Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat http://ejournal.uin-suka.ac.id/pusat/panangkaran <table width="100%"> <tbody> <tr class="heading" style="border-top: 3px solid white;" valign="top"> <td style="border-right: 3px solid white;" width="20%"><img style="padding-top: 7px; padding-right: 11px;" src="https://ejournal.uin-suka.ac.id/pusat/public/site/images/it/buku-panangkaran.png" alt="" width="1349" height="1907" /></td> <td style="text-align: justify; border-left: 3px solid white; padding-left: 10px;" width="80%"> <p><strong>Jurnal Panangkaran</strong> merupakan jurnal Assosiasi Peneliti Agama-agama yang bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan Penerbitan LP2M UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai media publikasi hasil penelitian para peneliti, ilmuwan dan cendekiawan. Tujuannya adalah untuk mewadahi, menyebarluaskan dan mendialogkan wacana ilmiah di bidang penelitian sosial keagamaan. Naskah yang dimuat dalam jurnal berasal dari hasil-hasil penelitian maupun kajian-kajian kritis para peneliti agama atau akademisi yang berkaitan dengan permasalahan kehidupan sosial keagamaan, kelekturan, pendidikan dan keagamaan, agama dan sains.</p> <p><strong>Jurnal Panangkaran</strong> merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Penerbitan (Puslitbit) LP2M UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Jurnal terbit setahun 2 kali pada bulan Juni dan Desember.</p> <p><strong>Jurnal Panangkaran</strong> terbit pertama kali pada 2017 dan<strong> </strong>terterakreditasi nasional dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, Nomor<strong>: 200/M/KPT/2020 </strong>pada Desember 2020<strong>.</strong></p> </td> </tr> </tbody> </table> LP2M UIN Sunan Kalijaga en-US Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat 2598-3865 <p style="text-align: center;">Author(s) are the copyrigth holder(s) of their published articles.</p> <p style="text-align: center;">Author(s) to retain publishing rights without restrictions.</p> <p style="text-align: center;"><img src="https://mirrors.creativecommons.org/presskit/buttons/88x31/png/by-nc-nd.png" width="346" height="121" /></p> <p style="text-align: center;">PANANGKARAN disebarluaskan dengan lisensi <a href="http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0/" rel="license">Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerrivatives 4.0 International License</a>.</p> <p style="text-align: center;">Hak Cipta ada pada Pengarang</p> Konsep Memanusiakan Alam dalam Kosmologi Tri Hita Karana http://ejournal.uin-suka.ac.id/pusat/panangkaran/article/view/2754 <p>Natural problems are often ignored by humans, because nature is considered not to respond to what humans do. However, when a natural disaster occurs, not many realize that it is a consequence of what humans have done. For example, the environmental problems that occur in Indonesia regarding deforestation, massive exploitation under the pretext of development, nature seems to be an inanimate object that is treated inhumanely. In fact, nature provides a lot of life, protection, even with nature human life is maintained. This article is qualitative research, using a literature approach, data obtained from various journals and books as well as previous research related to Tri Hita Karana. The results of this study indicate that the concept of Tri Hita Karana is a guide for humans in humanizing nature, because by balancing the concepts of prajapati (God), praja (humans), and kamadhuk (nature), it will create awareness to protect nature, because nature is part of nature from humans.</p> <p>[Persoalan alam sering kali diabaikan oleh manusia, karena alam dianggap tidak memberi respon terhadap apa yang dilakukan oleh manusia. Namun, saat terjadi bencana alam, tidak banyak yang menyadari bahwa hal tersebut adalah konsekuensi dari apa yang diperbuat oleh manusia. Sebut saja persoalan lingkungan yang terjadi di Indonesia mengenai penebangan hutan, eksploitasi besar-besaran dengan dalih pengembangan, alam seakan-akan menjadi objek mati yang diperlakukan tidak manusiawi. Padahal, alam memberi banyak kehidupan, perlindungan, bahkan dengan alam kehidupan manusia tetap terjaga. Artikel ini merupakan penelitian kualitatif, dengan pendekatan pustaka, data yang diperoleh dari berbagai jurnal dan buku serta penelitian terdahulu yang berhubungan dengan <em>Tri Hita Karana</em>. Adapun hasil penelitian ini menunjukan bahwa konsep <em>Tri Hita Karana</em> menjadi satu panduan manusia dalam memanusiakan alam, karena dengan menyeimbangkan konsep <em>prajapati</em> (Tuhan), <em>praja </em>(manusia), dan <em>kamadhuk </em>(alam), maka akan tercipta kesadaran untuk menjaga alam, karena alam adalah bagian dari diri manusia.]</p> Ummi Ulfatus Syahriyah A Zahid A Zahid Copyright (c) 2022 Ummi Ulfatus Syahriyah, A Zahid A Zahid https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2022-06-21 2022-06-21 6 1 1 23 Islam-Lokal dan Lokal-Islam http://ejournal.uin-suka.ac.id/pusat/panangkaran/article/view/2809 <p>This article aims to describe religious expression on YouTube during the Covid 19 pandemic. Religious activities were relatively limited to social restriction policies with all their dynamics. Pandemic encouraged some people, they are Ujang Busthomi and Om Hao, to express their religiosity in real and on YouTube. The type of this research is qualitative with the data search method using YouTube observations on Kang Ujang Busthomi, account of Ujang Busthomi, and Kisah Tanah Jawa, account of Om Hao. This article finds that the pandemic situation encourages religious actors to express their religious expression awareness through YouTube. The variety of religious expression on YouTube, base on Ujang Busthomi and Om Hao account, revolves around two model. First, the expression of Islam-local style. Second, expression of local-Islam style.