RESOLUSI KONFLIK KEAGAMAAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL: STUDI ATAS PELA GANDONG DI AMBON

Roni Ismail,1* Abidin Wakano,2 Genoveva Leasiwal3

   1 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (h-index: 8)
   2 IAIN Ambon
   3 IAKN Ambon
   * Corresponding Author

DOI: https://doi.org/10.14421/lijid.v5i1.3012

Abstract


Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran pela gandong sebagai resolusi konflik kultural dalam konflik Ambon 1999-2002. Dengan menggunakan pendekatan sosiologi konflik, teori reolusi konflik kultural, serta metode pengumpulan data observasi dan wawancara dengan warga Ambon Muslim dan Kristen, tulisan ini menemukan bahwa, pertama, etnosentrisme merupakan penyebab kultural utama konflik Ambon, dan, kedua, konflik Ambon diselesaikan dan kedamaian terbangun kokoh melalui resolusi konflik kultural pela gandong. Dengan nilai-nilai luhur utamanya persaudaraan, persamaan, kesetaraan, kebersamaan dan toleransi, pela gandong sangat efektif menjadi resolusi konflik kultural baik selama konflik Ambon terjadi, paska konflik maupun dalam membina damai hingga kini. Selama konflik Ambon terjadi, tidak ditemukan adanya konflik antara negeri-negeri Muslim dan Kristen yang terikat pela gandong. Paska konflik terjadi, pela gandong menjadi fondasi resolusi konflik kultural dalam membangun kembali perdamaian, menguatkan kapasitas warga Ambon “dari dalam”; membangun kembali hubungan mereka yang sempat retak; menegaskan kembali nilai bersaudara sesama orang Maluku; mengajarkan saling mengakui perbedaan agama dan budaya; mempercepat pemulihan dari trauma konflik; merajut kembali persaudaraan salam sarane; dan membangun saling percaya antara negeri-negeri Muslim dan Kristen. Sedangkan dalam proses bina damai hingga kini, pela gandong juga diakui warga Ambon efektif menangkal “tangan-tangan luar” yang terus mencoba mengeskalasikan kembali konflik karena setiap negeri di Ambon sudah ber-pela gandong dengan satu negeri.


Keywords


pela gandong, resolusi kultural, konflik Ambon.

References


Abdurrahman, Paramita M. dkk. Bunga Rampai Sejarah Maluku I. Jakarta: LIPI, 1973.

Attamimy, M.. Merajut Harmoni di Bumi Raja-Raja. Yogyakarta: Aynat Publishing, 2012.

Bakri, Hendry. “Resolusi Konflik melalui Pendekatan Kearifan Lokal Pela Gandong”. THE POLITICS, Vol. 1,Number 1, Januari 2015.

Barkan, Steven E. dan Snowden, Lynne L. Collective Violence. Boston: Allyn&Bacon, 2000.

Hamim, Thoha dkk (eds.). Resolusi Konflik Islam Indoensia. Surabaya: LSAS, 2007.

H, Toni Setia Beodi. “Resolusi Konflik Agama di Pulau Ambon”, Jurnal Ketahanan Nasional, XIV (3), Desember 2009.

Ismail, Roni. “Resolusi Konflik Keagamaan Integratif: Studi atas Resolusi Konflik Keagamaan Ambon”. Living Islam, Vol. 3, No. 2, 2020.

Jati, Wasisto Raharjo. “Kearifan Lokal sebagai Resolusi Konflik Keagamaan”. Walisongo, Vol. 21, Nomor 2, November 2013.

Malatuny, Yakob Godlif Malatuny dan Ritiauw, Samuel Patra. “Eksistensi Pela Gandong sebagai Civic Culture dalam Menjaga Harmonisasi Masyarakat di Maluku,” SOSIO DIDAKTIKA, 5 (2) 2018.

Masringor, Julia dan Besse Sugiswati. “Pela Gandong sebagai Sarana Penyelesaian Konflik”.

Ode, Samsul. “Budaya Lokal sebagai Media Resolusi dan Pengendalian Konflik di Provinsi Maluku (Kajian, Tantangan, dan Revitalisasi Budaya Pela)”, POLITIKA, Vol. 2, No. 2, Oktober 2015.

Center for Humanitarian Dialogue. Pengelolaan Konflik di Indonesia:Sebuah Analisis Konflik di Maluku, Papua, dan Poso. Geneva: Center for Humanitarian Dialogue, 2001.

Rabahuddin. “Integrasi Nilai-nilai Pendidikan Islam dalam Tradisi Pela Gandong”. Disertasi, Tidak Diterbitkan, Yogyakarta: Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, 2019.

Ralahalu, Karel Albert. Berlayar dalam Ombak, Berkarya Bagi Negeri: Pemikiran Anak Negeri untuk Maluku. Ambon: Ralahalu Institut, 2012.

Safi, Jamin. “Konflik Komunal Maluku 1999-2002”, RESEARCHGATE, Vol. 12, No. 2, Maret 2017.

Sudjangi. Konflik-konflik Sosial Bernuansa Agama: Studi Kasus Kerusuhan Ambon. Dalam “Konflik Sosial Bernuansa Agama di Indonesia. Seri II”. Jakarta: Depag RI, 2003.

Susan, Novri. Pengantar Sosiologi Konflik (Eidis Revisi). Jakarta: Prenada Media Group, 2014.

Tualeka, M. Ikhsan. “Belajar Damai, Catatan 20 Tahun Konflik Maluku”. Dalam RakyatMaluku.com, 19 Januari 2019, diakses pada 13 Oktober 2019.

Zn, Hamzah Tualeka. “Kearifan Lokal Pela-Gandong di Lumbung Konflik”. http://media.neliti.com/media/publications/23731-ID, hlm. 12.

Website:

https://www.satumaluku.id/2018/12/18/diakses pada 10 Oktober 2019.

https://ayosemarang.com/read/2019/08/26/42840, diakses pada September 2019.

https://regional.kompas.com/read/2019/07/19/21433921, diakses pada September 2019.

https://ambon.antaranews.com/berita/49304, diakses pada September 2019.

Wawancara:

Bapak Husen, 12 April 2019, di Ambon.

Bapak Eshley Jhon Sinopatti, 24&25 Oktober 2019, jam 19.30-21.00, di Ambon.

Bapak H, Muslim, pelaku konflik, 12 April 2019 di Ambon.

Bapak J, Kristen, pelaku konflik, 25 Oktober 2019, jam 10.00 WIT, di Ambon.

Ibu Dety, 11 Desember 2019, jam 11.00-12.30 WIT, di Ambon.

Ibu Dian, 24 Oktober 2019, jam 10.00-12.00 WIT, di Ambon.

Ibu Diar, 11 Desember 2019, jam 08.00-10.00 WIT, di Ambon.

Ibu Junita Sipahelut, 25 Oktober 2019, jam 08.30-10.00, di Ambon.

Ibu Nahriah, 8 Desember 2019, pukul 12.30-14.00 WIT, di Ambon.

Ibu Pendeta Gino, 26 Oktober 2019, pukul 08.30-12.00 WIT, di Ambon.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Roni Ismail, Abidin Wakano, Genoveva Leasiwal

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.