RELIGIOUS MODERATION IN FUNERAL CEREMONIES: A STUDY OF THE COMMUNITY OF NAGARI AIA DINGIN, SOLOK

Main Article Content

Saskia Handayani
Rido Jamallius
Rozi Syafwan

Abstract

Religious moderation has become a significant theme in socio-religious academic discourse, particularly in discussions of religious practices intertwined with local culture. Nevertheless, studies examining the implementation of religious moderation values within death rituals remain limited, especially among Minangkabau indigenous communities. This study aims to examine and interpret the values of religious moderation manifested in funeral ceremonies in Nagari Aia Dingin, Solok Regency, and to analyze their contribution to maintaining social harmony within the community. The research employs a qualitative approach using a field study method. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews with traditional leaders, religious figures, and local community members, as well as documentation. Data analysis was conducted using a descriptive-interpretative technique through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The theoretical framework of this study is grounded in the theory of religious moderation, which emphasizes the principles of balance (tawassuth), tolerance (tasamuh), and justice (i‘tidal), along with an integrative perspective on the relationship between custom and religion within Minangkabau society. The findings reveal that funeral ceremonies in Nagari Aia Dingin reflect religious moderation values through mutual respect among community members, the harmonization of customary practices and Islamic law, deliberative decision-making processes, and strong social solidarity. These values function not only as religious guidelines but also as social mechanisms for preventing conflict and strengthening social cohesion. This study underscores that local traditions can serve as strategic mediums for the actualization of religious moderation at the community level.


Keywords: religious moderation, funeral ceremonies, custom and religion, Minangkabau society


 


Moderasi beragama merupakan tema penting dalam diskursus akademik sosial-keagamaan, khususnya dalam pembahasan praktik keagamaan yang berkelindan dengan budaya lokal. Meskipun demikian, penelitian yang mengkaji penerapan nilai-nilai moderasi beragama dalam ritual kematian masih belum banyak dilakukan, terutama pada komunitas adat Minangkabau. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menginterpretasikan nilai-nilai moderasi beragama yang terwujud dalam pelaksanaan upacara pemakaman di Nagari Aia Dingin, Kabupaten Solok, serta kontribusinya dalam menjaga keharmonisan kehidupan sosial masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat setempat, dan didukung oleh dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif-interpretatif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kerangka teoritik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori moderasi beragama yang menekankan nilai keseimbangan (tawassuth), sikap toleransi (tasamuh), dan prinsip keadilan (i‘tidal), serta pendekatan integratif antara adat dan agama dalam masyarakat Minangkabau. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan upacara pemakaman di Nagari Aia Dingin mencerminkan nilai-nilai moderasi beragama melalui sikap saling menghormati antarwarga, harmonisasi antara adat dan syariat Islam, pengambilan keputusan berbasis musyawarah, serta kuatnya solidaritas sosial. Nilai-nilai tersebut berfungsi tidak hanya sebagai pedoman keagamaan, tetapi juga sebagai instrumen sosial dalam mencegah potensi konflik dan memperkuat kohesi sosial. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa tradisi lokal memiliki peran strategis dalam mengaktualisasikan moderasi beragama di tingkat komunitas.


Kata kunci: moderasi beragama, ritual pemakaman, adat dan agama, masyarakat Minangkabau

Article Details

Section

Articles

References

Akmal, Akmal, and Jamaluddin Hos. “Peran Tokoh Adat Dalam Mengatur Kehidupan Sosial Masyarakat Desa Lasuai Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan.” TheJournalish: Social and Government 7, no. 1 (2026): 70–76. https://doi.org/10.55314/tsg.v7i1.1090.

Anggraini, Tuti, Erda Fitriani, and Emizal Amri. “Makna Simbol Upacara Kematian: Suntiang Bungo Sanggua Dan Saluak.” Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education 7, no. 1 (2020): 45–53. https://doi.org/10.24036/scs.v7i1.179.

Anin, Teresia, Anjulin Yonathan Kamlasi, Fredik Lambertus Kollo, Triyanti Gloria Dubu, Eroi Marten Selan, and Dedi Riwu. “Peran Media Sosial Dalam Mencegah Bahaya Radikalisme Di Kalangan Generasi Muda.” JURNAL PENDIDIKAN IPS 15, no. 4 (2025): 1469–76. https://doi.org/10.37630/jpi.v15i4.3667.

Arifin, Muhammad Riski, Didit Saputra, Andi Muh Fatwa, and M. Amin. “Peran Tokoh Agama Dalam Memperkuat Moderasi Beragama Terhadap Khilafiyah Dan Perbedaan Mazhab Di Indonesia.” Journal of Golden Generation Religious 2, no. 1 (2026): 59–69. https://doi.org/10.65244/jggr.v2i1.337.

