Gerakan Literasi Digital: Studi Pemberdayaan Pemuda Melalui Program Sistem Informasi Potensi Kreatif Desa di Kulonprogo

Eka Zuni Lusi Astuti
* Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

DOI: https://doi.org/10.14421/jpm.2019.032-05

Abstract


This paper aims to describe the implementation of the Sipkades (Sistem Informasi Potensi Kreatif Desa) carried out by the YouSure Community Service (YouSure), Faculty of Social dan Political Sciences Universitas Gadjah Mada team in Brosot Village, Galur District, and Sidorejo Village, Lendah District, Kulon Progo Regency, Daerah Istimewa Yogyakarta. This resesearch use a qualitative method based on community-based research approach. This paper emphasizes several things as a finding of the research. First, youth empowerment in the social, cultural and economic fields needs to be supported by digital literacy. Second, digital literacy skills can contribute to village development through the use of the internet. In this digital age, youth cannot be separated from digital technology that needs to be adaptive. If it does not support digital literacy skills, digital technology brings a bad effect on youth. Sipkades try to empower youth digital literacy so that they are asked to build their villages through the use of digital technology. Using community empowerment strategies by community-based resources management approach, Sipkades encourages young people to optimize their village resources and promote it through the internet—the slogan is thinking globally, act locally. Youth is a potential resource in development. However, youth can be toxic as a substitute for various social deviations or tonics as agents of change in development. Youth has a pioneering in the village.

Tulisan ini berusaha mendeskripsikan implementasi Sipkades (Sistem Informasi Potensi Kreatif Desa) yang dilaksanakan oleh Tim Pengabdian Masyarakat Youth Studies Centre (YouSure), Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gajah Mada, di Desa Brosot, Kecamatan Galur, dan Desa Sidorejo Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Community Based Research. Tulisan ini menekankan pada dua aspek penting sebagai temuan penelitian. Pertama, pemberdayaan kepemudaan di bidang sosial, budaya dan ekonomi perlu disertai dengan gerakan literasi digital. Kedua, keterampilan literasi digital pemuda dapat berkontribusi pada pembangunan desa melalui penggunaan internet. Pada era digital ini, pemuda tidak dapat terlepas dari teknologi informasi yang perlu adaptif. Program Sipkades berupaya memberdayakan pemuda agar mengerti dunia digital sehingga dapat berpartisipasi untuk membangun desa melalui pemanfaatan teknologi informasi. Menggunakan startegi pemberdayaan masyarakat dengan pendekatan pengelolaan sumberdaya berbasis komunitas, Sipkades berupaya mendorong pemuda supaya mampu mengenali potensi lokal desa—slogan yang tepat “think globally, act locally.  Pemuda merupakan sumber daya potensial dalam pembangunan. Namun demikian, pemuda dapat menjadi toxic sebagai pelaku berbagai penyimpangan sosial atau tonic sebagai agen perubahan dalam pembangunan. Pemuda harus menjadi pelopor perubahan di desa.


Keywords


youth empowerment; community-based resource management; digital literacy; Sipkades

Full Text:

PDF

References


APJII, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. “Hasil Survei Penetrasi dan Perilaku Pengguna Internet Indonesia 2018.” Jakarta: Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, 2019.

Ariyani, L.P.S. “Pelatihan Literasi Informasi Untuk Meningkatkan Keterampilan Mahasiswa Baru Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) dalam Pencarian Informasi Ilmiah di Era Digital.” Bali: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Univesitas Pendidikan Ganesha, 2014.

Bashori, Khoiruddin. “Pendidikan Politik di Era Disrupsi.” Sukma: Jurnal Pendidikan 2, no. 2 (2018): 287–310. https://doi.org/10.32533/02207.2018.

Daldjoeni, N. Geografi Desa-Kota. Bandung: Alumni, 1997.

Donny. Kerangka Literasi Digital Indonesia. Diakses dari http://literasidigital.id/books/kerangka-literasi-digital-indonesia/, 2017.

Eshet, Alkalai. “The Overarching Element for Successful Tecnology Integratiton.” Springer International Publishing Switzerland New Digital Technology in Education, 2004. https://doi.org/DOI 10.1007/978-3319-05822-6.

