http://ejournal.uin-suka.ac.id/tarbiyah/index.php/almahara/issue/feed al Mahāra: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab 2020-01-09T00:18:03+07:00 R. Umi Baroroh barorohty@yahoo.co.id Open Journal Systems <p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-family: book antiqua;">al Mahāra: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab</span></strong><span style="display: inline !important; float: none; background-color: transparent; color: rgba(0, 0, 0, 0.87); font-family: book antiqua,sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; letter-spacing: normal; line-height: 25px; orphans: 2; text-align: justify; text-decoration: none; text-indent: 0px; text-transform: none; -webkit-text-stroke-width: 0px; white-space: normal; word-spacing: 0px;"> (p-ISSN:<a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1448960241&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">&nbsp;2477-5827</a>; e-ISSN:&nbsp;<a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1448960841&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">2477-5835</a>)&nbsp;is a journal published by the Department of Arabic Education at the State Islamic University (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta twice a year in June and December. al Mahāra envisions becoming an international journal indexed by scopus. This journal focuses on the issues of Arabic learning at schools, madrassas, and/or Islamic boarding schools (</span><em style="background-color: transparent; box-sizing: border-box; color: rgba(0, 0, 0, 0.87); font-family: book antiqua,sans-serif; font-size: 14px; font-style: italic; font-variant: normal; font-weight: 400; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: justify; text-decoration: none; text-indent: 0px; text-transform: none; -webkit-text-stroke-width: 0px; white-space: normal; word-spacing: 0px; margin: 0px;">pesantren</em><span style="display: inline !important; float: none; background-color: transparent; color: rgba(0, 0, 0, 0.87); font-family: book antiqua,sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; letter-spacing: normal; line-height: 25px; orphans: 2; text-align: justify; text-decoration: none; text-indent: 0px; text-transform: none; -webkit-text-stroke-width: 0px; white-space: normal; word-spacing: 0px;">) in Southeast Asia. We invite scholars, researchers, and professionals in the field of Arabic Education to invest your knowledge in the forms of researches or in-depth studies.</span></p> http://ejournal.uin-suka.ac.id/tarbiyah/index.php/almahara/article/view/2645 Model Kurikulum Bahasa Arab Kelas X Studi Komparatif Kurikulum 2013 dan Kurikulum Ismuba 2020-01-08T22:42:36+07:00 Muhammad Ilfan Fauzi Ilfan muhammadilfanfauzi@gmail.com <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>This paper discusses the Arabic learning curriculum that has similar patterns of development in the 2013 curriculum and the Ismuba curriculum. The purpose of this paper is to find out the differences and similarities in the implementation of the 2013 curriculum and the Ismuba curriculum in the tenth grade Arabic learning. The basic principle of the present study is the similarity of levels and curriculum development systems that are line staff or top down. An in-depth study is needed to see how the design of the tenth grade Arabic curriculum process has been applied by the Indonesian Ministry of Education and Culture and the Muhammadiyah Basic Education Council. Library research method is used with content analysis in the form of descriptive analysis and comparative analysis. The results of the analysis in this paper found that there are similarities in the application of Core Competencies (KI) of Arabic subjects that are specifically Islamic and there are differences in the development of Basic Competencies (KD) as well as the strengths and weaknesses of each Arabic curriculum design system development in the tenth grade from the Ministry of Education and Culture of the Republic of Indonesia and the Muhammadiyah Basic Education Council. Furthermore, there are striking differences on the material. Ismuba has eight topics by prioritizing qowaid and mufradat elements and does not separate the four language skills while the 2013 curriculum has six topics of discussion and emphasizes on exercises (tadrib) on separate discussion of four language skills.