Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer
Articles
Published: 06-01-2020

Pemberdayaan Masyarakat Dusun Ngelorejo Melalui Pengolahan Limbah Konveksi Menjadi Kerajinan Keset Berbasis Sustainability Livelihood

Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
community empowerment convection waste kerajinan keset sustainability livelihood.

Abstract

This article highlight the process of community empowerment conducted by the UIN Sunan Kalijaga Sociology students on the Ngelorejo Village Family Welfare Development Organization or Organisasi Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). This empowerment is an activity that aims to improve the ability in processing convection waste into a handicraft of doormats that has a sale value. The economic of prosperity in Ngelorejo Village is behind the students’ initiative to conducted economic programs based on empowerment. The members of PKK hoped that is increasing in more productive activities. This research uses qualitative research methods with the theory of community empowerment by using a sustainable livelihoods approach. Data was collected through interviews, written document searches in the form of books and articles, observations, Focus Group Discussions (FGD), and data analysis. Furthermore, the management of data follows scientific procedures by classifying data, analyzing data, and drawing conclusions. The results showed that the existence of an empowerment program pioneered by students had a positive impact on the organization in improving skills to create an economic craft so that it could be a business reference for increasing the productivity of their members. This activity theoretically supports many theories about the importance of sustainability in empowerment by directly involving the community. They are no longer the object but are simultaneously the subject of empowerment.

Artikel ini menyoroti proses pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Mahasiswa Sosiologi UIN Sunan Kalijaga terhadap Organisasi Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Dusun Ngelorejo. Pemberdayaan ini merupakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dalam mengolah limbah konveksi menjadi kerajinan keset yang bernilai jual. Masih rendahnya tingkat kesejahteraan ekonomi di Dusun Ngelorejo menjadikan mahasiswa berinisiatif untuk melakukan program pemberdayaan berbasis ekonomi. Dengan harapan para anggota PKK dapat melaksanakan kegiatan yang lebih produktif. Penelitian ini menggukan metode penelitian kualitatif berbasis teori pemberdayaan masyarakat dengan menggunakan pendekatan sustainable livelihood. Data dikumpulkan melalui wawancara, penelusuran dokumen tertulis baik berupa buku maupun artikel, pengamatan (observasi), Focus Group Discussion (FGD), dan analisis data. Selanjutnya pengelolahan data mengikuti prosedur ilmiah dengan cara pengklasifikasian data, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa program pemberdayaan yang dipelopori oleh mahasiswa memiliki dampak positif. Dampak ini bagi Ibu-ibu mampu meningkatkan skill untuk menciptakan kerajinan bernilai ekonomis. Hasil kerajinan ini dapat menjadi referensi usaha bagi organisasi PKK untuk meningkatkan produktifitas anggotanya. Kegiatan ini, secara teoritis mendukung banyak teori mengenai pentingnya keberlanjutan dalam pemberdayaan dengan melibatkan langsung masyarakat. Mereka tidak lagi menjadi objek akan tetapi secara bersamaan menjadi subjek pemberdayaan.


