Communicative Translation dalam Tafsīr al-Mu’īn karya MUI Sulawesi Selatan: Analisis Makna Iyyāka di Q 1: 5

Ahmad Ramzy Amiruddin
* UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

DOI: https://doi.org/10.14421/cq.2021.0101-03

Abstract


Artikel ini membahas tentang penggunaan kata ikomi sebagai terjemah iyyāka pada Q1: 5 dalam Tafsīr al-Mu’īn karya MUI Sulawesi Selatan. Dalam masyarakat Bugis, penggunaan kata ikomi memiliki hirarkis kasar, sehingga penggunaannya tidak tepat jika ditujukan kepada orang yang lebih tua atau yang dihormati. Sebagai gantinya, terdapat kata idi’mi yang lebih sopan dan sebagai bentuk penghormatan kepada lawan bicara. Akan tetapi, kata ikomi yang dinilai kasar, justru digunakan sebagai terjemah iyyāka yang ditujukan kepada Tuhan (Allah), sehingga penggunaannya dinilai tidak sepadan. Untuk membuktikan hal tersebut, akan digunakan teori communicative translation milik Peter Newmark sebagai analisis ekuivalensinya. Adapun hasil yang ditemukan bahwasanya penggunaan kata ikomi sebagai terjemah iyyāka merupakan bentuk penegasan yang disesuaikan dengan konteks gramatikal yang dimaksudkan dalam Q1:5 dan konteks penafsirannya pada Tafsīr al-Mu’īn karya MUI Sulawesi Selatan. Dengan teori communicative translation yang berfokus pada kesepadanan efek yang diberikan oleh kedua bahasa, dapat dikatakan bahwa kedua kata tersebut  menunjukkan adanya ekuivalen, karena keduanya memberikan efek atau kesan yang sama, yaitu penegasan.


Full Text:

PDF

References


Achmad, S. (2012). Strategi Kesopanan Berbahasa Masyarakat Bugis Pinrang Provinsi Sulawesi Selatan. Bahasa Dan Seni, 40(1), 1–13.

Al-Qāsimī, M. J. al-D. (1957). Maḥāsin al-Ta’wīl. ‘Isā al-Bābī al-Halabī.

Amir, J. (2011). Sapaan Dalam Bahasa Bugis Dialek Sidrap. Linguistik Indonesia: Jurnal Ilmiah Masyarakat Linguistik Indonesia, 29(1), 69–83.

Baco, S. (2019). Wawancara.

Baidan, N. (2017). Problematika Penerjemahan Alqur′an dalam Bahasa Indonesia. Indonesian Journal of Islamic Literature and Muslim Society, 2(1), 1–20. [CrossRef]

Baihaki, E. S. (2017). Penerjemahan Al-Qur’an: Proses Penerjemahan al-Qur’an di Indonesia. Jurnal Ushuluddin, 25(1), 44. [CrossRef]

Chirzin, M. (2016). Dinamika Terjemah Al-Qur’an (Studi Perbandingan Terjemah Al-Qur’an Kemenerian Agama RI dan Muhammad Thalib). Jurnal Studi Ilmu-Ilmu Al-Qur’an Dan Hadis, 17(1), 1–24. [CrossRef]

Fadilah, U. M. M. & S. N. (2013). Problematika Terjemah dan Pemahaman Al-Quran. Jurnal Al-Fath, 07(2), 158–185.

Faiqoh, L. (2018). Vernakularisasi dalam Tafsir Nusantara: Kajian atas Tafsīr Faiḍ al-Raḥmān Karya KH. Sholeh Darat al-Samarani Lilik. In Living Islam: Journal Of Islamic Discourses (Vol. 1, Issue 1).

Gusmian, I. (2010). Bahasa dan Aksara Tafsir Al-Qur’an di Indonesia dari Tradisi, Hierarki hingga Kepentingan Pembaca. TSAQAFAH, 6(1), 1. [CrossRef]

Gusmian, I. (2015). Bahasa Dan Aksara Dalam Penulisan Tafsir Al-Qur’an Di Indonesia Era Awal Abad 20 M. Mutawatir, 5(2), 223–247. [CrossRef]

Hanafi, M. M. (2011). Problematika Terjemah Al-Quran: Studi pada beberapa Penerbit Al-Quran dan Kasus Kontemporer. Suhuf:Jurnal Kajian Al-Quran Dan Kebudayaan, 4(02), 169–195.

Hoed, B. H. (2011). Penerjemahan Pada Masa Lalu Di Nusantara. Masyarakat Indonesia, edisi xxxv(1), 57–80.

Husni, M. (2017). Penerjemahan dan Penafsiran Al-Qur’an Antara Teori dan Kenyataan. Vicratina, 01(2), 70–80.

Ismail, D. (n.d.). Tafsīr al-Munīr (Tarejumanna Nenniya Tafeséré’na). CV. Bintang Selatan.

