ANALISIS NILAI-NILAI TOLERANSI DALAM KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA

  • Mujahidil Mustaqim Universitas Pendidikan Indonesia
Keywords: Kurikulum Pendidikan Agama, Sikap Toleransi, Intoleransi Beragama

Abstract

Today's religious tolerance is a very sexy problem with a high sensitivity shock in the midst of a pluralistic society. Religion can be a field of inner conditioning as well as an object of propaganda by certain parties to destroy a civilization. So this article examines what the Islamic Religious Education curriculum looks like in an effort to strengthen religious tolerance. This article was prepared using the library research method. The results showed that the objectives and content of the curriculum in strengthening the attitude of religious tolerance have accommodated the needs and conditions of today's age. The content of the Religious Education curriculum is not dominated by the content of beliefs and worship, but also the content of human relationships such as religious tolerance. Curriculum 2016 Religious Education is considered to have been present to overcome the problem of religious intolerance. So it is not only guarded by citizenship education subjects only. This curriculum analysis is done by examining from two points of view, First, the rationalization of the 2016 curriculum syllabus in religious education. Second, core competencies and material distribution maps are taught as an embodiment of the formation of religious tolerance.

Abstrak

Sikap tolerasi beragama pada hari ini merupakan permasalahan yang sangat seksi dengan daya kejut sensitifitas yang tinggi di tengah-tengah masyarakat yang majemuk. Agama bisa menjadi ladang penyejuk batin sekaligus objek propaganda pihak-pihak tertentu untuk menghacurkan suatu peradaban. Maka artikel ini mengkaji seperti apa kurikulum Pendidikan Agama Islam dalam upaya penguatan sikap toleransi beragama. Artikel ini disusun menggunakan metode library research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuan dan konten kurikulum dalam penguatan sikap toleransi agama sudah mengakomodasi kebutuhan dan kondisi zaman hari ini. Konten kurikulum Pendidikan Agama tidak didomonasi oleh konten keyakinan dan ibadah semata akan tetapi juga konten hubungan sesama manusia seperti toleransi agama. Kurikulum 2016 Pendidikan Agama dinilai sudah hadir untuk mengatasi persoalan intoleransi agama. Sehingga tidak hanya dikawal oleh mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan semata. Analisis kurikulum ini dilakukan dengan menelaah dari dua sudut pandang, yaitu Pertama, rasionalisasi silabus kurikulum 2016 mata pelajaran pendidikan agama. Kedua, kompetensi inti dan peta sebaran materi yang diajarkan sebagai perwujudan pembentukan sikap toleransi agama.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmad, H. A. (Ed.). (2013). Survei nasional kerukunan umat beragama di Indonesia. Kementerian Agama RI, Badan Litbang dan Diklat, Puslitbang Kehidupan Keagamaan.

Ansyar, M. (2015). Kurikulum: Hakikat, Fondasi, Desain dan Pengembangan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Arifin, Z. (2011). Konsep dan Model Pengembangan Kurikulum. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Baidhawy, Z. (2017). Pendidikan Agama Islam Untuk Mempromosikan Perdamaian Dalam Masyarakat PrularP. Analisis: Jurnal Studi Keislaman, 14(2), 289-309.

HAM, K. (2017, Januari 16). Komnasham. Retrieved from Komnasham: https://www.komnasham.go.id/index.php/news/2017/01/16/276/pada-2016-intoleransi-meningkat.html

Hamalik, O. (2010). Kurikulum dan Pembelajaran. Bumi Aksara: Jakarta.

Hasyim, U. (1991). Toleransi dan Kemerdekaan Beragama Dalam Islam Sebagai Dasar Menuju Dialog dan Kerukunan Antar Agama. Surabaya: PT. Bina Ilmu.

Hidayat, S. (2013). Pengembangan Kurikulum Baru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Idi, A. (2007). Pengembangan KUrikulum; Teori dan Praktik. Jogjakarta: Ar Ruz Media.

Institute, S. (2017, Januari 29). Setara Institute. Retrieved from Setara Institute: http://setara-institute.org/kondisi-kebebasan-beragamaberkeyakinan-dan-minoritas-keagamaan-di-indonesia-2016/

Kebudayaan, K. P. (2016). Silabus Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD/MI Tahun 2016. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Kebudayaan, P. D. (2016). Analisis Kearifan Lokal Ditinjau Dari Keragaman Budaya Tahun 2016. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Nasution, S. (2001). Asas-Asas Kurikulum. Jakarta: Bumi Aksara.

Nurdiansyah, A. (2013). Pengembangan Nilai-nilai Multikulturan Dalam Materi Pendidikan Agama Islam Terhadap Sikap Toleransi Siswa Kelas VIII Di SMP N 1 Kalasan.

Sanjaya, W. (2008). Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Suhendra. (2017, Maret 1). Nahdlatul Ulama. Retrieved from Nahdlatul Ulama: http://www.nu.or.id/post/read/75785/yenny-wahid-tahun-2016-kasus-kekerasan-beragama-meningkat

Sumadinata, N. S. (2015). Pengembangan Kurikulum: Teori dan Praktik. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Published
2019-06-05