RELIGIOUS MODERATION ON NU ULAMA’S PERSPECTIVE
Main Article Content
Abstract
Diversity is reality of being religious in the Nusantara society. Carelessness of this plural reality can bring up the intolerant potency because our failure interlaces interreligious relations in a plural society. This condition makes the narration of Islam Nusantara to be not enough about issues of arts and traditions but also to raise issues about being moderate Muslim in religious diversity. The NU ulamas for a long time have given their interest to the discourse of interreligious relations. This article discussed some teachings of the NU ulamas about practicing Islam in the diversity of Nusantara society. The research method of literature study or library research was used to read NU ulamas’ teachings. Hopefully, this article can present the construction of ideas about being moderate Muslim in religious diversity as an expression of practicing Islam in Nusantara. This article explains that NU ulamas teach the Islamic practice not ignoring consciousness of religious diversity, abolishing the majoritarianism ego, and interlacing relationship of interreligious humanity with other religious people. It is the teaching of NU ulamas about being moderate Muslim in religious diversity.
Keywords: Nahdlatul Ulama, Being Muslim, Islamic Knowledge, Islam Nusantara, Interreligious Harmony
Keragaman merupakan realitas beragama dalam masyarakat Nusantara. Pengabaian realitas yang plural ini dapat memunculkan potensi intoleransi, sebab kelalaian kita menjalin hubungan antarumat beragama dalam sebuah masyarakat yang plural. Kondisi ini membuat narasi Islam Nusantara tidak cukup seputar isu seni dan tradisi, namun juga mengangkat isu tentang menjadi Muslim moderat dalam keragaman agama. Para ulama NU, untuk waktu yang lama, telah memberikan perhatian untuk diskursus hubungan antarumat beragama. Artikel ini mendiskusikan beberapa ajaran ulama NU terkait menjalankan Islam dalam keragaman masyarakat Nusantara. Harapannya, artikel ini dapat menghadirkan konstruksi gagasan tentang menjadi Muslim moderat dalam keragaman agama sebagai sebuah ekspresi menjalankan Islam di Nusantara. Artikel ini menjelaskan bahwa ulama NU mengajarkan praktek Islam yang tidak melupakan kesadaran keragaman agama, meruntuhkan ego mayoritanisme, dan menjalin hubungan kemanusiaan antarumat beragama dengan umat agama lain. Demikian itu adalah ajaran ulama-ulama NU terkait menjadi Muslim moderat dalam keragaman agama.
Kata Kunci: Nahdlatul Ulama, Menjadi Muslim, Pengetahuan Islam, Islam Nusantara, Kerukunan Antarumat Beragama
Article Details
Issue
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
References
Abdul, Moh. Rivaldi. “Gus Dur’s Interreligious Equality in the Context of Plural Indonesian Society.” Al-Imam: Journal on Islamic Studies, Civilisation and Learning Societies 5, no. 2 (2024).
———. “Meruntuhkan Ego Mayoritanisme: Analisis Pemikiran Buya Syafii Maarif Dan Kyai Yudian Atas Kesetaraan Antar Umat Beragama.” In Membumikan Pancasila: Kyai Yudian Wahyudi Antara Buya Ahmad Syafii Maarif Dan Pendeta Andreas Yewango, edited by Wardah Nuroniyah. Yogyakarta: Cakrawala, 2023.
———. “Tauhid Kedamaian: Beriman Dan Berdamai Dalam Keragaman Agama Masyarakat Nusantara.” In Moderasi Beragama: Akar Teologi, Nalar Kebudayaan, Dan Kontestasi Di Ruang Digital, edited by Moch. Lukluil Maknun, Syamsul Kurniawan, and Winarto Eka Wahyudi. Jakarta: Penerbit BRIN, 2023.
Ali, As’ad Said. Pergolakan Di Jantung Tradisi NU Yang Saya Amati. Jakarta: Pustaka LP3ES, 2008.
