<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink"
         article-type="review"
         dtd-version="1.1"
         specific-use="production"
         xml:lang="uk">
   <front>
      <journal-meta>
         <journal-id journal-id-type="publisher"> </journal-id>
         <issn> </issn>
         <publisher>
            <publisher-name> </publisher-name>
         </publisher>
      </journal-meta>
      <article-meta>
         <article-id pub-id-type="publisher-id"> </article-id>
         <article-id pub-id-type="other"/>
         <article-categories>
            <subj-group>
               <subject/>
            </subj-group>
         </article-categories>
         <title-group>
            <article-title/>
            <article-title xml:lang="uk-UA"> </article-title>
         </title-group>
         <contrib-group>
            <contrib contrib-type="author">
               <name name-style="western">
                  <surname> </surname>
                  <given-names> </given-names>
               </name>
               <xref ref-type="aff" rid="aff1"> </xref>
               <xref ref-type="fn" rid="conf1"/>
               <xref ref-type="corresp" rid="cor1"/>
            </contrib>
            <aff id="aff1">
               <institution content-type="dept"> </institution>
               <addr-line>
                  <named-content content-type="city"> </named-content>
               </addr-line>
               <country> </country>
            </aff>
         </contrib-group>
         <author-notes>
            <corresp id="cor1">
               <email> </email>
            </corresp>
         </author-notes>
         <pub-date date-type="pub" iso-8601-date="" publication-format="print">
            <day> </day>
            <month> </month>
            <year> </year>
         </pub-date>
         <volume/>
         <issue/>
         <elocation-id/>
         <permissions>
            <copyright-statement>© 2017,</copyright-statement>
            <copyright-year>2017</copyright-year>
            <copyright-holder> </copyright-holder>
            <license xlink:href="https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/">
               <license-p>This article is distributed under the terms of the <ext-link ext-link-type="uri"
                            xlink:href="http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/">Creative Commons Attribution License</ext-link>, which permits unrestricted use and redistribution provided that the original author and source are credited.</license-p>
            </license>
         </permissions>
         <abstract abstract-type="section"/>
         <trans-abstract xml:lang="uk"/>
         <kwd-group kwd-group-type="author-keywords">
            <title>Keywords</title>
            <kwd> </kwd>
            <kwd> </kwd>
            <kwd> </kwd>
            <kwd> </kwd>
         </kwd-group>
      </article-meta>
   </front>
   <body>
      <p>
         <bold>Improving Students' Understanding Ability Through Learning Videos at PIAUD Study Program UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu</bold>
      </p>
      <p>
         <bold>Peningkatan Kemampuan Pemahaman Mahasiswa Melalui Video Pembelajaran di Prodi PIAUD UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu</bold>
      </p>
      <p>
         <bold>Indah Maysela Azzahra</bold>1<bold>, Evi Selva Nirwana</bold>2<bold>, Suyadi</bold>3<bold>, Indah Clarisa</bold>4</p>
      <p>UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia1,2,3,4</p>
      <p>e-mail: 20204032006@student.uin-suka.ac.id1, selvanirwana@gmail.com2, suyadi@uin-suka.ac.id3, indahpga123@gmail.com4</p>
      <p>Abstract</p>
      <p>
         <italic>Online learning, which takes place only using the zoom, Whatsapp, and e-learning, is suspected to still not be able to improve students’ comprehension of the material learned during lectures. The purpose of the study was to improve the understanding ability of students of the PIAUD UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Study Program by utilizing learning videos as learning media during the pandemic. The research method used is quantitative with an experimental approach. The research sample was 23 respondents from grade 6D students. The data collection method uses tests, questionnaires, interviews, and documentation. The test data collection instrument uses pretest and postets. Instruments and data analysis of tests, questionnaires, and interviews assisted by Google Forms. This study used the analysis of descriptive quantifiable data. The results of the research obtained, namely the use of learning videos, can improve the understanding ability of students of the PIAUD UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Study Program. This was obtained from the analysis of student pretest value data before using learning videos obtained an average of 40.87%, then there was an increase in students' comprehension ability on the average posttest score after using learning videos as learning media, which was 58.26%.</italic>
      </p>
      <p>Keywords: <italic>Learning Videos, Understanding, PIAUD Students.</italic>
      </p>
      <p>
         <bold>Abstrak</bold>
      </p>
      <p>Pembelajaran daring yang berlangsung hanya menggunakan aplikasi zoom, whatsapp, dan e-learning masih belum dapat meningkatkan kemampuan pemahaman mahasiswa pada materi yang dipelajari saat perkuliahan. Tujuan penelitian untuk meningkatkan kemampuan pemahaman mahasiswa Prodi PIAUD UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dengan memanfaatkan video pembelajaran sebagai media pembelajaran pada masa pandemi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Sampel penelitian sebanyak 23 responden dari mahasiswi kelas 6D. Metode pengumpulan data menggunakan tes, angket, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen pengumpulan data tes menggunakan <italic>pretest</italic> dan <italic>posttest</italic>. Instrumen dan analisis data tes, angket, dan wawancara berbantuan <italic>google form</italic>. Penelitian ini menggunakan analisis data kuantiatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan pemanfaatan video pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan pemahaman mahasiswa Prodi PIAUD UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Hal ini berdasarkan hasil analisis data nilai <italic>pretest</italic> mahasiswa sebelum menggunakan video pembelajaran dengan rata-rata sebesar 40,87%, Kemudian terjadi peningkatan kemampuan pemahaman mahasiswa pada nilai rata-rata <italic>posttest</italic> setelah menggunakan video pembelajaran sebagai media belajar sebesar 58,26%.</p>
      <p>
         <bold>Kata kunci:</bold> Video Pembelajaran, Pemahaman, Mahasiswa PIAUD.</p>
      <list list-type="ordered">
         <list-item>
            <p>
               <bold>Pendahuuan</bold>
            </p>
         </list-item>
      </list>
      <p>Pandemi Covid-19 masih banyak berdampak pada berbagai sektor Pendidikan, pada tahun 2022 pembelajaran yang dilakukan di sekolah-sekolah maupun universitas masih harus menerapkan protokol kesehatan dan pembatasan pembelajaran tatap muka (PTM) secara langsung. Salah satu poin yang disampaikan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan Teknologi dalam menerbitkan pedoman pelaksanaan pembelajaran semester genap di perguruan tinggi pada masa pandemi tahun akademik 2021/2022 yaitu dapat melakukan pembelajaran tatap muka secara terbatas dengan menyesuaikan tingkat PPKM di daerah masing-masing sesuai dengan instruksi Menteri Dalam Negeri.<fn>
            <p> Firman, ‘Ditjen Diktiristek Merilis Panduan Pembelajaran Semester Genap Tahun Akademik 2021/2022 Di Perguruan Tinggi Pada Masa Pandemi’ (dikti.kemendikbud.go.id, 2022).</p>
         </fn>
      </p>
      <p>Tidak dapat dipungkiri, bahwa pembelajaran dan pendidikan sangat terhambat selama masa pandemi covid-19. Seperti yang telah dirasakan selama ini yaitu kejenuhan belajar, kegagalan pembelajaran, keterbatasan dalam keterlibatan secara langsung, kemampuan analisis peserta didik yang menurun, dan ketidakmampuan memberikan solusi atas kesulitan yang dihadapi.<fn>
            <p> Ahmad Muhlisin et al., ‘Improving Students’ Problem-Solving Skills Through RIAS Model in Science Lasses’, <italic>Jurnal Cakrawala Pendidikan</italic> 41, no. 1 (February 2021): 284, https://doi.org/10.21831/cp.v41i1.47263.</p>
         </fn>
      </p>
