Disrupsi Seksualitas Feminis: Meninjau Pelecehan dan Kekerasan Perempuan Pada Praktik Adat Sifon Masyarakat Suku Atoin Meto

Authors

  • Asnath Natar Universitas Kristen Duta Wacana

DOI:

https://doi.org/10.14421/musawa.2020.191.57-69

Keywords:

Praktik adat Sifon, laki-laki Sifon, perempuan media Sifon, perspektif seksualitas feminis, metode studi kepustakaan, paradigma teologis konstruktif

Abstract

Kekerasan seksual terhadap perempuan menjadi pergumulan bersama sebagai bangsa yang beradab. Tidak dapat dipungkiri bahwa kekerasan seksual terhadap perempuan terjadi di Indonesia dari tahun ke tahun kian meningkat. Bahkan, bentuk kekerasan seksual yang terjadi selalu bervariasi. Salah satu bentuk kekerasan seksual perempuan adalah kekerasan seksual berbasis budaya dan tradisi. Oleh karena itu, tulisan ini membahas kekerasan seksual berbasis budaya dan tradisi pada praktik adat Sifon oleh masyarakat suku Atoin Meto. Praktik adat Sifon merupakan tradisi khitan yang dilakukan seorang laki-laki sudah menikah untuk proses penyembuhan luka bekas khitan dengan cara menyetubuhi seorang perempuan yang terpilih. Perempuan yang disetubuhi disebut perempuan media Sifon dan laki-laki yang melakukan praktik Sifon disebut laki-laki Sifon. Tujuan tulisan ini menguak praktik adat sifon dari perspektif seksualitas feminis. Seluk-beluk kekerasan seksual terjadi dalam praktik adat Sifon, khususnya yang dialami oleh perempuan media Sifon.

[Sexual violence against women has become a collective struggle as a civilized nation. It cannot be denied that sexual violence against women occurs in Indonesia from year to year. The forms of sexual violence that occur always vary. One form of sexual violence for women is sexual violence based on culture and traditions. Therefore, this paper discusses sexual violence based on culture and traditions in the traditional practice of Sifon by the Atoin Meto tribe. The traditional practice of chiffon is a circumcision tradition that is carried out by a married man for the healing process of circumcision scars by intercourse with a woman who is chosen. Women who have sex are called chiffon media women, and men who practice chiffon are called chiffon men. The purpose of this paper is to uncover the traditional practice of chiffon from the perspective of feminist sexuality. The details of sexual violence occur in traditional Sifon practices, especially those experienced by women in the Sifon media.]

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ardiana, Irma. “Gerakan Lawan AIDS, Jurnal Keluarga Informasi Kependudukan, KB, dan Pembangunan Keluarga” 7 (2018). https://www.bkkbn.go.id/po-content/uploads/Jurnal_Kaluarga_Edisi_Ketujuh_2018.pdf.

Freud, Sigmund. Cinta yang Tak Semestinya: Sebuah Tinjauan Psikoanalisis. Surabaya: Ecosystem Publishing, 2017.

Fromm, Erich. Cinta, Seksualitas, Matriarki: Kajian Komprehensif tentang Gender. Yogyakarta: Jalasutra, 2011.

Hidayat, Nur Azizah, Harun, dan Nurhadiantomo. “Konflik Hukum Dalam Tradisi Sifon Suku Atoni Pah Meto Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (Studi Tentang Konflik Dan Resolusi Konflik Dalam Sistem Hukum Indonesia).” S2, Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2017. https://doi.org/10/HALAMAN%20DEPAN.pdf.

Indonesia, C. N. N. “Menguak Data Jumlah Kekerasan Perempuan Tahun Ke Tahun.” gaya hidup, 26 November 2018. https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20181126110630-284-349231/menguak-data-jumlah-kekerasan-perempuan-tahun-ke-tahun.

Kanal Pengetahuan. “Tradisi Sunat Sifon di Timor Tengah Selatan.” Kanal Informasi dan Pengetahuan (blog), 2 April 2019. https://www.kanalpengetahuan.com/tradisi-sunat-sifon-di-timor-tengah-selatan/.

Komari, Jamilatul. Tugas Keperawatan Transkultural. Jember: Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Jember, 2015.

Komnas Perempuan. “Siaran Pers Catatan Tahunan (CATAHU) Komnas Perempuan 2019,” 12 Maret 2019. https://www.komnasperempuan.go.id/read-news-siaran-pers-catatan-tahunan-catahu-komnas-perempuan-2019.

Lorde, Audre. “Uses of the Erotic: The Erotic as Power.” Dalam Sexuality and the Sacred: Sources for Theological Reflection. Louisville: Westminster John Knox Press, 2010.

Melliana S, Annastasia, dan Andry Kristiawan. Menjelajah Tubuh: Perempuan dan Mitos Kecantikan. Yogyakarta: LKIS, 2006.

Merah Muda Memudar. “Sifon: Mengungkap Phallusentris Dalam Tradisi Suku Atoni Meto.” Medium, 6 September 2017. https://medium.com/merah-muda-memudar/sifon-mengungkap-phallusentris-dalam-tradisi-suku-atoni-meto-98f8d4d0756e.

Mete, Kornelius Kode. Profil Kesehatan tahun 2015. NTT: Dinas Kesehatan Propinsi Nusa Tenggara Timur, 2015.

Taum, Yosep Yapi. Folklor Nusantara: Hakikat, Bentuk, dan Fungsi. Yogyakarta: Penerbit Ombak, 2013.

Taum, Yoseph Yapi. Sunat Ritual, Religiositas, dan Identitas Kultural Orang Dawan Di NTT. Yogyakarta: Universitas Sanata Darma, 2013.

Tim Penyusun. “Rancangan Undang-Undang Republik Indonesia Tentang Penghapusan Kekerasan Seksual Pasal 1 ayat 1,” 2019.

Zuhra, Wan Ulfa Nur. “Testimoni Kekerasan Seksual: 174 Penyintas, 79 Kampus, 29 Kota.” tirto.id, 2019. https://tirto.id/testimoni-kekerasan-seksual-174-penyintas-79-kampus-29-kota-dmTW.

Downloads

Published

2020-09-28

Issue

Section

Articles
Abstract Viewed = 854 times | PDF downloaded = 1277 times