ECOTHEOLOGY OF WOMEN’S ENVIRONMENTAL ACTIVISM IN THE WADAS AGRARIAN CONFLICT

Main Article Content

Iqtamar Muhammad
Siti Khuzaimah

Abstract

This paper seeks to examine the discourse of eco-theology and women’s participation in efforts to resolve the agrarian conflict in Wadas Village. The agrarian conflict in Wadas Village originated from a government policy, namely the Bener Dam National Strategic Project, in which Wadas Village was designated as a strategic area for the extraction of andesite stone for the dam. The conflict has been ongoing for a long time and has involved many people, especially women. During the conflict, women’s presence and participation in responding to this policy took the form of a women’s movement consisting of young women and mothers in Wadas Village, namely Wadon Wadas. This movement was launched to voice the concerns of the women of Wadas village regarding government policy and the establishment of an open-pit andesite quarry in Wadas village, which is considered to disrupt the stability of women’s lives. This paper is a descriptive-analytical qualitative study with an approach based on religious studies, socio-political conflict, and ecofeminism. The theory used is Françoise d’Eaubonne’s ecofeminism theory, which includes conservative, modern, and cultural ecofeminism. There are three issues discussed in this paper. First, the discourse of eco-theology and women’s participation in agrarian conflicts in Wadas village was formed from resistance to government policies that destroy nature and the stability of the lives of the people of Wadas village. Second, women consider nature to be integral to women's lives and that nature is also a living creature created by God, just like humans and animals. Third, women’s efforts to preserve nature include creating women’s movements that are environmentally friendly, emphasizing equality among fellow human beings, and practicing and promoting religious teachings about the importance of protecting nature, which is considered part of faith.


Keywords: Agrarian Conflict, Discourse, Eco-Theology, Wadas, Women’s Participation


 


 


Tulisan ini berupaya mengkaji diskursus ekoteologi dan partisipasi perempuan dalam upaya resolusi konflik agraria di Desa Wadas. Konflik agraria yang terjadi di Desa Wadas merupakan konflik yang mulanya berasal dari kebijakan pemerintah, yakni Proyek Strategis Nasional Bendungan Bener, di mana Desa Wadas dijadikan sebagai daerah yang strategis dalam pengambilan bahan material bendungan berupa batu andesit. Konflik tersebut telah berlangsung sejak lama dan telah melibatkan banyak pihak, terutama perempuan. Selama konflik berlangsung, keberadaan dan partisipasi perempuan untuk menyikapi kebijakan tersebut dilakukan dengan mengusung gerakan perempuan yang terdiri dari remaja perempuan dan para ibu di desa Wadas, yakni Wadon Wadas. Gerakan ini diusung untuk menyuarakan kekhawatiran para perempuan Desa Wadas terhadap kebijakan pemerintah dan pengadaan tambang terbuka batu andesit (quarry) di desa Wadas yang dianggap dapat mengganggu stabilitas hidup perempuan. Tulisan ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif-analitis dengan pendekatan studi agama, konflik sosio-politik, dan ekofeminisme. Teori yang digunakan ialah teori ekofeminisme Françoise d’Eaubonne yang meliputi ekofeminisme konservatif, modern, dan kultural. Terdapat tiga hal yang dibahas dalam tulisan ini. Pertama, diskursus ekoteologi dan partisipasi perempuan dalam konflik agraria di desa Wadas terbentuk dari adanya perlawanan terhadap kebijakan pemerintah yang merusak alam dan stabilitas hidup masyarakat Desa Wadas. Kedua, perempuan menganggap bahwa alam merupakan suatu kesatuan bagi kehidupan perempuan dan alam juga merupakan makhluk hidup ciptaan Tuhan, layaknya manusia dan hewan. Ketiga, langkah perempuan dalam upaya kelestarian alam ialah dengan membuat gerakan perempuan yang ramah terhadap lingkungan, mementingkan kesetaraan terhadap sesama manusia, serta mengamalkan dan menyuarakan ajaran agama tentang pentingnya menjaga alam yang dianggap sebagian dari iman.


