Resistensi Perempuan dalam Prosa Indonesia

Authors

  • Harjito Harjito Program Pascasarjana Universitas PGRI Semarang

DOI:

https://doi.org/10.14421/musawa.2018.172.153-164

Keywords:

diam, mengulur waktu, membinasakan, religius

Abstract

Relasi perempuan dan lelaki dapat disebut tidak setara. Ketidaksetaraan menyebabkan adanya penindasan atau tindak kekerasan. Menyikapi hal tersebut, perempuan melakukan resistensi. Tulisan ini meneliti bagaimana resistensi perempuan yang terdapat dalam prosa Indonesia. Objek material penelitian berupa tiga prosa berbahasa Indonesia, yaitu Timun Mas dan Buto Ijo, “Timun Emas’, dan “Meja Makan yang Menggigil”. Ketiga teks bersubjek perempuan dan berlatar tempat Indonesia. Resistensi perempuan terhadap kekerasan berwujud tiga kategori, yaitu diam, mengulur waktu, dan membinasakan. Diam atau mengulur waktu dilakukan karena kekuatan fisik perempuan yang lebih terbatas dibandingkan lelaki. Resistensi yang berwujud tindakan membinasakan dilakukan manakala pelaku kekerasan mengancam nyawa perempuan atau keluarga. Dalam membinasakan, perempuan menggunakan alat bantu. Selain itu, di akhir kisah terdapat sikap religius yang ditunjukkan dengan adanya keyakinan terhadap Tuhan dan rasa syukur atas karunia Tuhan. Resistensi perempuan menunjukkan bahwa perempuan bukanlah makhluk yang tidak berdaya.

[The relations between women and men can be considered unequal. Inequality has caused oppression or violence. In response to the situation, women take the act of resistance. This paper discusses the form of resistance the women have done in Indonesian prose. The material object of the research consists of three prose in the Indonesian language, ie.e. Timun Mas dan Buto Ijo, “Timun Emas”, and “Meja Makan yang Menggigil”. The three prose take the women as the subject of the text and take Indonesia as the social context. The women resistance toward the violence manifests in three categories: silent, stalling for time, and destroying. They did it because women have less physical strength as compared to men. The last form of resistance is taken when the oppressor threatens the life of the women and their family’s life. In addition, at the end of the story, women show the religious attitude as they believe in God and praise to Him for the blessing. The resistance implies that women are not a powerless creature.]

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Harjito Harjito, Program Pascasarjana Universitas PGRI Semarang

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 

Program Pascasarjana, Universitas PGRI Semarang

References

Damono, Sapardi Djoko. 2003. Sosiologi Sastra. Semarang: Magister Ilmu Susastra Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

Endraswara, Suwardi. 2003. Falsafah Hidup Jawa. Tangerang: Cakrawala.

Harjito. 2013. Resistensi dan Tatanan Pikiran Perempuan dalam Cerita Anak Tradisional Jawa Tengah. [Disertasi]. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada.

_______. 2014. “Kemandirian Perempuan Jawa dala Cerita Tradisional”, dalam Litera, Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, Volume 13, Nomor 2: 316-325.

Ikranegara, Tira dan MB Rahimsyah. tt. “Timun Mas” dalam Dongeng Timun Mas. Surabaya: Pustaka Agung Harapan.

Koentjaraningrat. 1994. Kebudayaan Jawa. Jakarta: Balai Pustaka.

Kurniasih, Rini dan U Syahbudin. 2004. Timun Mas dan Buto Ijo. Bandung: Pustaka Setia.

Lastania, Esther. Joniansyah, dan Endri K. 23 Agustus 2010. Mengerikan, Penculican dan Penjualan Organ Tubuh Anak Marak. Tempo.co dalam http://www.tempo.co/read/news/2010/08/23/057273147/Mengerikan-Penculikan-dan-Penjualan-Organ-Tubuh-Anak-Marak (diakses 26 November 2016).

Muhyuddin, Muhammad. 23 Agustus 2013a. Bayi Perempuan Dibuang di Gudang. Tempo.co dalam http://www.tempo.co/read/news/2013/08/23/064506688/ Bayi-Perempuan-Dibuang-di-Gudang (diakses 26 November 2016).

_______. 23 Agustus 2013b. Bayi Dibuang di Puskemas Palmerah. Tempo.co dalam http://www.tempo.co/read/news/2013/08/23/064506788/Bayi-Dibuang-di-Puskesmas-Palmerah (diakses 26 Nobember 2014).

Mulder, Niels. 1996. Pribadi dan Masyarakat di Jawa. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Pusat Bahasa. 2008. Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.

Raffles, Thomas Stamford. 2008. The History of Java. Terjemahan Eko Prasetyaningrum dkk. Yogyakarta: Narasi.

Silalahi, Laurel Benny Saron. 19 Februari 2013. DP Mengaku Sudah 60 Kali Memperkosa Anak Kandungnya. Merdeka.com dalam http://www.merdeka.com/ jakarta/dp-mengaku-sudah-60-kali-memperkosa-anak-kandungnya.html (diakses 26 November 2016).

Unicef. Tt. Dunia yang Layak bagi Anak-Anak.

Utomo, Rudi dan Bung Test. 2007. Hantusiana Ensiklopedi Mini Hantu Nusantara. Jakarta: Kalam Indonesia.

Widyastuti, Sri Harti. 2014. “Kepribadian Wanita Jawa dalam Serat Suluk Residriya dan Serat Wulang Putri Karya Paku Buwono IX”, dalam Litera, Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, Volume 13, Nomor 1: 114-127.

Zainal, Mashdar. 7 September 2014. “Meja Makan yang Menggigil”, Media Indonesia.

Downloads

Published

2019-07-26

Issue

Section

Articles
Abstract Viewed = 488 times | PDF downloaded = 813 times