Pembibitan Tusam (Pinus merkusii Jungh & de Vriese) Oleh Kelompok Tani Hutan di Lereng Pegunungan Gawalise Desa Uwemanje Kecamatan Kinovaro Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah

Yusran Yusran, Erniwati Erniwati, Sustri Sustri, Risnawati Risnawati

Abstract


Desa Uwemanje terletak pada ketinggian >400 m dpl dan merupakan salah satu desa berpotensi di lereng pegunungan Gawalise. Karena berada di pegunungan maka desa ini memiliki topografi berbukit terjal dimana sebagian besar lahan memiliki tingkat kemiringan lereng lebih dari 40%, sehingga praktek pertanian termasuk agroforestri di desa ini sangat rawan terhadap erosi dan degradasi lahan lainnya. Komoditas utama terpenting di desa ini adalah Hasil Hutan Bukan Kayu seperti tegakan tusam yang telah berumur lebih dari 35 tahun dan merupakan hasil reboisasi oleh Dinas Kehutanan Kabupaten Donggala pada lahan kritis yang berada di desa ini. Tegakan tusam berperan penting dalam konservasi tanah dan penyimpan air (water reservoir) bagi sumber mata air. Namun, kondisinya saat ini sangat mengkhawatirkan, selain berumur tua, tegakan tusam banyak mati karena diserang oleh hama dan patogen. Salah satu kegiatan dalam program Ipteks Bagi Desa Mitra (IbDM) ini adalah pembibitan tusam (Pinus merkusii Jungh & de Vriese) bekerjasama dengan mitra tiga kelompok tani hutan di desa tersebut. Bibit tusam dari pembibitan ini diharapkan menjadi pengganti tegakan tusam yang telah tua atau akan ditanam pada lahan-lahan kritis yang masih luas di desa ini. Oleh karena itu, dalam rangka peningkatan pendapatan masyarakat serta usaha konservasi hutan dan perlindungan tanah dan air di desa ini, perlu dilakukan program pengabdian dalam hal teknik pembibitan tusam bagi anggota kelompok tani hutan tersebut. Metode-metode pendekatan yang ditawarkan dalam kegiatan ini adalah dalam bentuk pendidikan dan pelatihan bagi anggota kelompok tani mitra dengan menggunakan metode penyuluhan dan pendampingan yang berupa bimbingan teknis dan pembinaan kelompok tani dalam pembibitan tusam. Hasil pelaksanaan program yang telah dilaksanakan yaitu tersedianya ±3000 bibit tusam yang berkualitas yang siap ditanam oleh para anggota kelompok tani dan areal pembibitan tusam bagi kelompok tani. Selain itu, terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok tani hutan terutama dalam hal teknik pembibitan tusam.

[The village of Uwemanje lies at an altitude of >400 m asl and is one of the potential villages on the slopes of the Gawalise mountains. Because it is located in the mountains, the village has a steep hilly topography where most of the land has a slope of more than 40%, so agricultural practices including agroforestry in this village are very vulnerable to erosion and other land degradation. The most important commodities in this village are Non-Timber Forest Products such as pine (Pinus merkusii Jungh & de Vriese) stands that have been more than 35 years old, and are the result of reforestation by the Forestry Service of Donggala District on the critical land located in this village. Pine stand plays an important role in soil conservation and water reservoir (water reservoir). However, the pine trees current condition is very worrying, in addition to old age, many pine trees die because of being attacked by pests and pathogens. One of the activities in science and technology program for Desa Mitra (IbDM) is a tusam nursery in collaboration with partners of three forest farmer groups in the village. The pine seedlings are expected to be a substitute for old pine stands or to be planted on the vast critical lands in the village. Therefore, in order to increase community income and forest conservation and soil and water protection in this village, it is necessary to do devotion program in the technique of pine nursery for members of forest farmer group. The methods of approach offered in this activity are in the form of education and training for members of partner farmer groups by using counseling and mentoring methods in the form of technical guidance and guidance of farmer groups in pine nurseries. The results of the implementation of the program that has been implemented is the availability of ± 3000 pine seedlings that are ready to be planted by members of farmer groups and pine nursery areas for farmer groups. In addition, there is an increased knowledge and skills of members of forest farmer groups, especially in terms of pine nursery techniques.]


Keywords


Hasil Hutan Bukan Kayu; Bibit; Tusam; Pinus merkusii Jungh & de Vriese

Full Text:

PDF

References


Badan Pusat Statistik Kabupaten Sigi. 2015. Kabupaten Sigi Dalam Angka. Badan Pusat Statistik Kabupaten Sigi. Sigi.

Corryanti dan Rika Rahmawati. 2015. Terobosan memperbanyak pinus (Pinus Merkusii). Puslitbang Perum Perhutani, Cepu.

Erfandi D. 2013. Teknik Konservasi Tanah Lahan Kering Untuk Mengatasi Degradasi Lahan Pada Desa Mojorejo Lamongan. Jurnal Bumi Lestari. 13(1); 91-97.

Monografi Desa Uemanje. 2015. Data Profile Desa Uwemanje.

Nurhayati., A Jamil., R.S. Anggraini. 2011. Potensi Limbah Pertanian Sebagai Pupuk Organik Lokal di Lahan Kering Dataran Rendah Iklim Basah. Iptek Tanaman Pangan. 6(2):193-202.

Rao, N.S Subha. 1994. Mikroorganisme tanah dan pertumbuhan tanaman. Edisi Kedua. Penerbit Universitas Indonesia.

Rusdiana O dan Amalia R.F. 2012. Kesesuain lahan Pinus merkusii Jungh et de Vriese pada areal bekas Tectona grandis Linn F. Jurnal Silvikultur Tropika. 3(3): 174-181.

Salatta. M.K., 2013. Pinus (Pinus merkusii Jungh et de Vriese) dan Keberadaannya di Kabupaten Tanah Toraja Sulawesi Selatan. Info Teknis Benih. 10(2):85-98.

Siregar E.B.M. 2005. Pemuliaan Pinus merkusii. Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara. e-USU Repository@2005 Sumatera Utara.




DOI: http://dx.doi.org/10.14421/jbs.1209

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Yusran Yusran, Erniwati Erniwati, Sustri Sustri, Risnawati Risnawati

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.