Undermining Women’s Liberation On Social Media: Dogmatic Control In Indonesia’s Anti-Domestic Violence Discourse

Authors

  • Mahbub Ghozali UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.14421/musawa.2026.251.28-43

Keywords:

anti-domestic violence, Indonesia’s content creator, Instagram, Religious Dogma

Abstract

Kesadaran terhadap narasi anti-kekerasan terhadap perempuan dalam ranah domestik telah mendorong meningkatnya aktivitas di media sosial yang bertujuan membangun wacana toleransi nol terhadap berbagai bentuk kekerasan. Namun, wacana yang dikonstruksi melalui media sosial sering kali dibentuk oleh narasi keagamaan yang dipengaruhi perspektif patriarkal sehingga secara tidak langsung menormalisasi kekerasan simbolik. Penelitian ini mengkaji bias patriarkal dalam unggahan media sosial yang mempromosikan wacana anti-kekerasan terhadap perempuan di ranah domestik. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kerangka analisis wacana media yang sistematis, Artikel ini menganalisis 23 unggahan Instagram yang dikumpulkan melalui penelusuran menggunakan tagar #KDRT dan #Islam. Temuan ini menunjukkan adanya afirmasi yang kuat terhadap gagasan keluarga yang harmonis dan bebas dari kekerasan, di mana unggahan yang dianalisis secara eksplisit mengecam kekerasan terhadap istri. Penolakan tersebut umumnya didasarkan pada argumentasi keagamaan, khususnya penafsiran terhadap QS. An-Nisā’ [4]:34. Meskipun demikian, penafsiran tersebut, walaupun secara prinsip menolak kekerasan, masih melegitimasi bentuk-bentuk disiplin fisik tertentu yang dianggap tidak melukai, seperti pukulan yang tidak menimbulkan rasa sakit, tidak meninggalkan bekas, dan tidak mengenai wajah. Penafsiran semacam ini pada akhirnya mereproduksi kekerasan simbolik dan psikologis dengan membingkai hukuman fisik terbatas sebagai sesuatu yang diperbolehkan secara agama. Narasi tersebut mencerminkan kuatnya hegemoni model penafsiran tradisional dan jarang menghadirkan alternatif penafsiran yang menegaskan pelarangan mutlak terhadap segala bentuk kekerasan terhadap perempuan. Meskipun beberapa unggahan mengutip hadis yang melarang atau mengecam pemukulan terhadap istri, struktur argumentasi yang dibangun masih cenderung mempertahankan asumsi-asumsi patriarkal dan memperkuat konstruksi stereotip mengenai feminitas.

Kata Kunci : anti-kekerasan dalam rumah tangga, konten kreator Indonesia, Instagram, dogma agama

[Awareness of anti-violence narratives against women in the domestic sphere has led to increased social media activity aimed at fostering a discourse of zero tolerance toward various forms of violence. However, the constructed by discourse often reflects religious narratives influenced by patriarchal perspectives, inadvertently normalizing symbolic violence. This study examines patriarchal biases in social media posts promoting anti-violence discourse against women in the domestic sphere. Using qualitative methods and a structured analysis of discourse formation in media, the study analyzes 23 Instagram posts collected through searches using the hashtags #KDRT (domestic violence) and #Islam. The findings reveal a strong community affirmation of harmonious, violence-free household life, with data explicitly rejecting violence against wives. This rejection often draws on religious principles, particularly interpretations of Quran 4:34. However, these interpretive narratives, while condemning violence, sometimes endorse permissible forms of non-painful beatings that avoid scarring or targeting the face, thereby perpetuating symbolic and psychological violence. Such narratives are shaped by the hegemony of traditional interpretive models, often without offering alternative arguments for an absolute prohibition of violence. Although some posts reference hadiths prohibiting beatings, their argumentative structure still permits narratives reinforcing stereotypical femininity.

Keyword: anti-domestic violence, Indonesia’s content creator, Instagram, Religious Dogma]

References

Al-Ṭabarī, Abū Ja’far Muḥammad bin Jarīr. Jāmi’ Al-Bayān ‘an Ta’Wīl Āyi Al-Qur’ān. Edited by ‘Abdullah bin ‘Abd al-Muḥsin Al-Turkī. Juz 24. Markaz al-Buḥūṡ wa al-Dirāsāt al-‘Arabiyyah wa al-Islāmiyyah, 2003.