      <p>Upaya dalam meningkatkan dan memajukan mutu pendidikan di Indonesia yaitu dengan melakukan inovasi pembelajaran. Inovasi pembelajaran pada era revolusi industri 4.0 yaitu dengan menggunakan perangkat teknologi informasi komunikasi secara efektif dan efisien sebagai media belajar mengajar mahasiswa dan dosen.<fn>
            <p> Universitas Kristen et al., ‘Strategi Dosen Dalam Manajemen E-Learning Guna Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa Di Perguruan Tinggi’, <italic>Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan</italic> 8, no. 1 (June 2021): 34–35, https://doi.org/10.24246/J.JK.2021.V8.I1.P34-48.</p>
         </fn> Teknologi internet saat ini tidak lagi hanya digunakan dalam dunia pekerjaan tetapi dirasakan juga kecanggihannya di ranah pendidikan.<fn>
            <p> Ariadi Muliansyah, ‘Whatshapp Sebagai Model Pembelajaran Nahwu Berbasis Internet’, <italic>Edulab : Majalah Ilmiah Laboratorium Pendidikan</italic> 3, no. 2 (January 2018): 3, https://doi.org/10.14421/EDULAB.2018.32-01.</p>
         </fn>
      </p>
      <p>Salah satu upaya dalam melakukan inovasi pembelajaran di masa Covid-19 di perguruan tinggi dengan melakukan pembelajaran <italic>blended</italic>, yaitu pembelajaran gabungan yang dilaksanakan secara daring dan pembelajaran tatap muka secara bersamaan di kampus. Dosen harus memberikan sumber belajar yang relevan dengan <italic>setting</italic> pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19. Jika sebelumnya pengajaran dilakukan dengan power point slide dan proyektor,<fn>
            <p> Alfonsius, ‘Penyelenggaraan Pembelajaran Perguruan Tinggi Swasta Di Masa Pandemi Covid-19’, <italic>Journal of Accounting and Management Innovation</italic> 5, no. 1 (2021): 9.</p>
         </fn> maka pengajaran saat ini dapat dilakukan dengan sistem pembelajaran berbasis multimedia. Sistem pembelajaran berbasis multimedia dapat mempermudah pendidik dalam penyampaian materi, dan dapat menciptakan komunikasi interaktif yang tinggi serta dapat membangkitkan motivasi mahasiswa.<fn>
            <p> Alwi Hilir, <italic>Pengembangan Teknologi Pendidikan: Peranan Pendidik Dalam Menggunakan Media Pembelajaran</italic> (Klaten: Lakeisha, 2021), 159.</p>
         </fn>
      </p>
      <p>Sistem pembelajaran berbasis multimedia ini dapat menggunakan berbagai aplikasi yang didukung oleh jaringan internet. Aplikasi yang dapat digunakan sebagai media komunikasi antara dosen dan mahasiswa diantaranya yaitu <italic>Zoom, Whatsapp, Google Meet, Youtube, Jitsi Meet, Google Classroom, Telegram</italic>, Email, dan <italic>E-learning</italic>. Media lain yang bisa juga digunakan sebagai media belajar misalnya <italic>google form</italic>, blog/<italic>website</italic>, media sosial, video pembelajaran dan sebagainya. Mahasiswa dan dosen dapat mengakses dan menggunakan fitur-fitur tersebut dalam mensukseskan proses pembelajaran selama pandemi Covid-19.<fn>
            <p> Ngindana Zulfa, ‘Utilization of the Zoom Application in Improving Arabic Speaking Skills (Mahārah Kālam) during the Covid-19 Pandemic/ Pemanfaatan Aplikasi Zoom Dalam Meningkatkan Mahārah Kālam Pada Masa Pandemi Covid 19’, <italic>Edulab : Majalah Ilmiah Laboratorium Pendidikan</italic> 6, no. 2 (December 2021): 126, https://doi.org/10.14421/EDULAB.2021.62.02.</p>
         </fn>
      </p>
      <p>Berdasarkan hasil survei Yuninto terhadap 2.201 siswa yang merupakan pembelajar secara daring menunjukkan 92% siswa mengalami banyak kesulitan untuk berpartisipasi dalam pembelajaran online selama pandemi Covid-19.<fn>
            <p> Tri Kurnia Yunianto, ‘Survei SMRC: 92% Siswa Memiliki Banyak Masalah Dalam Belajar Daring’ (Katadata.co.id, 2020).</p>
         </fn> Begitu juga permasalahan pembalajaran di universitas dalam menerapkan pembelajaran daring menggunakan teknologi misalnya permasalahan jaringan internet, kuota/paket data, sulit dalam memahami materi dari dosen, kurangnya komunikasi dengan orang lain dan sebagainya.</p>
      <p>Dilihat sisi penerapannya salah satu faktor rendahnya pemanfatan teknologi dalam pendidikan adalah rendahnya kemampuan pengajar dalam mengoprasikan teknologi platform aplikasi pembelajaran termutakhir.<fn>
            <p> Ivan Jaya and Mahyuddin K. M. Nasution, ‘Development of Teaching Materials Based on Learning Video Using Movavi Education Set at Yayasan Perguruan Tunas Karya Batang Kuis’, <italic>ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat</italic> 6, no. 1 (March 2021): 16, https://doi.org/10.32734/ABDIMASTALENTA.V6I1.5131.</p>
         </fn> Selain itu motivasi pengajar dalam mengembangkan model dan media pembelajaran yang digunakan masih kurang. Sehingga hal tersebut mempengaruhi pemahaman mahasiswa terhadap materi dan ketercapaian batas nilai kelulusan yang ditetapkan. Maka seharusnya pendidik dapat  menerapkan model pembelajaran, media pembelajaran, serta memanfaatkan tekhnologi/aplikasi yang relevan mengingat perguruan tinggi harus beradaptasi dengan situasi baru.<fn>
            <p> Heri Cahyono, ‘Penggunaan Video Pembelajaran Berbasis Aplikasi Bandicam Pada Mata Kuliah Teori Graf Untuk Meningkatkan Kemampuan Abstraksi Mahasiswa’, <italic>Jurnal Pendidikan Modern</italic> 6, no. 2 (January 2021): 114, https://doi.org/10.37471/JPM.V6I2.205.</p>
         </fn>
      </p>
      <p>Kemampuan dalam mengelola pembelajaran, media, siswa, dan evaluasi dalam pengembangan peserta didik merupakan kompetensi pedagogik yang harus dikuasai oleh setiap pendidik. Tidak hanya bertindak sebagai pendidik, tetapi juga sebagai motivator dan fasilitator.<fn>
            <p> Nurfitriana Diah Sulistyaningrum et al., ‘Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru MI Al-Ihsan Melalui Pelatihan Microsoft Powerpoint’, <italic>Edulab : Majalah Ilmiah Laboratorium Pendidikan</italic> 5, no. 2 (December 2020): 119, https://doi.org/10.14421/EDULAB.2020.52-02.</p>
         </fn> Salah satu manfaat dari evaluasi pembelajaran terciptanya pembelajaran selaras antara pendidik dan peserta didik.<fn>
            <p> Ina Magdalena, Hadana Nur Fauzi, and Raafiza Putri, ‘Pentingnya Evaluasi Dalam Pembelajaran Dan Akibat Memanipulasinya’, <italic>Jurnal Pendidikan Dan Sains</italic> 2, no. 2 (2020): 244–57.</p>
         </fn>
      </p>
      <p>Berdasarkan observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti pada bulan April 2022 dengan mahasiswa kelas 6D, ditemukan beberapa permasalahan yang dirasakan oleh mahasiswa Prodi PIAUD Semester Enam kelas 6D Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu (UIN FAS Bengkulu) yang menjadi sampel penelitian pada mata kuliah Pengembangan Pembelajaran Sentra. Adapun permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa diantaranya yaitu: 1) Pembelajaran yang dilakukan secara daring dengan memanfaatkan aplikasi <italic>zoom meeting</italic>, <italic>google meet</italic>, <italic>jitsi</italic> ataupun aplikasi lain masih belum dapat memaksimalkan proses belajar mahasiswa.</p>
      <p>Beberapa mahasiswa mengeluhkan kesulitan belajar saat perkuliahan daring ini karena terkendala jaringan. Selain itu, pada saat perkuliahan dilakukan dengan menggunakan aplikasi zoom, terlihat mahasiswa masih banyak yang diam saat diajak berdiskusi tanya jawab, sehingga suasana pembelajaran tidak berlangsung secara aktif. 2) sebagian mahasiswa terlihat tidak semuanya bergabung dalam perkuliahan. Mahasiswa mengeluhkan tidak dapat ikut perkuliahan dikarenakan ada kegiatan KKN dimana waktu kegiatan dan perkuliahan berlangsung bersamaan. 3) rendahnya konsentrasi mahasiswa sehingga mengakibatkan sulitnya dalam memahami materi perkuliahan jika menggunakan aplikasi zoom saja. </p>
      <p>Berdasarkan permasalahan di atas, mahasiswa menginginkan perubahan metode pembelajaran dengan memanfaatkan aplikasi whatsapp sebagai sarana interaksi dan berdiskusi terkait materi perkuliahan yang sedang dibahas. Penyampaian materi perkuliahan dilakukan dengan memanfaatkan video pembelajaran sebagai media instruksional yang direkam oleh peneliti menggunakan fitur <italic>zoom record</italic>, kemudian hasil video dibagikan kepada mahasiswa melalui aplikasi <italic>telegram, drive</italic>, ataupun <italic>youtube</italic>.</p>
      <p>Media pembelajaran mengacu pada apapun yang dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu pembelajaran dengan harapan dapat merangsang kapasitas berpikir, afektif, dan perhatian siswa dalam rangka mendorong mereka untuk terlibat dalam proses pembelajaran.<fn>
            <p> Ucu Sumardi Sastramiharja et al., ‘Pengaruh Penggunaan Media Video Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik’, <italic>EDUTECH</italic> 20, no. 1 (March 2021): 74, https://doi.org/10.17509/E.V20I1.30997.</p>
