The Development of Maqasid Al Shari’a on The Role of Women in Environmental Conservation

Authors

  • Arifah Millati Agustina UIN Sayyid Ali Rahmatullah

DOI:

https://doi.org/10.14421/musawa.2023.221.14-23

Keywords:

Ijtihad maqasidi, women, ecofeminism

Abstract

Artikel ini membahas tentang implementasi maqasid al syari’ah dalam isu ekofemenisme (sebuah gerakan sosial yang menghubungkan ekologi dengan persoalan perempuan). Berdasarkan data dari kementerian lingkungan hidup dan kehutanan (KLHK), peran perempuan menggerakkan sebuah komunitas sangat besar, oleh sebab itu antara lingkungan dan kesehatan perempuan memiliki hubungan yang erat, apalagi didukung oleh pengembangan proyek industri di Indonesia yang banyak mengorbankan petani dan perempuan akibat konversi lahan pertanian yang dirubah menjadi proyek industri. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak telah menyuarakan bahwa perempuan di Indonesia mendukung pelestarian lingkungan hidup, karena konversi lahan pertanian ke proyek industri berpeluang besar merampas kesuburan tanah dan kesehatan perempuan, ditengah problem distorsi ekologi tersebut, perempuan harus berjuang untuk melindungi fungsi alat reproduksinya. Terkait perampasan hak perempuan tersebut, Islam mengajarkan umat manusia untuk merawat lingkungan (hifdz al-bi’ah) karena tanpa penjagaan dan perawatan lingkungan, sebuah oknum akan terus melanggengkan diskriminasi terhadap perempuan dari sisi biologis, historis dan kultural. Dalam artikel ini penulis berargumen bahwa gerakan ekofeminisme adalah titik jihad perempuan dalam melawan krisis ekologi ditengah maraknya industri dan berkembangnya ilmu pengetahuan yang patriarkhi, ekofeminisme hadir untuk menangkal aksi-aksi yang tidak manusiawi, dan dalam khazanah Islam, ekofeminisme sejalan dengan hifdz al bi’ah karena memiliki spirit dalam penjagaan dan pelestarian lingkungan untuk kemaslahatan perempuan dan mahluk hidup lainnya.

[This article discusses the implementation of maqasid al syari’ah in the issue of eco-femenism (a social movement that links ecology with women’s issues). Based on data from the ministry of environment and forestry (KLHK), the role of women in driving a community is very large; therefore, the environment and women’s health have a very close relationship, mainly supported by the development of industrial projects in Indonesia which sacrificed many farmers and women due to converting agricultural land into industrial projects. The Ministry of Women Empowerment and Child Protection has voiced that women in Indonesia support environmental preservation because the conversion of agricultural land to industrial projects has a great opportunity to deprive soil fertility and women’s health, amidst the problem of ecological distortion; women must fight to protect the function of their reproductive organs. Regarding the deprivation of women’s rights, Islam teaches humankind to take care of the environment (hifdz al-bi’ah), without protecting and caring for the environment, a person will continue to perpetuate discrimination against women based on biological, historical, and cultural reasons. In this article the author concludes that the ecofeminism movement is the point of women’s jihad against the ecological crisis amidst the rise of industry and the development of patriarchal science, this theory developed to counteract inhuman actions, and in Islamic literature, this theory is in line with hifdz al bi’ah because it has a spirit in protecting and preserving the environment for the benefit of women and other living things.]

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdul Majid al-Najjar. Maqashid Syari’ah Bi Ab’ad Jadidah. Tunis: Dar al-Gharb al-Islamy, 2012.

Abu Ishaq al-Syathibi. Al-Muwāfaqāt Fi Ushûl Al-Syarî’ah. Beirut: Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah, 2004.

Ahsin Sakho Muhammad, ed. Fiqh Al-Bi’ah. Cet. 2. Jakarta: Conservation International Indonesia, 2006.

Al-Shatibi, Abu Ishaq. Al-Muwafaqot Fi Ushul al-Syari’ah. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 2004.

Faqihuddin Abdul Kodir. Qirā’ah Mubādalah (Tafsir Progresif untuk Keadilan Gender dalam Islam). Cetakan IV. Banguntapan, Yogyakarta: IRCiSoD, 2021.

Ibn Kathir. Tafsīr Al-Qurʾān al-ʿAẓīm. Beirut: Al-Maktabah Al-‘Ashriyyah, 1996.

