Membangun Kesadaran Inklusifmultikultural untuk Deradikalisasi Pendidikan Islam

  • Andik Wahyun Muqoyyidin Fakultas Agama Islam Universitas Pesantren Tinggi Darul ‘Ulum Jombang
Keywords: De-radicalization, Islamic Education, Multicultural-Inclusiveness

Abstract

There are still many acts of terrorism that are as concrete evidences of how the use of the security approach alone isn’t effective enough to eradicate terrorism and Islamic radicalism to its roots in Indonesian. Therefore, various approaches of handling terrorism and Islamic radicalism must also be constantly pursued. That is the de-radicalization program through the nuances of Islamic education multicultural inclusiveness. In this case, they should pay attention to curriculum factors, educators, and educators use learning strategies.

Masih banyaknya aksi terorisme di bumi Indonesia merupakan bukti konkrit
betapa penggunaan pendekatan keamanan saja tidak cukup efektif untuk
membasmi terorisme dan radikalisme Islam hingga akar-akarnya. Oleh karena itu,berbagai pendekatan penanganan terorisme dan radikalisme Islam lainnya harus pula senantiasa diupayakan. Salah satunya adalah dengan program deradikalisasi melalui pendidikan Islam bernuansa inklusif-multikultural. Dalam hal ini, mereka perlu memprhatikan faktor kurikulum, pendidik, dan strategi pembelajaran yang digunakan pendidik.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abbas, Nasir, “Berdayakan Potensi Masyarakat dalam Pemberantasan Terorisme”, Komunika, 12 (VII) Juli 2011

Abdullah, M. Amin, Membangun Perguruan Tinggi Islam Unggul dan Terkemuka. Yogyakarta: Suka Press, 2010.

Abdullah, M. Amin, Pendidikan Agama Era Multikultural-Multireligius. Jakarta: Pusat Studi Agama dan Peradaban (PSAP) Muhammadiyah, 2005.

Arif,Mahmud,“PendidikanAgamaIslamInklusif-Multikultural”, JurnalPendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, I (1), Juni 2012

A. Sirry, Mun’im, Membendung Militansi Agama; Iman dan Politik dalam Masyarakat Modern. Jakarta: Erlangga, 2003.

Asroni, Ahmad, “Membendung Radikalisme, Merajut Kerukunan Umat Beragama: Sebuah Upaya Rekonstruktif terhadap Pengajaran Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum”, Penamas, XXIV (1) 2011: 126-129

Azhar, Muhammad, “Otonomi Keberagamaan di Era Multikultural”, dalam Baidhawy, Zakiyuddin dan M. Thoyibi, ed., Reinvensi Islam Multikultural. Surakarta: Pusat Studi Bahasa dan Perubahan Sosial Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2005.

Azra, Azyumardi. “Rekrutmen Anak Sekolah.” UIN Jakarta. Kamis, 28 April 2011. http://www.uinjkt.ac.id/index.php/section-blog/28-artikel/1912-- rekrutmen-anak-sekolah.html [26 April 2013]

Baidhawy, Zakiyuddin, Pendidikan Agama Berwawasan Multikultural. Jakarta: Erlangga, 2005.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI., Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 1989.

Dimas. “Ansyaad Mbai: Dari Penjara, Mereka Bisa Kendalikan Aksi Teror.” Tempo. co. Senin, 21 Maret 2011. http://www.tempo.co/ read/news/2011/03/21/078321584/Ansyaad-Mbai-Dari-Penjara-Mereka-Bisa-Kendalikan- Aksi-Teror [28 April 2013]

Fadjar, Abdullah dkk., Laporan Penelitian Islam Kampus. Jakarta: Ditjen Dikti Depdiknas, 2007.

Freire, Paulo, Deschooling Society. New Jersey: Penguin Books, 1986.

Golose, Petrus Reinhard, Deradikalisasi Terorisme: Humanis, Soul Approach dan Menyentuh Akar Rumput. Jakarta: Yayasan Pengembangan Kajian Ilmu Kepolisian, 2009.

Kahmad, Dadang, Sosiologi Agama. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2000. Kartodirdjo, Sartono, Ratu Adil. Jakarta: Sinar Harapan, 1985.

Kosim, Mohammad, “Pesantren dan Wacana Radikalisme”, KARSA, IX (1) April 2006.