         </fn> Media elektronik maupun cetak dapat secara bebas dan informal saat digunakan dan tidak terpaku pada media yang ditawarkan oleh universitas dan dosen. Media pembelajaran yang modern berbasis elektronik dapat mempermudah universitas menjangkau semua mahasiswa diberbagai daerah manapun. </p>
      <p>Beberapa penelitian sebelumnya yang mengkaji sekelumit pemanfaatan media video adalah penelitian Yunitasari, media yang tepat adalah media yang tidak hanya menghasilkan visualisasi (gambar dan video) tetapi juga dapat mengeluarkan audio (suara), sehingga dapat membantu optimalisasi model pembelajaran dan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis (<italic>critical thinking</italic>) pada siswa.<fn>
            <p> Yessyca Yunitasari, Muhammad Akhyar, and Sudiyanto, ‘The Implementation of PBL and IBL Collaboration Models Using Video to Improve Students Critical Thinking’, <italic>EDUTECH</italic> 19, no. 1 (March 2020): 37, https://doi.org/10.17509/E.V1I1.21411.</p>
         </fn> Penelitian Sari &amp; Oktavia juga menyimpulkan bahwa dari sekian banyaknya sumber belajar, video pembelajaran paling banyak disukai dan diinginkan oleh mahasiswa.<fn>
            <p> Padma Adriana Sari and Fathimatus Zahro Fazda Oktavia, ‘Sumber Belajar Alternatif Mata Kuliah Akuntansi Bagi Mahasiswa Generasi Z’, <italic>Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia</italic> 19, no. 1 (July 2021): 21, https://doi.org/10.21831/JPAI.V19I1.37083.</p>
         </fn>
      </p>
      <p>Menurut Nani Kusrini salah satu pilihan media pembelajaran yang paling bermanfaat adalah video. Video adalah media penyajian informasi yang mencakup teks, suara, dan animasi dan digunakan untuk memenuhi tujuan pembelajaran tertentu.<fn>
            <p> Nani Kusrini, Indah Nevira Trisna, and Endang Ikhtiarti, ‘Pelatihan Pembuatan Video Animasi Pembelajaran Bahasa Prancis Berbasis Powtoon Kepada Guru Bahasa Prancis Se-Lampung’, <italic>GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat</italic> 6, no. 1 (April 2022): 110 &amp; 112, https://doi.org/10.31571/GERVASI.V6I1.2957.</p>
         </fn> Sedangkan Pembelajaran adalah proses interakasi dan komunikasi pendidik (dosen) dan peserta didik (mahasiswa), dengan memberikan materi dan menggunakan sumber belajar tertentu pada saat proses belajar mengajar di kelas. Materi yang disampaikan dapat berupa pengetahuan, pengalaman dan pendidikan sikap dan karakter yang positif untuk mahasiswa yang dididik.<fn>
            <p> Shoffan Shoffa et al., <italic>Perkembangan Media Pembelajaran Di Perguruan Tinggi</italic> (Bojonegoro: CV. Agrapana Media, 2021), 110.</p>
         </fn> Video adalah media pembelajaran efektif yang dapat digunakan secara massal, secara individu, atau dalam kelompok.<fn>
            <p> Kiswanto Kis et al., ‘Peningkatan Sumber Daya Manusia Melalui Pembuatan Video Pembelajaran Bagi Guru-Guru’, <italic>ADI Pengabdian Kepada Masyarakat</italic> 1, no. 2 (April 2021): 22, https://doi.org/10.34306/ADIMAS.V1I2.423.</p>
         </fn>
      </p>
      <p>Video pembelajaran presentasi untuk pengajaran adalah suatu media yang menayangkan gambar dan suara yang bergerak agar dapat merangsang peserta didik untuk belajar.<fn>
            <p> Muniroh, ‘Pengembangan Video Pembelajaran Dengan Software Camtasia Studio Pada Materi Tajwid Dalam Bidang Study Al-Qur’an Hadist Di MTs Al-Jauharotunnaqiyah Kec. Keramatwatu Kab. Serang’ (UIN SMH Banten, 2021), 22.</p>
         </fn> Video yang dirancang untuk pembelajaran dapat diedit agar mendapatkan hasil video yang menarik dan maksimal dengan menggunakan berbagai macam aplikasi editor video, misalnya menggunakan aplikasi KineMaster, Mokoroom, InShot, CapCut, VideoShow dan lain-lain.<fn>
            <p> Selvi Riwayati et al., ‘Workshop Kinemaster bagi Guru Untuk Meningkatkan Kualitas Video Pembelajaran’, <italic>JE (Journal of Empowerment)</italic> 2, no. 2 (4 January 2022): 162–71, https://doi.org/10.35194/je.v2i2.1470.</p>
         </fn>
      </p>
      <p>Menurut Husein Siswa mendapat manfaat dari video pembelajaran karena meningkatkan <italic>antusiasme</italic> mereka untuk belajar, pemahaman mereka, keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran, dan kemandirian belajar mereka. Sementara itu, keuntungan dari video pembelajaran bagi pendidik termasuk peningkatan kreativitas, peningkatan hak cipta, peningkatan <italic>personal branding</italic>, dan lebih banyak lainnya.<fn>
            <p> Cahyono, ‘Penggunaan Video Pembelajaran Berbasis Aplikasi Bandicam Pada Mata Kuliah Teori Graf Untuk Meningkatkan Kemampuan Abstraksi Mahasiswa’.</p>
         </fn>
      </p>
      <p>Para dosen dan mahasiswa banyak mengalami kendala dalam akses jaringan internet yang kurang stabil, sehingga kurang memadai dalam pembelajaran daring. Menyikapi kenyataan yang ada maka seorang dosen wajib bertindak kreatif agar dapat menciptakan pembelajaran yang menarik sehingga dapat menigkatkan minat belajar para mahasiswa dengan memanfaatkan tekhnologi sebagai media dan metode pembelajaran. Media dan metode pembelajaran yang digunakan hendaknya dapat bervariasi agar mahasiswa tidak mudah bosan.<fn>
            <p> Shoffa et al., <italic>Perkembangan Media Pembelajaran Di Perguruan Tinggi</italic>.</p>
         </fn> Menurut Trilani and Sudihartinih video akan selalu diputar lagi jika penjelasan yang disampaikan masih belum jelas, media video pembelajaran dapat menjadi media pembelajaran alternatif yang dapat digunakan oleh dosen dan mahasiswa dalam pembelajaran daring.<fn>
            <p> Sopi Saniah Trilani and Eyus Sudihartinih, ‘Analisis Kebutuhan Video Pada Pembelajaran Matematika Mahasiswa Calon Guru Di Masa Pandemi Covid-19’, <italic>JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika)</italic> 10, no. 2 (2022): 319.</p>
         </fn>
      </p>
      <p>Penelitian lain yang melakukan pengujian efektivitas media video pembelajaran adalah Pratiwi dan Hermanto dengan pembahasan efektivitas pembelajaran dengan menggunakan video animasi dan <italic>kahoot!</italic> Yang memiliki keefektifan yang bagus. Namun, pada penelitian tersebut video pembelajaran bukan hasil buatan dari peneliti melainkan video yang dibuat oleh orang lain. Penelitian tersebut juga tidak dilakukan secara langsung oleh peneliti, namun peneliti melakukan kerja sama dengan guru.<fn>
            <p> Rahmawati Pratiwi and Fredy Hermanto, ‘Efektivitas Pembelajaran Ips Menggunakan Video Animasi Dan Kahoot! Materi Interaksi Antarnegara-Negara Asean Pada Siswa Kelas Viii Smp N 3 Tebo Jambi’, <italic>Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS</italic> 3, no. 2 (2021): 100–106, https://doi.org/10.15294/sosiolium.v3i1.44256.</p>
         </fn>
      </p>
      <p>Penelitian lain yang membahas mengenai efektivitas pembelajaran dengan menggunakan video pembelajaran adalah Sulistiani, dkk yang membahas mengenai perbedaan nilai siswa yang melakukan pembelajaran dengan media <italic>whatsapp</italic> dan gabungan media <italic>whatsapp</italic> dan video pembelajaran. Penelitian tersebut melakukan wawancara atau observasi awal dengan guru mata pelajaran, sedangkan dalam penelitian ini melakukan wawancara atau observasi langsung pada mahasiswa yang bersangkutan sehingga permasalahan lebih mudah didapatkan dan dicarikan solusi yang menguntungkan kedua belah pihak.<fn>
            <p> Sulistiani Sulistiani, Suminto Suminto, and Ari Suningsih, ‘Pembelajaran Daring Dengan Intervensi Video Pembelajaran Pada Masa Pandemi Covid 19’, <italic>JURNAL E-DuMath</italic> 7, no. 1 (2021): 27–34, https://doi.org/10.52657/je.v7i1.1344.</p>
         </fn>
      </p>
      <p>Simbolon, dkk. juga membahas mengenai efektivitas pembelajaran menggunakan video saat pandemi. Penelitian tersebut melibatkan orang tua siswa, guru, dan orang tua dengan jumlah 514 orang. Namun penelitian tersebut untuk mata pelajaran PJOK yang lebih membutuhkan praktik dari pada teori, sedangkan dalam penelitian ini lebih mengarah pada teori untuk pemahaman mahasiswa.<fn>
            <p> Nerri Lestari et al., ‘Efektivitas Pembelajaran PJOK Menggunakan Media Audio Visual Saat Pandemi Covid-19 Di Bangka Belitung’, <italic>Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga</italic> 4, no. 1 (2021): 1, https://doi.org/10.31602/rjpo.v4i1.4231.</p>
         </fn>
      </p>
