<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink"
         article-type="review"
         dtd-version="1.1"
         specific-use="production"
         xml:lang="uk">
   <front>
      <journal-meta>
         <journal-id journal-id-type="publisher"> </journal-id>
         <issn> </issn>
         <publisher>
            <publisher-name> </publisher-name>
         </publisher>
      </journal-meta>
      <article-meta>
         <article-id pub-id-type="publisher-id"> </article-id>
         <article-id pub-id-type="other"/>
         <article-categories>
            <subj-group>
               <subject/>
            </subj-group>
         </article-categories>
         <title-group>
            <article-title/>
            <article-title xml:lang="uk-UA"> </article-title>
         </title-group>
         <contrib-group>
            <contrib contrib-type="author">
               <name name-style="western">
                  <surname> </surname>
                  <given-names> </given-names>
               </name>
               <xref ref-type="aff" rid="aff1"> </xref>
               <xref ref-type="fn" rid="conf1"/>
               <xref ref-type="corresp" rid="cor1"/>
            </contrib>
            <aff id="aff1">
               <institution content-type="dept"> </institution>
               <addr-line>
                  <named-content content-type="city"> </named-content>
               </addr-line>
               <country> </country>
            </aff>
         </contrib-group>
         <author-notes>
            <corresp id="cor1">
               <email> </email>
            </corresp>
         </author-notes>
         <pub-date date-type="pub" iso-8601-date="" publication-format="print">
            <day> </day>
            <month> </month>
            <year> </year>
         </pub-date>
         <volume/>
         <issue/>
         <elocation-id/>
         <permissions>
            <copyright-statement>© 2017,</copyright-statement>
            <copyright-year>2017</copyright-year>
            <copyright-holder> </copyright-holder>
            <license xlink:href="https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/">
               <license-p>This article is distributed under the terms of the <ext-link ext-link-type="uri"
                            xlink:href="http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/">Creative Commons Attribution License</ext-link>, which permits unrestricted use and redistribution provided that the original author and source are credited.</license-p>
            </license>
         </permissions>
         <abstract abstract-type="section"/>
         <trans-abstract xml:lang="uk"/>
         <kwd-group kwd-group-type="author-keywords">
            <title>Keywords</title>
            <kwd> </kwd>
            <kwd> </kwd>
            <kwd> </kwd>
            <kwd> </kwd>
         </kwd-group>
      </article-meta>
   </front>
   <body>
      <p>
         <bold>Utilization of Microsoft Power Point Media in </bold>Mahārah Istimā’</p>
      <p>
         <bold>(Arabic Learning Skill) Learning in the Digital Age</bold>
      </p>
      <p>
         <bold>Pemanfaatan Media Microsoft Power Point dalam Pembelajaran </bold>Mahārah Istimā’ <bold>(Kemahiran Mendengar) di Era Digital</bold>
      </p>
      <p>
         <bold>Wahyu Rahmadsyah Berutu</bold>1<bold>, Muhammad Jafar Shodiq</bold>2<bold>, Yuniar</bold>3</p>
      <p>Universitas Negeri Yogyakarta1, UIN Sunan Kalijaga2,</p>
      <p>UIN Raden Fatah Palembang3</p>
      <p>e-mail: wrahmadsyahb@gmail.com1, Jafarsh5@gmail.com2, yuniar_uin@radenfatah.ac.id3</p>
      <p>Abstract</p>
      <p>
         <italic>In the current digital era, an educator is required to be able to utilize various technological media as an alternative to support learning activities. The purpose of this article is to provide an overview and insight regarding the use of Microsoft Power Point in mahārah istimā' learning, both online and offline. This study used descriptive qualitative methods, while data collection utilized observation, documentation, and questionnaires. The data analysis stage in this study used the model of Miles and Huberman which consists of three paths, namely data reduction, data presentation, and drawing or conclusions. Based on the results, the PowerPoint is able to help educators create and deliver mahārah istimā' learning, and can facilitate students acquire and understand the lecture. Specifically, the advantages of learning mahārah istimā' using the PowerPoint are being able to combine images and audio, using the learner’s own voice, using Arabic audio such as al-Arabiyah Bayna Yadaik MP3, or using a native speaker’s illustrations with writing through the narakeet.com website, which is applied in this research. Materials that have been uploaded into the Power Point can be saved in PDF and MPEG-4 video formats, so students can study them independently. The contents of the learning materials, both images, and audio can also be changed as needed.</italic>
      </p>
      <p>Keywords: <italic>Arabic Language, Digital Age, Mahārah Istimā', Microsoft Power Point</italic>
      </p>
      <p>
         <bold>Abstrak</bold>
      </p>
