Genealogy of Power in Sustainable Tourism Development in Mina Wisata Technopark Sleman
DOI:
https://doi.org/10.14421/jpm.2022.062-03Keywords:
genealogy of power, sustainable tourism, Mina Wisata TechnoparkAbstract
This study aims to analyze the parties involved in innovation program and their interests, identifies the parties who benefit and lose, and determine the sustainability of the development of Mina Wisata Technopark Sleman. This research used qualitative methods with Foucaultian’s framework of the genealogy of power or knowledge. The construction of the dynamics of relations and power relations can be seen from the discourse on the power of the actors involved in the management, such as the central and local governments as planners at the executive and driving levels; the company as the main key in the tourism industry; local communities in the development area as program objects; as well as the Lurah and the Village Apparatus as implementation and supervisors of development. The dynamics of developing a mina wisata technopark resulted in the construction that the existence of a management agency was the result of communicative action through a long dialogue process. So, that power or authority can side with the weakest parties to build productive spaces and their networks in order to improve their welfare. Mina wisata technopark must be developed through the active role of the community in making development decisions in an open, democratic, and responsible manner (bottom up planning), trought synergy with all stakeholders.


References
Abisono, F. G., Rini, T., & Sakro, A. (2020). The Commons Dalam Perspektif Kewargaan: Studi Konflik Pengelolaan Wisata Alam Desa Bleberan Gunungkidul. BHUMI: Jurnal Agraria Dan Pertanahan, 6 (1), 28–41.
Adhitya, B., Bariah, L. S., dan Suprapto. (2020). Pengaruh Pariwisata terhadap Ketimpangan Pendapatan: Studi Kasus Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 20 (2), 456–462.
Arief, F., and Gill, S. S. (2009). Rural Tourism Development through Rural Cooperatives. Nature and Science, 7(10), 68–73.
Astuti, Marhanani Tri dan AnyAriani Noor. (2016). Daya Tarik Morotai Sebagai Destinasi Wisata Sejarah dan Bahari, Jurnal Kepariwisataan Indonesia, 11 (1), 25-46.
Azimah, Amalia dan Damayanti, Maya. (2019). Kajian Kapasitas Masyarakat Dalam Pengelolaan Wisata Mina Padukuhan Bokesan di Kawasan Minapolitan, Ngemplak Kabupaten Sleman. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota, Vol. 15, No.2, Hal. 150-162.
Bank Indonesia Institute. (2020). Bersinergi dalam Keistimewaan Peran Bank Indonesia dalam Pembangunan Ekonomi Yogyakarta. Bank Indonesia Institute.
Bogdan, Robert dan Steven J Taylor. (1992). Pengantar Metode Penelitian Kualitatif. Surabaya: Usaha Nasional.
Dermawan, A., Aziz, A.M. (2012). Pengembangan Minawisata Pulau-pulau Kecil untuk Mendukung Implementasi Blue Economy. Konferensi Nasional
Eriyanto. (2003). Analisis Wacana: Pengantar Analisis Teks Media. Yogyakarta: LK3S.
Foucault, Michel. (2002a). Pengetahuan dan Metode Karya-Karya Penting Foucault. Yogyakarta: Jalasutra.
Foucault, Michel. (2002b). Power/Knowledge. Yogyakarta: Bentang Budaya.
Foucault, Michel. (2007). Order of Thing Arkeologi Ilmu-Ilmu Kemanusiaan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Foucault, Michel. (2012). Arkeologi Pengetahuan. Yogyakarta: IRCiSoD.
Harianjogja.com. (2019). Konflik Pengelolaan Objek Wisata Harus Diselesaikan. Diakses dari https://jogjapolitan.harianjogja.com/read/2019/03/03/513/975619/konflik-pengelolaan-objek-wisata-harus-diselesaikan, diunduh pada tanggal 29 Maret 2022.
Harianjogja.com. (2021). Tiap Tahun 50 Hektar Sawah di Sleman Lenyap. Diakses dari https://jogjapolitan.harianjogja.com/read/2021/01/01/512/1059629/tiap-tahun-50-hektare-sawah-di-sleman-lenyap, diunduh pada tanggal 3 Maret 2022.
Harianmerapi.com. (2019). Konflik Obwis Pantai Buges Memanas - Larangan Pungut Jasa Wisata Diprotes. Diakses dari https://www.harianmerapi.com/news/gunungkidul/2019/06/09/65060/konflik-obwis-pantai-buges-memanas-larangan-pungut-jasa-wisata-diprotes, diunduh pada tanggal 29 Maret 2022.
Haris, A, (2012). Rancang Bangun Pengelolaan Minawisata Bahari Pulau Kecil Berbasis Konservasi: Kasus Pulau Dulla Kota Tual Provinsi Maluku. Disertasi, Institut Pertanian Bogor.
Haryatmoko. (2014). Etika Politik dan Kekuasaan. Jakarta: Kompas.
Jones, Pip. (2009). Pengantar Teori-Teori Sosial: Dari Teori Fungsionalisme Hingga Postmodernisme. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Kabupaten Sleman. (2015). Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 11 tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Tahun 2015-2025.
Kebung, Konrad. (2015). Filsafat Itu Indah. Jakarta: Prestasi Pustaka.