      <p>Media video pembelajaran ini dilakukan agar mahasiswa tetap memperoleh pengetahuan terkait materi kuliah pada setiap jadwal perkuliahan. Selain itu peneliti juga mengarahkan mahasiswa untuk mempelajari sebanyak-banyaknya materi perkuliahan dari berbagai sumber bacaan, <italic>youtube</italic> dan lain-lain. Peneliti juga memfasilitasi mahasiswa dengan memberikan artikel-artikel penelitian, <italic>e-book</italic>, dan video dari youtube sesuai dengan materi yang dibahas. </p>
      <p>Selain peneliti berperan aktif dalam pengajaran dan memfasilitasi mahasiswa dengan berbagai metode pembelajaran. Mahasiswa distimulasi agar ikut terlibat aktif dalam kegiatan belajar. Setelah menonton video pembelajaran, peneliti mengajak mahasiswa untuk melakukan analisis materi perkuliahan dengan melakukan diskusi tanya jawab melalui aplikasi whatsapp group. Diskusi ini dimoderatori oleh para peneliti, dan siswa diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan dan menanggapi setiap pertanyaan yang diajukan oleh rekan-rekan mereka. </p>
      <p>Tujuan yang ingin dicapai dalam diskusi tanya jawab, diharapkan mahasiswa dapat berperan aktif dalam bertanya maupun menjawab, serta dapat mengungkapkan pendapat dan pengetahuan yang telah diperoleh saat menonton video pembelajaran yang diberikan dan sumber bacaan lainnya yang secara mandiri diperoleh mahasiswa. </p>
      <p>Materi Pengembangan Pembelajaran Sentra merupakan mata kuliah wajib di program studi yang diampu oleh mahasiswa sehingga mata kuliah ini sangat penting untuk dipahami oleh para mahasiswa PIAUD. Pengertian model pembelajaran sendiri adalah proses pelaksanaan suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk menyusun kurikulum (<italic>long term learning plan</italic>), merancang materi pembelajaran, dan merancang pembelajaran di kelas. Guru dapat memilih model pembelajaran yang tepat dan efisien untuk memenuhi tujuan pembelajaran yang dimaksudkan dengan menggunakan model pembelajaran.<fn>
            <p> Sogianor and Syahrani, ‘Model Pembelajaran PAI Di Sekolah Sebelum, Saat, Dan Sesudah Pandemi’, <italic>EDUCATIONAL JOURNAL : General and Specific Research</italic> 2, no. 1 (2022): 115.</p>
         </fn>
      </p>
      <p>Setelah mahasiswa memperoleh pembelajaran dari media belajar yaitu menggunakan video pembelajaran serta melakukan diskusi tanya jawab melalui whatsapp group. Peneliti memberikan kuis sebagai bahan untuk mengumpulkan data terkait pemahahaman mahasiswa pada materi yang telah disampaikan. Tujuan pemberian kuis tidak lain adalah untuk melihat peningkatan kemampuan pemahaman materi pada mahasiswa dengan memanfaatkan video pembelajaran saat pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19.</p>
      <p>
         <bold>Metode</bold>
      </p>
      <p>Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimental dengan <italic>one group pretest posttest design</italic>. Metode eksperimen dilakukan pada satu kelas kontrol dan kelas eksperimen (kelas 6D). Variabel independen penelitian adalah video pembelajaran dan variabel dependen yaitu kemampuan pemahaman materi. Populasi penelitian yaitu seluruh mahasiswa program studi PIAUD UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Semester 6 dengan total keseluruhan 98 mahasiswa. Tekhnik sampel dalam penelitian ini menggunakan teori Slovin yaitu alat ukur sampel yang diambil sekurang-kurangnya 10% dari total populasi.<fn>
            <p> Sumarni Sumarni, ‘Pengaruh Pemahaman Knowledge Sharing Terhadap Prestasi Mahasiswa Yang Melaksanakan Praktek Pengalaman Lapangan (Studi Pada Mahasiswa STKIP Nasional Padang Pariaman)’, <italic>Jurnal Ilmiah Dikdaya</italic> 10, no. 1 (April 2020): 82, https://doi.org/10.33087/DIKDAYA.V10I1.161.</p>
         </fn>,<fn>
            <p> Mugi Ardiansyah et al., ‘Implementasi Sistem Manajemen K3 Saat Pandemi COVID-19 Pada Proyek Pedestrian Dago Kota Sukabumi’, <italic>Teslink: Teknik Sipil Dan Lingkungan</italic> 4, no. 6 (March 2022): 78.</p>
         </fn> Berdasarkan teori tersebut maka sampel penelitian ini ditetapkan sebanyak 23 responden. </p>
      <p>Observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi semuanya digunakan untuk mengumpulkan data. Test yang diberikan peneliti merupakan kuis melalui <italic>google form</italic> dengan masing-masing 10 butir soal yang diberikan pada saat perkuliahan pertemuan ke-1 (sebelum menerapkan video pembelajarna) dan pada pertemuan ke-3 (setelah menerapkan video pembelajaran). Instrumen <italic>test</italic> telah dinyatakan valid dan reliabel berdasarkan validator ahli.</p>
      <p>Tabel 1. Indikator dan Butir Soal Test Pretest (Tanpa Video Pembelajaran)</p>
      <table-wrap specific-use="rules">
         <table>
            <tr>
               <td>
                  <bold>Indikator</bold>
               </td>
               <td>
                  <bold>Butir Soal</bold>
               </td>
            </tr>
            <tr>
               <td>Pemahaman konseptual yaitu pemahaman definisi dan model-model pembelajaran PAUD</td>
               <td>5 Soal</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>Pemahaman fungsional yaitu mengaitkan pemahaman teori Model-model pembelajaran PAUD dengan mengaplikasikan pada kehidupan nyata dan pemahaman lainnya. </td>
               <td>5 Soal</td>
            </tr>
         </table>
      </table-wrap>
      <p>Tabel 2. Indikator dan Butir Soal Test Postest (Menggunakan Video Pembelajaran)</p>
      <table-wrap specific-use="rules">
         <table>
            <tr>
               <td>
                  <bold>Indikator</bold>
               </td>
               <td>
                  <bold>Butir Soal</bold>
               </td>
            </tr>
            <tr>
               <td>Pemahaman konseptual yaitu pemahaman definisi BCCT, tujuan, bentuk-bentuk sentra pada BCCT.</td>
               <td>5 Soal</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>Pemahaman fungsional yaitu mengaitkan pemahaman teori BCCT dengan mengaplikasikan pada kehidupan nyata (Lembaga PAUD) dan pemahaman lainnya. </td>
               <td>5 Soal</td>
            </tr>
         </table>
      </table-wrap>
      <p>Wawancara dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan terkait pembelajaran kepada mahasiswa dan dosen pengampu mata kuliah. Angket dilakukan dengan menyebarkan instrumen penelitian menggunakan media <italic>google form</italic> kepada mahasiswa. Angket yang dirancang sebelumnya telah divalidasi oleh ahli yaitu dosen pengampu mata kuliah dari lokasi penelitian sebagai validator instrument. Berikut ini kisi-kisi instrumen angket penelitian yaitu:</p>
      <p>Tabel 3. Kisi-Kisi Instrumen Angket Penelitian</p>
      <table-wrap specific-use="rules">
         <table>
            <tr>
               <td>
                  <bold>Aspek Penilaian</bold>
               </td>
               <td>
                  <bold>Indikator</bold>
               </td>
            </tr>
            <tr>
               <td>Kejelasan isi materi video pembelajaran dan pemberian daya tarik dan efek suara video pembelajaran</td>
               <td>Mahasiswa dapat memahami materi yang disampaikan dosen melalui video pembelajaran</td>
            </tr>
            <tr>
               <td/>
               <td>Video pembelajaran dapat menumbuhkan minat belajar</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>Pemanfaatan video pembelajaran secara efektif dan efisien (jelas dan singkat) serta video pembelajaran memiliki kebermaknaan dengan materi</td>
               <td>Video pembelajaran efektif digunakan di masa pandemic</td>
            </tr>
            <tr>
               <td/>
               <td>Video pembelajaran sangat bermafaat</td>
            </tr>
            <tr>
               <td/>
               <td>Melalui video pembelajaran memudahkan mahasiswa menyelesaikan tugas</td>
            </tr>
            <tr>
               <td/>
               <td>Video pembelajaran memudahkan / tidak memberatkan mahasiswa dalam perkuliahan di masa pandemic</td>
            </tr>
            <tr>
               <td/>
               <td>Mahasiswa berminat menggunakan video pembelajaran setelah pandemi selesai</td>
            </tr>
            <tr>
               <td/>
               <td>Video pembelajaran dapat menjadi alternatif menghadapi kendala belajar</td>
            </tr>
            <tr>
               <td/>
               <td>Seluruh rencana pembelajaran dapat terlaksanakan saat pembelajaran menggunakan video</td>
            </tr>
            <tr>
               <td/>
               <td>Video pembelajaran dapat meningkatkan keaktifan bertanya dan menjawab</td>
            </tr>
         </table>
      </table-wrap>
