The Formulation of Carefulness Principle in the Local Regulation of Regional Spatial Order Plan based on Life Environment Sustainability in Maluku Province

I Nyoman Nurjaya Nurjaya

Abstract


The formulation of carefulness principle in the Local Regulation of Regional
Spatial Order Plan based on life environment sustainability in Maluku Province can
be elucidated as follows. First, the formulation of carefulness principle in Local
Regulation of Regional Spatial Order Plan based on life environment
sustainability in Maluku Province has emphasized upon carefulness principle
stated in Article 2f UUPPLH and its explanation, and Article 3
Government Regulation No. 21 of 2005 and its explanation. Second, the
author has reformulated Article 52 Verses (3f), (4a), (5c), (6d) and (7a)
into Local Regulation of Regional Spatial Order Plan No. 16 of 2013 for
Maluku Province.


Full Text:

PDF

References


Asshiddiqie Jimly, “Green Constitution” Nuansa Hijau Undang-Undang Dasar

Negara Repubik Indonesia Tahun 1945, Jakarta: PT. Raja Grafindo

Persada, 2009.

_______, Gagasan Kedaulatan Rakyat dalam Konstitusi dan Pelaksanaannya di

Indonesia, Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve, 1994.

Angga La Ode dkk, Laporan Pengabdian Masyarakat Dipa Dikti, Sosialisasi

AMDAL di Kelurahan Lateri Kecamatan Baguala Kota Ambon Tahun

A. Jordan dan T. O’Riordan, “The Precautionary Principle in

Contemporary Environmental Policy and Politics”, dalam: C.

Raffensperger dan J. Tickner (eds.), Protecting Public Health and the

Environment: Implementing the Precautionary Principle (Washington, DC:

Island Press, 1999), hlm. 19-20. Lihat pula: E. Fisher, J. Jones, dan

R. Von Schomberg, “Implementing the Precautionary Principle:

Perspective and Prospects”, dalam: E. Fisher, J. Jones, dan R. Von Schomberg (eds.), Implementing the Precautionary Principle: Perspective and

Prospects Cheltenham, UK: Edward Edgard, 2006.

B.W. Cramer, “The Human Right to Information, the Environment and

Information about the Environment: From the Universal

Declaration to the Aarhus Convention”, Communication Law and

Policy, Vol. 14, 2009.

Barda Nawawi Arief, Masalah Penegakan Hukum dan Kebijakan

Penanggulangan Kejahatan, Bandung: Citra Aditya Bakti, 2001.

D. Marrani, “Human Rights and Environmental Protection: The Pressure of the

Charter for the Environment on the French Administrative Courts”,

Sustainable Development Law and Policy Vol. 10, 2009.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia,

Jakarta: Balai Pustaka, 1989.

Emil Salim, “Membangun Paradigma Pembangunan” dalam makalah

Peluncuran Buku dan Forum Diskusi Mengenai Hasil-Hasil dan Tindak

Lanjut KTT Pembangunan Berkelanjutan, Jakarta: 11 April 2003.

_______, Pembangunan Berwawasan Lingkungan, Jakarta: LP3ES, Cetakan

Keenam, 1993.

Freestone, David & Ellen Hey, Originsand Development of the Precautionary

Principle, dalam The Precautionary Principle and International Law, The

Challenge of Implementation. Hague: Kluwer Law International,

Gaus, F. Gerald, dan Chandran Kukathas, Handbook Teori Politik, Jakarta:

Nusamedia, 2012.

Helmi, Hukum Perizinan Lingkungan Hidup, Jakarta: Penerbit Sinar Grafika,

Herry Suoryono, Pengelolaan Konflik dan Penyelesaian Sengketa Lingkungan

(Enviromental Dispute Setlemen) Makalah, 2006.

Jawahir Thontowi, Krisis Lingkungan Sebagai Tantangan Global: Analisis

Perbandingan Aturan Hukum Barat dan Hukum Islam, dalam Erman

Rajagukguk dan Ridwan Khairandy (Editor), Hukum dan Lingkungan

Hidup Indonesia, Program Pascasarjana, Fakultas Hukum Universitas

Indonesia, Jakarta, 2001.

J.R. May, “Constituting Fundamental Environmental Rights Worldwide”,

Pace Environmental Law Review, Vol. 23, 2005-2006

Marzuki, Peter Mahmud, Penelitian Hukum, Jakarta: Kencana Prenada

Media Group, 2008.

Mas Achmad Santosa, Good Governance dan Hukum Lingkungan, Jakarta,

R. M. Gatot P. Soemartono, Hukum Lingkungan Indonesia, (Jakarta:

Penerbit Sinar Grafika, 2004).

Ruth Mackenzie, et.al., An Explanatory Guide to the Cartagena Protocol on

Biosafety, IUCN, Gland, Switzerland and Cambridge, UK, 2003.

Simon and Schuster , Webster’s New World College Dictionary , Macmillan,

Inc, Cleveland, Ohio, p. 1045,1997.

Sri Hastuti Puspitasari, Pembangunan, Risiko Ekologis dan Perspektif Jender,

dalam Erman Rajagukguk dan Ridwan Khairandy (Editor), Hukum

dan Lingkungan Hidup Indonesia, Program Pascasarjana, Fakultas

Hukum Universitas Indonesia, Jakarta, 2001.

S. Shavell, “An Analysis of Causation and the Scope of Liability in the Law of

Torts”, Journal of Legal Studies, Vol. 9 (3), 1980.

Sudikno Mertokusumo, Penemuan Hukum, Yogyakarta: Liberty, 2009.

Wibisana, Andri. G., Law and Economic Analysis of the Precautionary Principle.

Desertasi Doktor Maastricht University, Maastricht, 2008.

_______, Konstitusi Hijau Perancis: Komentar atas Asas Kehati-hatian dalam

Piagam Lingkungan Perancis 2004, Jurnal Konstitusi, Volume 8, No. 3,

Juni 2011 ISSN 1829-770.

W. Pedersen, “European Environmental Human Rights and Environmental

Rights: A Long Time Coming?”, Georgetown International Environmental

Law Review, Vol. 21, 2008.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-

Pokok Agraria Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1960

No. 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia No.

Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan

Pengelolaan Lingkungan Hidup, Lembaran Negara Republik

Indonesia Tahun 2009 No. 140 Tambahan Lembaran Negara

Republik Indonesia No. 5059.

Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, (Lembaran

Negara Republik Indonesia Tahun 2007 No. 68, Tambahan

Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun No. 4739)

Peraturan Pemerintah No. 21 Tahun 2005 tentang Keamanan Hayati

Produk Rekayasa Genetika (PRG).

Peraturan Daerah No. 16 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang

Wilayah Provinsi Maluku Tahun 2013-2033, (Lembaran Daerah

Tahun 2013 No. 16).




DOI: https://doi.org/10.14421/sh.v3i2.1977

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 I Nyoman Nurjaya Nurjaya