      <p>Di era digital saat ini seorang pendidik dituntut untuk mampu memanfaatkan berbagai media teknologi sebagai alternatif untuk mendukung aktivitas pembelajaran. Tujuan dari artikel ini adalah untuk memberikan gambaran dan wawasan terkait pemanfaatan Microsoft Power Point dalam pembelajaran <italic>mahārah istimā’</italic>, baik secara daring maupun luring. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, sedangkan pengumpulan data menggunakan metode observasi, dokumentasi, dan kuisioner. Analisis data penelitian ini menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari tiga alur yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan atau kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, Media Power Point dapat membantu pendidik dalam membuat dan menyampaikan pembelajaran <italic>mahārah istimā</italic>’, serta memfasilitasi peserta didik menerima dan mengerti materi pembelajaran. Secara spesifik kelebihan pembelajaran <italic>mahārah istimā’ </italic>menggunakan Power Point adalah bisa memadukan antara gambar dan audio, baik menggunakan suara sendiri, audio bahasa Arab seperti <italic>al-Arabiyah Bayna Yadaik </italic>MP3, atau audio bahasa Arab dengan tulisan melalui website <italic>narakeet.com</italic>. Materi yang telah di<italic>uppload </italic>ke dalam Power Point bisa disimpan dalam format PDF dan video MPEG-4, sehingga peserta didik bisa mempelajarinya secara mandiri. Konten materi pembelajaran baik gambar maupun audio juga bisa diubah sesuai dengan kebutuhan.</p>
      <p>
         <bold>Kata kunci:</bold> Bahasa Arab, Era Digital, <italic>Mahārah Istimā’, </italic>Microsoft Power Point</p>
      <list list-type="ordered">
         <list-item>
            <p>
               <bold>Pendahuluan</bold>
            </p>
         </list-item>
      </list>
      <p>Digitalisasi telah membuka fase baru yang berkembang dengan sangat pesat di seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan.<fn>
            <p> Tri Pujiati, “Peningkatan Kualitas Guru Bahasa Arab Di Era Digital,” <italic>Arabiya Jurnal Pendidikan Bahasa Arab</italic> 9, no. 1 (2017): 149, http://dx.doi.org/10.21043/arabia.v9i1.2354.</p>
         </fn> Di era perkembangan digital saat ini, dunia pendidikan dituntut untuk mampu berevolusi dengan berbagai upaya kreatif dan inovatif untuk meningkatkan efektifitas kegiatan pembelajaran.<fn>
            <p> M Shohib, “Solusi Atau Masalah Di Era Revolusi Industri 4.0,” <italic>Hukum Dan Keadilan</italic> 1, no. 1 (2018): 87.</p>
         </fn> Salah satu permasalahan krusial dalam pendidikan di era perkembangan digital saat ini adalah bagaimana mewujudkan pendidik yang inovatif dan tanggap teknologi dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Terlebih bagi para pendidik mata pelajaran bahasa asing, salah satunya adalah bahasa Arab.</p>
      <p>Di era digital saat ini, mempertahan metode dan media konvensional akan menurunkan kualitas dan menahan perkembangan pembelajaran bahasa Arab.<fn>
            <p> Pujiati, “Peningkatan Kualitas Guru Bahasa Arab Di Era Digital.”</p>
         </fn> Ali Mudlofir mengatakan bahwasanya media memiliki kapasitas dan fungsi yang sangat mendasar untuk kelangsungan dan perkembangan pembelajaran.<fn>
            <p> Ali Mudlofir, <italic>Desain Pembelajaran Inovatif: Dari Teori Ke Praktik</italic> (Depok: Raja Grafindo Persada, 2020). </p>
         </fn> Telah banyak penelitian yang menunjukkan bahwa keterlamabatan menguasai informasi, maka akan terlambat pula dalam memperoleh kemajuan.<fn>
            <p> Haniah Haniah, “Pemanfaatan Teknologi Informasi Dalam Mengatasi Masalah Belajar Bahasa Arab,” <italic>Al-Ta’rib : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa Arab IAIN Palangka Raya</italic> 2, no. 1 (2014): 1, https://doi.org/10.23971/altarib.v2i1.588.</p>
         </fn> 
      </p>
      <p>Sebelum tahun 2021 dalam rangka menahan penyebaran virus Covid-19 Kemendikbud menetapkan kebijakan pembelajaran dilakukan secara daring, dengan meniadakan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka seperti sebelumnya. Seiring berkurangnya penyebaran Covid-19, pada tahun 2021 pemerintah mengeluarkan kebijakan baru terkait pemberlakuan pembelajaran tatap muka sesuai dengan prosdur yang telah ditetapkan.<fn>
            <p> M. Makhin, “Hybrid Learning: Model Pembelajaran Pada Masa Pandemi Di SD Negeri Bungurasih Waru Sidoarjo,” <italic>Mudir : Jurnal Manajemen Pendidikan</italic> 3, no. 2 (2021): 95–103, https://doi.org/10.55352/mudir.v3i2.312.</p>
         </fn> Melalui kemendikbud ada kemungkinan pada tahun ajaran 2021-2022 pemerintah akan menetapkan pembalajaran tatap muka secara maksimal dengan tetap menerapkan aturan protokol kesehatan. Aturan tersebut sebagai bentuk tindak lanjut evaluasi aturan pembelajaran jarak jauh selama pandemi dan sewaktu-waktu bisa berubah.<fn>
            <p> Oce Payung Limbong, Witarsa Tambunan, and Mesta Limbong, “Kesiapan Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Di Smk Negeri 2 Toraja Utara Pada Masa Pandemi,” <italic>Jurnal Manajemen Pendidikan</italic> 10, no. 1 (2021): 37–45, https://doi.org/10.33541/jmp.v10i1.3265.</p>
         </fn> Dari kondisi tersebut, baik pembelajaran secara daring maupun luring seorang pendidik dituntut untuk mampu memanfaatkan berbagai media teknologi sebagai alternatif pendukung keefektifan pembelajaran.</p>
      <p>Pembelajaran bahasa Arab saat ini maupun pada masa sebelumnya, memiliki banyak permasalahan yang senantiasa diselidiki dan dicari solusinya oleh para pemerhati bahasa Arab. Banyak orang menganggap bahwasanya bahasa Arab merupakan ilmu yang sulit dipelajari dikarenakan berbagai macam faktor.<fn>
            <p>	 M.C.W Sembiring, “Penggunaan Metode Role Playing Terhadap Kemahiran Bahasa Arab Siswa Kelas VII Mts Nurul Ikhwan Desa Dagang Krawan Kec. Tanjung Morawa Kab. Deli Serdang Muhammad Candra Wibowo Sembiring,” <italic>Jurnal Hukum Pendidikan Dan Kemasyarakatan</italic> 11, no. 1 (2021): 74.</p>