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: 2013 Curriculum, Ismuba Curriculum, Arabic</em></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Tulisan ini mendiskusikan tentang kurikulum pembelajaran bahasa Arab yang mempunyai kemiripan pola dan corak pengembangan pada kurikulum 2013 dan kurikulum Ismuba. Tujuan tulisan ini untuk mengetahui bagaimana perbedaan dan persamaan implementasi kurikulum 2013 dan kurikulum Ismuba pada pembelajaran bahasa Arab kelas X. Pokok dasar kajian dalam tulisan ini yaitu adanya kesamaan jenjang dan sistem pengembangan kurikulum yang bersifat <em>line staff</em> atau <em>top down</em> sehingga perlu dikaji lebih mendalam bagaimana rancangan proses kurikulum bahasa Arab kelas X yang telah diterapkan oleh Kemendikbud RI dan Majelis Dikdasmen Muhammadiyah. Jenis penelitian yang digunakan penelitian pustaka dengan konten isi (<em>analysis content</em>) berupa analisis deskriptif dan analisis komparatif. Hasil analisis dalam tulisan ini ditemukan bahwa terdapat persamaan dalam penerapan Kompetensi Inti (KI) mata pelajaran bahasa Arab yang berciri khas keislaman dan terdapat perbedaan dalam pengembangan Kompetensi Dasar (KD) serta kelebihan dan kekurangan dari masing-masing rancangan sistem pengembangan kurikulum bahasa Arab kelas X dari Kemendikbud RI dan Majelis Dikdasmen Muhammadiyah. Lebih lanjut, Perbedaan mencolok terdapat pada sisi materi bahwa Ismuba mengusung delapan topik dengan mengedepankan unsur-unsur <em>qowaid</em> dan <em>mufradat</em> serta tidak memisahkan empat ketrampilan bahasa sedangkan pada kurikulum 2013 mengusung enam topik pembahasan dan lebih mengedepankan latihan (<em>tadrib</em>) pada pembahasan yang terpisah dari empat ketrampilan berbahasa.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> <em>Kurikulum 2013, Kurikulum Ismuba, Bahasa Arab</em></p> 2019-12-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 al Mahāra: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab http://ejournal.uin-suka.ac.id/tarbiyah/index.php/almahara/article/view/2674 Ta'tsīru Tadrīsi al-Lughah al-'Arabiyah bi al-Manhaji ad-Dirāsiy 2013 'alā Injāzi Mahārati Qirā'ati ath-Thulab fi al-Fashl ats-Tsāmin bi al-Madrasah al-Mutawasithah al-Hukūmiyyah 7 Kediri 2020-01-08T23:15:33+07:00 Alym Maghfur alym.maghfur@gmail.com Burhanuddin Ubaid alym.maghfur@gmail.com <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>The application of 2013 education curriculum is a very drastic, significant and confusing change. Schools in Indonesia apply the 2013 curriculum starting in 2014/2015 academic year, including the Islamic religious lessons in schools. 2013 curriculum implements scientific-based learning models in the learning process. The main aim of teaching Arabic is that students are able to express themselves perfectly with expressions or writings and understand what they have read or heard and understand according to their age and talents. Reading is a basic skill for students. By reading, students can explore knowledge in other scientific fields. MTs Negeri 7 Kediri is one of the schools that implemented the 2013 curriculum in the teaching process, as shown by the completion of school facilities and infrastructure in each semester. LCDs and loudspeakers are some of the facilities supporting the application of the 2013 curriculum. Based on the above notions, the researcher determines the formulation of the problems as follows: 1. How students learn Arabic with the 2013 curriculum in the eighth grade in MTs Negeri 7 Kediri, 2. How students achieve reading skills, 3. Is there a positive impact on the application of Arabic teaching by using the 2013 curriculum on the achievement of reading skills of students. The method used in this study is field research with a quantitative approach. The starting point assumes that all symptoms observed can be measured and changed in numerical form. And with this type of ex post facto research, that is research conducted after an event occurs.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Arabic Learning, 2013 Curriculum, Reading Skil</em><em>l</em></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Kurikulum pendidikan 2013 merupakan perubahan kurikulum yang sangat drastis, signifikan, dan membingungkan. Dan sekolah-sekolah di Indonesia menerapkan kurikulum 2013 mulai tahun 2014/2015, hal ini juga berlaku untuk pelajaran-pelajaran keagamaan islam di sekolah. kurikulum 2013 mengimplementasikan model pembelajaran berbasis saintifik dalam proses pembelajarannya. Tujuan utama dari pengajaran bahasa Arab adalah bahwa siswa mampu mengekspresikan dirinya secara sempurna dengan ungkapan atau tulisan dan memahami dari apa yang telah dia baca atau dengar dan memahaminya sesuai dengan usia