      <p>Analisis data menggunakan Normalized Gain. Gain adalah selisih antara skor tes awal (<italic>pretest</italic>) dan skor tes akhir (<italic>posttest</italic>).<fn>
            <p> Tri Wardati Khusniyah, ‘Efektivitas E-Learning Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Pada Mata Kuliah Konsep Dasar IPS’, <italic>SAP (Susunan Artikel Pendidikan)</italic> 4, no. 3 (April 2020): 209, https://doi.org/10.30998/SAP.V4I3.6283.</p>
         </fn> Skor tes dilihat dari nilai rata-rata dari jawaban mahasiswa pada quiz pertama (pretest) dan quiz kedua (postets). Hasil tes pretest dan postest dinyatakan valid dan dapat digunakan berulang-ulang. Kemudian penulis juga melakukan analisis data pada angket yang diberikan kepada mahasiswa terkait pemanfaatan video pembelajaran dalam perkualiahan. Hasil persentase penilaian analisis data ini dapat dilihat dalam <italic>google form</italic>.</p>
      <list list-type="ordered">
         <list-item>
            <p>
               <bold>Hasil Penelitian dan Pembahasan</bold>
            </p>
         </list-item>
      </list>
      <p>Penelitian yang dilaksanakan di kelas 6D Prodi PIAUD selama praktek lapangan yaitu selama empat kali pertemuan dalam satu bulan pada mata kuliah pengambangan pembelajaran sentra anak usia dini dengan materi ajar yang berbeda-beda namun dalam lingkup materi mata kuliah yang sama. Pertemuan pertama dimulai pada tanggal 30 Maret 2022 dengan materi “Model-Model Pembelajaran di Pendidikan Anak Usia Dini”. Pertemuan kedua dilakukan pada tanggal 6 April 2022 materi “Pembelajaran Highscope”. Pertemuan ketiga dilaksanakan pada tanggal 13 April 2022 dengan materi “BCCT (Beyond Center and Circle Time) atau Model Pembelajaran Sentra”. Pertemuan terakhir (keempat) dilaksanakan pada tanggal 20 April 2022 materi “Pengembangan-pengembangan pembelajaran sentra di PAUD”.</p>
      <p>Pada perkualihan pertama, pengajaran dilakukan dengan menggunakan aplikasi Zoom sebagai media komunikasi dan interaksi belajar. Pelaksanaan pembelajaran berjalan seperti biasa menggunakan <italic>Power Point</italic> dengan metode ceramah dan tanya jawab dua arah. Pada pertemuan pertama ini, banyak mahasiswa yang tidak mengikuti perkuliahan zoom karena terkendala jaringan. Apabila sinyal tidak kuat dan tidak stabil, maka akan keluar masuk dari zoom. Perkuliahan pertama ini peneliti melakukan penelitian <italic>pretest </italic>dengan memberikan quiz 1 yang berisikan 10 butir pertanyaan pilihan ganda terkait materi “Model-model pembelajaran di PAUD”. Dibawah ini merupakan penjabaran nilai mahasiswa yang didapat dari hasil quiz 1 menggunakan <italic>google form</italic>:</p>
      <p>Tabel 4. Skor Nilai Mahasiswa Quiz 1 (<italic>Pretest</italic>)</p>
      <table-wrap specific-use="rules">
         <table>
            <tr>
               <td>
                  <bold>NO.</bold>
               </td>
               <td>
                  <bold>NAMA</bold>
               </td>
               <td>
                  <p>
                     <bold>SKOR NILAI</bold>
                  </p>
                  <p>
                     <bold>(0-100)</bold>
                  </p>
               </td>
            </tr>
            <tr>
               <td>1</td>
               <td>DB</td>
               <td>70</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>2</td>
               <td>D</td>
               <td>30</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>3</td>
               <td>IC</td>
               <td>50</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>4</td>
               <td>LY</td>
               <td>20</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>5</td>
               <td>WS</td>
               <td>40</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>6</td>
               <td>ASG</td>
               <td>40</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>7</td>
               <td>AGE</td>
               <td>60</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>8</td>
               <td>AAN</td>
               <td>50</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>9</td>
               <td>DR</td>
               <td>20</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>10</td>
               <td>FTN</td>
               <td>20</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>11</td>
               <td>FSM</td>
               <td>30</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>12</td>
               <td>NP</td>
               <td>40</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>13</td>
               <td>TP</td>
               <td>40</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>14</td>
               <td>SS</td>
               <td>30</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>15</td>
               <td>FH</td>
               <td>60</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>16</td>
               <td>SA</td>
               <td>30</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>17</td>
               <td>PL</td>
               <td>50</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>18</td>
               <td>AFV</td>
               <td>60</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>19</td>
               <td>YE</td>
               <td>40</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>20</td>
               <td>PA</td>
               <td>60</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>21</td>
               <td>MO</td>
               <td>30</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>22</td>
               <td>ST</td>
               <td>30</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>23</td>
               <td>NI</td>
               <td>40</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>Skor Total</td>
               <td>940</td>
            </tr>
         </table>
      </table-wrap>
      <p>Mengamati tabel di atas, dapat diketahui bahwa nilai quiz 1 untuk data <italic>pretest</italic> dari 23 mahasiswi kelas 6D pada materi pertama tentang “Model-Model Pembelajaran Anak Usia Dini” menggunakan <italic>google form</italic>¸terlihat masih banyak mahasiswa yang memperoleh nilai rendah. Lebih jelas lagi dapat dilihat pada gambar di bawah ini:</p>
      <fig>
         <graphic xlink:href="https://ejournal.uin-suka.ac.id/tarbiyah/edulab/article/download/2022.71.05/version/3400/2463/17626/image1.png"/>
      </fig>
      <p>Gambar 1. Nilai Rata-Rata Mahasiswa <italic>Pretest</italic>
      </p>
      <p>Berdasarkan gambar 1. dapat dilihat bahwa nilai rata-rata dari 23 responden yaitu sebesar 40,87 dari 100 poin. Median atau nilai tengahnya yaitu 40, sedangkan rentang nilai mahasiswa di mulai dari 20 sampai 70 poin. Dapat disimpulkan bahwa nilai <italic>pretes</italic> yang diperoleh masih dibawah rata-rata yang diharapkan. Sehingga masih diperlukan peningkatan kemampuan mahasiswa terhadap materi mata kuliah “Pengembangan Pembelajaran Sentra”.</p>
      <fig>
         <graphic xlink:href="https://ejournal.uin-suka.ac.id/tarbiyah/edulab/article/download/2022.71.05/version/3400/2463/17627/image2.jpeg"/>
      </fig>
      <p>Gambar 2. Dokumentasi Perkuliahan Sebelum Menggunakan Video Pembelajaran</p>
      <p>Gambar di atas merupakan hasil dokumentasi akhir perkuliahan pertama yang menggunakan aplikasi zoom, terlihat masih banyak mahasiswa yang tidak hadir dari awal sampai akhir perkuliahan, dikarenakan sinyal dan alasan kegiatan lainnya.</p>
      <p>Praktik <italic>teaching</italic> berikutnya yaitu pertemuan kedua materi “Pembelajaran Highscope” yang dilaksanakan satu minggu kemudian. Adapun permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa saat itu adalah melakukan kegiatan KKN yang ditempatkan di pelosok desa-desa yang jauh dari perkotaan, sehingga mengalami keterhambatan jaringan apabila menggunakan aplikasi zoom saat perkuliahan. Sehingga mahasiswa mengajukan pergantian metode belajar yang menggunakan diskusi <italic>whatsapp group</italic>. Selain itu, peneliti juga memanfaatkan video pembelajaran yang dirancang dan dibuat sendiri dengan memanfaatkan <italic>zoom record</italic> agar video pengajaran dapat diputar saat jaringan sinyal mahasiswa baik kapanpun dan dapat diputar berulang-ulang. PPT dan video pembelajaran dikirim 2 hari sebelum jadwal perkuliahan dimulai sehingga mahasiswa sudah melihat materi yang disampaikan. </p>