         </fn> Diantara faktor tersebut adalah bahwasanya pembelajaran bahasa Arab bukan hanya sekedar teori, melainkan ada empat keterampilan berbahasa yang hendak dikuasai yaitu <italic>mahārah istimā’</italic> (keterampilan mendengar), <italic>mahārah kalām</italic> (keterampilan berbicara), <italic>mahārah kitabah</italic> (keterampilan menulis), dan <italic>mahārah qirā’ah</italic> (keterampilan membaca).<fn>
            <p> Ibtisam Mahfudz, <italic>Al Maharat al Lughawiyah</italic> (Riyadh: Dar At-Tadhmuriyyah, 2018).</p>
         </fn> Keempat keterampian ini disebut <italic>al-Mahārah al-Lughawiyah</italic>.</p>
      <p>Keterampilan mendengar atau <italic>Mahārah Istimā’</italic> merupakan salah satu keterampilan dalam <italic>al-Mahārah al-Lughawiyah</italic>, bahkan menurut Nuril dkk <italic>Mahārah Istimā’</italic> adalah keterampilan awal dalam mempelajari suatu bahasa, baik bahasa asing maupun bahasa ibu, tanpa penguasaan pendengaran yang baik maka akan mempengaruhi pemahaman ungkapan yang disampaikan oleh orang lain.<fn>
            <p> Nuril Mufidah et al., “Ict for Arabic Learning: A Blended Learning in Istimā’ Ii,” <italic>لسـانـنـا (LISANUNA): Jurnal Ilmu Bahasa Arab Dan Pembelajarannya</italic> 8, no. 2 (2019): 174, https://doi.org/10.22373/ls.v8i2.4561.</p>
         </fn> Ibnu Manzur dalam kamus <italic>Lisan al-Arabi</italic> mengartikan <italic>istimā’</italic> secara bahasa sebagai <bold>حس الأذن</bold> (indra telinga), adapun secara istilah <italic>istimā’</italic> adalah <bold>تلقي الأصوات بقصد، وإرادة فهم وتحليل</bold> (menerima suara dengan tujuan, keinginan mengerti dan menganalisis).<fn>
            <p> Mahfudz, <italic>Al Maharat al Lughawiyah</italic>.</p>
         </fn> Dalam melatih keterampilan mendengar dibutuhkan pembiasaan dalam mendengar atau <italic>bi’ah lughawiyah</italic> (lingkungan bahasa) yang baik jika ingin mencapai hasil yang maksimal. Pembiasaan dalam pembelajaran bahasa tercakup dalam teori <italic>behavioristik</italic> yang menekankan bahwasanya suatu kegiatan akan dikatakan sebagai belajar jika adanya perubahan pada tingkah laku yang disebabkan adanya stimulus dan respon antara peserta didik dan pendidik.<fn>
            <p> Ahmad Habibi Syahid, “Bahasa Arab Sebagai Bahasa Kedua (Kajian Teoretis Pemerolehan Bahasa Arab Pada Siswa Non-Native),” <italic>ARABIYAT : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Dan Kebahasaaraban</italic> 2, no. 1 (2015): 86–97, https://doi.org/10.15408/a.v2i1.1797.</p>
         </fn>
      </p>
      <p>
         <italic>Mahārah Istimā’</italic> memiliki beberapa fungsi diantaranya : (1) Sebagai perantara komunikasi, dimana ia memperoleh kosakata, pola kalimat, ide, konsep, dan percakapan, (2) Sebagai perantara untuk menguasai kemahiran berbahasa lainnya, yaitu kemahiran berbicara, kemahiran membaca, dan kemahiran menulis, (3) Sebagai sarana belajar dan mengajar, untuk memahami dan memahamkan suatu hal dibutuhkan komunikasi yang baik antar lawan bicara. Adapun unsur utama dalam <italic>mahārah istimā’</italic> yaitu memahami makna secara umum, menafsirkan kalimat yang berinteraksi dengannya, evaluasi pidato dan kritik, integrasi pengalaman pembicara dan pendengar.<fn>
            <p> Mahfudz, <italic>Al Maharat al Lughawiyah</italic>.</p>
         </fn>
      </p>
      <p>Diantara empat keterampilan berbahasa Arab, <italic>mahārah istimā’</italic> harus mendapatkan perhatian dan porsi yang utama, akan tetapi dalam realitanya kurang mendapatkan perhatian. Hal ini merupakan sebagian permasalah dalam pembelajaran bahasa Arab yang harus dicari solusinya.<fn>
            <p> Ubdaidillah, “PEMBELAJARAN MAHARAH ISTIMĀ ’ BERBASIS ONLINE : Blended Learning Dalam Istimā ’ i,” <italic>Al-Ittijah</italic> 12, no. 1 (2020): 46, http://dx.doi.org/10.32678/al-ittijah.v12i01.2931.</p>
         </fn> Keadaan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor seperti keterbatasan ruang dan waktu dan sarana prasarana yang kurang memadai. Di era digital saat ini seorang pendidik dituntut untuk peka teknologi, khususnya berkaitan dengan media pembelajaran.<fn>
            <p> Rahmat Iswanto, “Pembelajaran Bahasa Arab dengan Pemanfaatan Teknologi,” <italic>Arabiyatuna : Jurnal Bahasa Arab</italic> 1, no. 2 (December 29, 2017): 139–52, https://doi.org/10.29240/jba.v1i2.286.</p>
         </fn> Baik pembelajaran secara daring maupun luring dibutuhkan inovasi pembelajaran bahasa Arab yang bisa diakses tanpa terikat waktu dan tempat, secara khusus dalam pembelajaran <italic>mahārah istimā’</italic> yang merupakan dasar kemampuan keterampilan berbahasa.</p>
      <p>Power point merupakan <italic>software </italic>yang dirancang untuk menampilkan multimedia yang menarik dan dilengkapi dengan berbagai macam fitur.<fn>
            <p> Pina Herlina and Erwin Rahayu Saputra, “Pengembangan Media Power Point Sebagai Media Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Sekolah Dasar,” <italic>Tahun</italic> 6, no. 2 (2022): 1800–1809.</p>
         </fn> Pada dasarnya pemakaian power point di perguruan tinggi sudah merata digunakan, akan tetapi terdapat beberapa fitur dan kombinasi yang masih jarang dimanfaatkan dalam pembelajaran bahasa Arab, seperti pemanfaatan tombol <italic>hyperlink, </italic>membuat suara penutur asli dengan teks, dan perpaduan suara audio yang disertai gambar ilustrasi dalam pembelajaran <italic>mahārah istimā’</italic>.</p>
      <p>Menurut penelitian yang dilakukan oleh Mabruri dan Hamzah, media Power Point dapat dimanfaatkan pada pembelajaran keempat kemahiran berbahasa Arab, yaitu <italic>mahārah kalām, istimā’, kitābah dan qirā’ah.</italic> Dari penelitian ini penulis melihat pemanfaatan Power Point dalam pemebelajaran <italic>al- Mahārah al-Lughawiyah </italic>secara universal dari sisi kelebihan dan kekurangannya tanpa adanya rincian pemanfaatan pada masing-masing dari keempat keterampilan berbahasa Arab secara spesifik. Mereka berkesimpulan bahwasanya kelebihan dan manfaat media power point lebih besar dibanding kekurangannya.<fn>
