Pengembangan Model Pemasaran Batik Karawang Sebagai Produk Unggulan Daerah

Neni Triana,1* Rieke Retnosary2

   1 
   2 
   * Corresponding Author

DOI: https://doi.org/10.14421/jpplpi.2020.%25x

Abstract


Batik Karawang pertama kali dibuat pada tahun 1928 sebagai alas meja peribadatan yang biasa digunakan oleh penganut agama Budha yang disebut Tok Wi, tetapi baru dikembangkan dan diproduksi pada tahun 2008 di daerah Kaum, Karawang kulon dengan nama Bale Batik Taza. Adapun perkembangannya tidakseperti batik-batik di daerah Jawa Tengah yang sangat dikenal baik oleh masyarakat lokal, luar daerah bahkan internasional seperti batik Trusmi, Pekalongan, Solo atau Yogyakarta, karena sampai saat ini masih banyak orang yang belum mengenal batik Karawang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan model pemasaran, dan mengetahui permasalahan yang terjadi sehingga menyebabkan industrikecil kerajinan batik Karawang tidak dapat berkembang seperti di daerah lainnya dan menjadikannya sebagai produk unggulan. Metode penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif agar dapat menghasilkan informasi yang tidak dapat dihasilkan dalam penelitian kuantitatif serta penelitian dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan yang teridentifikasi di lapangan. Selain mengadakan observasi, juga melakukan benchmark dengan industry kerajinan batik di daerah lain seperti Cirebon. Adapun variabel yang digunakan dalam penelitian model pemasaran Batik Karawang ini yaitu modal, tenaga kerja, promosi pemasaran, bahan baku dan penggunaan teknologi untuk membuat model pemasaran yang sesuai untuk pengembangan industri batik di Karawang. Hasil penelitian diperoleh adanya kendala-kendala terkait modal, tenaga kerja, bahan baku dan penggunaan teknologi serta strategi yang belum optimal dalam hal pemanfaatan media social sebagai media promosi. Adapun model pemasaran yang sesuai adalah menggunakan digital marketing atau viral marketing serta mengembangkan konsep pemasaran produksi dan promosi melalui media sosial agar efektif dan efisien. Kerjasama dengan pemerintah daerah dan instansi lain khususnya para pengrajin batik di luardaerah Karawang dibutuhkan untuk meminimalisasi kendala modal, tenaga kerja, bahan baku dan teknologi sehingga Batik Karawang dapat dijadikan produk unggulan daerah.

Keywords


batik karawang; bale batik taza; digital marketing; viral marketing; produk unggulan daerah

Full Text:

PDF

References


Farah Bonita. 2013. Strategi Pengembangan Industri Kecil Kerajinan Batik di Kota Semarang. Economics Development Analisys Journal 2 (3)

Fred R David. 2012. Manajemen Startegi Konsep. Salemba. Bandung. 198 – 203

Kotler & Armstrong 2006. Prinsip-prinsip Pemasaran. Edisi 12, Erlangga. Jakarta

Maya Damayanti, Latifah. 2015. Strategi Kota Pekalongan dalam Pengembangan Wisata Kreatif Berbasis Industri batik. Jurnal Pengembangan Kota. Vol 3. No. 2

Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 9 Tahun 2014 tentang Pedoman Pengembangan Produk Unggulan Daerah

Rusnani, Isnaini Yuli Andini. 2014. Strategi Pemasaran Batik Madura Dalam Menghadapi Pemasaran Global. Jurnal ”Performance” Bisnis dan Akuntansi, Vol. IV, No.2

Sri Wening, Enny Zuhni Khayati, Sri Emy Yuli Suprihatin 2013. Pengembangan Produk Dan Strategi Pemasaran Busana Batik Bantulan Dengan Stilasi Motif Ethno Modern Jurnal penelitian Humaniora, Vol 18, No. 1.

Sugiyono. 2013. Memahami Penelitian Kualitatif. Edisi 8. Alfabeta. Bandung.

Sugiyono. 2018. Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Edisi ke10. Alfabeta. Bandung

Sujarweni V.W 2014. Metodologi Penelitian. Edisi I, Pustaka baru press. Yogyakarta

Tammamudin 2013. Promosi Industri Batik Pekalongan. Jurnal penelitian Humaniora, Vol 18, No. 1.

Widiastuti,R* ; Awang,S.A**; Prayitno, T.A. **,Warsito, Sofyan P. Kajian. 2011. Stratejik Kelola Usaha Pada Industri Kecil Agel Strategic Study Of Business Manage In Agel Small Industries. Jurnal Riset Industri, Vol V, No.1

Yulianto 2015. Kreasi Seni sebagai Daya Tarik Wisata Budaya di Padepokan Bagong Kussuadiardja Yogyakarta. Journal Media Wisata, volume 13, No.1


Refbacks

  • There are currently no refbacks.