References

  1. Abdullah, M. Amin. “Religion, Science, and Culture: An Integrated, Interconnected Paradigm of Science.” Al-Jami’ah: Journal of Islamic Studies 52, no. 1 (April 8, 2015): 175–94. https://doi.org/10.14421/ajis.2014.521.175-203.
  2. Adisasmita, Rahardjo. Membangun Desa Partisipatif. Yogyakarta: Graha Ilmu, 2006.
  3. Anani, Kofi. “Sustainable Governance of Livelihoods in Rural Africa: A Place-Based Response to Globalism in Africa.” Development (Basingstoke) 42, no. 2 (1999): 57–63. https://doi.org/10.1057/palgrave.development.1110037.
  4. Boeke, Julius H. Prakapitalisme Asia. Translated by D. Projosiswoyo. Jakarta: Sinar Harapan, 1983.
  5. Chambers, Robert. “Sustainable Livelihoods: The Poor’s Reconciliation of Environment and Development.” In Real-Life Economics: Understanding Wealth Creation, edited by Paul Ekins and Manfred Max-Neef. London: Routledge, 1992.
  6. Florida, Richard. Cities and The Creative Class. London: Routledge, 2005.
  7. Gunungkidul, Badan Pusat Statistik Kabupaten. Kecamatan Wonosari Dalam Angka 2019. Gunungkidul: BPS dan Pusat Statistik Gunungkidul, 2019.
  8. Howlett, Michael, M. Ramesh, and Anthony Perl. Studying Public Policy: Policy Circles & Policy Subsystems. Oxford: Oxford University Press, 1995.
  9. Izudin, Ahmad. Gerakan Sosial Petani: Strategi, Pola Dan Tantangan Di Tengan Modernitas. Yogyakarta: Samudra Biru, 2017.
  10. Jamaludin, Adon Nasrulloh. Sosiologi Perdesaan. Bandung: CV. Pustaka Setia, 2015.
  11. Katasasmita, Ginanjar. Pembangunan Untuk Rakyat: Memadukan Pertumbuhan Dan Pemerataan. Jakarta: Pustaka Cidesindo, 1996.
  12. Kelman, Ilan, and Tamsin A. Mather. “Living with Volcanoes: The Sustainable Livelihoods Approach for Volcano-Related Opportunities.” Journal of Volcanology and Geothermal Research 172, no. 3–4 (May 2008): 189–98. https://doi.org/10.1016/j.jvolgeores.2007.12.007.
  13. Krisdyatmiko, and AAGN Ari Dwipayana. “Pembangunan Masuk Desa.” In Pembangunan Meminggirkan Desa, edited by Krisdyatmiko and AAGN Ari Dwipayana. Yogyakarta: IRE, 2006.
  14. Ludi, Eva, and Rachel Slater. “Using the Sustainable Livelihoods Framework to Understand and Tackle Poverty: Briefing Note.” Swiss, 2008.
  15. Mubyarto. Reformasi Sistem Ekonomi: Dari Kapitalisme Menuju Ekonomi Kerakyatan. Yogyakarta: Aditya Media, 1998.
  16. Muhammad, Arni. Komunikasi Organisasi. Jakarta: Bumi Aksara, 1995.
  17. Organization for Economic Co-Operatation and Development. The Future of The Global Economy: Towards a Long Boom? Paris: OECD Publishing, 1999.
  18. Paul, Samuel. Community Participation in Development Projects: The World Bank Experience. Washington, D.C.: World Bank, 1987.
  19. Potter, Michael. The Competitive Advantages of Nations. Basingstoke: Macmillan, 1989.
  20. Rafika Perdana, Fahmi. “Pemberdayaan Berbasis Partisipasi Masyarakat Melalui Program Kampung Ramah Anak Di Badran Kota Yogyakarta.” Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran Dan Dakwah Pembangunan 3, no. 1 (2019): 161–88. https://doi.org/10.14421/jpm.2019.031-08.
  21. Rohimi, Rohimi. “Pemberdayaan Buruh Perempuan Dalam Proses Produksi Batu Kapur.” Martabat: Jurnal Perempuan Dan Anak 3, no. 1 (July 2019). https://doi.org/10.21274/martabat.2019.3.1.87-102.
  22. Saputro, Oki Dwi, and Heryanto Susilo. “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Usaha Kecil Dan Menengah (UKM) Studi Kasus Di Sentra Industri Tepung Tapioka Desa Pogalan, Kecamatan Pogalan,Kabupaten Trenggalek.” J+Plus Unesa 5, no. 1 (2016).
  23. Saragih, Sebastian, Jonatan Lassa, and Afan Ramli. “Kerangka Penghidupan Berkelanjutan: Sustainable Livelihood Framework,” 2007.
  24. Saugi, Wildan, and Sumarno Sumarno. “Pemberdayaan Perempuan Melalui Pelatihan Pengolahan Bahan Pangan Lokal.” Jurnal Pendidikan Dan Pemberdayaan Masyarakat 2, no. 2 (November 2015): 226. https://doi.org/10.21831/jppm.v2i2.6361.
  25. Scoones, Ian. “Livelihoods Perspectives and Rural Development.” The Journal of Peasant Studies 36, no. 1 (January 2009): 171–96. https://doi.org/10.1080/03066150902820503.
  26. Stener, Thomas, and Jessica Coria. Policy Instruments for Environmental and Natural Resource Management. Washington, D.C.: RFF Press, 2003.
  27. Sulistiyani. Kemitraan Dan Model Pemberdayaan. Yogyakarta: Gaya Media, 2004.
  28. Supriatna, Tjahya. Birokrasi Pemberdayaan Dan Pengentasan Kemiskinan. Bandung: Humaniora Utama Press, 1997.
  29. Widjajanti, Kesi. “Model Pemberdayaan Masyarakat.” Jurnal Ekonomi Pembangunan 12, no. 1 (2011).