            <p> Mabruri Mabruri and Hamzah Hamzah, “Pemanfaatan Media Microsoft Power Point Dalam Pembelajaran Kemahiran Berbahasa Arab Pada Era Digital,” <italic>Loghat Arabi : Jurnal Bahasa Arab Dan Pendidikan Bahasa Arab</italic> 1, no. 1 (2020): 11, https://doi.org/10.36915/la.v1i1.2.</p>
         </fn> Adapun penelitian ini secara spesifik membahas pemanfaatan media Power Point dalam pembelajaran <italic>mahārah istimā’</italic> dan penerapannya sebagai salah satu bahan acuan pemanfaatan media teknologi dalam pembelajaran bahasa Arab di era digital.</p>
      <p>Dalam penerapannya penulis menggunakan audio ilustrasi penutur asli yang dibuat menggunakan tulisan bahasa Arab melalui situs web <italic>narakeet.com</italic>. Penulis juga menggunakan perpaduan suara penutur asli dan gambar yang diambil dari kitab <italic>al-Arabiyah Bayna Yadaik</italic>, sehingga peserta didik bisa langsung memperhatikan materi pembelajaran pada <italic>slide</italic> Power Point tanpa melihat buku.</p>
      <p>Penelitian ini dilakukan di UIN Raden Fatah Palembang Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan program studi Pendidikan Bahasa Arab pada mata kuliah Media Pembelajaran Bahasa Arab secara daring. Hal ini dalam rangka pelaksanaan <italic>Field Study</italic> (FS) program Magister Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta oleh mahasiswa di perguruan tinggi mitra.<fn>
            <p> Sabarudin, <italic>Panduan Uji Kompetensi Lapangan (Field Study)</italic> (Yogyakarta: Laboratorium Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2022).</p>
         </fn> Bersesuaian dengan mata kuliah yang diampu oleh peneliti yaitu Media Pembelajaran Bahasa Arab dalam pembelajaran <italic>al-Mahārah al-Lughah</italic>, membuat peneliti tertarik untuk mengkaji pemanfaatan Power Point dalam salah satu pembelajaran keterampilan berbahasa Arab.</p>
      <p>
         <bold>Metode</bold>
      </p>
      <p>Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yaitu suatu kajian yang sifatnya deskriptif. menurut Polit dan Back umumnya digunakan pada fenomologi sosial, baik berupa pengamatan maupun lisan.<fn>
            <p> Yuli Nurmalasari and Rizki Erdiantoro, “Perencanaan Dan Keputusan Karier: Konsep Krusial Dalam Layanan BK Karier,” <italic>Quanta</italic> 4, no. 1 (2020): 44–51, https://doi.org/10.22460/q.v1i1p1-10.497.</p>
         </fn> Dalam pengertian lain, penelitian deskriptif kualitatif merupakan suatu proses pengumpulan data secara objektif, rinci, dan mendalam yang bertujuan untuk mengungkap situasi, fakta peristiwa, situasi dan variabel sesuai dengan apa yang terjadi.<fn>
            <p>	 Mochammad Ricky Rifa’i et al., “Analisis Pengelolaan Laboratorium IPA SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang,” <italic>Edulab : Majalah Ilmiah Laboratorium Pendidikan</italic> 6, no. 1 (2021): 4, https://doi.org/10.14421/edulab.2021.61.01.</p>
         </fn> Dalam penelitian ini terdiri dari dua objek penelitian, yaitu objek material dan objek formal. Objek material adalah bahan tinjauan suatu penelitian berupa benda atau hal yang menjadi objek ilmu, sedangkan objek formal adalah sudut pandang suatu ilmu dalam menelaah objek materialnya.<fn>
            <p>	 Alboin Parluhutan, “Objek Formal &amp; Material Filsafat Ilmu Serta Implikasinya Dalam Pendidikan,” <italic>Jurnal Pionir LPPM Universitas Asahan</italic> 7, no. 3 (2020): 117.</p>
         </fn> Merujuk pada defenisi tersebut, maka objek material dalam penelitian ini adalah pembelajaran <italic>mahārah istimā’</italic> menggunakan Power Point, sedangkan objek formalnya adalah cara pikir bagi pengembangan ilmu <italic>al-Mahārah al-Lughah</italic>.</p>
      <p>Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, dokumentasi dan kuisioner. Dalam tahap analisis, peneliti menggunakan model analisis Miles dan Huberman yang terdiri dari tiga alur yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan atau kesimpulan.<fn>
            <p> Firman Aziz, “Dampak Covid-19 Terhadap Pembelajaran Di Perguruan Tinggi,” <italic>Bioma</italic> 2, no. 1 (2020): 14–20.</p>
         </fn> Pengumpulan data termasuk komponen integral dalam kegiatan analisis data. Reduksi data merupakan upaya menyimpulkan data, kemudian mimilah data dalam bagian tema tertentu, konsep tertentu, dan kategori tertentu.<fn>
            <p> Ahmad Rijali, “Analisis Data Kualitatif,” <italic>Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah</italic> 17, no. 33 (2019): 83, https://doi.org/10.18592/alhadharah.v17i33.2374.</p>
         </fn>
      </p>
      <fig>
         <graphic xlink:href="https://ejournal.uin-suka.ac.id/tarbiyah/edulab/article/download/2022.71.02/version/3251/2444/17783/image1.png"/>
      </fig>
      <p>Gambar 1. Tahap analisis data model Miles dan Huberman</p>
      <p>Adapun pihak yang akan mengisi koesioner adalah mahasiswa prodi PBA UIN Raden Fatah Palembang semester genap tahun ajaran 2021/2022 sebanyak 52 mahasiswa sebagai penelitian yang informatif. Dokumentasi pada penelitian ini berupa gambar <italic>screenshot</italic> saat proses perkuliahan Media Pembelajaran Bahasa Arab menggunakan media aplikasi Teachmint dengan tema perkuliahan pembelajaran <italic>mahārah istimā’</italic> menggunakan Power Point.</p>
      <list list-type="ordered">
         <list-item>
            <p>
               <bold>Hasil Penelitian dan Pembahasan</bold>
            </p>
         </list-item>
