PERANAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PENGUATAN NASIONALISME DI INDONESIA

Authors

  • Abdul Hamid lecture

DOI:

https://doi.org/10.14421/jpai.2018.151-02

Keywords:

Pendidikan agama Islam, Pendidikan agama Islam dan nasionalisme

Abstract

Abstract

The 21st century is a triumph for the era of globalization. An era that tries to make the world, especially the world incorporated in the third world category (developed) like Indonesia to carefully and firmly address all the effects it produces. Globalization is, in essence, a process of generating ideas, then offered to be followed by other nations that eventually arrive at a common point of agreement and serve as a common ground for nations around the world. Globalization as well as nationalism is a concept of a pluralistic. Substantively also contains a contradictory spirit. Nationalism with the spirit of exclusiveness desires loyalty to the nation and state. Nationalism, in any way, tried to convince a nation that felt the same ground, breathed the same air, and drank water from the same source, that is, Bumi Indonesia. To love the homeland that gives the source of life as a gift of Allah SWT. So that every form of natural produce should be utilized as well as possible for the common welfare as a nation. In the process, Indonesia tries to shed tribal, religious, racial and linguistic identity for a cooperation to achieve prosperity. While Islam is one of the religions that desires the unity and unity among human beings. Encourage his people to love and work for the inhabited country.

Abstrak

Abad 21 merupakan masa kejayaan bagi era globalisasi. Sebuah era yang mencoba  menjadikan  dunia,  khususnya  dunia  yang  tergabung  dalam  kategori dunia ketiga (berkembang) seperti Indonesia untuk secara cermat dan tegas menyikapi segala efek yang ditimbulkannya. Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa-bangsa di seluruh dunia. Globalisasi  sebagaimana   juga  nasionalisme adalah   sebuah   konsep berwajah majemuk. Secara substansif juga mengandung semangat yang bertolak belakang. Nasionalisme dengan semangat eksklusifisme menghendaki kesetiaan kepada bangsa dan negara. Nasionalisme, dalam rupa apapun sejatinya mencoba meyakinkan bangsa yang merasa berpijak pada bumi yang sama, menghirup udara yang sama, juga meneguk air dari sumber yang sama, yakni Bumi Indonesia. Untuk mencintai tanah airnya yang memberikan sumber kehidupan sebagai anugerah Allah SWT. Sehingga setiap wujud hasil alam harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan bersama sebagai suatu bangsa. Dalam prosesnya, Indonesia mencoba menanggalkan identitas kesukuan, agama, ras maupun bahasa demi sebuah kerjasama mencapai kesejahteraan. Sementara  Islam  adalah  salah  satu  agama  yang  sangat  menghendaki adanya  persatuan  dan  kesatuan  antar  umat  manusia.  Menganjurkan umatnya untuk mencintai dan bekerja untuk negeri yang didiami.

Kata Kunci:

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmad, Khursyid, 1992, Prinsip-Prinsip Pendidikan Islam, Surabaya: Pustaka Progresif.

Azizy, Qodri, 2002, Pendidikan Agama Untuk Membangun Etika Sosial, Semarang: Aneka Ilmu.

Al-Abrasyi, Muhammad ‘Athiyah, 1996, Beberapa Pemikiran Pendidikan Islam (Ruh al-Islam). Terj. Syamsuddin Asyrofi, dkk. Yogyakarta: Titian Il Ahi Press.

Al-Hamsyi, Muhammad Hasan,. Tafsir Wa Bayan Mufrodat Al-Qur’an Mushaf Tajwid Ma Asbabun Nuzul Lis Syahyuti 1999 dikutip Arifin Jayadiningrat, LSq, Membangun Kepribadian Muslim, http://joomla/2/06/2017.

Bukhori, 1992, Terjemah Hadits Shahih Bukhori jilid 4, Jakarta: PT Bumi Restu.

_______, Tt, Matan Masykul al Bukhori, Kairo: Darulfikr.

Chamim, Asykuri Ibn. Dkk, 2003, Pendidikan Kewarganegaraan, Yogyakarta: Diktilitbang PP Muhammadiyah.

Depag, RI, 1985, Al-Qur’an dan Terjemahannya, Jakarta: Yayasan Penyelenggara Penterjemah Al-Qur’an.

Departemen Agama, Tt, Kurikulum Berbasis Kompetensi; Penilaian Berbasis kelas, Jakarta: Depag RI.

Engineer, Asghar Ali, 1999, Islam dan Teologi Pembebasan, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Hall, John A, 1998, The State of The Nation, New York: Cambridge University.

Hefner, Robert W, 2000, Civil Islam, USA: Princeton University.

Maliki, Zainuddin, 2000, Agama Rakyat Agama Penguasa, Yogyakarta: Galang Press.

Madjid, Nurcholis, 1993, Islam kerakyatan dan Keindonesiaan, Bandung: Mizan.

________________, “Madrasah yang Terus Tersendat”, Kompas, Jakarta, 10 Oktober 2001.

Muhaimin, 2003, Arah Baru Pengembangan Pendidikan Islam, Bandung: Nuansa Cendekia.

_________, Konsep Pendidikan Islam Sebuah Telaah Komponen Dasar Kurikulum, Solo: CV. Ramadhani.

Muttaqin, Tatang dan Aris Subiyono, “Studi Pengembangan dan Pemantapan Wujud Ikatan Kebangsaan”, http://www.budpar.go.id/filedata/1004_168-Kajian20141.pdf. diambil pada 15 Juni 2017.

Nata, Abuddin, 2000, Metodologi Studi Islam, Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003, Bandung: Citra Umbara, 2003.

Setiawan, Zudi, 2007, Nasionalisme NU, Semarang: Aneka Ilmu.

Shihab, Quraish, 2003, Membumikan Al-Qur’an, Bandung: Mizan.

Thoyib I.M. dan Sugiyanto, 2002, Islam dan Pranata Sosial Kemasyarakatan, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Thoha, M. Chabib, 1996, Kapita Selekta Pendidikan Islam, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Usa, Muslih, 1991, Pendidikan Islam di Indonesia, Yogyakarta: PT. Tiara Wacana.

Yatim, Badri, 1999, Soekarno, Islam dan Nasionalisme, Jakarta: Logos.

Downloads

Published

2018-06-30

How to Cite

Hamid, A. (2018). PERANAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PENGUATAN NASIONALISME DI INDONESIA. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 15(1), 19–41. https://doi.org/10.14421/jpai.2018.151-02