Kata Kunci: Diskursus, Ekoteologi, Konflik Agraria, Partisipasi Perempuan, Wadas

Article Details

Section

Articles

References

Adhe. “Pro Kontra Warga Di Desa Wadas, Konflik Sosial Dan Agama Kian Meresahkan, Gus Ipul Panggil Tokoh NU.” Pojok Satu, 2022. https://pojoksatu.id/news/berita-nasional/2022/02/15/pro-kontra-warga-di-desa-wadas-konflik-sosial-dan-agama-kian-meresahkan-gus-ipul-panggil-tokoh-nu/.

Alvaro, Davi. “Tiga Dusun Di Desa Wadas Terdampak Longsor Dan Abrasi, Warga Ancam Demo Ke KIIC.” mediaseruni.id, 2025.

Anasari, Lusi, and Dwi Harsono. “DINAMIKA KONFLIK PEMBANGUNAN BENDUNGAN BENER DI DESA WADAS KABUPATEN PURWOREJO.” JOURNAL OF PUBLIC POLICY AND ADMINISTRATION RESEARCH 1, no. 4 (2023).

Apriliano, Bayu, and Ardi Priyatno Utomo. “Bawa 27 Kendi Ke Kantor Ganjar, Ratusan Warga Wadas Gelar Ruwatan.” Kompas, 2022.

Ardi, Angga Haksoro. “Desa Wadas Purworejo Banjir, Air Meluap Dari Proyek Jalan Tambang Quarry.” suarajawatengah.id, 2023.

Asmarani, Ni Nyoman Oktaria. “Ekofeminisme Dalam Antroposen: Relevankah?” Balairung: Jurnal Multidisipliner Mahasiswa Indonesia 1, no. 1 (2018): 127–43. https://philpapers.org/rec/ASMEDA.

BBC News Indonesia. “Wadas – ‘Gesekan’ Antar Warga Desa, Kata Pemerintah, Namun Pegiat Menyebut ‘Pembungkaman’ Atas Penolakan Masyarakat,” 2022. https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-60322206.

Beauvoir, Simone de. The Second Sex. Edited by H. M. Parshley. London: Jonathan Cape, 1956.

Capra, Fritjof. The Web of Life. A New Understanding of Living Systems. New York: Anchor Books, 1996.

Cuomo, Chris J. Feminism and Ecological Communities. London: Routledge, 1998.

D’Eaubonne, Françoise. Le Féminisme Ou La Mort. London and New York: Verso Books, 1974.

Desilvia Putri Utami. “WADON WADAS MEMBELA HUTAN DESA DARI TAMBANG ANDESIT DI PURWOREJO: KUASA, AGENSI, DAN REPRESENTASI.” Journal of Science and Social Research 8, no. 1 (2025): 716–24. https://doi.org/https://doi.org/10.54314/jssr.v8i1.2519.

Devi Putri Yuliasari, Dzunuwanus Ghulam Manar, and Supratiwi. “GERAKAN SOSIAL PEREMPUAN EKOFEMINISME MENOLAK PERTAMBANGAN BATUAN ANDESIT UNTUK PEMBANGUNAN BENDUNGAN BENER, PURWOREJO (STUDI KASUS WADON WADAS 2018-2023).” Journal of Politic and Government Studies 14, no. 1 (2025): 410–23. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jpgs/article/view/48813/32879.

Erlangga, Gustian Aditya, Yusuf Fadli, Dharma Hermawan, and Fitri Susiswani. “Resistance and the Struggle for Access: The Wadas Women’s Movement Against Ecological Injustice in National Strategic Projects.” Journal of Etika Demokrasi 9, no. 4 (2024): 621–37. https://doi.org/10.26618/jed.v.

Farisa, Fitria Chusna. “Awal Mula Warga Wadas Melawan, Tolak Tambang Batu Andesit Untuk Proyek Bendungan Bener.” Kompas, 2022. https://nasional.kompas.com/read/2022/02/09/17020441/awal-mula-warga-wadas-melawan-tolak-tambang-batu-andesit-untuk-proyek.

