Peningkatan Kemandirian Desa Panggungharjo Melalui Komunikasi Pembangunan

Nanang Mizwar Hasyim
* Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

DOI: https://doi.org/10.14421/jpm.2019.032-06

Abstract


This article explores the village independent of Panggungharjo through developed communication. Based on the qualitative-descriptive method, it can be a result of a new perspective on independent village development. The development of communication by the stronger local leadership can be Panggungharjo Village entrance of the nomination of the better village in Indonesia for Village-Owned Enterprises (Badan Usaha Milik Desa) on developing of institutional governance. Leadership as a local strongman has established to analyze framing on the role of communication with the people. The participation can be conducted to developing programs on physically and unphysically. This paper founded on social services programs (education, health, and economic) and better central both effective and efficiency on Village-Owned Entreprises management. This enterprise can be economic productivity increasingly. In adding of village budgeting from the result of economic productivity on access and planning social programs more accessible for societies. 

Artikel ini mengeksplorasi kemandirian Desa Panggungharjo melalui komunikasi pembangunan. Hal ini dilandasi oleh prestasi Desa Panggungharjo yang berhasil menjadi desa mandiri. Melalui metode kualitatif-deskriptif dapat menghasilkan satu perspektif baru dalam pembangunan desa mandiri. Ternyata, komunikasi pembangunan yang diciptakan oleh kekuatan leadership lokal mampu menjadikan Panggungharjo masuk nominasi desa terbaik di Indonesia dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa). Leadership sebagai local strongman telah membingkai framing analisis dalam pola komunikasi dengan masyarakat. Dengan komunikasi efektif menghasilkan masyarakat yang pasif menjadi lebih aktif. Hal ini terlihat dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam setiap program pembangunan. Partisipasi tersebut telah mampu menjalankan program-program pembangunan yang bersifat fisik maupun non fisik. Temuan penelitian yang paling menonjol adalah program pelayanan sosial (pendidikan, kesehatan, dan ekonomi) tersentral dengan baik melalui pengelolaan BUMDesa secara efektif dan efisien. BUMDesa menjadi motor penggerak pelayanan karena pendapatan secara ekonomis setiap tahun terus meningkat. Kondisi ini menjadikan pendapatan desa semakin bertambah. Dengan penambahan anggaran desa dari hasil produktifitas ekonomi semakin mempermudah akses dan perencanaan program pelayanan sosial bagi masyarakat.


Keywords


the development of communication; social participation; village independent.

Full Text:

PDF

References


Al-Kautsari, Mirza Maulana. “Model Transisi Peningkatan Partisipasi Masyarakat Desa: Strategi Pengembangan Usaha Industri Kreatif Kerajinan Batik di Desa Krebet, Kabupaten Bantul.” Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan 1, no. 1 (2017): 23. https://doi.org/10.14421/jpm.2017.011-02.

Anas, Muhammad, Wahyu Widodo, and FX Sugiyanto. “Infrastruktur Terhadap Perekonomian Indonesia.” Economics Development Analysis Journal 5, no. 4 (2016): 426–43.

Anyaegbunam, Chike, Paolo Mefalopulos, and Moetsabi Titus. Particapatory Rural Communication Appraisal Starting with The People. Zimbabwe: SADC Centre of Communication for Development, 2004.

Blickem, Christian, Shoba Dawson, Susan Kirk, Ivaylo Vassilev, Amy Mathieson, Rebecca Harrison, Peter Bower, and Jonathan Lamb. “What Is Asset-Based Community Development and How Might It Improve the Health of People With Long-Term Conditions? A Realist Synthesis.” SAGE Open 8, no. 3 (2018): 1–13. https://doi.org/10.1177/2158244018787223.

Chambers, R., and R. Conway. “Sustainable Rural Livelihoods: Practical Concepts for the 21st Century.” IDS Discussion Paper. Vol. 296, 1992.

Eko, Sutoro, Krisdyatmiko, and Abdur Rozaki. Kaya Proyek, Miskin Kebijakan: Membongkar Kegagalan Pembangunan Desa. Yogyakarta: IRE & Yayasan Tifa, 2006.

Ermaya, Berna Sudjana. “Kemandirian Desa dalam Mewujudkan Pembangunan Kawasan Pedesaan.” Litigasi 16, no. 2 (January 7, 2016). https://doi.org/10.23969/litigasi.v16i2.36.

Gayatri, Made Yeni Latrini, and Ni Luh Sari Widhiyani. “Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Dana Desa Untuk Mendorong Kemandirian Masyarakat Pedesaan.” Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan 10, no. 2 (2017): 175–82. https://doi.org/10.24843/jekt.2017.v10.i02.p07.

Habibi, Fikri. Pasang Surut Otonomi Desa. Serang: Universitas Serang Raya, 2017.

Indirasari, Diyah. “Kemandirian Desa di Era Otonomi Daerah, Studi Kasus di Desa Tabatan Baru Kecamatan Kuripan Kabupaten Barito Kuala.” Universitas Gadjah Mada, 2004.

Israr, Muhammad, Khan Humayun, Jan Dawood, and Ahmad Nafees. “Livelihood Diversification: A Streatagy for Rural Income Enhancement.” Journal of Finance and Economics 2, no. 5 (2014): 194–98. https://doi.org/10.12691/jfe-2-5-10.

Kurniawan, Borni., and M. Zainal. Anwar. Menjembatani Rakyat dan Negara: Pengalaman Advokasi IRE Yogyakarta. Yogyakarta: IRE & Asia Foundation, 2011.

Kurniawan, Borni, Titi Kusrini, and Arief Kurniawan. Rural Ekonomics. Jakarta: Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, 2017.

Pranoto, Asa Ria, and Dede Yusuf. “Program CSR Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Menuju Kemandirian Ekonomi Pasca Tambang di Desa Sarij Aya.” Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 18, no. 1 (2016). https://doi.org/10.22146/jsp.13094.

“Profil dan Program Kerja Desa Panggungharjo.” Pemerintah Desa Panggungharjo, 2013. http://panggungharjo-bantul.desa.id.

Sidik, Fajar. “Menggali Potensi Lokal Mewujudkan Kemandirian Desa.” JKAP (Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik) 19, no. 2 (2015): 115–31. https://doi.org/10.22146/jkap.7962.

Simatupang, Erwinton, and Vandy Yoga Swara. “Creating Shared Value di Industri Migas Pelajaran Dari Balongan dalam Meminimalisir Pengangguran dan Menekan Potensi Kecelakaan Kerja” 2, no. 1 (2018): 63–86. https://doi.org/10.14421/jpm.2018.021-04.

Sutedja, Lene Topp, and Cristina Eghenter. Kayan Mentarang National Park in the Heart of Borneo. Copenhagen: WWF Denmark in collaboration with WWF Indonesia, 2005.

Suyatno, Hempri, and Suparjan. Pengembangan Masyarakat Dari Pembangunan Sampai Pemberdayaan. Yogyakarta: Aditya Media, 2000.

Widuri, Diah, and Saubaki Patje. Partisipasi Warga dalam Penanggulangan Kemiskinan: Pelajaran Berharga Dari Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur. Stock Take: Manfaat Program ACCESS Terhadap Kemandirian Desa dan Penanggulangan Kemiskinan. Yogyakarta: IRE, 2012.

Zakaria, Wan Abbas. Membangun Kemandirian Desa. Bandar Lampung: Anugrah Utama Raharja, 2017.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Nanang Mizwar Hasyim