KONSEP FEMALE CIRCUMCISION DALAM PERSPEKTIF BUDAYA JAWA DAN ISLAM (DAMPAKNYA TERHADAP KEBEBASAN PEREMPUAN)
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan secara deskripsi kritis tentang bagaimana Female Circumcision atau tetesan itu dalam Budaya Jawa dan bagaimana Islam menyoroti masalah Female Circumcision atau tetesan serta bagaimana dampak Female Circumcision tersebut terhadap kebebasan perempuan. Sampai saat ini, praktek tetesan itu masih dilaksanakan di Jawa yang mayoritas beragama Islam. Dari penelitian ini, Female Circumcision atau tetesan menurut Budaya Jawa dan Islam menempatkan perempuan sebagai makhluk yang perlu disunati. Hal ini mendatangkan dampak positif dan negatif bagi perempuan. Dengan disunat, perempuan menjadi selamat, dilindungi Tuhan, wajah perempuan menjadi cerah, tidak brutal dan dapat menyenangkan suami. Di sisi lain, kekuatan perempuan menjadi kurang atau lemah setelah disunat, sehingga menyebabkan perempuan menjadi subordinasi. Melihat fenomena tetesan yang masih dilaksanakan oleh masyarakat Jawa tersebut, tetesan atau sunat untuk perempuan itu hendaknya sebagai sebuah pilihan. Perempuan harusnya diberi kesempatan untuk bersedia atau menolak untuk disunati. Saat ini yang diperlukan adalah meletakkan perempuan bukan sebagai lawan laki-laki, tetapi sebagai kawan atau partner bagi laki-laki. Perempuan adalah sebagaimana manusia yang mempunyai harkat dan martabat yang sama dengan laki-laki. Dia adalah mitra yang sejajar dengan laki-laki.
Kata kunci: Female Circumcision, Tetesan, Budaya Jawa, Islam, dan Kebebasan Perempuan.
Article Details
Issue
Section
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
References
Ahmad, Leila. Women and Gender in Islam. London: Yale University Press, 1992.
Al-Bukhari. Sahih al-Bukhary. Vol. IV. Beirut: darl al-Fikr, 1981.
Faqih, Mansour. Analisis Gender dan Transformasi Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1999.
Female Circumcision. www.hidayah.org.
Grahn, Judi. Blood, Bread, and Roses: How Menstruation Created the World. Boston: Beacon Press, 1993.
Kurzman (ed.). Wacana Islam Liberal. Jakarta: Paramadina, 1999.
Listyorini, A. Melati “Musium Tembi Tetesan”, www.Tembi.org.
Mackie, Gerry “Chapter 13: Female Genital Cutting: The Beginning of the End”, http://www.tostan.org/news:fgc,htm.
Mernissi, Fatima. Islam and Democracy: Fear of the Modern World. Addison-Wesley Publishing Company, 1992.
Mernissi, Fatima. Beyond the Veil: Male-Female Dynamics in Modern Muslim Society. Bloomington: Indiana University Press, 1987.
Owen, Lara. Her Blood is Gold, Celebrating the Power of Menstruation. San Fransisco: Harpart San Franscisco, 1993.
Saadawi, Nawal El. Perempuan dalam Budaya Patriarki. Terjemahan Zulhilmiyasri. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2001.
Shihab, M. Quraish. “Kesetaraan Gender dalam Islam” dalam Nasruddin Umat, Argumen Kesetaraan Gender Perspektif Al-Qur’an. Jakarta: Paramadina, 2001.