</p> <p>[Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan ekspresi keagamaan di YouTube pada masa pandemi. Selama pandemi, pembatasan sosial dengan segala dinamikanya mendorong sebagian orang mengekspresikan religiusitasnya tidak terbatas di ruang-ruang sosial nyata, namun juga di media sosial seperti YouTube. Keterbukaan ini mendorong munculnya ekspresi keagamaan dari tokoh penekun dunia supranatural, Ujang Busthomi dan Om Hao, yang sebelumnya lebih sering diungkapkan tidak secara terbuka. Data artikel ini didapatkan dengan menggunakan observasi akun YouTube Kang Ujang Busthomi dan Kisah Tanah Jawa. Penelitian ini menemukan bahwa situasi pandemi mendorong umat beragama mengekspresikan dimensi keagamaan dari kehidupan mereka secara lebih terbuka dan virtual. Adapun ekspresi keagamaan dua tokoh yang dikaji dapat dibaca menjadi dua model. P<em>ertama</em>, ekspresi keagamaan Islam-lokal. <em>Kedua</em>, ekspresi keagamaan lokal-Islam.]</p> M. Yaser Arafat Copyright (c) 2022 M. Yaser Arafat yaser https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2022-06-22 2022-06-22 6 1 25 44 Tren Dakwah dan Praktik Komodifikasi Agama di Mayantara http://ejournal.uin-suka.ac.id/pusat/panangkaran/article/view/0601-03 <p>The presence of internet-based communication technology has changed pre-existing relationships and established adjustments in various aspects of life. The expansion of religious interaction and communication in the media landscape is becoming popular, one of which is through mobile applications. This paper will examine the <em>Umma</em> application, an Islamic mobile application that has been downloaded more than 10 million times and has interesting features that are personalized for the Muslim community, as the tagline Pro Muslim Community Indonesia. Using netnographic methods, literature studies and observations on the <em>Umma</em> application, this study finds that businesses with a religious practice orientation have chosen the Indonesian Muslim community as a potential target market. Users are invited to practice worship mediated by the <em>Umma</em> application and implement a halal lifestyle by transacting through the features offered by <em>Umma</em>. Here, da'wah and Islamic values are presented in a new, practical way, wrapped in modernity and transactional.</p> <p>[Hadirnya teknologi komunikasi berbasis internet telah mengubah relasi-relasi yang sudah ada sebelumnya dan melahirkan penyesuaian di berbagai aspek kehidupan. Perluasan interaksi dan komunikasi keagamaan dalam lanskap media menjadi populer, salah satunya melalui aplikasi seluler. Tulisan ini akan mengkaji aplikasi <em>Umma</em>, salah satu aplikasi seluler Islami yang telah diunduh lebih dari 10 juta kali dan memiliki fitur menarik yang dipersonalisasikan untuk masyarakat muslim, sebagaimana tagline Pro Muslim Community Indonesia. Menggunakan metode netnografi, studi literatur dan observasi pada aplikasi <em>Umma</em>, penelitian ini menemukan bahwa bisnis dengan orientasi praktik keagamaan telah memilih masyarakat muslim Indonesia sebagai target market yang potensial. Para pengguna diajak untuk melakukan praktik ibadah dengan dimediasi oleh aplikasi <em>Umma</em> serta menerapkan gaya hidup halal dengan bertransaksi melalui fitur yang ditawarkan oleh <em>Umma</em>. Disini, dakwah dan nilai-nilai Islam dihadirkan dengan cara yang baru, praktis, dalam balutan modernitas dan transaksional.]</p> Auliya Ihza Husnudldlon Copyright (c) 2022 Auliya Ihza Husnudldlon https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2022-06-23 2022-06-23 6 1 45 67 Yang Sakral, Mitos, dan Kosmos http://ejournal.uin-suka.ac.id/pusat/panangkaran/article/view/0601-04 <p>This article deals with the thought of Mircea Eliade in the phenomenology of religion. The method used in this study is the critical analysis for reviewing Eliade’s thinking about The Sacred, Myth, and Cosmos. The critical analysis of three concepts will lead to a context of phenomology of religion from Eliade. The urgency of this research lies in the implications of three concept in the discourse of religions studies, especially in the phenomenology of religion. This study concluded that: 1) Eliade’s concepts about The Sacred, Myth, and Cosmos indicates that phenomenology of religion from hiim was influenced by philosophy, especially phenomenological and hermeneutical, 2) The implications of the three concept in the phenomenology of religion from Eliade point to an approach that suggest the essence of meaning and interconnected of religious phenomenas, such as the supernatural-natural, spiritual-material, or sacred-profane.</p> <p>[Artikel ini membahas tentang pemikiran Mircea Eliade dalam fenomenologi agama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis-kritis untuk meninjau pemikiran Eliade tentang Yang Sakral, Mitos dan Kosmos. Analisis kritis atas ketiga konsep tersebut akan mengarah pada konteks fenomenologi agama dari Eliade. Sehingga dalam hal ini, urgensi penelitian ini terletak pada implikasi ketiga konsep tersebut pada diskursus studi agama-agama, khususnya fenomenologi agama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa : 1) Konsep Eliade tentang Yang Sakral, Mitos dan Kosmos menunjukkan fenomenologi agama Eliade dipengaruhi oleh filsafat, khususnya fenomenologi dan hermeneutika, 2) Implikasi ketiga konsep tersebut dalam fenomenologi agama Eliade mengarah pada pendekatan yang menujukkan esensi makna dan saling terkaitnya fenomena-fenomena agama, seperti yang supernatural-natural, spiritual-material, maupun sakral-profan.]</p> Ikhbar Fiamrillah Zifamina Copyright (c) 2022 Ikhbar Fiamrillah Zifamina https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 2022-06-27 2022-06-27 6 1 69 86