PLURALISME DAN KONFLIK ANTAR-AGAMA DI INDONESIA

Wiwin Siti Aminah
* DIAN/Interfidei Yogyakarta

DOI: https://doi.org/10.14421/rejusta.2003.%25x

Abstract


Pluralisme terkadang sulit difahami sebagai sebuah entitas yang menawarkan sebuah kondisi yang teduh, toleran dan sarat dengan saling pengertian. Ini barangkali pemahaman tentang pluralitas itu sendiri menjebak pada interpretasi yang keliru tentang egaliter atau kosmopolit. Dengan tidak adanya keseragaman pahaman tentang makna pluralitas atau pluralisme justru akan memberi peluang kepada munculnya konflik di tengah pluralisme. Kenyataan ironis ini diperparah dengan adanya konflik yang justru dijustifikasi oleh pluralisme, dalam segala hal. Di dalam ranah agama, pluralitas justru semakin menyuburkan konflik jika tiada disertai toleransi. Di dalam kultur yang plural arti dari toleransi sangat signifikan dan tidak bias dinilai rendah. Tulisan ini, dari sisi historis, akan mencoba melihat secara dekat akar konflik agama yang justru muncul di dalam wilayah yang sangat plural dari berbagai aspeknya; agama, suku, bahasa, budaya, golongan dan lain sebagainya.

Full Text:

PDF

References


Abdullah, M. Amin. Dinamika Islam Kultural: Pemetaan Atas Wacana Keislaman Konteporer. Dieditori oleh M. Muchas Rowi, Hilman Latief, Asep P.B., Bandung: Mizan, 2000.

________. “Al-Quran dan Pluralisme Dalam Wacana Postmodernisme”. Dalam Profetika Jurnal Studi Islam, Vol. 1 No. 1 Januari 1999.

Ali Mursyid (ed.). Konflik Sosial, Demokrasi dan Rekonsiliasi Menurut Perspektif Agama-agama. Jakarta: Balitbang DEPAG, 2000.

Azra, Azyumardi. Konteks Berteologi di Indonesia: Pengalaman Islam, editor Idris Thaha. Jakarta: Paramadina, 1999.

Bilal, M. Wasim. “Dakwah dan Pluralisme”. Dalam Al-Jamiah, No. 54, 1994.

Borrmans, Maurice. “Pluralism and it’s Limits in the Quran and the Bible”. Dalam Islamochristiana, No. 17 1991.

Burhanuddin, dkk. (Ed.). Sistem Siaga Dini terhadap Kerusuhan Sosial. Jakarta: Balitbang DEPAG dan PPIM, 2000.

Coser, Lewis. The Functions of Social Conflict. New York: Free Press, 1956.

D’ Ambra, Sebastian. Life in Dialogue: Dialogue: Pathways to Inter-religious Dialogue and Vision-Exoerience of The Islam-Christian Silsilah Dialogue Movement. Philipina: Silsilah Publications, 1991.

Dauly, M. Zainuddin (Ed.). Mereduksi Ekskalasi Konflik Antarumat Beragama di Indonesia. Jakarta: Balitbang DEPAG, 2001.

Donovan, Peter. “The Intolerance of Religious Pluralism”. Dalam Religious Studies, Vol. 29, 1993.

Effendi, Bachtiar. Masyarakat Agama dan Pluralisme Keagamaan: Perbincangan Mengenai Islam, Masyarakat Madani dan Etos Kewirausahaan. Jogjakarta: Galang Press, 2001.

Effendi, Djohan. “Pluralitas Keagamaan di Indonesia: Realitas dan Problematikanya”. Dalam Gema Duta Wacana, No. 47, 1994.

Elmirzana, Syafa’atun. “Freedom of Religion, Pluralism and Inter-Religious Dialogue: Islamic Perspective”. Dalam Al-Jami’ah, Vol. 38, Number 2, 2000.

_________, dkk. Pluralisme, Konflik dan Perdamaian: Studi Bersama Antariman. Jogjakarta: DIAN/ Interfidei, 2002.

Fadjar, Malik. “Indonesia Baru dalam Perspektif Pluralisme Agama”. Dalam Ekawarta, No. 6/XX/00, edisi Juli-Des, 2000.

Fiorenza, Francis Schusser. “The Challenge of Pluralism and Globalization to Ethical Reflection”. Dalam Concilium, Vol. 4, 2001.

Fitzgerald, Michel L. dan Robert Caspar. Signs of Dialogue:Christian Encounter with Muslim. Philipina: Silsilah Publications, 1992.

Hadikusuma, Hilma. Antropologi Agama: Pendekatan Budaya terhadap Agama Yahudi, Kristen Katolik, Protestan dan Islam. Jilid II Bandung: Citra Aditya Bakti, 1993.

Heredia, Rudolf C. “Pluralism, Tolerance and Dialogue”. Dalam Vidyajyoti Joournal of Theological Reflection, Vol. LX No. 4, April 1996.