      <p>Diskusi tanya jawab terkait materi dilakukan saat jam perkuliahan dimulai. Mahasiswa diberikan kesempatan sebanyak-banyaknya untuk bertanya dan menjawab setiap pertanyaan yang diajukan teman-temannya. Perkuliahan menggunakan <italic>whatsapp group</italic> dan video pembelajaran berjalan dengan lancar walaupun beberapa mahasiswa tidak dapat mengikuti perkuliahan dikarenakan sedang melakukan kegiatan KKN di lokasi. Selain itu juga beberapa mahasiswa tidak dapat bergabung diskusi dikarenakan tidak ada jaringan dan mati lampu. </p>
      <p>Pertemuan ketiga dengan materi yang berbeda yaitu tentang “Beyond Centre and Circle Time (BCCT) atau Pembelajaran Sentra”. Perkuliahan dilakukan seperti pertemuan kedua yaitu menggunakan PPT, Video Pembelajaran, dan diskusi <italic>whatsapp group</italic>. Setelah melaksanakan perkuliahan, peneliti membagikan Quiz 2 dengan menggunakan <italic>google form </italic>sebagai pengumpulan data <italic>Posttest</italic> penelitian. Adapun hasil nilai dari 23 responden pada Quiz 2 dengan 10 pertanyaan sebagai berikut:</p>
      <p>Tabel 6. Skor Nilai Mahasiswa Quiz 2 (<italic>Postest</italic>)</p>
      <table-wrap specific-use="rules">
         <table>
            <tr>
               <td>
                  <bold>NO.</bold>
               </td>
               <td>
                  <bold>NAMA</bold>
               </td>
               <td>
                  <p>
                     <bold>SKOR NILAI</bold>
                  </p>
                  <p>
                     <bold>(0-100)</bold>
                  </p>
               </td>
            </tr>
            <tr>
               <td>1</td>
               <td>DB</td>
               <td>80</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>2</td>
               <td>D</td>
               <td>60</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>3</td>
               <td>IC</td>
               <td>60</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>4</td>
               <td>LY</td>
               <td>20</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>5</td>
               <td>WS</td>
               <td>70</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>6</td>
               <td>ASG</td>
               <td>60</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>7</td>
               <td>AGE</td>
               <td>80</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>8</td>
               <td>AAN</td>
               <td>50</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>9</td>
               <td>DR</td>
               <td>80</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>10</td>
               <td>FTN</td>
               <td>50</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>11</td>
               <td>FSM</td>
               <td>70</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>12</td>
               <td>NP</td>
               <td>50</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>13</td>
               <td>TP</td>
               <td>60</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>14</td>
               <td>SS</td>
               <td>60</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>15</td>
               <td>FH</td>
               <td>60</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>16</td>
               <td>SA</td>
               <td>60</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>17</td>
               <td>PL</td>
               <td>70</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>18</td>
               <td>AFV</td>
               <td>50</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>19</td>
               <td>YE</td>
               <td>40</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>20</td>
               <td>PA</td>
               <td>50</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>21</td>
               <td>MO</td>
               <td>40</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>22</td>
               <td>ST</td>
               <td>50</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>23</td>
               <td>NI</td>
               <td>70</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>Skor Total</td>
               <td>1.340</td>
            </tr>
         </table>
      </table-wrap>
      <p>Tabel di atas menujukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan pemahaman mahasiswa terhadap materi yang menggunakan metode belajar yang berbeda dari biasanya yaitu menggunakan video pembelajaran dan <italic>whatsapp </italic>group. Nilai Quiz 2 di atas merupakan data <italic>posttest </italic>dari 23 mahasiswi kelas 6D pada materi ketiga tentang “Beyond Centre and Circle Time (BCCT) atau Pembelajaran Sentra” menggunakan <italic>google form</italic>. Analisis data lebih lanjut dapat dilihat pada gambar di bawah ini:</p>
      <fig>
         <graphic xlink:href="https://ejournal.uin-suka.ac.id/tarbiyah/edulab/article/download/2022.71.05/version/3400/2463/17628/image3.png"/>
      </fig>
      <p>Gambar 3. Nilai Rata-Rata Mahasiswa <italic>Posttest</italic>
      </p>
      <p>Gambar di atas menjelaskan bahwa nilai rata-rata yang didapatkan pada <italic>posttest</italic> menggunakan <italic>google form</italic> yaitu sebesar 58,26 dari 100 poin. Median atau nilai tengahnya yaitu 60, sedangkan rentang nilai mahasiswa di mulai dari 20 sampai 80 poin. Artinya, terjadi peningkatan pada rata-rata, median, dan rentang nilai mahasiswa untuk ekpsperimen kedua ini, yaitu peningkatan kemampuan pemahaman mahasiswa menggunakan metode pembelajaran seperti video pembelajaran dan diskusi tanya jawab melalui <italic>whatsapp group</italic>.</p>
      <fig>
         <graphic xlink:href="https://ejournal.uin-suka.ac.id/tarbiyah/edulab/article/download/2022.71.05/version/3400/2463/17629/image4.png"/>
      </fig>
      <p>Gambar 4. Dokumentasi Penggunaan Video Pembelajaran</p>
      <p>Gambar di atas merupakan video pembelajaran perkuliahan ketiga dengan materi pembelajaran BCCT atau pembelajaran sentra yang diciptakan dengan menggunakan <italic>zoom record</italic> kemudian dibagikan kepada mahasiswa baik melalui youtube, telegram, maupun drive. Video pembelajaran dapat ditonton berulang kali oleh mahasiswa sebelum dan setelah perkuliahan. </p>
      <p>Pertemuan terakhir menjadi penutup kegiatan field studi dan merupakan praktek pengajaran yang keempat (ujian) yang dilaksanakan dengan perkuliahan menggunakan aplikasi zoom. Materi yang disampaikan yaitu materi yang berkaitan dengan “Pengembangan-Pengembangan Pembelajaran Sentra di PAUD”. Untuk memperoleh data penelitian lebih lanjut, pada akhir perkualiahan peneliti membagikan angket tentang pemanfaatan video pembelajaran terhadap proses pembelajaran di perguruan tinggi. </p>
      <p>Angket memanfaatkan <italic>google form</italic> untuk memudahkan peneliti untuk mengumpulkan data penelitian dari mahasiswa. Pertanyaan yang diajukan pada angket berjumlah 33 soal, responden diberikan dua pilihan jawaban yaitu “Ya/Tidak”. Indikator dan persentase hasil jawaban angket mahasiswa dapat dilihat pada tabel berikut ini:</p>
      <p>Tabel 7. Hasil Angket Pemanfaatan Video Pembelajaran</p>
      <table-wrap specific-use="rules">
         <table>
            <tr>
               <td>
                  <bold>NO</bold>.</td>
               <td>
                  <bold>Indikator</bold>
               </td>
               <td>
                  <bold>Persentase (%)</bold>
               </td>
            </tr>
            <tr>
               <td/>
               <td/>
               <td>
                  <bold>Ya</bold>
               </td>
               <td>
                  <bold>Tidak</bold>
               </td>
            </tr>
            <tr>
               <td>1</td>
               <td>Mahasiswa dapat memahami materi yang disampaikan dosen melalui video pembelajaran</td>
               <td>87%</td>
               <td>13%</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>2</td>
               <td>Video pembelajaran dapat menumbuhkan minat belajar</td>
               <td>60.9%</td>
               <td>39.1%</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>3</td>
               <td>Video pembelajaran efektif digunakan di masa pandemic</td>
               <td>87%</td>
               <td>13%</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>4</td>
               <td>Video pembelajaran sangat bermafaat</td>
               <td>91.3%</td>
               <td>8.7%</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>5</td>
               <td>Melalui video pembelajaran memudahkan mahasiswa menyelesaikan tugas</td>
               <td>78.3%</td>
               <td>21.7%</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>6</td>
