Discussions On Gender Equality In The Suara ‘Aisyiyah Magazine During The Pre-Independence Period
DOI:
https://doi.org/10.14421/musawa.2025.242.41-62Keywords:
Suara ‘Aisyiyah, Wacana, Kesetaraan, Pra-KemerdekaanAbstract
Wacana kesetaraan gender sesungguhnya bukan hal yang baru dalam produksi pengetahuan di Indonesia. Meski belum terumuskan secara sistematis dan komprehensif, Suara ‘Aisyiyah, majalah organisasi ‘Aisyiyah, sudah memulai gerakan ini sejak sebelum kemerdekaan, seiring dengan visi dan tujuan mengapa organisasi ini hadir di masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk menelisik lebih jauh bagaimana wacana kesetaraan gender disuarakan oleh Aisyiyah melalui lensa organisasi, Suara ‘Aiyiyah utamanya pada periode pra-kemerdekaan (1926-1945) untuk melihat bagaimana perempuan (Muslim) mendefinisikan dan memperjuangkan dirinya di tengah realitas zaman yang sangat patriarki dan cengkeraman kolonialisme. Dengan menggunakan analisis teks dan pendekatan historiografi, penelitian ini menemukan bahwa setidaknya ada 3 (tiga) kategori wacana yang dikembangkan oleh Suara ‘Aisyiyah pada masa itu, yakni wacana pencarian identitas yang terkait dengan bagaimana perempuan muslim mendefinisikan status dan makna kemajuan, mendorong kesamaan hak perempuan dengan laki-laki dalam menuntut ilmu dan beramal saleh, serta menegaskan ruang gerak perempuan yakni menempatkan rumah tangga dan masyarakat sebagai medan perjuangan. Dengan wacana kesetaraan ini, Suara ‘Aisyiyah secara konsisten terus berproses dan bertumbuh hingga saat ini yang sekaligus juga merefleksikan bagaimana warga ‘Aisyiyah, memaknai kesetaran dan kemajuan tanpa harus meninggalkan ajaran agama dan nilai luhur bangsa Indonesia.
Kata Kunci: Suara ‘Aisyiyah, Wacana, Kesetaraan, Pra kemerdekaan
[The discussion of gender equality is not a new idea in knowledge production in Indonesia. Although not systematically and comprehensively formulated, the Suara ‘Aisyiyah, a magazine organization of ‘Aisyiyah has already started this movement even before independence, along with the reason, vision and purpose for which this organization was established. The purpose of this article is to further investigate how ‘Aisyiyah expressed gender equality discourse through the ‘lens’ of the organization, Suara ‘Aisyiyah, particularly in the pre-independence period (1926-1945) to see how women (Muslims) defined and fought for themselves amid the reality of a patriarchal era and the grip of colonialism. Using textual analysis and a historiographical approach, this study found that the discourse developed by Suara ‘Aisyiyah during that period had at least three categories: searching for identity related to how Muslim women’s status was perceived and defines the meaning of progress, promoting gender equality in the study and righteous deeds, and affirming women's place in the home and society as sites of struggle. This discourse of equality has allowed Suara ‘Aisyiyah to consistently develop and grow to this day. At the same time, these reflect how ‘Aisyiyah members interpret equality and progress without departing from the religious teachings and noble values of the Indonesian nation.
Keywords: Suara ‘Aisyiyah, Discourse, Equality, Pre-independence]
References
Amini, Mutiah. “Aisyiyah and The Problem of Women’s Social Movement in Indonesia: A Historical Perspective.” Journal of Aisyiyah Studies 1, no. 1 (30 Juni 2021).
Bariqi, Sirajuddin. “Mengeja Perjalanan Majalah Suara ’Aisyiyah: Dulu, Kini, dan Nanti.” Suara ’Aisyiyah, Oktober 2021.
Basri, Muhammad Ridha. “Kerudung Aisyiyah sebagai Ekspresi Baru Pembebasan Perempuan.” Media Indonesia, 28 Desember 2022.
Blackburn, Susan. Kongres Perempuan Pertama: Tinjauan Ulang. Disunting oleh Monique Soesman. Diterjemahkan oleh Koesalah Soebagyo Toer. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia & KITLV-Jakarta, 2007.
———. Women and the State in Modern Indonesia. Cambridge: Cambridge University Press, 2004.
Darban, A. Adaby, ed. ’Aisyiyah dan Sejarah Pergerakan Perempuan Indonesia: Sebuah Tinjauan Awal. Yogyakarta: Jurusan Sejarah FIB UGM, 2010.
Dewi, Kurniawati Hastuti. “Javanese Women and Islam: Identity Formation since the Twentieth Century.” Southeast Asian Studies 1, no. 1 (April 2012).
Dzuhayatin, Siti Ruhaini. Rezim Gender Muhammadiyah: Kontestasi Gender, Identitas, dan Eksistensi. Yogyakarta: Suka Press, 2015.
Fachrurozi, Miftahul Habib. “Politik Etis dan Bangkitnya Kesadaran Baru Pers Bumiputra.” Bihari: Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sejarah 2, no. 1 (2019).
Florida, Nancy K. Jawa-Islam di Masa Kolonial: Suluk, Santri, dan Pujangga Jawa. Diterjemahkan oleh Irfan Afifi dan Nancy K. Florida. Yogyakarta: Buku Langgar, 2020.