dan bakatnya. Membaca adalah keterampilan dasar bagi pelajar, dengan perantara membaca pelajar dapat menggali pengetahuan diranah keilmuan yang lainnya. SMP Negeri 7 Kediri adalah salah satu sekolah yang menerapkan kurikulum 2013 dalam proses pengajaran, seperti yang ditunjukkan oleh penyelesaian fasilitas dan infrastruktur sekolah yang ada di setiap semester, fasilitas pendukung untuk mengimplementasikan kurikulum 2013 seperti (Lcd) dan pengeras suara sebagai salah satu fasilitas Mendukung aplikasi kurikulum 2013. Meninjau dari topik ini, peneliti menentukan rumusan masalah yang berkaitan dengan latar belakang di atas: 1. Bagaimana pembelajaran bahasa Arab dengan kurikulum 2013 di kelas VIII MTs Negeri 7 Kediri, 2. Bagaimana pencapaian&nbsp; keterampilan membaca siswa di kelas VIII MTs Negeri 7 Kediri, 3. Apakah ada dampak positif antara penerapan pengajaran bahasa Arab dengan kurikulum 2013 pada pencapaian keterampilan membaca siswa di kelas VIII MTs Negeri 7 Kediri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kuantitatif. Titik awal mengasumsikan bahwa semua gejala yang diamati dapat diukur dan diubah dalam bentuk angka. Dan dengan jenis penelitian ex post facto, yaitu penelitian yang dilakukan setelah terjadinya suatu hal.</p> <p><strong>Kata kunci: </strong><em>Pembelajaran Bahasa Arab, Kurikulum 2013, Keterampilan Membaca</em></p> 2019-12-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 al Mahāra: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab http://ejournal.uin-suka.ac.id/tarbiyah/index.php/almahara/article/view/2632 Atsaru al-‘Alāqah baīna Hifdzi al-Qur’ān wa Hifdzi al-Mufradāti Thullāb Madrasah al-Qur’ān al-Tsānawiyyah 2020-01-08T23:27:50+07:00 Mazidatulfaizah Mazidatulfaizah Mazidatul.faza@gmail.com <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>The purpose of this study is to uncover the greatness of the Qur'an by knowing whether or not the influence of memorization of the Koran in improving the ability to memorize Arabic vocabulary. The researcher uses a quantitative approach, and the methodology is the experimental causality approach. The researcher chose the students of Madrasah Aliyah Madrasatul Qur'an Tebuireng Jombang as the data source because this school is recognized for their students' achievements in memorizing the Qur'an. Data collection methods used were honest and reliable questionnaire. The results of this study are as follows: 1) Analysis of data obtained from the results of the study showed that the level of memorization of the Qur'an is in the middle level. 2) Analysis of the data obtained from the results of the study shows that the ability to memorize vocabulary is in the middle level. 3) Tahfizh Al-Quran influences the ability to memorize Arabic vocabulary, as evidenced by the distribution of 21% and the rest is influenced by other variables.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Tahfizh al-quran, Vocabulary, Arabic</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyingkap kehebatan al-Quran dengan mengetahui ada atau tidaknya pengaruh hafalan al-Quran dalam meningkatkan kemampuan menghafal kosa kata Bahasa Arab. Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif, dan metodologinya adalah pendekatan kausalitas eksperimen. Peneliti memilih siswa sekolah Madrasah Aliyah Madrasatul Qur’an Tebuireng Jombang sebagai sumber data karena sekolah ini telah terkenal dengan prestasi siswa mereka dalam menghafal Alquran. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes angket kejujuran dan reliabilitas. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Analisis data yang didapat dari hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat hafalan Alquran dalam level menengah. 2) Analisis data yang diperoleh dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menghafal kosakata adalah dalam level menengah. 3) Terdapat pengaruh&nbsp; <em>tahfizh Al-Quran</em> terhadap kemampuan menghafal kosa kata bahasa Arab, terbukti dengan distribusi 21% dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> <em>Tahfizh al-quran</em>, Kosa kata, Bahasa Arab</p> 2019-12-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 al Mahāra: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab http://ejournal.uin-suka.ac.id/tarbiyah/index.php/almahara/article/view/2748 Pengembangan Media Pembelajaran Ta‘bīr Berbasis Permainan Uno Stacko pada Siswa MA Ibnul Qoyyim Putra Yogyakarta 2020-01-08T23:32:21+07:00 Mutiara Angelina mutiaraangelina1997@gmail.com Dudung Hamdun dudung.hamdun@uin-suka.ac.id <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>The discussion in this article aims to find out whether the development of learning media ta'bīr based on games Uno Stacko can improve learning outcomes of the eleventh-grade male science students in Madrasah Aliyah Ibnul Qoyyim. This research is included in the research and development research category which develops learning media ta'bīr based on the game Uno Stacko. Due to time constraints in the study, the research scope is limited to the aforementioned location.