Ma’rifah, Indriyani, “Rekonstruksi Pendidikan Agama Islam: Sebuah Upaya Membangun Kesadaran Multikultural untuk Mereduksi Terorisme dan Radikalisme Islam,” Conference Proceedings Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) XII IAIN Sunan Ampel Surabaya 5-8 November 2012.

M. Nuh, Nuhrison, “Faktor-Faktor Penyebab Munculnya Faham/Gerakan Islam Radikal di Indonesia”, HARMONI Jurnal Multikultural & Multireligius, VIII (31) Juli-September 2009.

Mubah, A. Safril, Teroris versus Globalisasi: Perlawanan Jaringan Jamaah Islamiyah terhadap Hegemoni Amerika. Surabaya: Cakra Studi Global Strategis, 2012.

Mubarok, Husni, “Memahami Kembali Arti Keragaman: Dimensi Eksistensial, Sosial dan Institusional”, HARMONI Jurnal Multikultural & Multireligius, IX (35) Juli-September 2010.

Mujani, Saiful, Muslim Demokrat: Islam, Budaya Demokrasi, dan Partisipasi Politik di Indonesia Pasca-Orde Baru. Jakarta: Gramedia, 2007.

Muliadi, Erlan, “Urgensi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Multikultural di Sekolah”, Jurnal Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, I (1) Juni 2012.

Muqowim, “Mencari Pola Pendidikan Agama Dalam Perspektif Multikultural”, MDC Jatim, I (3) Tahun II, Oktober 2004.

Newsroom, Republika. “Perlu Deradikalisasi Pemahaman Islam di Ponpes.” Jumat, 6 Februari 2009. http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/ islam- nusantara/09/02/06/29871-perlu-deradikalisasi-pemahaman-islam-di- ponpes [26 April 2013]

Peshkin, Alan, “The Relationship Between Culture and Curriculum: A Many Fitting Thing”, dalam Jackson, Philip W. ed., Handbook of Research on Curriculum. New York: Simon & Schuster Macmillan, 1996.

Rokhmad, Abu, “Radikalisme Islam dan Upaya Deradikalisasi Paham Radikal”, Walisongo, 20 (1) Mei 2012.

Rubaidi, A, Radikalisme Islam, Nahdlatul Ulama; Masa Depan Moderatisme Islam di Indonesia. Yogyakarta: Logung Pustaka, 2010.

Susanto, Edi, “Pendidikan Agama Berbasis Multikultural (Upaya Strategis Menghindari Radikalisme”, KARSA, IX (1) April 2006.

Syam, Nur. “Deradikalisasi Agama Melalui Pendidikan.” IAIN Sunan Ampel. http://nursyam.sunan-ampel.ac.id/?p=2566 [26 April 2013]

Syam, Nur. “Deradikalisasi Melalui Pendidikan Tinggi.” IAIN Sunan Ampel. http:// nursyam.sunan-ampel.ac.id/?p=2571 [26 April 2013]

Umar, Ahmad Rizky Mardhatillah, “Melacak Akar Radikalisme di Indonesia”, Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 14 (2) November 2010: 171-172

van Bruinessen, Martin, “Genealogies of Islamic radicalism in post-Suharto Indonesia”, South East Asia Research, 10 (2) 2002.

Wijaya, Endra, “Peranan Putusan Pengadilan dalam Program Deradikalisasi Terorisme di Indonesia: Kajian Putusan Nomor 2189/Pid.B/2007/PN.Jkt. Sel”, Yudisial, III (2) Agustus 2010.

Yaqin, M. Ainul, Pendidikan Multikultural; Cross-Cultural Understanding untuk Demokrasi dan Keadilan. Yogyakarta: Pilar Media, 2005.

Yunita, Niken Widya. “Sidik Jari Santri, Kalla Soroti Sikap Sensitif Tanpa Alasan.” detikNews. Rabu, 7 Desember 2005. http://news.detik.com/ index.php/ detik.read/tahun/2005/bulan/12/tgl/07/time/132014/idnews/493843/ idkanal/10 [26 April 2013]

Zainiyati, Husniyatus Salamah, “Pendidikan Multikultural: Upaya Membangun Keberagamaan Inklusif di Sekolah”, ISLAMICA, I (2) Maret 2007.