      </list>
      <p>Dalam pembelajaran bahasa, ada tiga prinsip yang menjadi landasan pembelajaran, yaitu prinsip perencanaan pembelajaran, pelaksanaan, dan evaluasi.<fn>
            <p> M Abdul Hamid, <italic>Pembelajaran Bahasa Arab: Pendekatan Metode, Strategi, Materi Dan Media</italic> (Malang: UIN Malang Press, 2008).</p>
         </fn> Berikut tahapan yang telah peneliti rumuskan:</p>
      <p/>
      <p>
         <bold>Perencanaan (Pra Perkuliahan)</bold>
      </p>
      <p>Pada tahap awal yaitu perencanaan, dosen mengkonfirmasikan tema atau materi yang akan digunakan dalam perkuliahan beberapa hari sebelumnya dan sarana <italic>converence</italic> yang dapat digunakan oleh seluruh mahasiswa. Adapun tema yang akan dibahas dalam perkuliahan <italic>Media Pembelajaran Bahasa Arab</italic> adalah التَّسَوُّق (<italic>shoping</italic>). Dosen menerangkan tujuan yang hendak dicapai pada pertemuan mata kuliah tersebut. Tujuan pembelajaran dari tema yang diangkat adalah mahasiswa mampu mendengar ungkapan bahasa Arab baik berupa kosakata maupun kalimat dengan baik, membedakan pengucapan huruf yang sama, dan memahaminya apa yang didengar.</p>
      <p>Pada tahap ini dosen telah menyiapkan materi yang akan dibahas dalam bentuk slide Power Point berisi gambar dan audio, dan format video Mp4 dari hasil <italic>editing</italic> seluruh <italic>slide</italic> Power Point. Adapun acuan materi dengan tema <bold>التَّسَوُّق</bold> (<italic>shoping</italic>) diambil dari buku karangan Abdurrahman Al-Fauzan yang berjudul <italic>al-Arabiyah Bayna Yadaik</italic> jilid 2 beserta audionya. Untuk kitab bisa didownload di alamat web <ext-link xlink:href="https://pba.umt.ac.id/">
            <italic>https://pba.umt.ac.id/</italic>
         </ext-link> dan audio di <ext-link xlink:href="https://www.arabicquantum.com/">
            <italic>https://www.arabicquantum.com/</italic>
         </ext-link>. </p>
      <fig>
         <graphic xlink:href="https://ejournal.uin-suka.ac.id/tarbiyah/edulab/article/download/2022.71.02/version/3251/2444/17784/image2.png"/>
      </fig>
      <p>Gambar 2. Materi maharah istimā’ menggunakan power point </p>
      <p>Adapun komponen yang paling penting dalam pembelajaran <italic>mahārah istimā’</italic> adalah suara atau audio. Untuk menambahkan audio suara ke dalam slide Power Point bisa dilakukan dengan tiga cara, yaitu (1) menggunakan suara sendiri; (2) menggunakan audio buku tertentu yang tersedia di website seperti buku <italic>al-Arabiyah Bayna Yadaik </italic>karangan Abdurrahman Al-Fauzan; (3) dan dengan menggunakan audio teks suara penutur asli melalui web <italic>narakeet.com</italic>. Cara pertama dan kedua sudah umum digunakan, adapun cara ketiga yaitu membuat audio bahasa Arab melalui website <italic>narakeet.com</italic> dengan beberapa langkah sebagai berikut:</p>
      <list list-type="ordered">
         <list-item>
            <p>Buka <italic>browser web</italic> seperti Google Chrome atau Mozila Firefox.</p>
         </list-item>
         <list-item>
            <p>Masuk ke situs web <italic>narakeet.com</italic> menggunakan email aktif.</p>
         </list-item>
         <list-item>
            <p>Pada tampilan utama website, klik <italic>Voices</italic>.</p>
         </list-item>
         <list-item>
            <p>Akan tampil banyak pilihan bahasa, pilih bahasa Arab.</p>
         </list-item>
         <list-item>
            <p>Pada <italic>VOICE</italic> kotak teks terdapat enam suara penutur, pilih salah satu diantaranya.</p>
         </list-item>
         <list-item>
            <p>Pada kotak teks, tulis kosakata atau kalimat yang akan kita dijadikan audio disertai dengan <italic>harākat</italic> yang benar.</p>
         </list-item>
         <list-item>
            <p>Klik <italic>CREATE AUDIO</italic>, lalu tunggu beberapa saat.</p>
         </list-item>
         <list-item>
            <p>Sebelum mengunggah audio, coba terlebih dahulu apakah sudah sesuai dengan yang diinginkan atau belum. Jika belum, maka sempurnakan kata atau kalimat bahasa Arab yang ditulis pada kotak teks.</p>
         </list-item>
         <list-item>
            <p>Klik <italic>Download</italic>. Masukkan audio ke dalam aplikasi Power Point.</p>
         </list-item>
      </list>
      <p>Tutorialnya lengkapnya bisa dilihat pada link Youtube berikut: <ext-link xlink:href="https://www.youtube.com/watch?v=hSZxNtwVMnk&amp;ab_channel=WahyuRB">https://www.youtube.com/watch?v=hSZxNtwVMnk&amp;ab_channel=WahyuRB</ext-link>
      </p>
      <fig>
         <graphic xlink:href="https://ejournal.uin-suka.ac.id/tarbiyah/edulab/article/download/2022.71.02/version/3251/2444/17785/image3.png"/>
      </fig>
      <p>Gambar 3. Tampilan kotak teks audio narakeet.com</p>
      <fig>
         <graphic xlink:href="https://ejournal.uin-suka.ac.id/tarbiyah/edulab/article/download/2022.71.02/version/3251/2444/17786/image4.png"/>
      </fig>
      <p>Gambar 4. Fitur menambah audio di Power Point</p>
      <p>Berikutnya dosen memberikan penjelasan dan ilustrasi kepada mahasiswa untuk mengunduh dan menginstal aplikasi Teacmint sebagai sarana kegiatan pelaksanaan pembelajaran online yang akan dilakukan. Aplikasi Teachmint tersedia di Play Store, dan setelah diinstal menggunakan smartphone akan dapat diakses melalui Laptop/PC. Sebelum tahap pelaksanaan, dosen telah menyiapkan <italic>link </italic>perkuliahan online yang tersedia di media Teachmint dan kemudian dikirim di grup mahasiswa semisal grup <italic>Whatsapp</italic>.</p>
      <fig>
         <graphic xlink:href="https://ejournal.uin-suka.ac.id/tarbiyah/edulab/article/download/2022.71.02/version/3251/2444/17787/image5.png"/>