&nbsp; The results of the research in this article show: 1) the creation of the&nbsp; Arabic uno stacko game in ta‘bīr&nbsp; subject for the eleventh grade students at the Islamic high school. 2) the test results for the acceptance of the Uno Stacko is very positive, due to an increase in student learning outcomes. 3) there are some improvements from the experts who make the game Arabic Uno Stacko to meet the quality and standards of a good game.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Development, Learning Media, Uno Stacko</em></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Pembahasan dalam artikel ini bertujuan untuk mengetahui tentang pengembangan media pembelajaran <em>ta‘bīr</em> berbasis permainan <em>uno stacko</em> dapat meningkatkan hasil belajar pada siswa kelas XI IPA Madrasah Aliyah Ibnul Qoyyim Putra. Penelitian ini masuk dalam ketegori penelitian <em>research and development </em>yang melakukan pengembangan media pembelajaran <em>ta‘bīr </em>berbasis permainan <em>uno stacko</em>. Adapun lokasi penelitian dalam artikel ini hanya terbatas di kelas XI IPA MA Ibnul Qoyyim Putra Yogyakarta sebagai satu-satunya lokasi penelitian, dikarenakan adanya keterbatasan waktu dalam penelitian. Hasil penelitian dalam artikel ini menunjukkan: 1) terciptanya permainan <em>uno stacko arabic </em>pada pelajaran <em>ta‘bīr </em>kelas XI IPA tingkat Madrasah Aliyah. 2) hasil uji coba untuk keberterimaan dari adanya media pembelajaran <em>uno stacko</em> ini sangat positif, disebabkan adanya peningkatan pada hasil belajar siswa. 3) adanya beberapa revisi dari para ahli yang menjadikan permainan <em>uno satcko arabic </em>kelas XI IPA Madrasah Aliyah bertambah sempurna dan memenuhi standar kualitas permainan yang baik.</p> <p><strong>Kata kunci<em>:</em></strong> Pengembangan, Media Pembelajaran,<em> Uno Stacko</em></p> 2019-12-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 al Mahāra: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab http://ejournal.uin-suka.ac.id/tarbiyah/index.php/almahara/article/view/2750 Pengembangan Media Pembelajaran Arabic Corner Mumtāz untuk Meningkatkan Penguasaan Mufradāt Kelas XI Agama 2 MAN 3 Bantul 2020-01-08T23:40:14+07:00 Syarifah laylisyarifah@gmail.com Ahmad Rodli ahmad.rodli@uin-suka.ac.id <p><a name="_Toc313323713"></a><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>This study aims to develop learning media Mumtāz Arabic Corner in increasing students’ mastery of mufrādāt and how the influence of media in the eleventh-grade students majoring in religion at MAN 3 Bantul. This study uses research and development. model. The research result of the development of Arabic learning media is in the form of learning media Mumtāz Arabic Corner. Based on the assessment of media experts on this learning media, the overall score is 55 out of the highest score of 60 and has a "Very Good" quality with a percentage of 97.00%, while the material expert assessment of this media gets a score of 49 from the highest score of 60 and has a quality of " Very Good "with a percentage of 81.66%. The results of a broad group trial showed an increase in mastery of mufrādāt, as evidenced by the results of the posttest (79.4) greater than the value of the pretest (61.2). The results of the calculation of significance using SPSS 18 show the significance value is 0,000 &lt;0.05 which means that there are significant differences between the average test scores before using the learning media Mumtāz Arabic Corner with after using the learning media. From the discussion of this research, it can be concluded that the learning media Mumtāz Arabic Corner influence the students increasing mastery of mufrādāt.