Ali, Kecia. Sexual Ethics and Islam: Feminist Reflections on Quran, Hadith, and Jurisprudence. Oxford: Oneworld, 2006.

Arief, Hanafi. “Domestic Violence and Victim Rights in Indonesian Law Concerning the Elimination of Domestic Violence.” Journal of Legal, Ethical and Regulatory Issues 21, no. 4 (2018).

Berani syar’i tanpa selfie [@muslimah.salafy]. “Islam Mengajarkan Kelembutan Kepada Istri.” Instagram Photo, September 25, 2024. https://www.instagram.com/p/DAVCOreyOXI/.

Bimas Islam Kemenag RI [@bimasislam]. “Larangan KDRT Dalam Islam.” Instagram Photo, March 12, 2022. https://www.instagram.com/p/Ca_JezVv5fY/.

Cahyani, Tinuk Dwi, Muhamad Helmi Md. Said, and Muhamad Sayuti Hassan. “Analysis of the Communication Network Among Citizens on Twitter in Violence Victims in Indonesia.” Jurnal Komunikasi: Malaysian Journal of Communication 40, no. 2 (June 30, 2024): 23–42. https://doi.org/10.17576/JKMJC-2024-4002-02.

Campbell, Heidi A. “Introduction: The Rise of the Study of Digital Religion.” In Digital Religion: Understanding Religious Practice in New Media Worlds, edited by Heidi A. Campbell. New York: Routledge, 2013.

Daily Qur’an and Dakwah Sunnah [@thequran_path]. “Termasuk KDRT, Suami Memukul Wajah Istri.” Instagram Photo, December 12, 2023. https://www.instagram.com/p/C0wbhTxvZXn/.

Davis, Stefanie E. “Objectification, Sexualization, and Misrepresentation: Social Media and the College Experience.” Social Media + Society 4, no. 3 (July 13, 2018). https://doi.org/10.1177/2056305118786727.

Dijk, Teun A. van. “Critical Discourse Analysis.” In The Handbook of Discourse Analysis, edited by Deborah Schiffrin, Deborah Tannen, and Heidi E. Hamilton. Massachusetts: Blackwell Publisher, 2001.

———. “Discourse, Knowledge, Power and Politics: Towards Critical Epistemic Discourse Analysis_.” In Critical Discourse Studies in Context and Cognition, edited by Christopher Hart. Amsterdam: John Benjamins Publishing Company, 2011.

———. Ideology and Discourse: A Multidisciplinary Introduction. London: SAGE Publications, 1998.

Doorn‐Harder, Pieternella Van. “Controlling the Body: Muslim Feminists Debating Women’s Rights in Indonesia.” Religion Compass 2, no. 6 (November 24, 2008): 1021–43. https://doi.org/10.1111/j.1749-8171.2008.00105.x.

dr. Ferihana, M.S.I [@dr.ferihana]. “Memukul Istri.” Instagram Photo, October 3, 2022. https://www.instagram.com/p/CjPGT7ABA9W/?hl=id.

Fox, Vivian. “Historical Perspectives on Violence Against Women.” Journal of International Women’s Studies 4, no. 1 (November 1, 2002).

Glick, Peter, and Susan T. Fiske. “An Ambivalent Alliance: Hostile and Benevolent Sexism as Complementary Justifications for Gender Inequality.” American Psychologist 56, no. 2 (February 2001): 109–18. https://doi.org/10.1037/0003-066X.56.2.109.

Hall, Rebecca J. “Feminist Strategies to End Violence Against Women.” In The Oxford Handbook of Transnational Feminist Movements, edited by Rawwida Baksh and Wendy Harcourt. New York: Oxford University Press, 2015.

Hammad Rosyadi [@hammadrosyadi]. “Konflik & KDRT Dalam Pandangan Islam.” Instagram Photo, February 4, 2022. https://www.instagram.com/p/CZi5vozs2mn/?img_index=1.

Heather, Noel. Religious Language and Critical Discourse Analysis: Ideology and Identity in Christian Discourse Today. New York: Peter Lang, 2000.

