Optimasi Dan Validasi Metode Analisis Kadar Alkohol Pada Produk Pangan Dengan Spektrofotometer UV-Vis

Awaluddin Iwan Perdana


DOI: https://doi.org/10.14421/jpplpi.2020.%25x

Abstract


Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia mutlak menjamin pelaksanaan Jaminan Produk Halal. Menanggapi permasalahan tersebut, peran laboratorium mutlak diperlukan dalam proses pengujian produk halal. Pengembangan metode analisis produk halal sejogjanya dapat menghasilkan data yang valid, mudah dikerjakan, cepat dan biayanya murah. Maka dari itu, perlu dilakukan optimasi dan validasi metode analisis kadar alkohol pada produk pangan dengan spektrofotometer UV-Vis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi optimum analisa kadar alkohol pada produk pangan dengan spektrofotometer UV-Vis dan mendapatkan metode analisis kadar alkohol pada produk pangan dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis yang memenuhi parameter-parameter validasi yaitu akurasi, presisi, linearitas, batas deteksi, batas kuantifikasi dan estimasi ketidakpastian. Proses optimasi metode analisis dilakukan dengan mengamati absorbansi optimum dari penggunaan buffer asetat dengan berbagai variasi pH. Dalam penelitian ini dibuat simulasi komposisi produk pangan yang terdiri atas minuman biasa, minuman bersoda, makanan biasa, makanan asinan, dan makanan biasa dengan variasi kadar alkohol sebesar 1%,4%, 7%, 10%, dan 13%. Dalam penentuan pH optimum, diperoleh nilai absorbansi buffer asetat pada pH 4,4 yang paling maksimal. Dan data rata-rata validasi metode analisis yang digunakan adalah Akurasi = 102,56 %, Presisi = 1.10 % , Linearitas = 0,9992, Limit deteksi = 0,175 % , limit Kuantifikasi = 0,585% , dan estimasi ketidakpastian = 0.021.

Keywords


jaminan produk halal; alkohol; validasi metode analisis; spektrofotometer UV-Vis

Full Text:

PDF

References


Avin, R. (2017, Oktober 11). BPJPH Lakukan Sosialisasi Babak Baru Sertifikasi Halal. https://halallifestyle.id/halalnews/bpjph-lakukan-sosialisasi-babakbaru-sertifikasi-halal.

Caputi, A., Ueda, M., & Brown, T. (1968). Spectrophotometric determination of ethanol in wine. American Society of Enologist.

Gandjar, G. I., dan Rohman, A., 2014, Kimia Farmasi Analisis, Pustaka Belajar, Yogyakarta.

Harmita, 2004. Petunjuk pelaksanaan validasi metode dan cara perhitungannya. Majalah Ilmu Kefamasian Vol I, No.3 : 117-135 [6] Sopyan, Y. (2007). Khamar Sebagai Bahan Campuran Dalam Makanan. Jurnal Ilmuilmu Syariah dan Hukum vol 9 UIN Syarif Hidayatullah, 81.

Ramadani, S. (2018). Hukum Penggunaan Alkohol Sebagai Pelarut (Solvet) dala Obat Batuk ditinjau Dari Hadis Nabi. Makassar: Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar.

Rohman, A. (2014). Validasi dan Penjaminan Mutu Metode Analisis Kimia. Yogyakarta: Gadja Mada University Press.

Roosita, A. (2007). Validasi Metode Spektrofotometri Visibel untuk Penetapan Kadar Ampisilin Menggunakan Pereaksi Asetilaseton dan Formalin.Yogyakarta : Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma

Uddarojat, R. (2016). Cedera dan Kematian akibat Minuman Beralkohol Palsu dan Oplosan. Jakarta: Center for Indonesian Policy Studies .

Yuwono, M., dan Indrayanto, G., 2005, Validation of Chromatographic Methods of Analysis, Journal, vol. 32, 252.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.