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Learning Media, Media Development, Mumtāz Arabic Corner</em></p> <p><strong>A</strong><strong>bstrak</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran “<em>Arabic Corner</em> <em>Mumtāz</em>” dalam meningkatkan penguasaan <em>mufrādāt </em>yang dimiliki siswa serta bagaimana pengaruh media di kelas XI Agama 2 MAN 3 Bantul. Penelitian ini menggunakan model <em>Research and Development. </em>Hasil Penelitian pengembangan media pembelajaran bahasa Arab ini berupa media pembelajaran <em>“Arabic Corner Mumtāz”</em> untuk kelas XI Agama 2 MAN 3 Bantul. Berdasarkan penilaian ahli media terhadap media pembelajaran ini diperoleh nilai secara keseluruhan adalah 55 dari skor tertinggi 60 dan memiliki kualitas “Sangat Baik” dengan persentase 97,00 %, sedangkan penilaian ahli materi terhadap media ini mendapatkan skor 49 dari skor tertinggi 60 dan memiliki kualitas “Sangat Baik” dengan persentase 81,66%. Kemudian berdasarkan hasil uji coba kelompok luas pada siswa kelas XI Agama 2 MAN 3 Bantul menunjukkan adanya peningkatan penguasaan <em>mufrādāt, </em>dibuktikan dengan hasil <em>posttest </em>(79,4) lebih besar dibandingkan nilai <em>pretest </em>yaitu (61,2). Serta hasil perhitungan signifikansi menggunakan bantuan aplikasi <em>SPSS 18</em>, bahwa nilai signifikansi 0,000 &lt; 0,05 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata nilai tes sebelum menggunakan media pembelajaran “<em>Arabic </em><em>C</em><em>orner</em> <em>Mumtāz</em>” dengan setelah menggunakan media pembelajaran tersebut. Dari uraian penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran “<em>Arabic Corner</em> <em>Mumtāz</em>” berpengaruh terhadap peningkatan penguasaan <em>mufrādāt </em>untuk siswa kelas XI Agama 2 MAN 3 Bantul.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Media Pembelajaran, Pengembangan Media, <em>Arabic Corner</em> <em>Mumtāz</em>.</p> 2019-12-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 al Mahāra: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab http://ejournal.uin-suka.ac.id/tarbiyah/index.php/almahara/article/view/2732 Metode Sosiodrama untuk Meningkatkan Kemampuan Bahasa Arab Siswa Madrasah Aliyah 2020-01-08T23:46:37+07:00 Ahmad Ismail ahmadismail@walisongo.ac.id <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>The purpose of this article is to find out the differences in learning outcomes of students who use the sociodrama method and how big is the increase in Mahārah al-Kalām to students who apply the sociodrama method in Arabic learning that has some maharah as their basic competencies. This is an experimental study, where the research subjects are students of Madrasah Aliyah or Islamic high school. Two homogeneous groups were taken as samples; Class XI Religion 1 as an experimental class and Class XI Religion II as a control group. This research uses Randomized Pretest- Posttest Control Group Design as its research design. The results in this article are based on the results of statistical analysis which shows that the T- Posttest between the control and experimental groups shows that the value of T-count = -4.503 &lt;T-table = 2.037 (H<sub>a</sub> is accepted) which means that there are significant differences of the learning outcomes between the control group and the experimental group. Whereas the T-test of pretest and posttest of the experimental group resulted in a calculated T-value = 13,348 &lt;T-table = 2,035 (H<sub>a</sub> is accepted), which means that there was a significant increase in student learning outcomes in the experimental group.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Strategy, Sociodrama, Maharah Al-Kalām</em></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan metode sosiodrama dan seberapa besar peningkatan <em>Mahārah al-Kalām</em> pada siswa yang menerapkan metode sosiodrama dalam pembelajaran bahasa Arab yang mempunyai beberapa maharah sebagai kompetensi dasarnya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, dimana subjek penelitiannya adalah siswa Madrasah Aliyah. Dari populasi di sekolah yang diteliti diambil dua kelompok homogen sebagai sampelnya, yaitu kelas XI Agama 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI Agama II sebagai kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan <em>Randomized Pretest- Posttest Control Group Design</em> sebagai desain penelitiannya. Hasil penelitian dalam artikel ini didasarkan pada hasil analisis statistik yang menunjukkan bahwa uji T- <em>Posttest</em> antara kelompok kontrol dan eksperimen didapatkan nilai T-hitung = -4,503 &lt; T-tabel = 2,037 (H<sub>a</sub> diterima) yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar antara kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen. Sedangkan uji-T nilai <em>pretest</em> dan <em>posttest</em> kelompok eksperimen menghasilkan nilai T-hitung = 13,348&nbsp;&lt; T-tabel = 2,035 (H<sub>a</sub> diterima), yang artinya terdapat peningkatan yang signifikan pada hasil belajar siswa kelompok eksperimen.