Analisis Penyebab Kegagalan Packer Machine pada Bag Transfer System dengan Menggunakan Metode Fault Tree Analysis (FTA), Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), dan Fishbone Analysis

Authors

  • A. Vandy Pramujaya Putra
  • Dwi Agustina Kurniawati

Abstract

Kemajuan industri padaera milenial sudah  sangat berkembang pesat. Industri yang  kompetitif akan melakukan strategi untuk meminimalisir resiko besar-besaran tiap sektor di internal perusahaan. Pelaku industri juga diharuskan untuk meningkatkan kualitas mulai dari bahan baku hingga produk yang sudah jadi. Selain itu juga untuk menunjang itu semua, para pakar industri juga tidak lupa meninjau mutu pada kinerja mesin produksi.. Beberapa metode yang digunakan untuk Pengendalian kualitas mesin tersebut diantaranya menggunkan metode Fault Tree Analysis (FTA), Failure Mode and effect Analysis (FMEA), dan Fishbone Analysis. Pada penelitian ini FTA digunakan untuk mencari potensi kegagalan dan komponen kritis, Sedangkan FMEA menganalisis penyebab kegagalan dengan mengkonversikan kedalam bentuk nilai severity, occcurance, dan detection, sehingga didapatkan nilai Risk Priority Number yang nantinya dijadikan permasalahan yang diprioritaskan untuk dikaji lebih lanjut dengan metode Fishbone yaitu dengan melibatkan 5 faktor yaitu machine, method, person, material, environtment. Objek pada penelitian ini adalah Packer Machine 641-PM1, 642-PM1, 643-PM1, 644-PM1 pada Bag Transfer System di PT Semen Bosowa Banyuwangi. Hasil penelitian yang diperoleh Piston saddle bag ( seal piston pneumatic Aus ) memiliki nilai sebesar 168, nilai tertinggi diantara komponen lain di 641-PM1. Bag jatuh miring pada belt conveyor memiliki nilai sebesar 189, nilai ini tertinggi diantara komponen kritis lainnya di 642-PM1. Baut loadcell kendor dan rotary sensor tidak beroperasi memiliki nilai RPN sama- sama tinggi yaitu sebesar 336. Nilai ini tertinggi diantara komponen kritis lainnya di 643-PM1. Conector transmitter memiliki nilai sebesar 216, nilai ini tertinggi diantara komponen kritis lainnya di 644-PM1. Dengan permasalahan yang didapat didapatkan saran yang paling terpenting adalah jika kebijakan perusahaan ingin segera menjalankan mesin 644-PM1 ini, segera meng-Approve purchase order yang dibuat dari procurement dan diminta oleh maintenance.

 

References

Stamatis, D.H. 1995.Failure Mode and Analysis: FMEA from Theory to Execution, Milwauke : ASQC Quality Press

Nasution, Muhammad Nur. 2001. Total Quality Management. Jakarta : Ghalia Indonesia

Juran, Joseph Moses. 1993. Total Quality Management. New York:D L Shah Trust

Vesely, W.E. 1981. Fault Tree Handbook. Washington D.C:U.S. Nuclear Regulatory Commision

Gaspersz, Vincent. 2012. All in one Management Tool Book. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama

Dwi Agustina Kurniawati dan Muhamad Lutfan Muzaki. 2017. Analisis Perawatan Mesin Dengan Pendekatan RCM dan MVSM UMKM ED Alumunium Yogyakarta . Jurnal Optimasi Sistem Industri ( Penelitian Teknik Industri ). Prodi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Yogyakarta (Review tanggal 29 Januari 2019)

Downloads

Published

2019-11-15

Issue

Section

Sistem Manufaktur dan Perencanaan & Kontrol Produksi