Indrawan, Aditya F. “Pemuda Indonesia Meningkat, Angka Pengangguran Bertambah.” Detiknews, 2017. https://news.detik.com/berita/3699632/pemuda-indonesia-meningkat-angka-pengangguran-bertambah.

Izudin, Ahmad. Gerakan Sosial Petani: Strategi, Pola, dan Tantangan di Tengah Modernitas. Yogyakarta: Samudra Biru, 2017.

Kurnia, Novi. “Peta Gerakan Literasi Digital di Indonesia : Studi Tentang Pelaku, Ragam Legiatan, Kelompok Sasaran dan Mitra.” Jurnal Informasi: Kajian Ilmu Komunikasi 47, no. 2 (2017): 149–66. https://doi.org/10.21831/informasi.v47i2.16079.

Lindawati, Lisa. “Pola Akses Berita Online Kaum Muda.” Jurnal Studi Pemuda 4, no. 1 (2015): 241–59.

Meitasari. “Minat Pemuda Desa Untuk Urbanisasi di Desa Sukasari, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.” Jurnal Geografi Edukasi dan Lingkungan 1, no. 1 (2017): 36–47.

Peneliti. “Survey Penggunaan TIK 2017 Serta Implikasinya Terhadap Aspek Sosial Budaya Masyarakat.” Jakarta, 2017.

Piliang, Yasraf Amir. “Mayarakat Informasi dan Digital : Teknologi Informasi dan Perubahan Sosial.” Jurnal Sosioteknologi 27, no. 11 (2012): 143–56.

Prasetiono, Slamet Joko, Arochman, dan Regnata Revi Fayola. “Literasi Digital Untuk Membekali Generasi Muda dalam Upaya Menangkal Konten Negatif Internet.” Jurnal Teknologi Informatika dan Komunikasi 11, no. 1 (2019): 38–41.

Prihanto, Teguh. “Perubahan Spasial dan Sosial-Budaya Sebagai Dampak Megaurban di Daerah Pinggiran Kota Semarang.” Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan 12, no. 1 (2010): 131–40.

Rahadianto, Oki Sutopo. “Pemuda dan Resistensi: Sebuah Refleksi Kritis.” Jurnal Studi Pemuda 5, no. 2 (2016): 502–6.

Report. “Internet of Things, Smart Cities and Communities.” Geneva, Switzerland, 2019. https://www.itu.int/en/ITU-D/Statistics/Pages/stat/default.aspx.

Soetomo. Strategi-Strategi Pembangunan Masyarakat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2006.

Sulistyanto, Agung. “Generasi Digital Natives dan Digital Immigrants.” Code Politan, 2017. https://www.codepolitan.com/generasi-digital-natives-dan-digital-immigrants-58f838b3ba9e0.

Sumodiningrat, Gunawan. Mewujudkan Kesejahteraan Bangsa: Menanggulangi Kemiskinan Dengan Prinsip Pemberdayaan Masyarakat. Jakarta: PT. Alex Media Komputindo, 2009.

Veer, Peter van de. Nation and Migration: The Politics of Space in the South Asia Diaspora. Pennsylvania: University of Pennsylvania Press, 1995.

Wibawanto, Gregorius Ragil. “SIPKADES (Sistem Informasi Potensi Kreatif Desa) Merintis Institusi Menjadi Mandiri: Belajar Mengelola Potensi Desa Bersama Teman Muda.” Jurnal Studi Pemuda 4, no. 2 (2015): 342–56. https://doi.org/10.22146/studipemudaugm.36818.

Widyastuti, Dhyah Ayu Retno, Ranggabumi Nuswantoro, dan Thomas Adi Purnomo Sidhi. “Literasi Digital Pada Perempuan Pelaku Usaha Produktif di Daerah Istimewa Yogyakarta.” Jurnal Aspikom 3, no. 1 (2016): 1–15.

Winarni, Tri. Tantangan Pemberdayaan Masyarakat. Yogyakarta: Azzagrafika, 2015.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Eka Zuni Lusi Astuti