Islam-Kristen: Ketika Truth Claim menjadi Landasan Interaksi
Main Article Content
Abstract
Keragaman agama dan kepercayaan dalam kehidupan ini adalah suatu kenyataan yang tidak mungkin dihindari. Berhadapan dengan kenyataan tersebut setiap orang dan umat beragama dituntut untuk mengambil sikap yang tepat. Tidak mengherankan jika setelah menyadari pluralisme agama ini muncul pertanyaan-pertanyaan seperti Bagaimana cara terbaik untuk menjalin hubungan yang harmonis antar agama? Bagaimana seharusnya agama yang saya anut dan percayai kebenarannya dapat berinteraksi dengan agama lain? Cara dan pendekatan apa yang harus ditempuh, konfrontatif? dan lain semacamnya. Tulisan ini tidak bermaksud untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang hingga saat ini masih belum mencapai jawaban final tersebut dalam kerangka hubungan Islam-Kristen, tetapi lebih merupakan satu upaya untuk mengungkap bahwasannya selama ini dalam interaksi Islam-Kristen yang menjadi landasannya adalah truth claim sehingga tidak mengherankan apabila antara kedua agama tersebut sering terlibat konflik, sejak awal pertemuan mereka hingga saat ini.
Article Details
Issue
Section
Articles
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
References
George B. Grose dan Benjamin J. Hubbard (ed.). Tiga Agama Satu Tuhan. Bandung: Mizan, 1998.
M. Amin Abdullah, Falsafah Kalam di Era Postmodernisme. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1995.
Alwi Shihab. Islam Inklusif: Menuju Sikap Terbuka dalam Beragama. Bandung: Mizan, 1997.
John L. Esposito. The Islamic Threat: Myth or Reality. New York: Oxford University Press, 1992.
Hamid Basyahib. "Perspektif Sejarah Hubungan Islam dan Yahudi" dalam Ulumul Qur'an, No. 4, Vol. IV, Tahun 1993.