Women's Ulama Movement in Building Moderation of Islam Indonesia

Authors

  • Ibi Satibi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Mahmudah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Endang Supriadi UIN Walisongo Semarang

DOI:

https://doi.org/10.14421/musawa.2023.2201.25-39

Keywords:

KUPI, Gender, Mubadalah, Ma’had Aly, College

Abstract

 

Pergerakan ulama perempuan di Indonesia dalam lintasan sejarahnya menunjukkan dinamika dan karakteristik yang dipengaruhi oleh kondisi sosial dan politik. Tulisan ini mendeskripsikan implementasi dan kontribusi Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) yang diselenggarakan pada tanggal 25-27 April 2017 di Pondok Pesantren Kebon Jambu Babakan Ciwaringin Cirebon terhadap moderasi Islam dalam perspektif keadilan gender di Indonesia. Paper ini menjelaskan, pertama, KUPI memiliki agenda untuk memperkuat landasan keilmuan Islam dan ummat Islam dalam mengembangkan pemberdayaannya untuk mewujudkan kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang sejahtera dan damai. Kedua, postulat pemikiran moderasi Islam dari perspektif gender di Indonesia. Ketiga, kontribusi teoritis-konseptual berupa lahirnya dan penguatan sudut pandang da'i yang digunakan untuk membaca makna teks-teks Islam. Selain itu, bantuan praktis penting lainnya adalah KUPI dapat mengantarkan pendirian  lembaga pendidikan Islam, Ma'had Aly Kebon Jambu sebagai pusat studi yang memperhatikan Islam dan perempuan.

[The movement of female Ulama in Indonesia in its historical trajectory shows the dynamics and characteristics influenced by social and political conditions. The study describes the implementation and contribution of the Indonesian Women's Ulama Congress (KUPI) held on 25-27 April 2017 at Kebon Jambu Islamic Boarding School in Babakan Ciwaringin Cirebon against Islamic moderation in the perspective of gender justice in Indonesia. The paper talks the capability of  KUPI with the plan to strengthen the scientific basis of Islam and the Muslim women's community in developing its empowerment to realize family life, community, nation, and prosperous and peaceful state. Second, postulates of Islamic moderation thinking from a gender perspective in Indonesia. Third, the theoretical-conceptual contribution in the form of the birth and strengthening of the standpoint of preachers used to read the meaning of Islamic texts. Besides, another essential practical assistance is that KUPI can deliver the advent of Islamic educational institutions, Ma'had Aly Kebon Jambu as a center of study that pays attention to Islam and women.]

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Endang Supriadi, UIN Walisongo Semarang

Sosiologi

References

A. D. Eridani, Mawardi A. R., A. D. Kusumaningtyas, dan Maman Abdurahman. Merintis Keulamaan Untuk Kemanusiaan: Profil Kader Ulama Perempuan Rahima. Cetakan 1. Jakarta Selatan: Rahima, 2014.

Amrin Ma’ruf, Wilodati Wilodati, dan Tutin Aryanti. “Kongres Ulama Perempuan Indonesia dalam Wacana Merebut Tafsir Gender Pasca Reformasi: sebuah Tinjauan Genealogi.” Musãwa: Journal of Gender Studies and Islam 20, no. 2 (2021). doi:10.14421/musawa.2021.202.127-146.

Aysha Agbarya dan Nicholas John. “Online Tie and Content Management and Changing Religious Identity Among Muslim Arab Women in Israel.” Information, Communication & Society 26, no. 2 (25 Januari 2023). doi:10.1080/1369118X.2021.1942956.

Azyumardi Azra. “Biografi Sosial-Intelektual Ulama Perempuan: Pemberdayaan Historiografi.” Dalam Ulama Perempuan Indonesia, disunting oleh Jajat Burhanuddin. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama bekerja sama dengan PPIM IAIN Jakarta, 2002.

———. Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII & XVIII: Akar Pembaruan Islam Indonesia. Jakarta: Kencana, 2004.

Biro Humas Kemenag. “Lagi, Kemenag Terbitkan SK 14 Ma’had Aly.” https://kemenag.go.id/nasional/lagi-kemenag-terbitkan-sk-14-mahad-aly-elev57, Agustus 2017.

Deliar Noer. The Modernist Muslim Movement in Indonesia 1900–1942. Kuala Lumpur: Oxford University Press, 1973.

Eva F. Nisa. “Muslim Women in Contemporary Indonesia: Online Conflicting Narratives behind the Women Ulama Congress.” Asian Studies Review 43, no. 3 (3 Juli 2019). doi:10.1080/10357823.2019.1632796.