Iklilah Muzayyanah Dini, Fajriyah, Yuliana Mahdiah, and Indah Lukitasari. “Pembangunan Manusia Berbasis Gender 2020.” Jakarta: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), 2020.

Jasser Auda. Fiqh Al-Maqasid, Inatat Al-Ahkam Al Shar’iyyah Bi Maqasidiha. Herndon, VA: International Institute of Islamic Thought (IIIT), 2012.

———. Maqasid Al-Shariah as Philosophy of Islamic Law: A Systems Approach. London: International Institute of Islamic Thought, 2008. https://doi.org/10.2307/j.ctvkc67tg.

Kamali Nader and Javdan Moosa. “The Relationship Between Art and Psychology.” Journal of Life Scinceand Biomedicine 2, no. 4 (2012).

Mawardi, Ahmad Imam. Fiqih Minoritas (Fiqh al-Aqalliyat Dan Evolusi Maqoshid al-Syari’ah Dari Konsep Ke Pendekatan. Yogyakarta: LKiS, 2010.

Mohammad Al-Ghazali. Mustasfā Min Ilm Ushūl. Translated by Ahmad Zaki Hammad. Mesir: Maktabah al-Jumdiyah, 2010.

Muhammad Faisol. “Pendekatan Sistem Jasser Auda Terhadap Hukum Islam: Ke Arah Fiqh Post-Postmodernisme.” Kalam: Jurnal Studi Agama Dan Pemikiran Islam 6, no. 1 (2012): 39. https://doi.org/10.24042/klm.v6i1.393.

Muhammad Khalil ’Aytani. Al-Mu‘Jam Al-Mufassal Li Mawadi’ Al-Qur’an Al-Munazzal. Bayrut: Dar al-Ma’rifah, 2000.

Muhammad Lutfi Hakim. “Pergeseran Paradigma Maqasid Al-Syari’ah: Dari Klasik Sampai Kontemporer.” Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam 10, no. 1 (February 22, 2017): 1–16. https://doi.org/10.24090/mnh.v10i1.913.

Muhammad Thahir Ibn ’Asyur. Maqasid Al-Syari’ah Al-Islamiyyah. Tunisia: Dar Sukhun Li Al Nashr Wa Al Tawzi’, 2007.

Puji Retno Hardiningtyas. “Resistensi Perempuan Papua Di Lingkungannya Dalam Roman Isinga Karya Dorothea Rosa Herliany.” Aksara 28, no. 2 (2017). https://doi.org/10.29255/aksara.v28i2.127.143-153.

Qaḥṭān ʻAbd al-Raḥmān Dūrī. Ṣafwat Al-Aḥkām Min Nayl Al-Awṭār Wa Subul Al-Salām. Amman: Dar al-Furqan, 1999.

Saskia Sassen. Expulsions: Brutality and Complexity in the Global Economy. Harvard University Press, 2014. https://doi.org/10.2307/j.ctt6wpqz2.

Siti Aesijah. “Latar Belakang Penciptaan Seni: Background of Creative Art.” Jurnal Al Manahij 1, no. 2 (2000). https://doi.org/10.15294/harmonia.v1i2.845.

Sylvana Maria Apituley. Peran Representasi Dalam Fungsi Legislasi : Studi Pembentukan Undang-Undang No. 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral Dan Batubara Perpustakaan Komnas Perempuan. Jakarta: Demos (Lembaga Kajian Demokrasi dan Hak Asasi), 2011.

Sylvianti Angraini, Nurhayati, Indah Lukitasari, Wahyu Bodromurti, and Dian Surida. “Profil Perempuan Indonesia 2021.” Jakarta: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), 2020.

Thalhah and Achmad Mufid A.R. Fiqih Ekologi: Menjaga Bumi Memahami Makna Kitab Suci. Total Media, 2008.

Usamah Kamil Abu Shaqra. Dalil Al-Mawdu‘at Fi Al-‘Ayat Al-Qur’an Al-Karim. Beirut: Mu’assasah al-Rayyan, 2001.

Vandhana Shiva and M. Mies. Ecofeminisme: Perspektif Gerakan Perempuan Dan Lingkungan.Terjemahan Kelik Ismunanti Dan Lilik. Yogyakarta: IRE Press, 2010.

Yusuf Al-Qardhawi. Al-Siyāsah Al-Shar’iyyah Fi Dhaw’ Nusus Al-Shariah Wa Maqasidiha. Kairo: Maktabah Wahbah, 1998.

Downloads

Published

2023-05-30

Issue

Section

Articles
Abstract Viewed = 207 times | pdf downloaded = 188 times