               <td>Video pembelajaran memudahkan / tidak memberatkan mahasiswa dalam perkuliahan di masa pandemi</td>
               <td>78.3%</td>
               <td>21.7%</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>7</td>
               <td>Mahasiswa berminat menggunakan video pembelajaran setelah pandemi selesai</td>
               <td>39.1%</td>
               <td>60.9%</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>8</td>
               <td>Video pembelajaran dapat menjadi alternatif menghadapi kendala belajar</td>
               <td>73.9%</td>
               <td>26.1%</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>9</td>
               <td>Seluruh rencana pembelajaran dapat terlaksanakan saat pembelajaran menggunakan video</td>
               <td>47.8%</td>
               <td>52.2%</td>
            </tr>
            <tr>
               <td>10</td>
               <td>Video pembelajaran dapat meningkatkan keaktifan bertanya dan menjawab</td>
               <td>52.2%</td>
               <td>47.8%</td>
            </tr>
         </table>
      </table-wrap>
      <p>Tabel di atas menjelaskan bahwa video pembelajaran menjadi alternatif sebagai media pembelajaran yang sangat efektif digunakan dan sangat bermanfaat untuk pembelajaran online atau pembelajaran daring karena memudahkan mahasiswa dalam memahami materi, menyelesaikan tugas, melaksanakan pembelajaran daring, meningkatkan minat dan keaktifan. Namun mahasiswa tetap menginginkan pembelajaran tatap muka apabila pandemi sudah usai, karena tidak semua rencana pembelajaran dapat terlaksanakan hanya dengan menggunakan video pembelajaran saja.</p>
      <p>Menurut (Tarida) video pembelajaran dianggap efektif dalam hal konstruksi pengetahuan. Temuan tersebut mengungkapkan bahwa menggunakan video pembelajaran untuk memahami penerapan matematika jauh lebih berhasil. Mempelajari video dapat membantu mahasiswa menjadi lebih termotivasi untuk belajar.<fn>
            <p> Luthfiana Tarida, ‘Efektivitas Penggunaan Video Pembelajaran Berbasis GeoGebra Terhadap Kemampuan Taruna/i Dalam Memahami Aplikasi Matematika Maritim’, <italic>Saintara: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Maritim</italic> 5, no. 2 (2021): 45.</p>
         </fn> 
      </p>
      <p> Selain meningkatkan motivasi belajar mahasiswa, kemampuan berpikir kreatif mahasiswa dapat ditingkatkan dengan menonton video pembelajaran berbasis proyek. Sebelum membuat video pembelajaran, mahasiswa akan lebih kreatif dalam pengetahuan mereka tentang hal-hal yang dibahas.<fn>
            <p> Inung Diah Kurniawati, ‘Efektifitas Project Based Learning Berbantuan Video Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Mahasiswa’, <italic>Prosiding Seminar Nasional Teknologi SENATIK</italic> 4, no. 1 (2021): 774.</p>
         </fn>
      </p>
      <p>Penggunaan media video untuk mewadahi materi pembelajaran dapat mendongkrak motivasi dan hasil belajar. Terbukti dengan peningkatan hasil skor rata-rata pada siklus I dan siklus II. Media video diketahui dapat meningkatkan perhatian siswa dan prestasi belajar.<fn>
            <p> Dwi Novaria Misidawati et al., ‘Media Video Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Mata Kuliah Managemen Pemasaran Di Masa Pandemi Covid-19’, <italic>Jurnal Educatio</italic> 7, no. 2 (2021): 382.</p>
         </fn>
      </p>
      <p>Adapun data wawancara yang diperoleh dari mahasiswa sebagai responden dengan bantuan instrument wawancara yaitu menggunakan <italic>google form</italic>. Pertama, peneliti menanyakan terkait tertarik menggunakan pembelajaran daring atau luring, mahasiswa menjawab luring sebanyak 78.3%. Kedua, pertanyaan terkait kendala saat melakukan pembelajaran secara daring, mahasiswa menjawab yaitu sinyal, biaya internet, kondisi sekeliling (ramai), tidak dapat fokus karena hal lain (membantu orangtua, sambil bekerja, dan sebagainya). Ketiga, peneliti menanyakan terkait aplikasi yang paling efektif digunakan, mahasiswa menjawab sebanyak 43.5% aplikasi video pembelajaran, sebanyak 30.4% menjawab aplikasi whatsapp, sebanyak 26.1% menjawab aplikasi zoom.</p>
      <p>Menyikapi kendala-kendala yang dirasakan para mahasiswa saat malaksanakan pembelajaran daring di masa pandemi seperti jaringan internet yang kurang baik, siswa dapat mengulangi penjelasan saat mempelajari konten secara mandiri dengan menggunakan video pembelajaran. Sehingga, video pembelajaran dapat memaksimalkan pembelajaran online.<fn>
            <p> Nourma Pramestie Wulandari, Nilza Humaira Salsabila, and Nani Kurniati, ‘Analisis Kebutuhan Pengembangan Video Pembelajaran Mata Kuliah Program Linier’, <italic>Didaktik: Jurnal Ilmiah FKIP Universitas Mandiri</italic> 7, no. 2 (2021): 449–50.</p>
         </fn>
      </p>
      <p>Keberadaan video pembelajaran memiliki keunggulan untuk memaksimalkan waktu belajar di kelas untuk pembahasan materi yang lebih komprehensif dan mendalam. Keluhan mahasiswa tentang video pembelajaran sering kali karena suara yang kecil atau kurang jelas, sebagian kecil mahasiswa tidak memahami penjelasan dosen yang disampaikan dalam video.<fn>
            <p> Marfi Ario and Azmi Asra, ‘Pengembangan Video Pembelajaran Materi Integral Pada Pembelajaran Flipped Classroom’, <italic>AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika</italic> 8, no. 1 (2019): 29–30.</p>
         </fn>
      </p>
      <p>Selain itu, video pembelajaran dinilai mampu meningkatkan kapasitas dan kemandirian pemecahan masalah mahasiswa apabila perkuliahan menggunakan model pembelajaran seperti model pembelajaran <italic>flipped classroom</italic> yang memanfaatkan video pembelajaran. <fn>
            <p> Marista Sari, ‘Flipped Classroom Berbantuan Video Pembelajaran Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Dan Kemandirian Belajar’ (repository.radenintan.ac.id, 2021), 35.</p>
         </fn>
      </p>
      <p/>
      <list list-type="ordered">
         <list-item>
            <p>
               <bold>Simpulan</bold>
            </p>
         </list-item>
      </list>
      <p>Pembelajaran daring yang dilakukan di Universitas Islam Negeri Fatmawati Bengkulu dilaksanakan dengan menggunakan aplikasi zoom, e-learning, dan whatsapp. Pemanfaatan video pembelajaran sebagai media pembelajaran mahasiswa pada masa pandemic covid-19 dalam penelitian ini terbukti dapat meningkatkan kemampuan pemahaman materi pada mahasiswa. Dilihat dari hasil analisi data nilai <italic>pretest </italic>mahasiswa diperoleh rata-rata sebesar 40,87 %, dimana pengambilan data ini saat mahasiswa melaksanakan perkuliahan daring menggunakan zoom sebagai media belajar pada masa pandemi. Sedangkan terjadi peningkatan kemampuan pemahaman mahasiswa pada nilai rata-rata <italic>posttest</italic> menggunakan video pembelajaran sebagai media belajar yaitu sebesar 58,26 %. Oleh karena itu, pemanfaatan video pembelajaran layak dan dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman mahasiswa Prodi PIAUD UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.</p>
      <p>
         <bold>Ucapan Terimakasih</bold> 
      </p>
      <p>Ucapan terimakasih kepada Universitas Islam Negeri Fatmawati Bengkulu yang telah menerima peneliti untuk melaksanakan uji kompetensi lapangan di program studi S1 PIAUD. Ucapan terimakasih pula kepada dosen pamong yaitu ibu Dr. Evi Selva Nirwana, M.Pd. yang telah memberikan kesempatan untuk praktek <italic>teaching</italic> dan membantu proses penelitian ini. Serta ucapan terimakasih pula kepada mahasiswa kelas 6D untuk segala kerjasama dan perhatiannya selama perkuliahan.</p>
      <p>
         <bold>References</bold>
      </p>
      <p>Adriana Sari, Padma, and Fathimatus Zahro Fazda Oktavia. ‘Sumber Belajar Alternatif Mata Kuliah Akuntansi Bagi Mahasiswa Generasi Z’. <italic>Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia</italic> 19, no. 1 (July 2021): 11–26. https://doi.org/10.21831/JPAI.V19I1.37083.</p>
      <p>Alfonsius. ‘Penyelenggaraan Pembelajaran Perguruan Tinggi Swasta Di Masa Pandemi Covid-19’. <italic>Journal of Accounting and Management Innovation</italic> 5, no. 1 (2021).</p>
      <p>Ario, Marfi, and Azmi Asra. ‘Pengembangan Video Pembelajaran Materi Integral Pada Pembelajaran Flipped Classroom’. <italic>AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika</italic> 8, no. 1 (2019).</p>
      <p>Cahyono, Heri. ‘Penggunaan Video Pembelajaran Berbasis Aplikasi Bandicam Pada Mata Kuliah Teori Graf Untuk Meningkatkan Kemampuan Abstraksi Mahasiswa’. <italic>Jurnal Pendidikan Modern</italic> 6, no. 2 (January 2021): 114–19. https://doi.org/10.37471/JPM.V6I2.205.</p>