Faqihuddin Abdul Kodir. Qirā’ah Mubādalah (Tafsir Progresif untuk Keadilan Gender dalam Islam). Cetakan IV. Banguntapan, Yogyakarta: IRCiSoD, 2021.

Faried F Saenong. “Nahdlatul Ulama (NU): A Grassroots Movement Advocating Moderate Islam.” Dalam Handbook of Islamic Sects and Movements. Brill, 2021. doi:10.1163/9789004435544.

Gayatri Chakravorty Spivak. Can the Subaltern Speak?: Reflections on the History of an Idea. Disunting oleh Rosalind C. Morris. New York: Columbia University Press, 2010.

Gina Sonia. “Opportunities and Challenges of Muslim Women in Facing the Era of Globalization.” Dalam Islamic Perspective Day Seminar on the Existence of Women and Their Socialization in the Globalization Era. Bandung: Universitas Islam Bandung, 1996.

Gustav Brown dan Amelia Fauzia. “Civil Islam Revisited.” Asian Studies Review 43, no. 3 (3 Juli 2019). doi:10.1080/10357823.2019.1626534.

Humairah Zainal. “Intersectional Cosmopolitanism: Muslim Women’s Engagement With Polygamy on Malaysian and Indonesian Screens.” Culture and Religion 20, no. 2 (3 April 2019). doi:10.1080/14755610.2019.1619602.

Husein Muhammad. “Perempuan Ulama diatas Panggung Sejarah.” Dalam Diskursus Keulamaan Perempuan Indonesia: Kumpulan Tulisan Terkait Materi Kongres Ulama Perempuan Indonesia, Cetakan pertama. Cirebon: Kongres Ulama Perempuan Indonesia, 2017.

Inayah Rohmaniyah, Samia Kotele, dan Rr. Siti Kurnia Widiastuti. “Reclaiming an Authority: Women’s Ulama Congress Network (KUPI) and a New Trend of Religious Discourse in Indonesia.” Academic Journal of Interdisciplinary Studies 11, no. 3 (5 Mei 2022). doi:10.36941/ajis-2022-0068.

Kurniawati Hastuti Dewi. “Piety and Sexuality in a Public Sphere: Experiences of Javanese Muslim Women’s Political Leadership.” Asian Journal of Women’s Studies 23, no. 3 (3 Juli 2017). doi:10.1080/12259276.2017.1352250.

Kusmana Kusmana. “The Qur’an, Woman and Nationalism In Indonesia: Ulama Perempuan’s Moral Movement.” Al-Jami’ah: Journal of Islamic Studies 57, no. 1 (29 Juni 2019). doi:10.14421/ajis.2019.571.83-116.

Marzuki Wahid. “9 Pesan Gus Mus untuk Ma’had Aly.” NU Online Jawa Barat, 26 Juli 2017. https://ltnnujabar.or.id/9-pesan-gus-mus-untuk-mahad-aly/.

Muhammad Ilman Nafi’an. “Universitas Ala Pesantren, Cetak Ulama Wanita.” https://www.dream.co.id/orbit/perguruan-tinggi-ala-pesantren-cetak-calon-ulama-wanita-171122j.html, 22 November 2017.

Nadirsyah Hosen. “Sayyidah Nafisah, Ulama Perempuan Guru Imam Syafi’i.” https://islam.nu.or.id/hikmah/sayyidah-nafisah-ulama-perempuan-guru-imam-syafii-BY40Y, 17 Juni 2018.

Nasaruddin Umar. Argumen Kesetaraan Gender: Perspektif Al Quran. Cet. 1. Jakarta: Paramadina, 2001.

Satori, Rosidin, dan Isma’il Hasani. “Kata Pengantar.” Dalam Liputan Media KUPI. Cirebon: Fahmina, 2017.

Tim Humas Kemenag. “Santri Menulis Buku.” Diakses 13 Juni 2023. https://bali.kemenag.go.id/jembrana/berita/20517/santri-menulis-buku.

Tim Media KUPI. “Strategi Dakwah Ulama Perempuan dalam Meneguhkan Nilai-Nilai Keislaman, Kebangsaan, dan Kemanusiaan.” https://kupi.or.id/strategi-dakwah-ulama-perempuan-dalam-meneguhkan-nilai-nilai-keislaman-kebangsaan-dan-kemanusiaan/, 10 November 2017.

Umma Farida dan Abdurrohman Kasdi. “The 2017 KUPI Congress and Indonesian Female ‘Ulama.’” Journal Of Indonesian Islam 12, no. 2 (1 Desember 2018). doi:10.15642/JIIS.2018.12.2.135-158.

Downloads

Published

2023-06-16

Issue

Section

Articles
Abstract Viewed = 195 times | pdf downloaded = 171 times