Heuken, A, dkk. Ensiklopedi Populer Politik Pembangunan Pancasila. Edisi ke-5, Jilid 4. Jakarta: Cipta Loka Carakan, 1984.

Jamuin, Ma’arif. Manual Advokasi Resolusi Konflik Antar Etnik dan Agama. Surakarta: Ciscore Offset, 1999.

Jayanth, Mathew. “From Plurality to Pluralism: Constructing a Sociological Theory of Religious Pluralism”. Dalam Vidyajyoti Journal of Theological Reflection, Vol. 64 No. 11, Nov 2000.

Kartono, H. “Hidup Rukun dalam Satu Atap: Pluralisme Agama sebagai Tantangan”. Dalam Rohani, Tahun XLI, No. 9, Sept, 1994.

Koyama, Kosuke. “A Theological Reflection on Religious Pluralism”. Dalam The Ecumenical Review, Vol. 51, 1999.

Kung, Hans dan Karl-Josef Kuschel. A Global Ethic: The Declartation of The Parliament of The World’s Religions. New York: Continum, 1993.

Long, E.T. “An Approach to Religious Pluralism”. Dalam A. Kee & E.T. Long (Ed.). Being and Truth. London: t. t. p., 1986.

Madjid, Nurcholis, dkk. Passing Over: Melintasi Batas Agama. Dieditori oleh Komaruddin Hidayat dan Ahmad Gaus Af, cet. 2. Jakarta: Gramedia dan Paramadina, 1998.

_______, dkk. Agama dan Dialog Antar Peraaban. Dieditori oleh M. Nasir Tamara dan Elza Peldi Taher. Jakarta: Paramadina, 1996.

_______.“Islamic Roots of Modern Pluralism: The Indonesia Experiences”. Makalah yang dipresentasikan pada International Seminar o Religious Pluralism and World Peace di Bellagio, Italy, November 1992.

Marbum, B.N. Kamus Politik. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1996.

Murniati, A. Nunuk P. “Religious Pluralism in Asia: An Indonesia Experience”. Dalam The Way, April, 1999.

Nashir, Haedar. Agama dan Krisis Kemanusiaan Modern. Dieditori oleh M. Muchlas Rowi dan Kholis Bahtiar B. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1999.

Oxford Advanced Learner’s Dictionary. Edisi ke 4. Oxford: Oxford University Press, 1989.

Painadath, Sebastian. “ The Meaning and Scope of Religious Pluralism”. Dalam Jeevadhara, Vol. XXVII, No. 161, Sept, 1997.

Tim Penyusun. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Kedua, cet. 3. Jakarta: Balai Pustaka, 1994.

Prasetyohadi, P. “Apakah Masih Perlu Berbicara tentang Pluralisme Agama?” Dalam Rohani, Tahun XLI, No. 9, Sept, 1994.

Ronald Dumatheray, dkk. Agama Dalam Dialog: Pencerahan, Perdamaian dan Masa Depan. Jakarta: BPK Gunung Mulya, 1999.

Shihab, Alwi. Islam Inklusif. Bandung: Mizan, 1998.

Sudiarja, A. “Pluralisme dalam Negara Modern: Suatu Tinjauan Etika Politik” Dalam Basis, No. 3, Mei, 1995.

________. “Pluralisme Harus Menerima Konflik: Tinjauan terhadap Etika Harmoni”. Dalam Basis No. 3-4, Mei-Juni, 1996.

Sumartana, TH. dkk. Pengalaman, Kesaksian, dan Refleksi Kehidupan Mahasiswa di Yogyakarta: Hasil Penelitian tentang Hubungan Antaretnis dan Antariman di Kalangan Mahasiswa di Yogyakarta. Jogjakarta: DIAN/Interfidei, 1999.

________, dkk. Pluralisme, Konflik dan Pendidikan Agama di Indonesia. Jogjakarta: DIAN/ Interfidei, 2001.

Swinder, Leonard, dkk. Death or Dialogue? From the Age of Monologue to the Age of Dialogue. Philadelphia: Trinity Press International, 1990.

Tholkhah, Imam. Mewaspadai dan Mencegah Konflik Antar Umat Beragama. Jakarta: Balitbang DEPAG, 2001.

Tobroni dan Syamsul Arifin. Islam, Pluralisme Budaya dan Politik: Refleksi Teologi untuk Aksi Dalam Keberagaman dan Pendidikan. Yogyakarta: SIPRESS, 1994.

Wahid, Abdurrahman, dkk. Dialog: Kritik dan Identitas Agama. Yogyakarta: Interfidei, 1993.

Watt, W. Montgomery. Islam and Christianity Today: A Contribution to Dialogue, alih bahasa: Eno Syafrudien. Jakarta: Gaya Media Pratama, 1991.

WCC. Guidliness Dialogue with People of Living Faith and Ideologies, cet. 5. Geneva: WCC, 1993.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Wiwin Siti Aminah

Terakreditasi:                                                                                 Bekerjasama dengan:

                                                             

 Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

hit
counter View My Stats