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong><em>Strategi, Sosiodrama, Maharah Al-Kalām</em></p> 2019-12-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 al Mahāra: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab http://ejournal.uin-suka.ac.id/tarbiyah/index.php/almahara/article/view/2733 Dialek Laki-Laki dan Perempuan dalam Konteks Bahasa Arab 2020-01-09T00:07:22+07:00 Raswan Raswan raswan@uinjkt.ac.id <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>This article aims to analyze the difference between male and female dialects in Arabic-speaking. The result is that the difference between the two, that men tend to speak with a high tone, a rather sharp voice, to the point, clear, quick response and not afraid to debate and give contention for things that do not fit him. The voices of women are sharper and shrilly, clear in pronunciation, and more ambitious to recite the vocabulary and sentence correctly than that of men. In addition, usually, women use some vocabulary that is not used by men. Among other things, women use a large number of colors, such as muf, tarkawaz, bij, zuhri and bunai that are typical for women and rarely used by men and men have distinctive colors as well for them. Furthermore, male language shows more the power of rationale while female language reveals more power of taste. The form of sound (women usually change the sound of letters into other letters typical of women), the selection and use of words, the use of forms of address, the forms of sentences and meanings as well as the way of delivering the language itself (pragmatic) which is reflected in the caution while using the language even in the use of signs by body language. There is a language that is typical of women and men. If it is not used by the right gender, others will mock them in respond to the language they use. However, there are also those who say that what is meant by men is not gender but what in psychological terms is known as masculine. And woman is meant as feminine. Therefore, differences always arise, and femininity is always considered lower compared to masculine. It is almost a fact that it occurs in all languages in the world even in countries that have parental systems such as America and Europe. The differences that occur are caused by biological, sociological and cultural factors which overshadow the existence of the language. In learning a language, it is recommended to pay attention to aspects of male and female dialects.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Dialect, Language, Male, Female.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Artikel ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan antara dialek laki -laki dan perempuan dalam berbahasa Arab. Hasil yang diperoleh adalah bahwa perbedaan pada keduanya, bahwa laki-laki cenderung berbicara dengan nada yang tinggi, suara yang agak tajam, to the point, jelas, cepat tanggap dan tidak takut mendebat serta memberikan sanggahan atas hal-hal yang kurang pas baginya. Suara perempuan lebih tajam dan lebih tinggi (melengking), lebih jelas dalam pelafalannya, lebih berambisi melafalkan dengan benar kosakata dan kalimat dari pada laki -laki. Di samping itu, biasanya, perempuan menggunakan beberapa kosakata yang tidak dipakai oleh laki-laki. Antara lain, perempuan menggunakan sejumlah besar warna, seperti muf, tarkawaz, bij, zuhri dan bunai yang khas untuk wanita dan jarang dipakai oleh laki-laki dan laki-laki memiliki warna yang khas juga untuk laki-laki. Selanjutnya bahasa laki-laki lebih menunjukan kekuatan rasio sementara bahasa perempuan lebih mengungkap kekuatan rasa. Bentuk suara (perempuan biasa merubah suara huruf menjadi huruf lain khas perempuan), pemilihan dan pemakaian kata, pemakaian bentuk panggilan, bentuk kalimat dan makna serta cara penyampaian bahasa itu sendiri (pragmatis) yang tercermin dalam kehati-hatian dalam berbahasa bahkan dalam penggunaan isyarat anggota tubuh. Ada bahasa yang khas perempuan dan ada laki-laki, jika dipakai bukan oleh jenis kelamin yang tepat maka akan menimbulkan olok-olok orang lain. Namun tentunya ada juga yang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan laki-laki bukan jenis kelamin melainkan apa yang dalam istilah psikologi dikenal dengan nama maskulin. Sebaliknya wanita yang dimaksud adalah feminim. Jadi perbedaan itu selalu muncul, dan bahwa feminim selalu mendapatkan posisi di bawah dibandingkan dengan maskulin adalah hampir merupakan fakta yang terjadi di semua bahasa di dunia bahkan di negara yang menganut sistem parental sekalipun seperti Amerika dan Eropa. Perbedaan yang terjadi disebabkan oleh faktor biologis, sosiologis dan budaya yang menaungi keberadaan bahasa tersebut. Dalam pembelajaran disarankan memperhatikan aspek dialek laki-laki dan perempuan.