Tabayyun di Era Generasi Millenial

Iffah Al Walidah
* Madrasah Aliyah Negeri 3 Malang

DOI: https://doi.org/10.14421/livinghadis.2017.1359

Abstract


Pada zaman modern ini, teknologi semakin berkembang pesat. Gadget dan internet pun seakan sudah menjadi kekasih bagi generasi millennial. Generasi millennial  saat ini (pada tahun 2017) adalah mereka yang berusia 17-36 tahun; mereka yang kini berperan sebagai mahasiswa, early jobber, dan orangtua muda. Akses media sosial yang mudah menyebabkan mudahnya pula peredaran berita bohong (hoax) di masyarakat. Hoax beragam bentuknya; mulai dari hoax dalam aspek pendidikan, kesehatan hingga politik. Ujaran kebencian yang tersebar di dunia nyata maupun dunia maya mengiringi perkembangan hoax yang berakibat pada pecahnya persatuan masyarakat yang telah dibangun dengan asas gotongroyong. Untuk itu, pengkajian ulang serta penerapan berpikir kritis ala filsafat yang didasarkan pada hadis menjadi salah satu tawaran yang solutif bagi generasi millennial sebagai benteng pertahanan dari godaan-godaan efek dari globalisasi, khususnya dalam mengatasi virus hoax yang telah merajalela. Dengan pengkajian itu, diharapkan generasi millennial dapat mewujudkan perdamaian di dunia ini; khususnya di Indonesia.

Abstract

In this modern age, technology is growing rapidly. Gadgets and the internet seemed to have become lovers for the millennial generation. The current millennial generation (in 2017) are those aged 17-36; those who now act as students, early jobber, and young parents. The easy access of social media causes the easy circulation of false news (hoaxes) in the community. Hoax varies in shape; ranging from hoaxes in aspects of education, health to politics. Hate speech that spread in the real world and cyberspace accompanied the development of hoax which resulted in the outbreak of community unity that has been built with the principle of gotongroyong. For that reason, the review and application of philosophical-based philosophical critical thinking is one of the most solemn proposals for the millennial generation as a bastion of the temptations of the effects of globalization, particularly in the prevention of rampant hoaxes. With that assessment, millennials are expected to bring about peace in this world; especially in Indonesia.


Keywords


Tabayyun, Hoax, Social Media, Millennial

Full Text:

PDF

References


Afwadzi, B. 2016. “Membangun Integrasi Ilmu-Ilmu Sosial dan Hadis Nabi“, Jurnal Living Hadis, Volume 1, Nomor 1.

Ali, H. dan Lilik P. 2017. Millennial Nusantara Pahami Karakternya, Rebut Simpatinya. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

Ali, M. 2017. Antara Komunikasi, Budaya dan Hoax dalam tulisan Aep Wahyudin dan Manik Suantari, Melawan Hoax di Media Sosial dan Media Massa. Yogyakarta: Trust Media Publishing

Anwar, Y. dan Adang. 2013. Sosiologi untuk Universitas. Bandung: PT. Refika Aditama

Destiana, I. dkk. 2013. Penerimaan Media Sosial: Kajian Dalam Kalangan Pelajar Universiti Di Palembang. Jurnal Komunikasi Malaysian Journal of Communication. Jilid 29(2)

Echols, J. M. dan Hasan S. 2003. Kamus Inggris-Indonesia. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama

Fatmawati, Endang. 2010. “Pergeseran Paradigma Perpustakaan Generasi Millennial”. Visi Pustaka Vol. 12 No. 2.

Hefni, H. 2017. Melawan Hoax dengan Prinsip-Prinsip Komunikasi Islam dalam tulisan Aep Wahyudin dan Manik Suantari, Melawan Hoax di Media Sosial dan Media Massa. Yogyakarta: Trust Media Publishing

Heryanto, G. G. 2017. Hoax dan Krisis Nalar Publik: Potret Perang Informasi di Media Sosial dalam tulisan Aep Wahyudin dan Manik Suantari, Melawan Hoax di Media Sosial dan Media Massa. Yogyakarta: Trust Media Publishing

Istriyani, R. Dan Nur H. W. 2016. Etika Komunikasi Islam Dalam Membendung Informasi Hoax Di Ranah Publik Maya. Jurnal Ilmu Dakwah, Vol. 36 (2)

Kholis, N. 2017. Melawan Budaya Informasi Hoax dalam tulisan Aep Wahyudin dan Manik Suantari, Melawan Hoax di Media Sosial dan Media Massa. Yogyakarta: Trust Media Publishing

Rahayu, Sri Walny. 2015. Konstribusi Filsafat Ilmu terhadap Etika Keilmuan Masyarakat Modern. Kanun Jurnal Ilmu Hukum No. 67, Th. XVII

Siswoko, K. H. 2017. Kebijakan Pemerintah Menyangkal Berita Palsu atau ‘Hoax’, Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 1, No. 1.

Suryadilaga, M. A. 2017. Kontekstualisasi Hadis dalam Kehidupan Berbangsa dan Berbudaya, Jurnal Kalam, Volume 11, Nomor 1.

Syahputra, H. 2017. Melepas Hoax dari Genggaman Kita dalam tulisan Aep Wahyudin dan Manik Suantari, Melawan Hoax di Media Sosial dan Media Massa. Yogyakarta: Trust Media Publishing

Sumber lain:

Software lidwa ensiklopedi hadits


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal Living Hadis

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

Indexed By:

 

 

 

 

Jurnal Living Hadis

ISSN 2528-7567  |   E-ISSN 2548-4761

Accredited by Director General of Research and Development Research and Development of the Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Republic of Indonesia. Decree No: 36/E/KPT/2019

 

Creative Commons License

This work is licensed under 
a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International(CC BY-NC-SA 4.0).