ANALISIS UTILITARIANISME TERHADAP DISPENSASI NIKAH PADA UNDANG-UNDANG PERKAWINAN NOMOR 1 TAHUN 1974

Authors

  • Muhammad Jazil Rifqi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

DOI:

https://doi.org/10.14421/ahwal.2017.10204

Keywords:

Rukun dan Syarat Pernikahan, Dispensasi Nikah, Utilitarianisme

Abstract

This study examine philosophically of foundation and requirements of marriage Act in Indonesia where one of them is 19year old for men and 16year old for women. However, when one of married people has not fulfilled the matter of age to marry, their parents have to submit marriage dispensation to the religious court so that their child is be able to continue his/her marriage that having been refused by KUA before. From this result of research, KUA Kotagede in 2015 has married three couples in which they have no standar age to marriage. Several decisions considering dispensation of marriage in religious court in 2015 have also indicated that majority of marriage childs who married under standart of age having been pregnant before they make agreement about marriage. Therefore, to analize dualism of law on the constitution of utilitarianism will be used which in briefly the conclusion of which suggests to make punishment that hoped reducing rate a marriage under established age.

[Tulisan ini menelaah secara filosofis pondasi dan persyaratan usia pernikahan yang mana untuk laki-laki berusia 19 tahun dan perempuan berusia 16 tahun. Oleh karena itu, jika calon pengantin tidak memenuhi syarat tersebut maka orang tua mereka harus mengajukan dispensasi ke KUA setempat. Berdasarkan pada kasus yang terjadi di KUA Kotagede tahun 2015, terdapat tiga pernikahan yang syarat umurnya kurang. Kebanyakan dari mereka adalah yang hamil lebih dulu. Maka dari itu, analisis dualisme hukum dalam aturan utilitarianisme dapat digunakan untuk menyimpulkan secara ringkas yang mana disarankan untuk memberikan hukuman agar mengurangi tingkat pernikahan dini.]

References

‘Auqāf (al), Wuzārat wa al-Shu’ūn al-Islāmāyah. Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah. Kuwait: Dar al-Salam, 1427 H.

Ali, Zainudin. Filsafat Hukum. Jakarta: Sinar Grafika Offset, 2009.

al-Jaziri, Abdurrahman. al-Fiqh ‘ala Mażāhib al-‘Arba’ah, Vol. 4. Beirut: Dar al-Ihya’ Al-Turb al-‘Arabi, 1969.

Bentham, Jeremy. An Introduction to the Principle of Morals and Legislation. t.t.: t.tp, t.th.

Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syari’ah Kanwil Kementerian Agama D.I . Yogyakarta, Panduan Menuju Keluarga Sakinah, ed. Nur Ahmad Ghozali dkk. Yogyakarta: t.tp. 2013.

http://putusan.mahkamahagung.go.co.id/pengadilan/pa-yogyakarta/direktori/perda ta- agama. 01 Juni 2016.

Huijbers, Theo. Filsafat Hukum. Yogayakarta: Kanisius, 1995.

Kompilasi Hukum Islam.

Lirboyo, Komunitas Kajian Ilmiah 2005, Formulasi Nalar Fiqh: Telaah Kaidah Fiqh Konseptual, Vol. 2. Surabaya: Khalista, 2006.

Magee, Bryan. The Story of Philosophy, terj. Marcus Widodo dan Hardono Hadi. Yogyakarta: Kanisius, 2012.

Minhaji, Akh. Sejarah Sosial dalam Studi Islam Teori, Metodologi, dan Implementasi, cet. ke-2. Yogyakarta, Sunan Kalijaga Press.

Muslehudin, Muhammad. Philosophy of Islamic Law And the Orientalists: A Comparative Study of Islamic Lecal System. Delhi: Maktabah Islami, 1985.

Nasution, Khoiruddin. Hukum Perkawinan I. Yogyakarta: Academia dan Tazzafa, 2004.

Prasetyo, Teguh dan Abdul Halim Barkatullah. Ilmu Hukum dan Filsafat Hukum Studi Pemikiran Ahli Hukum Sepanjang Zaman. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2011.

Prawirohamijoyo, Sutoyo dan Subiyono Citrowinoto. Pluralisme Dalam Perundang-Undangan Perkawinan di Indonesia (Surabaya: Universitas Airlangga Press, 1988.

Rahman (al) Abd Ibn ‘Abi Bakr al-Suyuṭī, al-Asybāh wa al-Nazā’ir, Vol 1, Beirut: Dar al-Kutb al-‘ilmiyah, 1403 H.

Rosyadi, Rahmat. Islam: Problema Sex Kehajamilan dan Melahirkan. Bandung: Angkasa, 1993.

Stumpf, Samuel Enoch dan James Fieser. Socrates To Sartre And Beyond: A History of Philosophy. New York: McGraw-Hill, 2008.

Suwondo, Nani. Kedudukan Wanita Indonesia Dalam Hukum dan Masyarakat. Jakarta: Ghlmia Indonesia, 1992.

Syaukānā (al), Muhammad Ibn’Ali Ibn Muhammad. ‘Irsyād al-Fuḥūl ila Taḥqīqi al-Ḥaqq min ‘Ilm al-Usūl, Vol. 2.Damaskus: Dār Kitab al-‘Arabī, 1999.

Tihami dan Sohari Sahrani, Fikih Munakahat: Kajian Fikih Nikah Lengkap, Cet. Ke-3. Jakarta: Rajawali Press, 2013.

Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Wahyudi, Yudian, Maqashid Syari’ah Dalam Pergumulan Politik: Berfilsafat Hukum Islam dari Harvard ke Sunan Kalijaga. Yogyakarta: Nawesea Press, 2014.

Wahyudi, Yudian. Al-Afgānī and Ahmad Khān On Imperialis: A Comparison From the Perspective of Islamic Lecal Philosophy. Yogyakarta: Nawesea Press, 2007.

Downloads

Published

2018-01-07

Issue

Section

Article

How to Cite

ANALISIS UTILITARIANISME TERHADAP DISPENSASI NIKAH PADA UNDANG-UNDANG PERKAWINAN NOMOR 1 TAHUN 1974. (2018). Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 10(2), 156-164. https://doi.org/10.14421/ahwal.2017.10204

Similar Articles

41-50 of 203

You may also start an advanced similarity search for this article.