Pelatihan Pengolahan Makanan Tradisional Untuk Meningkatkan Potensi Kreasi Olahan Basah Singkong di Desa Gayamharjo Prambanan Sleman

Arina Mustafidah

Abstract


Singkong merupakan bahan makanan yang di dalamnya terkandung karbohidrat, karenanya singkong dianggap pula sebagai makanan alternatif pengganti nasi di beberapa desa. Pengolahan singkong di Desa Gayamharjo selama ini kebanyakan hanya direbus, dibuat gaplek, digoreng, dibuat tiwul, dan lain sebagainya. Belum ada inovasi olahan singkong basah yang membuat tampilan singkong lebih menarik dilihat dan dirasakan, terutama oleh anak- anak yang kebanyakan tidak menyukai makanan dari olahan ini. Untuk mewujudkan tujuan tersebut maka perlu dilakukan metode sosialisasi, lomba (praktik) memasak, pelatihan. Terdapat beberapa kreasi hasil olahan basah singkong yang dilombakan, yakni kue pelangi singkong, singkong chocolate pandan, singkong pop, gethuk rainbow, madusari, kue bolu karamel singkong, kue sakura, dan kue tumpeng singkong. Antusiasme peserta dalam mengolah masakan dan mengikuti pelatihan ini sangatlah besar. Hal tersebut terlihat dari keaktifan ibu-ibu peserta saat bertanya di sesi tanya jawab. Setelah mengikuti pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini, peserta mendapat wawasan dan pengalaman baru antara lain mengetahui teknik pengolahan makanan tradisional terutama singkong, pewarnaan makanan yang baik dan aman, tips dan trik tentang cara memilih singkong, mendisplay dan menghias makanan, serta cara meningkatkan daya jual kreasi olahan singkong tersebut.


Keywords


Singkong; Kreasi; Olahan Basah; Pewarna Makanan

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.14421/jbs.1168

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Arina Mustafidah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.