Fuad, Muhammad. “Islam, Modernity and Muhammadiyah’s Educational Programme.” Inter-Asia Cultural Studies 5, no. 3 (Desember 2004).
Gole, Nilufer. Islam and Secularity: The Future of Europe’s Public Sphere. Durham and London: Duke University Press, 2015.
Hajar NS. “Riwayat Suara ’Aisyiyah: Jejak Langkah 95 Tahun.” Suara ’Aisyiyah, Oktober 2021.
Mahayana, Maman S. “Majalah Wanita Awal Abad ke-20: Corong Ide Emansipasi.” Wacana 5, no. 1 (April 2003): 48–69.
Mu’arif. Covering Muhammadiyah. Yogyakarta: IRCiSoD, 2020.
Mu’arif, and Hajar Nur Setyowati. Covering Aisyiyah. Yogyakarta: IRCiSoD, 2020.
Prabowo, Muhammad Ichsan Budi. “Wacana Perempuan dalam Rasionalisasi Agama pada Majalah Suara ’Aisyiyah 1930-1970.” Tesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2021.
Ricklefs, M. C. Sejarah Indonesia Modern 1200-2004. Diterjemahkan oleh Satrio Wahono, Bakar Bilfagih, Hasan Huda, Miftah Helmi, Joko Sutrisno, dan Has Manadi. Cetakan III. Jakarta: Serambi, 2007.
Shiraishi, Takashi. Zaman Bergerak: Radikalisme Rakyat di Jawa 1912-1926. Diterjemahkan oleh Hilmar Farid. Tangerang Selatan: Marjin Kiri, 2023.
Sofia, Adib. “7 Jenis Jihad Literasi Suara ’Aisyiyah.” Suara ’Aisyiyah, Oktober 2021.
———. “Konsep Awal Pemberdayaan Masyarakat Oleh 'Aisyiyah" Kajian Media terhadap Suara ’Aisyiyah Edisi Pra-Kemerdekaan.” Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-Ilmu Agama 21, no. 1 (2021).
Sunarti, Sastri. Kajian Lintas Media: Kelisanan dan Keberaksaraan dalam Surat Kabar Terbitan Awal di Minangkabau (1859-1940-an). Jakarta: Gramedia, 2013.
Syamsiyatun, Siti. Pergolakan Putri Islam: Perkembangan Wacana Gender dalam Nasyiatul ’Aisyiyah 1965-2005. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2016.
———. “Rowing Between the Currents: ‘Aisyiyah Strategies for Middle Path Feminism.” Musãwa Jurnal Studi Gender Dan Islam 22, no. 1 (11 Juli 2023).
Wasool, Siti Wasilah, dan Siti Hajinah Mawardi. 15 Tahoenan Soeara ’Aisjijah. Yogyakarta: Hoofbestuur Muhammadiyah Madjlis ‘Aisyiyah, 1940.
Zara, Muhammad Yuanda. “Soeara ’Aisjijah, Hindia Belanda, dan Dunia pada Paruh Pertama Abad Ke-20.” Suara ’Aisyiyah, Oktober 2021.
The Pre-Independence Issue of Suara ‘Aisyiyah Magazine
Soeara ‘Aisjijah. No. 4, 1927
Soeara ‘Aisjijah. No. 12, December 1932
Soeara ‘Aisjijah. No. 1, January 1939
Soeara ‘Aisjijah. No. 2, February 1939
Soeara ‘Aisjijah. No. 5, May 1939
Soeara ‘Aisjijah. No. 6, June 1939
Soeara ‘Aisjijah. No. 7-9, July-September 1939
Soeara ‘Aisjijah. No. 10, October 1939
Soeara ‘Aisjijah. No. 12, December 1939
Soeara ‘Aisjijah. No. 1, January 1940
Soeara ‘Aisjijah. No. 1, January 1940
Soeara ‘Aisjijah. No. 2, February 1940
Soeara ‘Aisjijah. No. 3, March 1940
Soeara ‘Aisjijah. No. 4, April 1940
Soeara ‘Aisjijah. No. 7, July 1940
Soeara ‘Aisjijah. No. 12, December 1940
Soeara ‘Aisjijah. No. 11, November 1941
Soeara ‘Aisjijah. No. 1, January 1942
Internet Sources
Bariqi, Sirajuddin. “Mengenal Taman Nasjiah: Majalah Khusus Anak yang Lahir dari Rahim Suara ‘Aisyiyah.” Rahma.id (blog), 27 Oktober 2023. https://rahma.id/mengenal-taman-nasjiah-majalah-khusus-dari-rahim-suara-aisyiyah/.
Suara ’Aisyiyah. “Muktamar Ke-37 Yogyakarta, Muktamar Pertama Aisyiyah sebagai Organisasi Otonom Muhammadiyah.” Majalah Suara ’Aisyiyah, 12 Agustus 2022. https://suaraaisyiyah.id/muktamar-ke-37-yogyakarta-muktamar-pertama-aisyiyah-sebagai-organisasi-otonom-muhammadiyah/.
———. “Suara Aisyiyah Raih Rekor MURI Majalah Perempuan Tertua yang Berkesinambungan Terbit.” Majalah Suara ’Aisyiyah, 30 Oktober 2021. https://suaraaisyiyah.id/suara-aisyiyah-raih-rekor-muri-majalah-perempuan-tertua-yang-berkesinambungan-terbit/.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sirajuddin Bariqi, Mayda Dwi Hadiyanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).