Aripin, Martinus, and Silpanus Silpanus. “Nilai-Nilai Moderasi Beragama Dalam Tradisi Syukur Panen Masyarakat Dayak Aoheng Di Provinsi Kalimantan Timur.” Gaudium Vestrum: Jurnal Kateketik Pastoral, December 9, 2022, 90–99. https://doi.org/10.61831/gvjkp.v6i2.157.

Atmawidjoyo, Sutardjo, Siti Uswatun Khasanah, Nur Irsyadiah, and Tsania Nabila. “PKM Pondok Pesantren Mambaul Ulum Cirebon dalam Mencegah Radikalisme dan Ekstrimisme Beragama.” Jurnal PkM (Pengabdian kepada Masyarakat) 7, no. 1 (2024): 83–91. https://doi.org/10.30998/jurnalpkm.v7i1.21183.

Bujuri, Dian Andesta, Nyayu Khodijah, and Masnun Baiti. NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA DALAM PERADABAN ISLAM MELAYU DI SUMATERA SELATAN. 16, no. 1 (2023).

Busyairy, Lalu Ahmad. “AKULTURASI BUDAYA DALAM UPACARA KEMATIAN MASYARAKAT KOTA SANTRI KEDIRI LOMBOK BARAT.” Harmoni 17, no. 2 (2018): 228–43. https://doi.org/10.32488/harmoni.v17i2.328.

Humairoh, Siti, and Wildan Zulza Mufti. “AKULTURASI BUDAYA ISLAM DAN JAWA DALAM TRADISI MENGUBUR TEMBUNI.” Khazanah: Jurnal Studi Islam Dan Humaniora 19, no. 2 (2021): 264–78. https://doi.org/10.18592/khazanah.v19i2.4384.

Huriani, Yeni, Eni Zulaiha, and Rika Dilawati. Buku Saku Moderasi Beragama untuk Perempuan Muslim. Prodi S2 Studi Agama-Agama UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 2022.

Ismail, Roni. “Konsep Toleransi dalam Psikologi Agama (Tinjauan Kematangan Beragama)”, Religi: Jurnal Studi Agama-Agama, Vol. 8, No. 1, 2012.

Ismail, Roni. Menuju Muslim Rahmatan Lil’alamin. Yogyakarta: Suka Press, 2016.

Ismail, Roni et.al. “Religiosity to Minimize Violence: A Study of Solo Indonesian Society”, Revista de Gestao Social e Ambietal, 18 (6), e05426-e05426, 2024

Junaedi, Edi. “MODERASI BERAGAMA DALAM TINJAUAN KRITIS KEBEBASAN BERAGAMA.” Harmoni 21, no. 2 (2022): 330–39. https://doi.org/10.32488/harmoni.v21i2.641.

Koimah, Siti Mariyatul, Fitrah Febri Salam, and Nur Amalia Zahra. “Peran Tokoh Adat Dalam Sistem Sosial Dan Budaya Tolaki Di Tengah Tantangan Globalisasi.” Jurnal Ilmu Sosial Dan Budaya Indonesia 3, no. 2 (2025): 150–57. https://doi.org/10.61476/tm4c1a77.

Ludfi, Qurrotul Aini, and Sitti Fatimah. “EDUKASI MODERASI BERAGAMA UNTUK MENCEGAH RADIKALISME PADA SANTRI.” Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pengabdian Masyarakat 3, no. 2 (2025): 1–8. https://doi.org/10.47731/jipm.v3n2.2025.1.

Maeja, Jhon Daeng, and Paskalis Edwin I. Nyoman Paska. “Nilai Resiprositas Dan Moderasi Beragama Dalam Tradisi Rambu Solo.” PROSIDING PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEAGAMAAN 1 (December 2023): 130–40.

Mahmuluddin, Mahmuluddin, Valencia Husni, Y. A. Wahyudin, Lalu Gede Sasak Negara, and M. F. Aththar. “EDUKASI LITERASI ANTI-RADIKALISME DAN EKSTREMISME BAGI REMAJA DI MA-UF-NW, LOMBOK TIMUR.” Prosiding PEPADU 7, no. 1 (2025): 167–74.

Mawikere, Marde Christian Stenly, Maison Immanuel Daud, Sudiria Hura, Grace Natalia Birahim, and Virginia Rebeca Tulung. “Religions, Religious Moderation and Community Development and the Role of Higher Education to Strengthen It.” International Journal of Education, Information Technology, and Others 6, no. 3 (2023): 368–79. https://doi.org/10.5281/zenodo.8351423.