Htun, Mala, and Francesca R. Jensenius. “Fighting Violence Against Women: Laws, Norms & Challenges Ahead.” Daedalus 149, no. 1 (January 2020): 144–59. https://doi.org/10.1162/daed_a_01779.

Ibnu Al Iskandar [@ibnu.al.iskandar]. “Wahai Suami, Jangan Sampai Terjadi KDRT!” Instagram Photo, August 15, 2023. https://www.instagram.com/p/Cv-BHxTvx4I/.

Ilmu Pernikahan dan Media Ta’aruf Syar’i [@nikahsyari]. “Cara Menegur Pasangan Yang Menyentuh Hati.” Instagram Photo, January 26, 2024. https://www.instagram.com/p/C2jJ2gyJrBN/?img_index=3.

Ittiba Projects [@ittiba.projects]. “Sebagian Suami Tidak Tahu, Kalau Memukul Istri Itu Haram.” Instagram Video, June 5, 2025. https://www.instagram.com/reel/DKg5W0cy-DH/.

Kaṡīr, Ibn. Tafsīr Al-Qur’ān Al-‘Ażīm. Vol. 3. Kairo: al-Farūq al-Ḥadīṡah li al-Ṭibā’ah, 2000.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan. Rencana Aksi Nasional Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan (RAN-PKTP). Jakarta: Komnas HAM, 2003.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). “Jumlah Korban Kekerasan Terhadap Perempuan.” siga.kemenppa.go.id, October 2, 2024. https://siga.kemenpppa.go.id/pencarian?topik=MTg2.

Kodir, Faqihuddin Abdul. Bergerak Menuju Keadilan: Pembelaan Nabi Terhadap Perempuan. Jakarta: Rahima, 2006.

———. La Tadhribu Ima Allah: Polemik Wewenang Suami Memukul Istri Dalam Teks Dan Tafsir Hadis. Cirebon: Institut Studi Islam Fahmina, 2010.

———. Qira’ah Mubadalah. Yogyakarta: IRCiSoD, 2019.

Kongres Ulama Perempuan Indonesia [@indonesia_kupi]. “Larangan Memukul Istri.” Instagram Photo, April 23, 2021. https://www.instagram.com/p/COAJLRjgmvA/?img_index=2.

Lakoff, Geoge. The Political Mind: A Cognitive Scientist’s Guide to Your Brain and Its Politics. New York: Penguin Books, 2009.

Mahanani, Prima Ayu Rizqy, Fatma Dian Pratiwi, Fartika Ifriqia, and Niken Puspita Sari. “Mastering Digital Media Literacy of Muslim Woman’s Activists in Preventing Online Gender-Based Violence.” Profetik: Jurnal Komunikasi 17, no. 1 (June 29, 2024): 72–87. https://doi.org/10.14421/pjk.v17i1.3097.

Maktabah Az Zaen [@maktabah_azzaen]. “Hukum Suami Memukul Istri.” Instagram Photos, September 6, 2024. https://www.instagram.com/p/C_jdj6bTuX-/.

Mas’udah, Siti. “Resistance of Women Victims of Domestic Violence in Dual-Career Family: A Case from Indonesian Society.” Journal of Family Studies 28, no. 4 (October 2, 2022): 1580–97. https://doi.org/10.1080/13229400.2020.1852952.

Mayasari, Lutfiana Dwi. “Menyoal Makna Nusyuz Yang Sering Disalahkan.” In Relasi Saling, Bukan Paling: Keadilan Gender Dalam Perspektif Mubadalah, edited by Zahra Amin. Jakarta: Mubadalah.id, 2023.

Media Dakwah Islam [@thesunnah_path]. “Bukan Laki-Laki Sejati!” Instagram Photo, August 20, 2023. https://www.instagram.com/p/CwK5K1GPCId/.

Mernissi, Fatima. The Veil and The Male Elite: A Feminist Interpretation of Women’s Rights in Islam. Translated by Mary Jo Lakeland. New York: Perseus Books Publishing, 1991.

Muhammad, Husein. Islam Agama Ramah Perempuan: Pembelaan Kiai Pesantren. Yogyakarta: LKiS, 2004.

