Building Harmony Through Religious Counseling (The Religious Harmony Portrait in North Mamuju)

Main Article Content

Muhammad Dachlan
Nur Laili Noviani
Mustolehudin Mustolehudin

Abstract

The religious counselor in North Mamuju has a significant role in building harmony in their area. The religious harmony in North Mamuju can be said quite harmonious. We knew this condition by looking at the indication of the religious counselor’s role on guiding and counseling the society. Through qualitative study, this research found some results. First, the moderate counseling model by moslem counselor is proven to improve religious harmony in society. Second, the affection method in Christian doctrine is proven can wreathe the Christian people in develop themselves naturally around moslem society. While in Hindu, the Tri Hita Kirana is used as a model to build religious harmony. The Tri Hita Kirana consists of the concept of relationship with God, with human, and also nature. Through those three model, the religious harmony can be achieved by emphasizing the believing-other attitude also respect and appreciate each other in social and nation life.

[Penyuluh agama sebagai ujung tombak Kementerian Agama dalam membangun harmoni di masyarakat memiliki peran penting. Melalui penelitian kualitaif di Kabupaten Mamuju Utara, diperoleh tiga temuan sebagai berikut. Pertama, model penyuluhan secara moderat oleh penyuluh agama Islam, terbukti dapat meningkatkan kerukunan di masyarakat. Kedua, metode kasih dalam ajaran Kristen, mampu menjalin umat kristiani mengembangkan diri di tengah masyarakat muslim secara wajar. Sedangkan dalam agama Hindu, model untuk membangun kerukunan adalah dengan melaksanakan Tri Hita Kirana, yakni hubungan kepada Tuhan, manusia, dan alam. Melalui ketiga model tersebut, kerukunan akan dapat tercapai jika antarumat beragama mengedepankan sikap saling percaya, saling menghormati, dan saling menghargai dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.]

Article Details

How to Cite
Dachlan, Muhammad, Nur Laili Noviani, and Mustolehudin Mustolehudin. “Building Harmony Through Religious Counseling (The Religious Harmony Portrait in North Mamuju)”. ESENSIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin 19, no. 1 (May 22, 2018): 117–128. Accessed August 20, 2022. http://ejournal.uin-suka.ac.id/ushuluddin/esensia/article/view/191-07.
Section
Articles

References

Atho’ Mudzhar, Pengembangan Jaringan Riset dalam Rangka Penguatan Peran Agama dalam Pembangunan Nasional. Jakartal: Badan Litbang dan Diklat Departemen Agama RI, 2009.

Bachtiar Effendi, Islam dan Negara, Jakarta: Paramadina, 2000.

Biro Kepegawaian Sekretaiat Jenderal Depag RI, Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penyuluh Agama dan Angka Kreditnya (tidak diterbitkan), Jakarta: Kementerian Agama RI, 2003.

Departemen Agama, Pedoman Dasar Kerukunan Hidup Beragama, Jakarta: Proyek Pembinaan Kerukunan Hidup Umat Beragama, 1982.

Dirjen Bimas Islam dan Urusan Haji, Himpunan Peraturan Tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Agama dan Angka Kreditnya, Jakarta: Kementerian Agama, 2000.

Faisal Ismail, Republik Bhineka Tunggal Ika; Mengurai Isu-isu Konflik, Multikulturalisme, Agama, dan Sosial Budaya. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, 2012.

Kustini dan Koeswinarno, Penyuluh Agama: Menuju Kerja Profesional, Jurnal Analisa Volume 22 Nomor 2 Desember 2015.

Mas’udi, Basis Epistimologi Penyuluh Agama Islam (Menyelia Determinasi Kontradiktif Antara Penyuluh Dan Konselor), Jurnal Bimbingan Konseling Islam Konseling Religi, Volume 3, Nomor 2, Juli – Desember, 2012.

Muhammad Arifin, Strategi dan Sinergi Kepenyuluhan Agama, Jakarta: Intermedia, 1999/2001.

Muhammad Nuh Hasibuan, Peran Penyuluh Agama Dalam Pemberdayaan Majelis Taklim Kaum Ibu Dalam Meningkatkan Pemahaman dan Pengamalan Agama, Penyuluh Fungsional Agama pada Kementerian Agama Kota Padangsimpuan

Mulyadhi Kartanegara, Islam dan Multikulturalisme: Sebuah Cermin Sejarah. Dalam Baidhawy, Zakiyuddin (ed.).Reinvensi Islam Multikultural. Surakarta: PSB UMS, 2005.

Munawar Haris, Pengaruh Pelaksanaan Kebijakan Pengembangan Agama Islam terhadap Koordinasi Penyuluh dengan Pengawas Pendidikan Agama Islam untuk Mewujudkan Efektivitas Program Pendidikan Agama Islam, Jurnal Pendidikan Universitas Garut, Vol. 11; No. 01, 2017.

Mursyid Ali, Pemetaan kerukunan kehidupan beagama di berbagai daerah di Indonesia, Jakarta: Puslitbang Kehidupan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Departemen Agama, 2009.

Nafilah Abdullah, Belajar Toleransi Beragama di Lereng Menoreh Kabupaten Magelang, Jurnal Esensia Vol XIII No. 2 Juli, 2012

Romzan Fauzi dkk, Membangun Harmoni dengan Kearifan Lokal: Model Pembinaan Kerukunan Umat Beragama bagi Penyuluh Agama, Semarang: Balai Penelitian dan Pengembangan Agama, 2014.

Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor: 574 Tahun 1999 dan Nomor: 178 Tahun 1999 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penyuluh Agama dan Angka Kreditnya, Jakarta: Departeman Agama RI, 1999.

Syahrin Harahap, Teologi Kerukunan, Jakarta: Prenada Media, 2011.

Tim Peneliti Balai Litbang Agama Makassar, Dakwah Keagamaan di Daerah Terpencil. Makassar: Balai Litbang Agama, 2012.

Tim Peneliti Balai Litbang Agama Makassar, Optimalisasi Pelayanan Keagamaan Departemen Agama, Makassar: Balai Litbang Agama, 2008.

Tim Peneliti Balai Litbang Agama Makassar, Penyelenggaraan Kepenyuluhan Agama Islam di Kawasan Timur Indonesia. Makassar: Balai Litbang Agama, 2010.

Tim Peneliti Balai Litbang Agama Makassar, Peran Kementerian Agama dalam Pembinaan Muallaf di Kawasan Timur Indonesia, Makassar: Balai Litbang Agama, 2011.