Putri, Siska Elasta, Wardatun Nabilah, Mami Nofrianti, Alfi Husni, Intan Oktavia Honesty, and Satri Widia Nengsih. “Simbolisasi Mati Baghorai Dalam Upacara Kematian Di Minangkabau.” Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman 23, no. 2 (2023): 196–211.

Ramdhani, M. Ali, Rohmat Mulyana Sapdi, Muhammad Zain, et al. Moderasi Beragama Berlandaskan Nilai-nilai Islam. n.d.

Rasmini, Ni Wayan, and I. Wayan Karta. “Penyuluhan Berbasis Nilai-Nilai Tri Hita Karana Untuk Meningkatkan Moderasi Beragama Umat Hindu Di Kota Mataram.” Dharma Sevanam : Jurnal Pengabdian Masyarakat 1, no. 01 (2022): 55–67. https://doi.org/10.53977/sjpkm.v1i01.598.

Rukajat, Ajat. Pendekatan Penelitian Kualitatif (Qualitative Research Approach). Deepublish, 2018.

Rukmana Nilam Sari, Galuh, Bayu Trisnawan, Kadek Jeniari Sarsini, et al. “Eksistensi Kearifan Lokal Dayak dalam Mendukung Moderasi Beragama di Desa Tumbang Liting Kabupaten Katingan.” Journal of Comprehensive Science (JCS) 3, no. 5 (2024). https://doi.org/10.59188/jcs.v3i5.705.

Sabila, Nafisah Azka, Awaliyah Azzahrah Ridwan, Dio Aryansyah, Aura, and Abdul Fadhil. “Bayang-Bayang Kolonial Dan Digital : Model Dakwah Moderasi Ulama Nusantara , Tradisi, Dan Ketahanan.” Advances In Education Journal 2, no. 3 (2025): 1196–206.

Sari, Cia Novia, Syafril Syafril, and Nopriyasman Nopriyasman. “Dekonstruksi Tradisi Pasca Kematian Di Linggo Sari Baganti Dalam Perspektif Kajian Budaya.” Satwika : Kajian Ilmu Budaya Dan Perubahan Sosial 8, no. 2 (2024): 575–91. Tradisi Pasca Kematian di Kecamatan Linggo Sari Baganti, Pesisir Selatan, Sumatera Barat. https://doi.org/10.22219/satwika.v8i2.36725.

Shodiqin, Asep, Ali Khosim, and Wahyu Iryana. “Journalistic Digital Literacy Training in Promoting Religious Moderation in Pesantren Cibiru District: Kesalehan Digital dan Moderasi Keagamaan: Negosiasi Otoritas Islam di Kalangan Santri di Sebuah Pesantren di Kabupaten Bandung.” Journal of Society and Development 5, no. 2 (2025): 98–109. https://doi.org/10.57032/jsd.v5i2.344.

Syiddik, Raufan, and Zainal Efendi Hsb. “LEGITIMASI ULAMA DALAM KONTEKS POLITIK STUDI KASUS: PADANG LAWAS UTARA.” Al-Muhajirin: Jurnal Pendidikan Islam 2, no. 1 (2025). https://doi.org/10.63911/890xyt88.

Tohari, Achmad, and Neneng Mujlipah. “Moderasi Beragama Pada Portal Keislaman:” Meyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Dakwah 5, no. 1 (2024): 34–47. https://doi.org/10.19105/meyarsa.v5i1.8665.

Ubad, Irsyadul, Silfia Hanani, and Iswantir M. “Nilai Edukatif Tradisi Peringatan Hari Kematian Di Kenagarian Manggopoh, Sumatra Barat.” Jurnal Fuaduna : Jurnal Kajian Keagamaan Dan Kemasyarakatan 4, no. 1 (2020): 30–41. https://doi.org/10.30983/fuaduna.v4i1.3182.

Wonopatih, Ainun. “TRADISI HILEIYA SEBAGAI MANIFESTASI NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA: Studi Analisis Pemikiran Edmund Husserl.” Philosophy and Local Wisdom Journal (Phillow) 4, no. 01 (2025): 1–19.

Yatasha, Yazkiyyah, Ahmad Zuhri, and Abrar M. Dawud Faza. “PERAN NAHDLATUL ULAMA DALAM PENGUATAN NILA-NILAI MODERASI BERAGAMA.” Studia Sosia Religia 6, no. 2 (2023): 49–59. https://doi.org/10.51900/ssr.v6i2.18916.

Yunus, Muhammad. “Eksistensi dan Nilai-Nilai Moderasi Beragama dalam Kearifan Lokal Suku Sasak (Krame Banjar) di Desa Sepit.” Jurnal Manajemen dan Budaya 4, no. 1 (2024): 93–104. https://doi.org/10.51700/manajemen.v4i1.601.