      </fig>
      <p>Gambar 5. Icon media aplikasi Teachmint</p>
      <p>
         <bold>Pelaksanaan</bold>
      </p>
      <p>Pada tahap pelaksanaan, dosen mengirim <italic>link</italic> kelas pembelajaran online <italic>converence </italic>yang telah disiapkan dan membagikannya kepada mahasiswa. Setiap mahasiswa yang masuk ke kelas Teachmint secara otomatis akan teranggap hadir tanpa dilakukan absesnsi setelah dosen mengatur fitur absensi yang tersedia. Untuk menyimpan dokumentasi kegiatan pembelajaran selama perkuliahan dosen bisa memanfaatkan fitur <italic>record</italic> yang ada di tampilan <italic>Teachmint Meeting</italic>.</p>
      <fig>
         <graphic xlink:href="media/image6.jpeg"/>
      </fig>
      <p>Gambar 6. Proses perkuliahan Media Pembelajaran Bahasa Arab dengan tema <italic>mahārah istimā’</italic> menggunakan Power Point</p>
      <p>Dalam pelaksanaan pembelajaran, dosen menggunakan metode eklektik atau yang dalam bahasa Arab disebut dengan <italic>Thariqah al-Intiqaiyyah</italic>, yaitu suatu metode campuran yang berfokus pada pembelajaran keterampilan berbahasa (<italic>al-Mahārah al-Lughawiyah</italic>).<fn>
            <p> Fitri Alrasi, “Penggunaan Metode Eklektik (Thariqah Intiqaiyyah) Terhadap Pembelajaran Bahasa Arab Di Akper Aisyiyah Padang,” <italic>Jurnal Kajian Dan Pengembangan Umat</italic> 1, no. 1 (2018): 93–102.</p>
         </fn> Berkaitan dengan keterampilan mendengar Acep Hermawan mengemukakan beberap langkah dalam praktik pembelajaran bahasa menggunakan metode eklektik, yaitu: (1) materi yang dibahas berupa dialog pendek sederhana yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari; (2) peserta didik diarahkan untuk menyimak dialog secara seksama dan menirukan sampai lancar; (3) apabila ada kosakata yang sulit, mula-mula pengajar menerangkannya dengan isyarat, gambar, atau gerakan. Jika peserta didik tetap tidak paham maknanya, maka pendidik menerjemahkan ke dalam bahasa ibu; (4) Guru menjelaskan struktur penting yang ada dalam materi secukupnya; (5) Guru meminta para peserta didik untuk menelaah isi bacaan, lalu didiskusikan jika perlu; (6) evaluasi sebagai penutup.<fn>
            <p> Ibid.</p>
         </fn>
      </p>
      <p>Dosen meminta kepada para mahasiswa untuk menyimak dan memperhatikan secara seksama materi yang telah disiapkan dalam bentuk Power Point pada <italic>screen Teachmint</italic>. Seluruh mahasiswa diminta untuk mengaktifkan video untuk mengetahui tingkat perhatian mahasiswa saat menyimak tampilan materi dan menonaktifkan (<italic>mute</italic>) suara agar tidak mengganggu saat perkuliahan kecuali diminta oleh dosen untuk diaktifkan. </p>
      <p>Setelah mahasiswa selesai mendengarkan dan memperhatikan materi yang ditampilkan dengan tema <bold>التَّسَوُّق</bold> (<italic>shoping</italic>), dosen meminta mahasiswa untuk mengulang suara yang didengar dalam power point. Tujuannya untuk mengetahui benar tidaknya mahasiswa dalam mengucapkan apa yang telah mereka dengar, seperti dari sisi <italic>makhārijul huruf </italic>dan panjang pendek suatu kata bahasa Arab.</p>
      <p>
         <bold>Evaluasi</bold>
      </p>
      <p>Evaluasi merupakan kegiatan identifikasi untuk melihat apakah suatu program yang telah direncanakan telah tercapai atau belum, berharga atau tidak, serta dapat pula digunakan untuk melihat tingkat efisiensi pelaksanaannya. Menurut Gronlund penilaian adalah proses yang sistematis untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi untuk mengetahui tingkat penguasaan peserta terhadap tujuan pembelajaran.<fn>
            <p> Kadek Ayu Asitti, <italic>Evaluasi Pembelajaran</italic> (Yogyakarta: Penerbit ANDI, 2017).</p>
         </fn>
      </p>
      <p>Berikutnya pada bagian akhir materi, akan ada latihan untuk menguji sejauh mana kepahaman para mahasiswa dalam memahami dialog yang mereka dengar, kemudian akan disediakan beberapa pertanyaan yang akan mereka jawab berkaitan dengan dialog yang sebelumnya telah didengarkan. Dosen menunjuk beberapa mahasiswa untuk menjawab pertanyaan yang telah disediakan. Jika diantara mahasiswa ada yang tidak memahami materi pembelajaran semisal makna kosakata, mahasiswa boleh menulisnya di fitur<italic> chat</italic> yang tersedia. Mula-mula pengajar menerangkannya dengan isyarat, gambar, atau gerakan. Jika tetap tidak paham maknanya, maka pendidik menerjemahkan ke dalam bahasa ibu.</p>
      <fig>
         <graphic xlink:href="https://ejournal.uin-suka.ac.id/tarbiyah/edulab/article/download/2022.71.02/version/3251/2444/17789/image7.png"/>
      </fig>
      <p>Gambar 7. Slide audio dialog dan pertanyaan materi pembelajaran <italic>mahārah istimā’</italic>
      </p>
      <p>Setelah dosen menyampaikan pembelajaran <italic>istimā’</italic> menggunakan Power Point dengan metode <italic>Intiqaiyyah</italic>, berikutnya dosen mengirim file video yang berisi seluruh materi yang ada dalam Power Point perpaduan antara suara dan gambar. Tujuannya agar mahasiswa bisa mendengar secara berulang-ulang dan melatih pengucapan yang benar dari materi yang telah dibahas, kapan dan dimanapun mereka inginkan. </p>
      <fig>
         <graphic xlink:href="https://ejournal.uin-suka.ac.id/tarbiyah/edulab/article/download/2022.71.02/version/3251/2444/17788/image8.png"/>
      </fig>
      <p>Gambar 8. Tampilan fitur menyimpan materi pembelajaran <italic>Mahārah    Istimā’</italic> ke dalam format video MPEG-4</p>
      <p>
         <bold>Kelebihan Pemanfaatan Media Microsoft Power Point dalam Pembelajaran </bold>Mahārah Istimā’</p>
      <list list-type="ordered">
         <list-item>
            <p>Mudah dalam membuat <italic>slide</italic> dan penerapan presentasi</p>