Amin, M. Masyhur. NU Dan Ijtihad Politik Kenegaraannya. Yogyakarta: Al-Amin, 1996.
Aminuddin, Luthfi Hadi, and Isnatin Ulfah. “Epistemology of Islam Nusantara: Transformation of Islamic Legal Thought in Nahdlatul Ulama (NU).” Justicia Islamica 18, no. 2 (2021).
Asmani, Jamal Ma’mur. Menatap Masa Depan NU. Yogyakarta: Aswaja Pressindo, n.d.
Baso, Ahmad. “Belajar Dari Tradisi Para Sayid-Wali Songo Di Nusantara.” Besari 1, no. 1 (2023).
Bruinessen, Martin van. NU: Tradisi, Relasi-Relasi Kuasa, Pencarian Wacana Baru. Edited by LKiS. Yogyakarta, 2008.
———. “Producing Islamic Knowledge in Western Europe: Discipline, Authority, and Personal Quest.” In Producing Islamic Knowledge: Transmission and Dissemination in Western Europe. London: Routledge, 2010.
Fayumi, Badriyah. Konsep Makruf Dalam Ayat-Ayat Munakahat Dan Kontekstualisasinya Dalam Beberapa Masalah Perkawinan Di Indonesia. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah, 2008.
Fuad, A. Jauhar. “Akar Sejarah Moderasi Islam Pada Nahdlatul Ulama.” Tribakti 31, no. 1 (2020).
Ismail, Roni. Menuju Muslim Rahmatan Lil’Alamin. Yogyakarta: Suka Press, 2016.
Ismail, Roni, “Konsep Toleransi dalam Psikologi Agama (Tinjauan Kematangan Beragama), Religi: Jurnal Studi Agama-Agama, Vol. 8, No. 1, 2012.
Kodir, Faqihuddin Abdul. Relasi Mubadalah Muslim Dengan Umat Berbeda Agama. Yogyakarta: IRCiSoD, 2022.
Machasin. “Islamic Peace Centered Theology.” Sunan Kalijaga: International Journal of Islamic Civilization 4, no. 2 (2021).
Munfaridah, Tuti. “Islam Nusantara Sebagai Manifestasi Nahdlatul Ulama (NU) Dalam Mewujudkan Perdamaian.” Wahana Akademika 4, no. 1 (2017).
Munfidah, Luk Luk Nur. “Pemikiran Gus Dur Tentang Pendidikan Karakter Dan Kearifan Lokal.” Al-Tahrir 12, no. 1 (2015).
Mutakin, Ali. “Kitab Kuning Dan Tradisi Intelektual Nahdlatul Ulama (NU) Dalam Penentuan Hukum (Menelisik Tradisi Riset Kitab Kuning).” Syariah 18, no. 2 (2018).
Muzadi, Hasyim. Nahdlatul Ulama Di Tengah Agenda Persoalan Bangsa. Jakarta: Logos, 1999.
Prayogi, A., and D. Prasetya. “Humans as Cultured, Ethical, and Aesthetic Beings: A Conceptual Study.” Alif Lam: Journal of Islamic Studies and Humanities 3, no. 2 (2023).
Rahmatina, Nada, and Rijal Ali. “Moderasi Beragama Sebagai Pilar Persatuan Bangsa: Studi Komparatif Kitab Suci Islam Dan Hindu.” Religi: Jurnal Studi Agama-Agama 20, no. 1 (2024).
Ramdhan, Tri Wahyudi. “Islam Nusantara: Pribumisasi Islam Ala Nu.” Al-Insyiroh 2, no. 1 (2018).
Redaksi. “7 Fakta Penutupan Patung Bunda Maria Di Kulon Progo: Didatangi Ormas, Lalu Tutup Patung Atas Keinginan Sendiri.” Tempo.co, 25/05/2023. https://nasional.tempo.co/read/1706814/7-fakta-penutupan-patung-bunda-maria-di-kulon-progo-didatangi-ormas-lalu-tutup-patung-atas-keinginan-sendiri.