      <p>Firman. ‘Ditjen Diktiristek Merilis Panduan Pembelajaran Semester Genap Tahun Akademik 2021/2022 Di Perguruan Tinggi Pada Masa Pandemi’. dikti.kemendikbud.go.id, 2022.</p>
      <p>Hilir, Alwi. <italic>Pengembangan Teknologi Pendidikan: Peranan Pendidik Dalam Menggunakan Media Pembelajaran</italic>. Klaten: Lakeisha, 2021.</p>
      <p>Jaya, Ivan, and Mahyuddin K. M. Nasution. ‘Development of Teaching Materials Based on Learning Video Using Movavi Education Set at Yayasan Perguruan Tunas Karya Batang Kuis’. <italic>ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat</italic> 6, no. 1 (March 2021): 16–21. https://doi.org/10.32734/ABDIMASTALENTA.V6I1.5131.</p>
      <p>Khusniyah, Tri Wardati. ‘Efektivitas E-Learning Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Pada Mata Kuliah Konsep Dasar IPS’. <italic>SAP (Susunan Artikel Pendidikan)</italic> 4, no. 3 (April 2020). https://doi.org/10.30998/SAP.V4I3.6283.</p>
      <p>Kis, Kiswanto, Chandra Kirana, Parlia Romadiana, Benny Wijaya, Supardi, and Agustina Mardeka Raya. ‘Peningkatan Sumber Daya Manusia Melalui Pembuatan Video Pembelajaran Bagi Guru-Guru’. <italic>ADI Pengabdian Kepada Masyarakat</italic> 1, no. 2 (April 2021): 1–7. https://doi.org/10.34306/ADIMAS.V1I2.423.</p>
      <p>Kristen, Universitas, Satya Wacana, Nisak Ruwah, Ibnatur Husnul, and Aris Suharyadi. ‘Strategi Dosen Dalam Manajemen E-Learning Guna Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa Di Perguruan Tinggi’. <italic>Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan</italic> 8, no. 1 (June 2021): 34–48. https://doi.org/10.24246/J.JK.2021.V8.I1.P34-48.</p>
      <p>Kurniawati, Inung Diah. ‘Efektifitas Project Based Learning Berbantuan Video Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Mahasiswa’. <italic>Prosiding Seminar Nasional Teknologi SENATIK</italic> 4, no. 1 (2021).</p>
      <p>Kusrini, Nani, Indah Nevira Trisna, and Endang Ikhtiarti. ‘Pelatihan Pembuatan Video Animasi Pembelajaran Bahasa Prancis Berbasis Powtoon Kepada Guru Bahasa Prancis Se-Lampung’. <italic>GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat</italic> 6, no. 1 (April 2022): 108–21. https://doi.org/10.31571/GERVASI.V6I1.2957.</p>
      <p>Lestari, Nerri, Muhammad Eka Mardyansyah Simbolon, Monica Monica, Tungki Armanto, and Bayu Alfarras. ‘Efektivitas Pembelajaran PJOK Menggunakan Media Audio Visual Saat Pandemi Covid-19 Di Bangka Belitung’. <italic>Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga</italic> 4, no. 1 (2021): 1. https://doi.org/10.31602/rjpo.v4i1.4231.</p>
      <p>Magdalena, Ina, Hadana Nur Fauzi, and Raafiza Putri. ‘Pentingnya Evaluasi Dalam Pembelajaran Dan Akibat Memanipulasinya’. <italic>Jurnal Pendidikan Dan Sains</italic> 2, no. 2 (2020): 244–57.</p>
      <p>Misidawati, Dwi Novaria, Ratna Nurdiana, Siti Aniqoh Shofwani, and Ahmad Hariyadi. ‘Media Video Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Mata Kuliah Managemen Pemasaran Di Masa Pandemi Covid-19’. <italic>Jurnal Educatio</italic> 7, no. 2 (2021).</p>
      <p>Mugi Ardiansyah, Ardin Rozandi, Muhammad Hidayat, and Danang Purwanto. ‘Implementasi Sistem Manajemen K3 Saat Pandemi COVID-19 Pada Proyek Pedestrian Dago Kota Sukabumi’. <italic>Teslink: Teknik Sipil Dan Lingkungan</italic> 4, no. 6 (March 2022).</p>
      <p>Muhlisin, Ahmad, Sri Sarwanti, Gentur Jalunggono, Arnanda Yusliwidaka, Sukron Mazid, and Lilia Ellany Mohtar. ‘Improving Students’ Problem-Solving Skills Through RIAS Model in Science Lasses’. <italic>Jurnal Cakrawala Pendidikan</italic> 41, no. 1 (February 2021): 284–94. https://doi.org/10.21831/cp.v41i1.47263.</p>
      <p>Muliansyah, Ariadi. ‘Whatshapp Sebagai Model Pembelajaran Nahwu Berbasis Internet’. <italic>Edulab : Majalah Ilmiah Laboratorium Pendidikan</italic> 3, no. 2 (January 2018): 1–13. https://doi.org/10.14421/EDULAB.2018.32-01.</p>
      <p>Muniroh. ‘Pengembangan Video Pembelajaran Dengan Software Camtasia Studio Pada Materi Tajwid Dalam Bidang Study Al-Qur’an Hadist Di MTs Al-Jauharotunnaqiyah Kec. Keramatwatu Kab. Serang’. UIN SMH Banten, 2021.</p>
      <p>Pratiwi, Rahmawati, and Fredy Hermanto. ‘Efektivitas Pembelajaran Ips Menggunakan Video Animasi Dan Kahoot! Materi Interaksi Antarnegara-Negara Asean Pada Siswa Kelas Viii Smp N 3 Tebo Jambi’. <italic>Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS</italic> 3, no. 2 (2021): 100–106. https://doi.org/10.15294/sosiolium.v3i1.44256.</p>
      <p>Riwayati, Selvi, Ristontowi Ristontowi, Yuriska Destania, Nyayu Masyita, Risnanosanti Risnanosanti, Masri Masri, and Mardiah Syofiana. ‘Workshop Kinemaster bagi Guru Untuk Meningkatkan Kualitas Video Pembelajaran’. <italic>JE (Journal of Empowerment)</italic> 2, no. 2 (4 January 2022): 162–71. https://doi.org/10.35194/je.v2i2.1470.</p>
      <p>Sari, Marista. ‘Flipped Classroom Berbantuan Video Pembelajaran Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Dan Kemandirian Belajar’. repository.radenintan.ac.id, 2021.</p>
      <p>Sastramiharja, Ucu Sumardi, Lukas Nathanael, Reinada Witri Permata Sari, and Fhida Kusriani. ‘Pengaruh Penggunaan Media Video Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik’. <italic>EDUTECH</italic> 20, no. 1 (March 2021): 72–86. https://doi.org/10.17509/E.V20I1.30997.</p>
      <p>Shoffa, Shoffan, Iis Holisin, Jozua Ferjanus Palandi, Sri Cacik, Dian Indriyani, Eko Eddya Supriyanto, Abdul Basith, and Yo Ceng Giap. <italic>Perkembangan Media Pembelajaran Di Perguruan Tinggi</italic>. Bojonegoro: CV. Agrapana Media, 2021.</p>
      <p>Sogianor, and Syahrani. ‘Model Pembelajaran PAI Di Sekolah Sebelum, Saat, Dan Sesudah Pandemi’. <italic>EDUCATIONAL JOURNAL : General and Specific Research</italic> 2, no. 1 (2022).</p>
      <p>Sulistiani, Sulistiani, Suminto Suminto, and Ari Suningsih. ‘Pembelajaran Daring Dengan Intervensi Video Pembelajaran Pada Masa Pandemi Covid 19’. <italic>JURNAL E-DuMath</italic> 7, no. 1 (2021): 27–34. https://doi.org/10.52657/je.v7i1.1344.</p>
      <p>Sulistyaningrum, Nurfitriana Diah, Shofi Salsabila Rahmawati, Nada Salma Nisrina, Laili Nur Azizah Mutiati, and Khurotul Aen. ‘Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru MI Al-Ihsan Melalui Pelatihan Microsoft Powerpoint’. <italic>Edulab : Majalah Ilmiah Laboratorium Pendidikan</italic> 5, no. 2 (December 2020): 118–34. https://doi.org/10.14421/EDULAB.2020.52-02.</p>
      <p>Sumarni, Sumarni. ‘Pengaruh Pemahaman Knowledge Sharing Terhadap Prestasi Mahasiswa Yang Melaksanakan Praktek Pengalaman Lapangan (Studi Pada Mahasiswa STKIP Nasional Padang Pariaman)’. <italic>Jurnal Ilmiah Dikdaya</italic> 10, no. 1 (April 2020): 78–85. https://doi.org/10.33087/DIKDAYA.V10I1.161.</p>
      <p>Tarida, Luthfiana. ‘Efektivitas Penggunaan Video Pembelajaran Berbasis GeoGebra Terhadap Kemampuan Taruna/i Dalam Memahami Aplikasi Matematika Maritim’. <italic>Saintara: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Maritim</italic> 5, no. 2 (2021).</p>
      <p>Trilani, Sopi Saniah, and Eyus Sudihartinih. ‘Analisis Kebutuhan Video Pada Pembelajaran Matematika Mahasiswa Calon Guru Di Masa Pandemi Covid-19’. <italic>JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika)</italic> 10, no. 2 (2022).</p>
      <p>Wulandari, Nourma Pramestie, Nilza Humaira Salsabila, and Nani Kurniati. ‘Analisis Kebutuhan Pengembangan Video Pembelajaran Mata Kuliah Program Linier’. <italic>Didaktik: Jurnal Ilmiah FKIP Universitas Mandiri</italic> 7, no. 2 (2021).</p>
      <p>Yunianto, Tri Kurnia. ‘Survei SMRC: 92% Siswa Memiliki Banyak Masalah Dalam Belajar Daring’. Katadata.co.id, 2020.</p>
      <p>Yunitasari, Yessyca, Muhammad Akhyar, and Sudiyanto. ‘The Implementation of PBL and IBL Collaboration Models Using Video to Improve Students Critical Thinking’. <italic>EDUTECH</italic> 19, no. 1 (March 2020): 28–40. https://doi.org/10.17509/E.V1I1.21411.</p>
      <p>Zulfa, Ngindana. ‘Utilization of the Zoom Application in Improving Arabic Speaking Skills (Mahārah Kālam) during the Covid-19 Pandemic/ Pemanfaatan Aplikasi Zoom Dalam Meningkatkan Mahārah Kālam Pada Masa Pandemi Covid 19’. <italic>Edulab : Majalah Ilmiah Laboratorium Pendidikan</italic> 6, no. 2 (December 2021): 125–42. https://doi.org/10.14421/EDULAB.2021.62.02.</p>
   </body>
   <back>
      <fn-group>
         <title>Competing interests</title>
         <fn fn-type="conflict" id="conf1">
            <p>The author declare that no competing interests exist.</p>
         </fn>
      </fn-group>
      <ref-list>
         <title>References</title>
      </ref-list>
   </back>
</article>
