt}ubi>, Abu Abdilla>h Muh}ammad bin Ah}mad bin Abi> Bakr Ibn Syamsuddi>n. Ja>mi’ li Ah}ka>m al-Qur’a>n. Riyad}: Da>r ‘A
Saifuddin dan Wardani. Tafsir Nusantara: Analisis Isu-isu Gender dalam Al-Misbah Karya M.Quraish Shihab dan Turjuman Al-Mustafid Karya ‘Abd al-Rauf Singkel. Yogyakarta: LKiS, 2017.
Shihab, M. Quraish. Membumikan al-Qur’an. Tangerang: Lentera Hati Sukahar, 2010.
Al-S{a>bu>ni>, Ali>. Rawa>i’ al-Baya>n fi> Tafsi>r At al-Ahka>m min al-Qur’a>n. Beirut: Maktabah al-Assrya, 2012.
Sukahar, Djoko Su’ud. Tafsir Gatolotjo dan Sakralitas Yoni, Cet. II. Yogyakarta: Narasi, 2017.
Sudarmanto. Kamus Lengkap Bahasa Jawa, Cet. XII. Semarang: Widya Karya, 2017.
Supriyanto. ”Kajian al-Qur’an dalam Tradisi Pesantren: Studi Tafsir al-Ikli>l fi> Ma'ani al-Tanzil", Jurnal Peradaban Islam Tsaqafah, Vol. 12, No. 2, 2016.
------. “Al-Qur’an Dalam Ruang Keagamaan Islam Jawa: Respons Pemikiran Keagamaan Misbah Mustafa Dalam Tafsir Al-Ikli>l fi> Ma’a>ni At-Tanzi>l”, Jurnal Teologia, Vol. 28, No. 1, 2017.
Suryadilaga, M. Alfatih. dkk. Metodologi lmu Tafsir. Cet. III. Yogyakarta: Teras, 2010.
Shofiyah. “Keadilan Gender: Analisis Tentang Peran Publik Perempuan Dari Aspek Tradisi Budaya, Konstruksi Sosial dan Demokrasi”, Madinah: Jurnal Studi Islam, Vol. 3, No. 2, 2016.
Al-T{abari>, Muh}ammad bin Jari>r. Jami>’ al-Baya>n fi> Ta’wi>l al-Qur’a>n. t.tp: Muassasah ar-Risa>lah, 2007.
Umar, Nasaruddin. Argumen Kesetaraan Jender Dalam Perspektif al-Qur’an. Cet. II. Jakarta: Dian Rakyat, 2010.
Wieringa, Saskia Eleonora. Penghancuran Gerakan Perempuan: Politik Seksual di Indonesia Pasca Kejatuhan PKI. Yogyakarta: Galang Press, 2010.
Wulandari, Suci. “Gender Dalam Tafsir Jawa: Studi Atas Tafsir Al-Huda Karya Bakri Syahid”, Jurnal Qof, Vol. 2, No. 1, 2018.
Al-Zamakhsyari>, Abu> Al-Qa>sim Mah}mu>d bin Umar. al-Kasysya>f ‘an H{aqa>iq al-Tanzi>l wa Uyu>n al-Aqa>wi>l fi> Wuju>h al-Ta’wi>l. Beirut: Da>r al-Kita>b al-Arabi>, 1407 H.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