———. “Gus Yahya Klaim 59.2 Persen Pemeluk Islam Di Indonesia Mengaku NU.” Cnnindonesia.com, 26/10/2022. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20221026021709-32-865346/gus-yahya-klaim-592-persen-pemeluk-islam-di-indonesia-mengaku-nu.
———. “Ini Tema Muktamar NU Ke-33 Di Jombang.” NU Online, 09/03/2015. https://nu.or.id/nasional/ini-tema-muktamar-nu-ke-33-di-jombang-ueaTq.
———. “Peneliti Senior: Gus Dur Menjaga Persatuan Dalam Keberagaman.” NU Online, 29/05/2023. https://nu.or.id/nasional/peneliti-senior-gus-dur-menjaga-persatuan-dalam-keberagaman-QTk1p.
———. “Jumlah Penduduk Menurut Agama,” Kemenag.go.id, 31/08/2022 https://satudata.kemenag.go.id/dataset/detail/jumlah-penduduk-menurut-agama.
Ridwan, Nur Kholik. Ajaran-Ajaran Gus Dur: Syarah 9 Nilai Utama Gus Dur. Yogyakarta: Noktah, 2019.
Setara Institute. “Kondisi Kebebasan Beragama Berkeyakinan (KBB) 2023: Dari Stagnasi Menuju Stagnasi Baru,” 11/06/2024.
Saumantri, Theguh. “Membangun Kerukunan Beragama Di Era Pluralisme: Kontribusi Konsep John Hick.” Religi: Jurnal Studi Agama-Agama 19, no. 1 (2023).
Siraj, Said Aqil. “Meneladani Strategi ‘Kebudayaan’ Para Wali.” In Atlas Wali Songo, edited by Agus Sunyoto. Tangerang: Pustaka IIMaN, 2012.
———. “Rekonstruksi Aswaja Sebagai Etika Sosial: Akar-Akar Teologi Moderasi Nahdlatul Ulama.” In Islam Nusantara: Dari Ushul Fiqh Hingga Paham Kebangsaan, edited by Akhmad Sahal and Munawir Aziz. Bandung: Mizan, 2016.
Staquf, Yahya Cholil. “Islam Merangkul Nusantara.” In Islam Nusantara: Dari Ushul Fiqh Hingga Paham Kebangsaan, edited by Akhmad Sahal and Munawir Aziz. Bandung: Mizan, 2016.
Wahid, Abdurrahman. Islamku, Islam Anda, Islam Kita. Jakarta: The Wahid Institute, 2006.
———. “Jalan Utama Bagi Kita.” In Fikih Tradisi: Dasar Amaliah Warga NU, edited by Muhyiddin Abdusshomad. Jakarta: DPP PKB, 2008. Re-post by Gusdur.net: https://gusdur.net/jalan-utama-bagi-kita/.
———. Melawan Melalui Lelucon: Kumpulan Kolom Abdurrahman Wahid Di Tempo. Jakarta: Tempo, 2000.
———. “Pribumisasi Islam.” In Islam Nusantara: Dari Ushul Fiqh Hingga Paham Kebangsaan, edited by Akhmad Sahal and Munawir Aziz. Bandung: Mizan, 2016.
Wahyudi, Yudian. Maqashid Syariah Dalam Pergumulan Politik: Berfilsafat Hukum Islam Dari Harvard Ke Sunan Kalijaga. Yogyakarta: Nawesea Press, 2019.
Wildan, Muhammad. “Religious Diversity and the Challenge of Multiculturalism: Contrasting Indonesia and the European Union.” Sunan Kalijaga: International Journal of Islamic Civilization 3, no. 2 (2020).
Zulhamdani. “Kebebasan Beragama Dan Murtad Dalam Islam: Aplikasi Teori Kontekstual Terhadap Ayat-Ayat Riddah Dalam Al-Qur’an.” Alif Lam: Journal of Islamic Studies and Humanities 2, no. 1 (2021).