Kardimin. (2017). Ragam Penerjemahan. Jurnal Studi Islam, 2(1), 188.

Kathīr, I. bin U. bin. (1999). Tafsīr al-Qur’an al-’Aẓīm (Vol. 1). Dār al-Ṭayyibah.

Lukman, F. (2016). Studi Kritis Atas Teori Tarjamah Alqur’an Dalam ‘Ulum Al Qur’an. Al-A’raf Jurnal Pemikiran Islam Dan Filsafat, XIII(2), 167–190.

Ma’mur, I. (2004). Konsep Dasar Penerjemahan. Alqalam, 21(102), 431–458. [CrossRef]

Majelis Ulama Indonesia Sumatera Selatan. (n.d.). Tafsīr al-Mu’īn. MUI Sulawesi Selatan.

Masduki. (2011). Jenis Dan Makna Terjemahan (Ditinjau Dari Kelebihan Dan Kekurangannya). Prosodi, V(2), 1–14.

Mursalim. (2014). Tafsir Bahasa Bugis Karya MUI SUL-SEL (Analisa Metodologis Penafsiran Al-Quran). Jurnal Komunikasi Dan Sosial Keagamaan, XVI(2), 146–169.

Newmark, P. (2001). Approaches to Translation. Shanghai Foreign Language Education Press.

Nur, M. F. (2018). Vernakularisasi al-Quran di Tatar Bugis: Analisis Penafsiran AGH. Hamzah Manguluang dan AGH. Abd. Muin Yusuf terhadap Surah al-Ma’un. Rausyan Fikr, 14(2), 359–394.

Nurbayan, Y. (2014). Pengaruh Struktur Bahasa Arab Terhadap Bahasa Indonesia Dalam Terjemahan Al-Qurʼan. ARABIYAT: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Dan Kebahasaaraban, 1(1), 21–28. [CrossRef]

Panou, D. (2013). Equivalence in translation theories: A critical evaluation. Theory and Practice in Language Studies, 3(1), 1–6. [CrossRef]

Rohmana, J. A. (2014). Memahami al-Qur ’ an dengan Kearifan Lokal : Nuansa Budaya Sunda dalam Tafsir al-Qur ’an berbahasa Sunda. Journal of Qur’an and Hadith Studies, 3(1), 79–99.

Rohmana, J. A. (2015). Warisan Islam Lokal untuk Peradaban Islam Nusantara: Kontribusi Penafsiran al-Qur’ān di Tatar Sunda. Refleksi, 14(1), 95–120. [CrossRef]

Rohmana, J. A. (2019). Alquran Dan Bahasa Sunda Populer: Respons Generasi Milenial Terhadap Terjemahan Alquran Bahasa Sunda. Al-Bayan: Jurnal Studi Ilmu Al- Qur’an Dan Tafsir, 4(2), 93–110. [CrossRef]

Rosmawati, D. (2015). Analisis Penerjemahan Kesepadanan Teks Bilingual “Pak Banjir Bertaubat” Karya Dhanu Priyo Prabowo dan “MR. Banjir Repetance” Karya Abdur Rosyid. Lantip, 5(2).

Subhan. (2020). The Sipakatau dalam Masyarakat Bugis Bone Perspektif Al-Qur’an. MAGHZA: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 5(2), 254–271. [CrossRef]

Suryadi, M. (2018). Keanekaragaman Tipe Tuturan Krama Pada Masyarakat Jawa Pesisir Sebagai Bentuk Kedinamikaan Dan Keterbukaan Bahasa Jawa Kekinian. Humanika, 25(1), 1–11. [CrossRef]

Syihabuddin. (2018). Transkulturasi Dalam Penerjemahan Pronomina Pada Terjemahan Alquran Bahasa Sunda. Arabiyat : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Dan Kebahasaaraban, 5(1), 1–14. [CrossRef]

Taufikurrahman. (2012). Kajian tafsir di indonesia. Mutawatir, 2(1), 1–26.

Tim Bahasa dan Peta Bahasa Kemendikbud. (n.d.). Bahasa Bugis. Badan Pengembangan Dan Peminaan Bahasa, Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan. Retrieved 30 April 2020, from [website]

Umar, J. (2017). Kegunaan Terjemah Qur’an Bagi Ummat Muslim. Al-Mu‘Ashirah, 14(1), 31–38.

Yusuf, M. (2012). Bahasa Bugis dan Penulisan Tafsir di Sulawesi Selatan. Al-Ulum, 12(2), 77–96.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Ahmad Ramzy Amiruddin

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



Contemporary Quran

Postgraduate of Qur'anic Studies and Tafsir Programme, Faculty of Ushuluddin and Islamic Thought Sunan Kalijaga State Islamic University

 

Creative Commons License

This work is licensed under 
a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International(CC BY-NC-SA 4.0).