Muhammad, Husein, Faqihuddin Abdul Kodir, Lies Marcoes-Natsir, and Marzuki Wahid. Dawrah Fiqh Concerning Women: Manual for A Course on Islam and Gender. Translated by Marlene Indro Nugroho-Heins. Cirebon: Fahmina Institute, 2007.

Mulia, Siti Musdah. Indahnya Islam Menyuarakan Kesetaraan Dan Keadilan Gender. Yogyakarta: Naufan Pustaka, 2014.

NU Online [@nuonline_id]. “Meneladani Rasulullah Yang Tak Pernah Lakukan KDRT.” Instagram Photo, August 15, 2024. https://www.instagram.com/p/C-rhTWYSeWq/.

Nur Hayati, Elli, Malin Eriksson, Mohammad Hakimi, Ulf Högberg, and Maria Emmelin. “‘Elastic Band Strategy’: Women’s Lived Experience of Coping with Domestic Violence in Rural Indonesia.” Global Health Action 6, no. 1 (December 2, 2013): 18894. https://doi.org/10.3402/gha.v6i0.18894.

Nurhayati, Sri Suci, and Filosa Gita Sukmono. “Gender Advocacy, Social Media Campaign to Against Sexual Violence.” In 24th International Conference on Human-Computer Interaction, 76–82. Cham: Springer, 2022. https://doi.org/10.1007/978-3-031-19682-9_11.

Official Wlingi Mengaji [@wlingimengajiofficial]. “Wahai, Suami! Berbuat Baiklah Kepada Suami.” Instagram Photo, September 9, 2024. https://www.instagram.com/p/C_su5M5yd6L/.

Pimpinan Pusat ’Aisyiyah [@aisyiyahpusat]. “Yang Paling Baik Kepada Keluarganya.” Instagram Photo, November 18, 2024. https://www.instagram.com/p/DCfek6lTAwn/.

Prabawati, Dewi, Lina Anggraeni, Regina Novita, and Ni Nyoman Artina. “Program on Violence against Women and Children for DKI Jakarta Residents.” Kaibon Abhinaya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 4, no. 2 (July 2, 2022): 214–20. https://doi.org/10.30656/ka.v4i2.3354.

Quranic Creative Media [@quranreview]. “KDRT Diposting?” Instagram Photo, August 14, 2024. https://www.instagram.com/quranreview/p/C-o4zaOhzKw/?img_index=1.

———. “Memukul Istri.” Instagram Photo, February 7, 2022. https://www.instagram.com/quranreview/p/CZrAYpGBZTD/?img_index=1.

———. “Tutorial Mukul Istri?” Instagram Photo, October 10, 2022. https://www.instagram.com/quranreview/p/CjhWmkCrEf4/?img_index=1.

Ratnasari, Eny, Suwandi Sumartias, and Rosnandar Romli. “Social Media, Digital Activism, and Online Gender-Based Violence in Indonesia.” Nyimak: Journal of Communication 5, no. 1 (March 14, 2021): 97–116. https://doi.org/10.31000/nyimak.v5i1.3218.

Saraswati, Rika. “Shame and Indonesian Women Victims of Domestic Violence in Making the Decision to Divorce.” Identities 27, no. 5 (September 2, 2020): 557–73. https://doi.org/10.1080/1070289X.2019.1600313.

Shofia Maghfiroh [@ummuzahrani]. “Maaf, Mau Tanya Ke Suami.” Instagram Photo, February 10, 2023. https://www.instagram.com/p/CoexlelygFr/?img_index=1.

Subhan, Zaitunah. Al-Qur’an Dan Perempuan: Menuju Kesetaraan Gender Dalam Penafsiran. Jakarta: Prenada Media Group, 2015.

———. Tafsir Kebencian: Studi Bias Gender Dalam Tafsir Al-Qur’an. Yogyakarta: LKiS, 1999.

Zakiyah Munir, Lily. “Domestic Violence in Indonesia.” Muslim World Journal of Human Rights 2, no. 1 (January 2, 2005): 1–37. https://doi.org/10.2202/1554-4419.1031.

Ziniakova, Tatsiana. “Gender-Based Violence in International Human Rights Law: Evolution Towards a Binding Post-Binary Framework.” William & Mary Journal of Race, Gender, and Social Justice 27, no. 3 (June 25, 2021): 709–64.

Downloads

Published

2026-03-15