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> <em>D</em><em>ialek, </em><em>B</em><em>ahasa, </em><em>L</em><em>aki-laki, </em><em>P</em><em>erempuan</em>.</p> 2019-12-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 al Mahāra: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab http://ejournal.uin-suka.ac.id/tarbiyah/index.php/almahara/article/view/2796 Tantangan dan Prospek Studi Bahasa Arab di Indonesia 2020-01-09T00:18:03+07:00 Abdul Munip abdulmunip73@yahoo.co.id <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>In fact, Arabic in Indonesia has been studied since Islam entered Indonesia, because Arabic is the language </em><em>of</em><em> two main sources of Islamic teachings, and is also used in the rituals of prayer, dhikr and prayer.&nbsp; Religious motivation is the most significant why Arabic is still studied in Indonesia until now.</em> <em>However, learning Arabic in Indonesia has not shown brilliant success, especially in the four </em><em>language </em><em>skills comprehensively. This article aims to explore the challenges and prospects of studying Arabic in Indonesia. </em><em>C</em><em>urrently</em><em>,</em><em> Arabic studies are facing challenges, among others: first in terms of objectives.</em> <em>There is confusion between learning Arabic as a goal, namely mastering language proficiency, and learning Arabic as a tool for mastering other knowledge that uses Arabic as its source.&nbsp; </em><em>Second,</em><em> in terms of the types of Arabic that are studied, whether classical Arabic, modern or everyday Arabic. Third in terms of the method, there is uncertainty between maintaining the old method and using the new method. Linguistic and non-linguistic problems also play a role in disrupting the smooth study of Arabic for Indonesian students.</em> <em>However, all of that did not reduce the enthusiasm of Indonesians in learning Arabic. This is proven by the establishment of Arabic Language Study Program in several universities. Learners of Arabic also don't need to worry, because the translating profession can become their career choice</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><strong><em>:</em></strong> <em>A</em><em>rabic Language Challenges, Arabic Prospects, Arabic Studies</em><em>.</em></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Sesungguhnya, bahasa Arab di Indonesia telah dipelajari sejak Islam masuk ke Indonesia, karena bahasa Arab adalah bahasa yang digunakan dalam dua sumber utama ajaran Islam, dan juga digunakan dalam ritual shalat, berdzikir dan berdoa. Motivasi religius menjadi motivasi paling signifikan mengapa bahasa Arab masih dipelajari di Indonesia sampai sekarang ini. Namun demikian, pembelajaran bahasa Arab di Indonesia belum menunjukkan kesuksesan yang gemilang, terutama dalam penerapan empat kemahiran secara komprehensif. Artikel ini bertujuan mengeksplorasi tantangan dan prospek studi bahasa Arab di Indonesia. Sesunguhnya, sekarang ini studi bahasa Arab sedang menghadapi tantangan antara lain: pertama dari segi tujuan. Terdapat kerancuan antara mempelajari bahasa Arab sebagai tujuan, yakni menguasai kemahiran berbahasa, dan mempelajari bahasa Arab sebagai alat untuk menguasai pengetahuan lain yang menggunakan bahasa Arab sebagai wahananya. Kedua dari segi jenis bahasa Arab yang dipelajari, apakah bahasa Arab klasik, modern atau bahasa Arab sehari-hari. Ketiga dari segi metode, terdapat kegamangan antara mempertahankan metode lama dan menggunakan metode baru. Problem linguistik dan non linguistik juga berperan dalam mengganggu kelancaran studi bahasa Arab untuk siswa Indonesia. Namun demikian, semua itu tidak mengurangi semangat orang Indonesia dalam mempelajari bahasa Arab. Hal ini dibuktikan dengan berdirinya prodi Pendidikan Bahasa Arab di beberapa perguruan tinggi. Para pembelajar bahasa Arab juga tidak perlu khawatir, karena profesi penerjemah bisa menjadi pilihan karier mereka.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong><em>Tantangan Bahasa Arab, Prospek Bahasa Arab, Studi bahasa Arab</em></p> 2020-01-03T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2020 al Mahāra: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab