https://ejournal.uin-suka.ac.id/saintek/IJMC/issue/feed INDONESIAN JOURNAL OF MATERIALS CHEMISTRY 2020-07-20T12:37:39+07:00 Didik Krisdiyanto didik_kris@yahoo.com Open Journal Systems <p><strong>Indonesian Journal of Material Chemistry</strong> is a publisher that focuses on theoretical and experimental studies reporting on new understandings, applications, properties and synthesis of materials. This journal expects to be a journal with a strong history of publishing quality reports in an interdisciplinary community and providing efficient and continuous service through peer review and publication. This journal generally discusses the applications of materials in sustainable energy, biology, medicine, optical, magnetic and electronic equipment.</p> https://ejournal.uin-suka.ac.id/saintek/IJMC/article/view/2041 PENGARUH VARIASI TEMPERATUR KALSINASI ZEOLIT ALAM TERHADAP KEMAMPUAN ADSORPSI LIMBAH FENOL 2020-07-20T12:36:45+07:00 Lailiy Tazkiyatul Afidah qaishara19954627@gmail.com Khamidinal Khamidinal qaishara19954627@gmail.com <strong>Abstrak</strong>. Aktivasi zeolite alam dengan kalsinasi berbagai temperature telah dilakukan. Zeolite alam dimanfaatkan sebagai absorben penurunan limbah fenol. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik zeolit alam variasi temperatur kalsinasi, temperatur kalsinasi zeolit alam terhadap kemampuan optimum adsorpsi limbah fenol, model isoterm adsorpsi dan kinetika adsorpsi limbah fenol pada zeolit alam terkalsinasi, dan karakteristik zeolit alam setelah proses adsorpsi limbah fenol Zeolit alam dipreparsi, diaktivasi dengan kalsinasi variasi temperatur, dan diaplikasi sebagai adsorben limbah fenol. Variasi temperatur kalsinasi digunakan adalah 400<sup>o</sup>C, 450<sup>o</sup>C, dan 500<sup>o</sup>C. Karakterisasi menggunakan FTIR dan XRD pada zeolit alam sebelum kalsinasi, zeolit alam kalsinasi, dan zeolit alam setelah adsoprsi. Model isoterm adsorpsi ditentukan dengan menggunakan metode regresi linear terhadap persamaan isoterm Langmuir dan Freundlich dan kinetika adsorpsi didasrkan pada kinetika orde nol, orde satu, orde dua, dan orde tiga. Berdasarkan hasil karakterisasi XRD zeolite alam sebelum kalsinasi, 2θ merefleksikan intensitas tajam pada daerah 2θ = 9,82°; 13,46°; 19,69°; 22,35°; 23,15°; 25,68°; 36,34°; dan 27,74° menunjukkan karakteristik zeolit alam modernit. Spektra FTIR zeolit alam sebelum kalsinasi diamati pada bilangan gelombang 300 sapai 4000 cm-1 menunjukkan rentangan simetri O-Al-O atau O-Si-O pada internal tetrahedral yang ditandai munculnya puncak pada bilangan gelombang 650-720 cm-1. Hasil karakterisasi XRD zeolit alam terkalsinasi tidak mengalami perubahan dengan puncak refleksi sebelum kalsinasi. Spectra IR zeolite alam terkalsinasi menunjukkan pergeseran ke bilangan gelombang karena proses dealuminasi. Peningkatan temperatur kalsinasi zeolit alam meningkatkan kemampuan adsorpsi zeolit alam dengan kemampuan adsorpsi tertinggi zeolit alam terjadi pada temperatur kalsinasi 450 ˚C dan konsentrasi awal fenol 6 ppm. Adsorpsi zeolit alam terhadap fenol mengikuti model isoterm Langmuir dan mengikuti kinetika reaksi orde satu, serta tidak merubah struktur zeolit alam. Proses adsorpsi yang terjadi secara fisik antara zeolit alam dan limbah fenol. 2020-07-20T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2020 Indonesian Journal of Materials Chemistry https://ejournal.uin-suka.ac.id/saintek/IJMC/article/view/2042 SINTESIS DAN KARAKTERISASI KOMPOSIT EDIBLE FILM BERBAHAN DASAR GELATIN IKAN CUCUT DAN MONTMORILLONIT 2020-07-20T12:36:57+07:00 Juwayriyah Juwayriyah ririnjuwayriyah@gmail.com Irwan Nugraha ririnjuwayriyah@gmail.com <strong>Abstrak</strong>. Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik gelatin ikan cucut yang dihasilkan dengan metode ekstraksi asam (HCl), mengetahui pengaruh dari penambahan montmorillonit dengan berbagai variasi konsentrasi terhadap sifat mekanik diantaranya kuat tarik, <em>young’s modulus</em>, persen pemanjangan dan mengetahui sifat kimia yaitu interaksi yang terjadi pada komposit polimer gelatin ikan cucut-montmorillonit. Hasil penelitian menunjukkan gelatin ikan cucut dihasilkan memiliki nilai rendemen 14,87%, kadar air 0,68%, kadar protein 84,7538% berbentuk kristal kuning putih dan tidak berbau. Gelatin ikan cucut digunakan sebagai bahan dasar pembuatan <em>edible film </em>dengan ditambahkan montmorillonit sebagai <em>filler </em>dengan bervariasi yaitu 0%; 1%; 2%; 3%; 4% dan 5% (b/b). Komposit <em>edible film </em>dengan konsentrasi penambahan 2 % menghasilkan sifat mekanik yang berupa kuat tarik sebesar 32,2051 Mpa dan <em>young’s modulus </em>sebesar 1634,7766 Mpa dan persen pemanjangan sebesar 1,9751. Pengaruh bertambahnya konsentrasi montmorillonit dalam <em>edible film </em>yang dihasilkan berdampak pada nilai WVTR yang semakin rendah. Sifat kimia berupa interaksi komposit gelatin-montmorillonit yang dihasilkan yaitu interkalasi dan eksfoliasi 2020-07-20T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2020 Indonesian Journal of Materials Chemistry https://ejournal.uin-suka.ac.id/saintek/IJMC/article/view/2032 MODIFIKASI ZEOLIT ALAM DENGAN ZIRCONIUM OXYDECHLORIDE PRODUK PSTA-BATAN DAN UJI KATALITIKNYA UNTUK SINTESIS SENYAWA TURUNAN GLISEROL 2020-07-20T12:37:05+07:00 Ida Farida farida1399@yahoo.co.id Didik Krisdiyanto farida1399@yahoo.co.id <strong>Abstrak</strong>. Penelitian mengenai modifikasi zeolit alam dengan <em>zirconium oxydechloride </em>produk PSTA-BATAN dan uji katalitiknya untuk sintesis senyawa turunan gliserol telah dilakukan dengan 4 tahap, yaitu aktivasi zeolit alam, impregnasi logam Zr kedalam zeolit alam aktif, aplikasi katalis ZA/Zr untuk sintesis senyawa turunan gliserol menggunakan asam asetat (tahap esterifikasi) dan reaksi asetilasi menggunakan anhidrida asam asetat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh impregnasi Zr pada katalis zeolit alam aktif dan uji katalitiknya untuk sintesis senyawa turunan gliserol yang meliputi pengaruh waktu terhadap konversi gliserol dan selektivitas senyawa turunan gliserol, serta pengaruh penambahan anhidrida asam asetat (tahap asetilasi) terhadap selektivitas <em>triacetin</em>. Katalis yang digunakan yaitu zeolit alam aktif terimpregnasi Zr dengan variasi 0%; 5%; dan 10% (b/b) dari zeolit. Hasil analisa menggunakan FT-IR dan XRD terhadap katalis menunjukkan bahwa katalis yang di sintesis berupa zeolit alam teraktivasi asam berjenis mordenit. Adanya logam Zr yang teremban kedalam katalis zeolit alam aktif ditunjukkan munculnya puncak difraksi pada 2θ = 22,09 dan 2θ = 35,55. Sedangkan hasil analisa terhadap produk esterifikasi menggunakan FTIR dan GC-MS menunjukkan adanya gugus ester serta adanya senyawa <em>diacetin </em>dan <em>triacetin </em>yang terbentuk. Konversi terbesar diberikan oleh katalis ZA/Zr-5 yaitu sebesar 46,41%. Adanya penambahan anhidrida asam asetat tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap selektivitas <em>triacetin</em>. 2020-07-20T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2020 Indonesian Journal of Materials Chemistry https://ejournal.uin-suka.ac.id/saintek/IJMC/article/view/2033 PERLAKUAN PRETREATMEN SECARA FISIK, KIMIA DAN BIOLOGI PADA PELEPAH POHON SALAK 2020-07-20T12:37:12+07:00 Devi Devi devidede550@gmail.com Muhammad Nur Cahyanto devidede550@gmail.com Titiek F. Djaafar devidede550@gmail.com <strong>Abstrak</strong>. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan fisik, kimia dan biologis pada proses pretreatmet pelepah salak; untuk mengetahui degradasi lignin, hemiselulosa dan selulosa. Perlakuan pretreatment pelepah pohon salak pada penelitian ini meliputi fisik,kimia dan biologi. Perlakuan fisik menggunakan steam explosion, perlakuan kimia menggunkan NaOH dan perlakuan biologis menggunkan Trichoderma reesei FNCC 6012. Perlakuan Pretreatment menggunkan Steam Explosion memiliki aras yaitu besarnya suhu mulai dari 120 0C, 140 0C, dan 1600C. Perlakuan menggunakan NaOH terdiri dari konsentrasi 2 %, 4%, dan 6%, sedangkan perlakuan menggunakan Trichoderma reesei berdasarkan waktu fermentasi selama 5 hari, 10 hari, 15 hari. Perlakuan pendahuluan tersebut berfungsi untuk mengurangi kadar lignin yang ada pada pelepah salak. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah kandungan lignin, hemiselulosa dan selulosa. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan menggunakan Steam Explosion dengan suhu 140 0C dan 160 0C mampu menurunkan kadar lignin sebesar 16.03% dan 15,90%. Perlakuan menggunakan Steam exploision suhu 160 0C dan Trcihoderma reesei 15 Hari mampu meningkatkan kadar Hemiselulosa sebesar 35, 84 % dan 36,21%. Perlakuan menggunakan Steam Explosion dengan suhu 160 0C memberikan pengaruh yang terbaik pada selulosa sebesar 51.09%. 2020-07-20T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2020 Indonesian Journal of Materials Chemistry https://ejournal.uin-suka.ac.id/saintek/IJMC/article/view/2034 Sintesis dan Karakterisasi ZnO:Zr Melalui Metode Sol-Gel dengan Variasi Pelarut serta Uji Kinerjanya untuk Dye Sensitized Solar Cell 2020-07-20T12:37:20+07:00 Afia Ana Fadila ifaazizahh@gmail.com Didik Krisdiyanto ifaazizahh@gmail.com <strong>Abstrak</strong>. Nanopartikel ZnO:Zr untuk semikonduktor DSSC telah disintesis melalui metode sol-gel dengan prekursor berupa Zn(CH3COO)2.2H2O dan ZrOCl2.8H2O. Doping Zr pada ZnO adalah sebesar 1%. Sintesis tersebut menggunakan pelarut berbeda, yaitu H2O, metanol, etanol dan isopropanol. Selanjutnya dilakukan studi terhadap struktur kristal berdasarkan karakterisasi menggunakan x-ray diffaction (XRD), energi celah pita (Eg) berdasarkan karakterisasi menggunakan spektrofotometer UV-Visibel dengan metode absorption spektrum fitting (ASF) dan morfologi ZnO:Zr dengan scanning electron microscopy (SEM) serta uji kinerja DSSC yang menggunakan ZnO:Zr hasil sintesis sebagai semikonduktor berdasarkan nilai tegangan yang dihasilkan. Berdasarkan analisis dengan XRD, difraktogram yang diperoleh sesuai dengan difraktogam standar ZnO heksagonal dengan pergeseran nilai 2θ menjadi lebih kecil sehingga nilai parameter kisi kristal heksagonal (a, c, dan L) material lebih besar dari parameter kisi kristal standar ZnO. Hal tersebut mengindikasikan terjadinya penyisipan Zr4+ yang jari-jari ioniknya lebih besar dari Zn2+ sehingga jarak antar atom dalam kisi kristal semakin besar tanpa mengubah struktur heksagonal ZnO. Nilai rata-rata parameter kisi kristal ZnO:Zr heksagonal yang berupa a, c dan L berturut-urut adalah 3,30 Å, 5,19 Å dan 10,04 Å. Berdasarkan data dari karakterisasi dengan spektrofotometer UV-Visibel yang diolah dengan metode ASF diketahui Eg ZnO:Zr yang dihasilkan dari penggunaan pelarut H2O, metanol, etanol dan isopropanol berturut-urut adalah 3,267 eV, 3,162 eV, 3,100 eV dan 3,176 eV. Eg tersebut mengkonfirmasi terjadinya penyisipan Zr4+ dalam kisi kristal karena nilainya lebih kecil dari Eg ZnO tanpa doping (3,34 eV). Citra SEM ZnO:Zr hasil sintesis menunjukkan bahwa penggunaan pelarut yang semakin tidak polar menghasilkan partikel dengan ukuran yang lebih kecil. Adapun urutan kinerja DSSC dari yang terbaik berdasarkan nilai tegangannya adalah DSSC yang menggunakan ZnO:Zr hasil sintesis dengan pelarut etanol (44,96 mV), air (42,41 mV), metanol (42,05 mV) dan isopropanol (35,89 mV). 2020-07-20T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2020 Indonesian Journal of Materials Chemistry https://ejournal.uin-suka.ac.id/saintek/IJMC/article/view/2035 PENGARUH WAKTU FERMENTASI DAN PENAMBAHAN KONSENTRASI INOKULUM (Acetobacter aceti) TERHADAP KUALITAS ASAM CUKA DARI BUAH KERSEN (Muntingia calabura L) 2020-07-20T12:37:30+07:00 Nurisa Rachmawati rachmawatinurisa@gmail.com Fatchul Anam Nurlaily rachmawatinurisa@gmail.com <strong>Abstrak</strong>. Asam cuka merupakan bahan tambahan pangan yang digunakan sebagai penyedap. Asam cuka dibuat melalui 2 tahap fermentasi yaitu proses fermentasi larutan yang mengandung gula menjadi etanol, dilanjutkan dengan proses oksidasi etanol menjadi asam asetat. Kersen mengandung karbohidrat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan asam cuka. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu fementasi dan penambahan konsentrasi inokulum Acetobacter aceti terhadap kadar asam cuka, kadar alkohol, kadar gula dan pH asam cuka dari buah kersen. Penelitian juga bertujuan untuk mengetahui perlakuan waktu fementasi dan penambahan konsentrasi inokulum Acetobacter aceti menghasilkan rendemen asam cuka terbanyak dan memenuhi SNI 01-3711-1995. Penelitian menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktorial yaitu waktu fermentasi 7,10, 13 hari dan penambahan konsentrasi Acetobacteri aceti 5%, 10%, 15%. Produk asam cuka dianalisis kadar asam cuka menggunakan metode titrasi asam basa. Kadar alkohol dan kadar gula diukur menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Sedangkan nilai pH diketahui dengan menggunakan indikator pH universal. Hasil penelitian menunjukan bahwa Perlakuan waktu fermentasi dan penambahan konsentrasi inokulum Acetobacter aceti dalam pembuatan asam cuka buah kersen berpengaruh terhadap kadar asam cuka, kadar alkohol dan kadar gula. Kondisi optimum yang menghasilkan rendemen asam cuka terbaik pada perlakuan waktu fermentasi 10 hari dan penambahan inokulum Acetobacter aceti sebanyak 15%. Kadar asam cuka yang dihasilkan sebesar 8,56 mg/100mL. Kadar asam cuka, kadar alkohol dan kadar gula asam cuka dari buah kersen yang dihasilkan pada perlakuan waktu fermentasi 13 hari dan penambahan konsentrasi inokulum 5%; waktu fermentasi 13 hari dan penambahan konsentrasi inokulum 10%; waktu fermentasi 13 hari dan penambahan konsentrasi inokulum 15% sesuai dengan SNI 01- 3711- 1995 2020-07-20T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2020 Indonesian Journal of Materials Chemistry