         </list-item>
      </list>
      <p>Membuat slide prsesentasi pembelajaran menggunakan Power Point tergolong mudah,<fn>
            <p> Dzikry, “13 Kelebihan Dan Kekurangan Microsoft Power Point,” accessed June 3, 2022, https://masdzikry.com/kelebihan-dan-kekurangan-microsoft-power-point/.</p>
         </fn> termasuk dalam pembealajaran <italic>mahārah istimā’</italic> baik untuk ditampilkan secara daring ataupun luring. Dalam pembelajaran secara daring seorang pendidik bisa memanfaatkan aplikasi <italic>Meeting</italic> seperti <italic>Teachmint</italic> atau <italic>Zoom Meeting</italic> untuk menampilkan PPT yang telah disiapkan. Adapun pembelajaran secara luring, pendidik menyiapkan speaker dan proyektor jika tersedia. Dari sepuluh pernyataan kuesioner yang diajukan kepada mahasiswa setelah pembelajaran dan praktik <italic>mahārah istimā’</italic> menggunakan Power Point adalah mengenai kemudahan membuat materi, hasilnya 46 mahasiswa memberikan tanggapan positif. </p>
      <fig>
         <graphic xlink:href="https://ejournal.uin-suka.ac.id/tarbiyah/edulab/article/download/2022.71.02/version/3251/2444/17791/image9.png"/>
      </fig>
      <p>Gambar 9. Diagram hasil tanggapan mahasiswa dalam kemudahan membuat materi <italic>mahārah istimā’</italic> menggunakan Power Point</p>
      <list list-type="ordered">
         <list-item>
            <p>Terdapat banyak fitur</p>
         </list-item>
      </list>
      <p>Untuk membuat <italic>slide</italic> yang menarik, pendidik dapat memanfaatkan berbagai fitur yang ada dalam Power Point, seperti animation import, image import, text art, video import, dan yang lainnya.<fn>
            <p> Yuliansah, “Efektivitas Media Pembelajaran Powerpoint Berbasis Animasi,” <italic>Jurnal Efisiensi</italic> XV, no. 2 (2018): 24–32.</p>
         </fn> Materi <italic>mahārah istimā’</italic> perpaduan suara gambar dan pemanfaatan fitur yang tersedia, tampilan slide akan tampak lebih bagus dan terasa hidup, sehingga harapannya dapat menambah motivasi peserta didik dalam belajar.</p>
      <list list-type="ordered">
         <list-item>
            <p>Materi dapat diakses dengan mudah</p>
         </list-item>
      </list>
      <p>Materi yang telah dipelajari bisa disimpan dalam format PDF dan format video MPEG-4, sehingga peserta didik bisa mempelajari dan mengulang-ulang pelajaran dengan lebih mudah kapan dan dimanapun mereka inginkan. </p>
      <p>
         <bold>Kekurangan Pemanfaatan Media Microsoft Power Point dalam Pembelajaran</bold> Mahārah Istimā’</p>
      <list list-type="ordered">
         <list-item>
            <p>Dibutuhkan kemampuan khusus pembuatan materi </p>
         </list-item>
      </list>
      <p>Dibutuhkan kemampuan khusus dalam membuat materi pembelajaran <italic>mahārah istimā’</italic> perpaduan antara gambar dan suara menggunakan Power Point, khusunya dalam membuat audio suara penutur asli melalui web <italic>narakeet.com</italic> yang kemudian dimasukkan ke dalam <italic>slide </italic>PPT.</p>
      <list list-type="ordered">
         <list-item>
            <p>Harga software original yang mahal</p>
         </list-item>
      </list>
      <p>Menggunakan Microsoft Power Point yang original tentu lebih berkualitas, termasuk dalam pemanfaatannya pada pembelajaran <italic>Mahārah Istimā’</italic>. Diantara kelebihan menggunakan <italic>microsoft</italic> yaitu perlindungan antivirus dan antimalware gratis, kualitas teknologi yang terbukti, teknikal support terjamin, dan yang lainnya. Dalam melakukan <italic>editing</italic> materi pembelajaran bahasa Arab tentu akan lebih baik jika menggunakan produk asli. Akan tetapi untuk mendapatkan fasilitas tersebut dibutuhkan biaya yang tergolong mahal.<fn>
            <p> Dzikry, “13 Kelebihan Dan Kekurangan Microsoft Power Point.”</p>
         </fn>
      </p>
      <list list-type="ordered">
         <list-item>
            <p>
               <bold>Simpulan</bold>
            </p>
         </list-item>
      </list>
      <p>Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran <italic>mahārah istimā’</italic> menggunakan Power Point bisa dipraktikkan baik secara luring maupun daring dengan tampilan parpaduan antara audio dan gambar. Dalam penerapannya, menambahkan audio suara ke dalam slide Power Point bisa dilakukan dengan tiga cara, yaitu (1) menggunakan suara sendiri; (2) menggunakan audio buku tertentu yang tersedia di website seperti buku <italic>al-Arabiyah Bayna Yadaik </italic>karangan Abdurrahman Al-Fauzan; (3) dan dengan menggunakan audio teks suara penutur asli melalui website <italic>narakeet.com</italic>. Berdasarkan tiga tahapan yang telah dilaksanakan yaitu perencanaan pembelajaran, pelaksanaan, dan evaluasi, terdapat kelebihan dan kekurangan dalam pembelajaran <italic>mahārah istimā’</italic> menggunakan media Power Point. Kelebihan utamanya adalah pada akses materi yang bisa disimpan dalam format PDF dan format video MPEG-4, sehingga peserta didik bisa mempelajari dan mengulang-ulang pelajaran dengan lebih mudah kapan dan dimanapun mereka inginkan. Adapun kekurangannya adalah dibutuhkan kemampuan khusus dalam membuat materi pembelajaran <italic>mahārah istimā’</italic> dengan perpaduan antara gambar dan suara, khusunya dalam membuat audio suara penutur asli melalui web <italic>narakeet.com</italic>. Dari hasil data kuesioner yang dibagikan kepada 52 mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Arab  UIN Raden Fatah Palembang semester genap tahun ajaran 2021/2022 setelah dilaksanakannya pembelajaran dan praktik <italic>mahārah istimā’</italic> menggunakan media Power Point mendapatkan tanggapan yang postif.</p>