Firmansyah, Jun, and Robingah. “Wadon Wadas: The Wadas Women’s Movement Against the Quarry An Ecofeminism Study.” International Journal Multidisciplinary Science 4, no. 2 (2025): 20–29.

Halkes, Chatarina J.M. New Creation. Kentucky: Wesminster/John Knox Press, 1991.

Harian Jogja. “Peringati Satu Tahun Perlawanan, Warga Wadas Gelar Pentas Seni Dan Dirikan Patung,” 2023.

Henry, Albertus, Andith Wisnu, Luviana, MB. Wijaksana, and Riris W. Widati. “Perempuan Dan Ekologi.” Jurnal Perempuan, Jakarta Selatan, 2002.

Humaidi, M Wildan. “Wadon Wadas ; Resistensi Perempuan Dalam Konflik Agraria Kebijakan Pembangunan Pertambangan Batu Andesit Di Kabupaten Purworejo” 16 (2023): 1–28.

Hunga, Arianti Ina Restiani, and Dewi Candraningrum, eds. Ekofeminisme IV: Tanah, Air, Dan Rahim Rumah. Salatiga: Parahita Press, 2016.

Iranda, Agung, Verdiantika Annisa, Annisa Andriani, and Rory Ramayanti. “Relasi Sosial Pemangku Adat Dengan Masyarakat Di Hamparan Rawang, Kota Sungai Penuh.” Jurnal Psikologi Sains & Profesi 9, no. 1 (2025): 40–52.

Ismail, Roni. “Resolusi Konflik Keagamaan Integratif: Studi atas Resolusi Konflik Keagamaan Ambon”, Living Islam, Vol. 3, No. 2, 2020; 451-469; doi: https://doi.org/10.14421/lijid.v3i2.2458

Ismail, Roni, Abidin Wakano, dan Genoveva Leasiwal, “Resolusi Konflik Keagamaan Berbasis Kearifan Lokal: Studi Pela Gandong di Ambon”, Living Islam, Vol. 5, No. 1, Tahun 2022; 93-108. DOI: https://doi.org/10.14421/lijid.v5i1.3012

Izzuddin, Farhad Najib. “Catatan Wadas Dalam Fikih Agraria.” Suara Muhammadiyah, 2021. https://suaramuhammadiyah.id/2021/05/06/catatan-wadas-dalam-fikih-agraria/.

Jumaynah, Fullah, and Valina Singkasubekti. “Framing Women’s Politics ‘Wadon Wadas’ Against Mine Resistance National Strategy Project in Wadas Village Purworejo.” Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan 7, no. 4 (2023): 2912–21. https://doi.org/10.58258/jisip.v7i1.5505/.

Khuzaimah, Siti. “Warga Muhamadiyah Dan NU Di Lamongan Memandang Tradisi Tingkeban.” Religi, 2015.

Konde.co. “Aksi Lilitkan Kain Ke Pohon, Perempuan Wadon Wadas Tolak Tambang Andesit,” 2023.

Kuntowijoyo. Budaya Dan Masyarakat. Yogyakarta: Tiara Wacana, 2006.

LBHYogyakarta.org. “Komitmen Komnas HAM Kawal Dan Tuntaskan Pelanggaran HAM Terhadap Warga Wadas,” 2021.

LBHYogyakarta.org. “Wadon Wados: Menganyam Perlawanan!,” 2021.

Lesmana, Agung Sandy, and Stephanus Aranditio. “Trauma Berat Usai 30 Hari Pengepungan, Perempuan Dan Anak-Anak Desa Wadas Masih Ketakutan Lihat Aparat.” suara.com, 2022. https://www.suara.com/news/2022/03/15/121355/trauma-berat-usai-30-hari-pengepungan-perempuan-dan-anak-anak-desa-wadas-masih-ketakutan-lihat-aparat.

