Gagasan Sekularisasi Politik Ibn Taymiyah

Main Article Content

Muhammad Arif

Abstract

Nearly all Islamists, Islamic scholars, agree that the concept of political secularization is unobserved in the tradition of medieval Islamic thoughts. Yet, this does not mean that there was no concept on political secularization at all during that period. Support for political secularization is, for instance, found in the views of Ibn Taymiyah, one of the prominent Islamic thinkers in the medieval era. For this reason, I am interested in conducting further study on the subject matter in this article. This article employed the method of literature review analysis by examining works by Ibn Taymiyah, particularlyMinhaj al-Sunnah al-Nabawiyah fi naqdh kalam al-Syi’ah wa’l-Qadariyahand other relevant references. In analyzing the collected data, I utilized two approaches: existential phenomenology and historical continuity. This article found that there are at least four impressions in Ibn Taymiyah’s thoughts that may be stated as oriented toward political secularization. Firstly, Ibn Taymiyah understood that imamahis not a matter of religion or faith. Secondly, Ibn Taymiyah stated that Islamic sharia is the responsibility of the ummah not a matter of imamah. Thirdly, Ibn Taymiyah said that the presence of the Prophet Muhammad in this world is merely as a prophet or messenger of God and not as an Imam or political leader. Fourthly, Ibn Taymiyah initiated an electoral mechanism that does not prioritize religious aspects.

[Hampir semua Islamis, pengkaji Islam, sepakat bahwa dalam tradisi pemikiran Islam pertengahan tidak dijumpai adanya gagasan sekularisasi politik. Namun, bukan berarti tidak pernah ada gagasan tentang sekularisasi politik dalam tradisi pemikiran politik Islam pertengahan. Dukungan atas sekularisasi politik ini misalnya dapat dijumpai dalam pemikiran Ibn Taymiyah, salah satu dari pemikir Islam pada era pertengahan. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk mengkajinya lebih lanjut dalam artikel ini. Artikel ini menggunakan metode kajian berbasis pustaka, yaitu dengan menelaah karya-karya Ibn Taymiyah, terutama Minhaj al-Sunnah al-Nabawiyah fi naqdh kalam al-Syi’ah wa’l-Qadariyah serta referensi-referensi lain yang terkait. Dalam menganalisis data-data yang terkumpul penulis menggunakan dua pendekatan, yaitu: fenomenologi eksistensial dan kesinambungan historis. Artikel ini menemukan bahwa setidaknya ada empat jejak dalam pemikiran Ibn Taymiyah yang dapat dikatakan mengarah pada sekularisasi politik. Pertama, Ibn Taymiyah memahami bahwa imamah bukan merupakan urusan agama atau keimanan. Kedua, Ibn Taymiyah mengatakan bahwa syari’ah Islam adalah tanggungjawab ummah bukan urusan imamah. Ketiga, Ibn Taymiyah mengatakan bahwa keberadaan Nabi Muhammad di dunia ini hanyalah sebagai seorang nabi atau utusan Allah dan bukan sebagai seorang Imam atau pemimpin politik. Keempat, Ibn Taymiyah memunculkan mekanisme pemilihan pemimpin yang tidak mengutamakan sisi agama.]

Downloads

Download data is not yet available.
Abstract Viewed = 1133 times
PDF downloaded = 1700 times


Article Details

How to Cite
Arif, M. (2017). Gagasan Sekularisasi Politik Ibn Taymiyah. Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama Dan Masyarakat, 1(2), 215–236. https://doi.org/10.14421/panangkaran.2017.0102-02
Section
Articles

References

Abdillah, Masykuri. Islam dan Dinamika Sosial Politik di Indonesia (Jakarta: Gramedia). 2011.

Amin, Muhammad. Ijtihad Ibn Taimiyyah dalam Bidang Fiqh Islam (Jakarta: INIS). 1991.

Anjum, Ovamir. Politics, Law, and Community in Islamic Thought: The Taymiyyan Moment (New York: Cambridge University Press). 2012.

An-Na’im, Abdullahi Ahmed. Islam and the Secular State: Negotiating the Future of Shari’a (Camrdge: Harvard University Press). 2008.

An-Nadawi, Abul Hasan Ali. Syaikhul Islam Ibn Taimiyah, terj. Qadirun Nur (Solo: Darul Qalam). 1995.

Bakker, Anton dan Achmad Charris, Metodologi Penelitian Filsafat (Kanisius: Yogyakarta, 1990), hal. 85-86.

Casanova, Jose. Agama Publik di Dunia Modern (Jakarta: Pustaka Eureka). 2003.

Durkheim, Emile. The Elementary Forms of The Religious Life (Nwe York: The Free Press). 1995.

Enayat, Hamid. Reaksi Politik Sunni dan Syi’ah: Pemikiran Politik Islam Modern Menghadapi Abad ke-20, terj. Asep Hidayat (Bandung: Penerbit Pustaka). 1982.

Esposito, John L. Islam and Politics (Syracuse: Syracuse University Press). 1984.

G.P, M. Arsal Salim. Etika Intervensi Negara: Perspektif Etika Politik Ibnu Taimiyah (Ciputat: Logos Wacana Ilmu). 1999.

Hardiman, F. Budi. Seni Memahami: Hermeneutik dari Schleiermacher sampai Derrida (Yogyakarta: Kanisius). 2015.

Heidegger, Martin. Being and Time A Translation of ‘Sein un Zeit’ terj. Joan Stambaugh (State University of New York Press: New York). 1996.