      <p>
         <bold>Daftar Pustaka</bold>
      </p>
      <p>Alrasi, Fitri. “Penggunaan Metode Eklektik (Thariqah Intiqaiyyah) Terhadap Pembelajaran Bahasa Arab Di Akper Aisyiyah Padang.” <italic>Jurnal Kajian Dan Pengembangan Umat</italic> 1, no. 1 (2018): 93–102.</p>
      <p>Asitti, Kadek Ayu. <italic>Evaluasi Pembelajaran</italic>. Yogyakarta: Penerbit ANDI, 2017.</p>
      <p>Aziz, Firman. “Dampak Covid-19 Terhadap Pembelajaran Di Perguruan Tinggi.” <italic>Bioma</italic> 2, no. 1 (2020): 14–20.</p>
      <p>Dzikry. “13 Kelebihan Dan Kekurangan Microsoft Power Point.” Accessed June 3, 2022. https://masdzikry.com/kelebihan-dan-kekurangan-microsoft-power-point/.</p>
      <p>Haniah, Haniah. “Pemanfaatan Teknologi Informasi Dalam Mengatasi Masalah Belajar Bahasa Arab.” <italic>Al-Ta’rib : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa Arab IAIN Palangka Raya</italic> 2, no. 1 (2014): 1. https://doi.org/10.23971/altarib.v2i1.588.</p>
      <p>Herlina, Pina, and Erwin Rahayu Saputra. “Pengembangan Media Power Point Sebagai Media Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Sekolah Dasar.” <italic>Tahun</italic> 6, no. 2 (2022): 1800–1809.</p>
      <p>Iswanto, Rahmat. “Pembelajaran Bahasa Arab dengan Pemanfaatan Teknologi.” <italic>Arabiyatuna : Jurnal Bahasa Arab</italic> 1, no. 2 (December 29, 2017): 139–52. https://doi.org/10.29240/jba.v1i2.286.</p>
      <p>Limbong, Oce Payung, Witarsa Tambunan, and Mesta Limbong. “Kesiapan Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Di Smk Negeri 2 Toraja Utara Pada Masa Pandemi.” <italic>Jurnal Manajemen Pendidikan</italic> 10, no. 1 (2021): 37–45. https://doi.org/10.33541/jmp.v10i1.3265.</p>
      <p>M Abdul Hamid. <italic>Pembelajaran Bahasa Arab: Pendekatan Metode, Strategi, Materi Dan Media</italic>. Malang: UIN Malang Press, 2008.</p>
      <p>Mabruri, Mabruri, and Hamzah Hamzah. “Pemanfaatan Media Microsoft Power Point Dalam Pembelajaran Kemahiran Berbahasa Arab Pada Era Digital.” <italic>Loghat Arabi : Jurnal Bahasa Arab Dan Pendidikan Bahasa Arab</italic> 1, no. 1 (2020): 11. https://doi.org/10.36915/la.v1i1.2.</p>
      <p>Mahfudz, Ibtisam. <italic>Al Maharat al Lughawiyah</italic>. Riyadh: Dar At-Tadhmuriyyah, 2018.</p>
      <p>Makhin, M. “Hybrid Learning: Model Pembelajaran Pada Masa Pandemi Di SD Negeri Bungurasih Waru Sidoarjo.” <italic>Mudir : Jurnal Manajemen Pendidikan</italic> 3, no. 2 (2021): 95–103. https://doi.org/10.55352/mudir.v3i2.312.</p>
      <p>Mudlofir, Ali. <italic>Desain Pembelajaran Inovatif: Dari Teori Ke Praktik</italic>. Depok: Raja Grafindo Persada, 2020.</p>
      <p>Mufidah, Nuril, Irtahat Isyaty, Nur Kholis, and Saidna Zulfiqar Bin Tahir. “Ict for Arabic Learning: A Blended Learning in Istima’ Ii.” <italic>لسـانـنـا (LISANUNA): Jurnal Ilmu Bahasa Arab Dan Pembelajarannya</italic> 8, no. 2 (2019): 174. https://doi.org/10.22373/ls.v8i2.4561.</p>
      <p>Nurmalasari, Yuli, and Rizki Erdiantoro. “Perencanaan Dan Keputusan Karier: Konsep Krusial Dalam Layanan BK Karier.” <italic>Quanta</italic> 4, no. 1 (2020): 44–51. https://doi.org/10.22460/q.v1i1p1-10.497.</p>
      <p>Parluhutan, Alboin. “Objek Formal &amp; Material Filsafat Ilmu Serta Implikasinya Dalam Pendidikan.” <italic>Jurnal Pionir LPPM Universitas Asahan</italic> 7, no. 3 (2020): 117.</p>
      <p>Pujiati, Tri. “Peningkatan Kualitas Guru Bahasa Arab Di Era Digital.” <italic>Arabiya Jurnal Pendidikan Bahasa Arab</italic> 9, no. 1 (2017): 149. http://dx.doi.org/10.21043/arabia.v9i1.2354.</p>
      <p>Rifa’i, Mochammad Ricky, Nur Intan Febriana, Fitri Ayu Nur Azizah, Fira Fairuz Salma, and Mohammad Wildan Habibi. “Analisis Pengelolaan Laboratorium IPA SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang.” <italic>Edulab : Majalah Ilmiah Laboratorium Pendidikan</italic> 6, no. 1 (2021): 4. https://doi.org/10.14421/edulab.2021.61.01.</p>
      <p>Rijali, Ahmad. “Analisis Data Kualitatif.” <italic>Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah</italic> 17, no. 33 (2019): 83. https://doi.org/10.18592/alhadharah.v17i33.2374.</p>
      <p>Sabarudin. <italic>Panduan Uji Kompetensi Lapangan (Field Study)</italic>. Yogyakarta: Laboratorium Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2022.</p>
      <p>Sembiring, M.C.W. “Penggunaan Metode Role Playing Terhadap Kemahiran Bahasa Arab Siswa Kelas VII Mts Nurul Ikhwan Desa Dagang Krawan Kec. Tanjung Morawa Kab. Deli Serdang Muhammad Candra Wibowo Sembiring.” <italic>Jurnal Hukum Pendidikan Dan Kemasyarakatan</italic> 11, no. 1 (2021): 74.</p>
      <p>Shohib, M. “Solusi Atau Masalah Di Era Revolusi Industri 4.0.” <italic>Hukum Dan Keadilan</italic> 1, no. 1 (2018): 87.</p>
      <p>Syahid, Ahmad Habibi. “Bahasa Arab Sebagai Bahasa Kedua (Kajian Teoretis Pemerolehan Bahasa Arab Pada Siswa Non-Native).” <italic>ARABIYAT : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Dan Kebahasaaraban</italic> 2, no. 1 (2015): 86–97. https://doi.org/10.15408/a.v2i1.1797.</p>
      <p>Ubdaidillah. “Pembelajaran Maharah Istima ’ Berbasis Online : Blended Learning Dalam Istima ’ i.” <italic>Al-Ittijah</italic> 12, no. 1 (2020): 46. http://dx.doi.org/10.32678/al-ittijah.v12i01.2931.</p>
      <p>Yuliansah. “Efektivitas Media Pembelajaran Powerpoint Berbasis Animasi.” <italic>Jurnal Efisiensi</italic> XV, no. 2 (2018): 24–32.</p>
      <p/>
   </body>
   <back>
      <fn-group>
         <title>Competing interests</title>
         <fn fn-type="conflict" id="conf1">
            <p>The author declare that no competing interests exist.</p>
         </fn>
      </fn-group>
      <ref-list>
         <title>References</title>
      </ref-list>
   </back>
</article>