Kebung, Konrad. (2017). Membaca Kuasa Michel Foucault dalam Konteks Kekuasaan di Indonesia. Melintas, 33 (1), 34-51.
Kemenparkraf. (2020). Outlook Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2021. Jakarta: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.
Laksmi, A.A. Rai Sita. (2020). Kontestasi Kuasa Pada Warisan Budaya: Genealogi Pengelolaan Daya Tarik Wisata Tanah Lot. Denpasar: Udayana University Press bekerja sama dengan Warmadewa University Press.
Latianingsih, Nining, I. Mariam, dan Dewi Winarni Susyanti. (2019). Model Pengembangan Kebijakan Desa Wisata dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Melalui Kegiatan Homestay di Desa Wisata Cibuntu Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Jurnal Law and Justice, 4 (1), 35-38.
Moleong, Lexy. (2014). Metode Penelitian Kualitatif. PT. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mudhoffir, A.M. (2013). Teori Kekuasaan Michel Foucault: Tantangan bagi Sosiologi Politik. Jurnal Sosiologi Masyarakat, 18 (1),75-100.
Mukhtar dan Widodo E. (2000). Konstruksi ke Arah Penelitian Deskriptif. Yogyakarta: Avyrouz.
Nurohman, H. (2017). Penyelesaian Konflik Pengelolaan Obyek Wisata Goa Pindul (Tinjauan atas Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor 5 Tahun 2013 Tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan). Universitas Negeri Yogyakarta.
Nyoman, Kutha Ratna. (2010). Metode Penelitian: Kajian Budaya dan Ilmu Sosial Humaniora pada Umumnya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Putra, R.E.N dan Suyatna, H. (2018). Genealogi Kuasa dalam Kebijakan Pengembangan Pertanian Organik di “Wilayah Pardikan” Jawa. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 5 (1), 69-84.
Qodriyatun, Sri Nurhayati. (2018). Implementasi Kebijakan Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Karimunjawa. Aspirasi: Jurnal Masalah-Masalah Sosial, 9 (2), 240-259.
Ritzer, George. (2012). Teori Sosial Postmodern. Bantul: Kreasi Wacana Offset.
Sakina, A.W., Y. Setyowati, dan O. Albizzia. (2019). Akomodasi Modal Sosial Inklusif Difabel Siaga Bencana (Difagana) Dalam Sistem Manajemen Bencana Berbasis Masyarakat di DI Yogyakarta. Proceeding ICDM, 4 (1), 1-15.
Sarup, Madan. (2011). Postrukturalisme dan Posmodernisme. Yogyakarta: Jalasutra.
Soetomo. (2012). Keswadayaan Masyarakat Manifestasi Kapasitas Masyarakat untuk Berkembang secara Mandiri. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Starjogja.com. (2017). Konflik Pengelolaan Obyek Wisata Kembali Terjadi di DIY. Diakses dari https://www.starjogja.com/2017/07/07/konflik-pengelolaan-obyek-wisata-kembali-terjadi-di-diy/, diunduh pada tanggal 29 Maret 2022.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alpabeta
Tamaratika, Fenilia dan Arief Rosyidie. (2017). Inkorporasi Kearifan Lokal dalam Pengembangan Pariwisata di Lingkungan Pantai. Jurnal Sosioteknologi, 16, (1), 125-133.
Wakka, Abdul Kadir. (2014). Analisis Stakeholder Pengelolaan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Mengkendek. Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea, 3 (1), 47-45.
Wargajogja.net. (2017). Kaleidoskop Agraria: Catatan Konflik Agraria di DIY. Diakses dari http://wargajogja.net/hukum/kaleidoskop-agraria-catatan-konflik-agraria-di-diy.html, diunduh pada tanggal 29 Maret 2022.
Wijaya, I Nyoman. (2012). Relasi-Relasi Kekuasaan di Balik Pengelolaan Industri Pariwisata Bali. HUMANIORA, 24 (2), 141-155.
Yakin, Husnul. (2013). Analisis Peran Aktor Dalam Formulasi Kebijakan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan Di Kelurahan Kemijen, Kota Semarang. Journal of Public Policy and Management Review, 2 (2), 91-100.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Oktarina Albizzia, Aulia Widya Sakina, Mulyoto Pangestu, & Ratna Sesotya Wedadjati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
(1) The Author retains copyright in the Work, where the term “Work” shall include all digital objects that may result in subsequent electronic publication or distribution.(2) Upon acceptance of the Work, the author shall grant to the Publisher the right of first publication of the Work.
(3) The Author shall grant to the Publisher and its agents the nonexclusive perpetual right and license to publish, archive, and make accessible the Work in whole or in part in all forms of media now or hereafter known under a Attribution-Non Commercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0) or its equivalent, which, for the avoidance of doubt, allows others to copy, distribute, and transmit the Work under the following conditions.
(4) The Author represents and warrants that:
- the Work is the Author’s original work;
- the Author has not transferred, and will not transfer, exclusive rights in the Work to any third party;
- the Work is not pending review or under consideration by another publisher;
- the Work has not previously been published;
- the Work contains no misrepresentation or infringement of the Work or property of other authors or third parties; and
- the Work contains no libel, invasion of privacy, or other unlawful matter.
Attribution—other users must attribute the Work in the manner specified by the author as indicated on the journal Web site.