Loades, Ann, ed. Feminist Theology: A Reader. London: SPCK & W/JKP, 1990.

Muhammad, Iqtamar. “AGAMA SEBAGAI AGENSI PENYEIMBANG KEKUASAAN (Studi Terhadap Peran Lembaga Agama Dalam Konflik Agraria Di Wadas, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah).” UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2023. https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/59169/.

Mustofa, Mustabsyirotul Ummah, M. Diva Kafila Raudya, Jian Ayume Sundul Langit, and Pupoes Biworo. “Resiliensi Perempuan Dalam Konflik Lingkungan Di Indonesia.” Journal of Political Issues 5, no. 1 (2023): 54–64. https://doi.org/https://doi.org/10.33019/jpi.v5i1.107.

Nashr, Jamal Abdun. “Warga Wadas Gelar Merti Deso, Berdoa Desanya Tetap Utuh Lestari.” Tempo.co, 2023.

Ngazis, Amal Nur. “Kenapa Banyak Yang Tolak Penambangan Di Wadas, Oalah Data Faktanya Begini Pantes.” Hops.id, 2022.

Perempuan, Perserikatan Solidaritas. “Amicus Curae (Sahabat Pengadilan) Pada Perkara No. 68/G/2021/PTUN.SMG Di Pengadilan Tata Usaha Negara,” 2021.

Permatasari, Ane, and Rendi Eko Budi Setiawan. “The Governmental and Enviromental Policies: Ecofeminism Resistance in the Wadon Wadas Civil Society Movement.” POLITICON: Jurnal Ilmu Politik 6, no. 2 (2024): 301–28. https://doi.org/https://doi.org/10.15575/politicon.v6i2.37274.

Pramono, Muhamad Sidik, and Irene Ludji. “TAWARAN EKOFEMINISME UNTUK MENGATASI PELANGGARAN HAM YANG DIALAMI PEREMPUAN DALAM KONFLIK AGRARIA DI WADAS.” Indonesian Journal of Gender Studies 6, no. 2 (2025): 37–68. https://jurnal.iainponorogo.ac.id/index.php/ijougs/article/view/9790/4148.

Rachman, Arrijal. “Ganjar Ngebut Beresin Lahan Wadas Demi Proyek Besar Jokowi.” CNBC Indonesia, 2023.

Septia, Enjeli Wahyul Ma’wa, Galih Akhdi Winata, and Tafrihatu Zaidan Al Akbari. “Sendat Tetes Air Wadas Dalam Jerat Tambang.” Balairungpress.com, 2025.

Setyadi, Rumakso. Catatan Dari Wadas: Proses Penyelesaian Konflik Agraria Bendungan Bener. Yogyakarta: Magnum Pustaka Utama bekera sama dengan Sentir Media, 2025.

Shiva, Vandana. Bebas Dari Pembangunan. Jakarta: YOI & KONPHALINDO, 1997.

Stuers, Cora Vreede-De. Sejarah Perempuan Indonesia: Gerakan Dan Pencapaian. Jakarta: Komunitas Bambu, 2008.

Tohari, Amin, Ahmad Nashih Luthfi, Laksmi A. Savitri, and Valentina Arminah, eds. Pengembangan Kebijakan Agraria: Untuk Keadilan Sosial, Kesejahteraan Masyarakat, Dan Keberlanjutan Ekologis. Yogyakarta: STPN Press bekerja sama dengan Sajogyo Institute, 2010.

Vakoch, Douglas A., and Sam Mickey, eds. Women and Nature - Beyond Dualism in Gender, Body, and Environment. London and New York: Routledge, 2018.

Zahro, Fatimatus, Ragil Sri Wahyuningsih, Nada Vanca Anggrestia, and Nuril Ahmad. “Analisis Ekofeminisme D’Eaubonne Terhadap Perjuangan Perempuan Dalam Novel Karya Dian Purnomo.” Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa (JURRIBAH) 4, no. 1 (2025): 80–97. https://prin.or.id/index.php/JURRIBAH/article/view/4376/3430.