MEKANISME PENGELOLAAN KARET RAKYAT TABIR ILIR JAMBI DALAM PERSPEKTIF TEORI PILIHAN RASIONAL

Abstract

Rubber is a cultivated plant and became the lifeline of many peoples since a long time ago, without exception farmers in Tabir Ilir which became one of the rubber centers in Jambi Province with 15.787 hektares and 8.050 family. To get the result, rubber farmers in Tabir Ilir applies the rubber management mechanism independently and handed it over to others. The application of these two mechanisms is done by the rubber farmers based on their rational choice perspective. Rubber farmers with enough resources will choose how to manage independently, whereas for those who do not have sufficient resources, will choose to hand over their rubber management to others. The management mechanism chosen by these rubber farmers has an impact on the income inequality they earns. On the one hand, there are those who earns more than the management of rubber they do, while on the other hand there are those who get little results.

Karet merupakan tanaman yang dibudidayakan dan menjadi tumpuan kehidupan banyak orang sejak lama, tak terkecuali petani di Tabir Ilir yang menjadi salah satu sentra karet di Provinsi Jambi dengan 15.787 hektares dan 8.050 keluarga. Untuk mendapatkan hasilnya, petani karet di Tabir Ilir menerapkan mekanisme pengelolaan karet secara mandiri dan menye-rahkannya kepada pihak lain. Penerapan kedua mekanisme ini dilakukan oleh petani karet berdasarkan perspektif pilihan rasional mereka. Petani karet dengan sumberdaya yang cukup akan memilih cara mengelola secara mandiri, sedangkan bagi mereka yang tidak memiliki sumberdaya yang memadai, akan memilih menyerahkan pengelolaan karetnya kepada orang lain. Mekanisme pengelolaan yang dipilih oleh petani karet ini berdampak pada ketimpangan pendapatan yang mereka peroleh. Di satu sisi, ada orang yang menghasilkan lebih dari pengelolaan karet yang mereka lakukan, sementara di sisi lain ada mendapat hasil yang kurang

Keywords: rubber farmer, management mechanism, rational choice, unequility.

References

  1. Abercrombie, Nicholas. Hill, Stephen. and Turner, Bryan. 2010. Kamus Sosiologi. Alih Bahasa oleh Desi Noviyanti, Eka Adinugraha dan Rh. Widada. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  2. Agger, Ben. 2003. Teori Sosial Kritis: Kritik, Penerapan dan Implikasinya. Alih Bahasa oleh Nur Hadi. Yogyakarta: Kreasi Wacana.
  3. Chayanov, A.V. 1966. The Theory of Peasant Economy. Daniel Thorner, Basile Kerblay, R.E.F Smith (ed.). Illinois: The American Economic Association.
  4. Denzin, Norman K. & Lincoln, Yvonna S. 2009. Handbook of Qualitative Research. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  5. Faisal, Sanapiah. 1999. Format-format Penelitian Sosial. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.
  6. Heckathorn, Douglas D. 2001. ‘Sociological Rational Choice’, George Ritzer and Barry Smart (Ed.). Handbook of Sosial Theory. London: Sage Publications.
  7. HM, Pahrudin. 2014. ‘Relasi Patronase Dalam Perkebunan Karet Rakyat’ Jurnal Sosiologi Reflektif, Prodi Sosiologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Volume 8, No. 2, April 2014.
  8. Lindayanty. 2013. Jambi Dalam Sejarah 1500-1942. Jambi: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi.
  9. Locher-Scholten, E.B. 2002. ‘Berdirinya Kekuasaan Kolonial di Jambi: Partai Ganda Politik dan Ekonomi’ dalam Fondasi Historis Ekonomi Indonesia. J.
  10. Thomas Lindblad (ed.). Yogyakarta: Pusat Studi Sosial Asia Tenggara UGM-Pustaka Pelajar.
  11. Scott, James C. 1983. Moral Ekonomi Petani. Jakarta: LP3S. Cetakan Kedua.
  12. Popkin, Samuel. 1981. ‘Rational Peasant’. Journal of Political Economy. Volume 89, No. 4, August 1981.
  13. Marvasti, Amir B. 2004. Qualitative Research in Sociology. London: SAGE Publications.
  14. Miles, Matthew B. & Huberman, A. Michael. 1992. Analisis Data Kualitatif. Jakarta: Universitas Indonesia Press.
  15. Napitupulu, Dompak Mt. 2011. “Kajian Tata Niaga Karet Alam: Upaya Peningkatan Kesejahteraan Petani”. Jurnal Penelitian Karet 29 (1) Hlm. 79-92, 2011.
  16. Outhwaite, William (Ed.). 2008. Ensiklopedi Pemikiran Sosial Modern. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
  17. Poloma, Margareth M. 1994. Sosiologi Kontemporer. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
  18. Ritzer, George. 1996. Modern Sociological Theory. Singapore: McGraw Hill Book.
  19. Ritzer, George dan Douglas J. Goodman. 2004. Teori Sosiologi Modern. Yogyakarta: Prenada Media-Kencana. Cetakan Kedua.
  20. Salim, Agus. 2001. Teori dan Paradigma Penelitian Sosial. Yogyakarta: Tiara Wacana. Cetakan Pertama.
  21. Schuerkens, Ulrike. 2003. “The Sociological and Anthropological Study of Globalization and Localization”. Current Sociology, Vol. 51, No.3/4, hlm. 209-222.
  22. Sunarti. 2011. ‘Tingkat Kesesuaian Lahan di DAS Batang Bungo Untuk Tanaman Karet’ Jurnal Hidrolitan, Vol. 2. No. 2. 2011.
  23. Wirawan, Ida Bagus. 2013. Teori-Teori Sosial Dalam Tiga Paradigma. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
  24. Worsley, Peter. 1991. Pengantar Sosiologi. Yogyakarta: PT. Tiara Wacana. Jilid I.
  25. ________. 2014. Statistik Karet Indonesia. Jakarta: Badan Pusat Statistik.
  26. ________. 2014. Provinsi Jambi Dalam Angka 2014. Jambi: Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi.
  27. ________. 2015. Kecamatan Tabir Ilir Dalam Angka 2015. Bangko: Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Merangin.
  28. ________. 2006. Karet: Budi Daya dan Pengolahan serta Strategi Pemasaran. Depok: PT. Penebar Swadaya.
  29. ________. 2014. Sinkronisasi dan Validasi Statistik Perkebunan. Bangko: Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Merangin.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.