Husserl, Edmund. Ideas: General Introduction to Pure Phenomenology, terj. W.R. Boyce Gibson (New York: Collier Books). 1992.

Jindan, Khalid Ibrahim. Teori Politik Islam: Telaah Kritis Ibnu Taimiyah tentang Pemerintahan Islam, terj. Masrohin (Surabaya: Risalah Gusti). 1995.

Kamil, Sukron. Pemikiran Politik Islam Tematik (Jakarta: Kencana). 2013.

Karim, M. Abdul. Bulan Sabit di Gurun Gobi: Sejarah Dinasti Mongol-Islam di Asia Tengah (Yogyakarta: Suka Press). 2014.

Khan, Qomaruddin. Pemikiran Politik Ibnu Taymiyah, terj. Anas Mahyuddin (Bandung: Pustaka). 1995.

Norris, Pippa and Ronald Inglehart. Sacred and Secular: Religion and Politics Worldwide (Cambridge: Cambridge University Press). 2011.

Pardoyo. Sekularisasi dalam Polemik (Jakarta: Pustaka Utama Grafiti) 1993.

Rachman, Budhy Munawar. Reorientasi Pembaharuan Islam: Sekularisme, Liberalisme, dan Pluralisme, Paradigma Baru Islam Indonesia (Jakarta: Democracy Project). 2011.

Rahman, Fazlur. Kontroversi Kenabian dalam Islam: Antara Filsafat dan Ortodoksi, terj. Ahsin Muhammad (Bandung: Mizan). 2003.

Rojak, Jeje Abdul. Politik Kenegaraan: Pemikiran-Pemikiran al-Ghazali dan Ibnu Taimiyah (Surabaya: Bina Ilmu). 1999.

Sjadzli, Munawir. Islam dan Tata Negara: Ajaran, Sejarah dan Pemikiran, edisi kelima (Jakarta: UI-Press). 1993.

Taymiyah, Ibd. Minhāj al-Sunnah al-Nabawiyah fi naqdh kalām al-Syi’ah wa’l-Qadariyah, jilid I-IV (Beirut Libanon). tt.

------------------. As-Siyāsah al-Syar’iyyah fi Islah al-Ra’iy wa al-Ra’iyyah, (Kairo: Dar Ibn al-Haytham). 2005.

------------------. Majmu’ Rasa’il, al-Hisbah (Cairo. 1323 H)

Watt, Montgomery. Islamic Political Thought (Edinburg University Press). 1987.

Artikel :

Abidin, Zainal. “Corak Pemikiran dan Metode Ijtihad

Ibn Taymiyyah”, dalam jurnal Millah. Edisi Khusus Desember. 2010.

Aigle, Denise. “The Mongol Invasions of Bilad al-Sham by Ghazan Khan and Ibn Taymayah’s Three “Anti-Mongol” Fatwas” dalam Mamluk Studies Review VOL. 11. NO. 2. 2007.

Aly, Sirojudin. “Kedudukan Agama dan Negara: Perspektif Pemikir Muslim Abad Pertengahan Ibn Taymiyyah”. Dalam Jurnal Ilmu Ushuluddin, Volume 2, Nomor 3, Januari - Juni 2015.

Ali-Fauzi, Ihsan. “Sekularisme, Demokrasi, Islam” dalam makalah diskusi Salihara Januari 2011.

Assyaukanie, Luthfi. “Pembaharuan Agama dan Sekularisasi dalam Islam” dalam makalah diskusi Salihara Januari 2011.

Casanova, Jose. “Rethiking Secularization: A Global Comparative Perspective” dalam The Hedgehog Review/ Spring & Summer 2006.

Heer, Nicholas. “Ibn Taymiyah’s Empiricism” dalam Farhad Kazemi dan R.D. McChesney, A Way Prepared (New York: New York University Press) 1988.

Khalik, Abu Tholib. “Pemimpin Non-Muslim dalam Perspektif Ibnu Taimiyah” dalam Analisis: Jurnal Studi Keislaman. Volume 14. Nomor 1. Juni 2014.

Khan, Qomaruddin. “Ibn Taymiyah’s Views on The Prophetic State” dalam Islamic Studies (Islamabad). 3:4. 1964.

Lapidus, Ira M. “The Separation of State and Religion in the Development of Early Islamic Society” dalam International Journal of Midle East Studies. Vol. 6. No. 4 (Oct. 1975)

Michot, Yahya M. “Ibn Taymiyya’s Critique of Shi‘i Imamology Translation of Three Sections of his Minhaj al-Sunna” dalam The Muslim World. volume 104. Januari/April 2014.

Mufid. “Ibn Taymiyah dan Teori Pemerintahan Islam” dalam Bestari, November-Desember. 1992.

Noorhidayati, Salamah. “Variasi Hadist Ibadah Menurut Ibnu Taymiyah” dalam Jurnal Az-Dzikra Vol.6 No. 1 Januari – Juni Tahun 2012.

Rusli, Ris’an. “Imamah: Kajian Doktrin Syi’ah dan Perdebatan Pemikiran Islam Klasik” dalam Jurnal Intizar. vol. 21. no. 2. tahun 2015.

Sobahussurur, “Proses Pengambilan Keputusan dalam Perspektif Ibn Taymiyah” dalam Jurnal Tsaqafah, vol. 6. No. 1. April 2010.

Yahya, Agusni. “Fiqh Al-Hadits Ibn Taimiyah Tentang Pluralisme Agama”, dalam Jurnal Substantia. Vol 12. No. 1. April 2011.