RELIGIOUS TOLERANCE IN THE DIGITAL SPACE A STUDY OF HABIB JAFAR'S MESSAGES OF TOLERANCE

Main Article Content

Khatami Rahman
Andi Eka Putra
Nofrizal

Abstract

This study seeks to examine the phenomenon of increasing religious intolerance in Indonesia’s digital sphere, which has affected social interactions and poses a challenge to social harmony within a pluralistic society. This condition highlights the need for an academic investigation into how religious messages that support values of tolerance are articulated and disseminated through new media platforms. The objective of this research is to analyze the construction of religious narratives in the digital content of Habib Husein Ja’far Al Hadar and to examine audience responses to these narratives.The study employs a qualitative approach using content analysis and descriptive methods. Data were collected through observations of YouTube and Instagram content, a review of relevant literature, and an analysis of audience responses within digital spaces. The findings indicate that the religious narratives presented are dialogical, humanistic, and contextual, emphasizing humanitarian values, the diversity of religious experiences, and mutually respectful social relations. Social media and podcast platforms have proven to be effective channels for expanding the reach of these religious narratives, enabling interaction, participation, and rapid dissemination across demographic boundaries. Audience responses, as reflected in comments, expressions of appreciation, and content sharing, demonstrate positive reception and underscore the significant role of these narratives in enhancing awareness of religious diversity within the digital public sphere. These findings affirm that communicative and contextual religious narratives in the digital realm possess strategic potential for fostering a culture of tolerance within pluralistic societies.


 Keyword: content analysis, digital dakwah, global ethics, moderation, audience response


 


Penelitian ini berfungsi untuk menangkap fenomena meningkatnya intoleransi beragama dalam ruang digital Indonesia, yang berdampak pada interaksi sosial dan mengancam keharmonisan dalam masyarakat yang beragam. Situasi ini menciptakan kebutuhan untuk secara akademis mengeksplorasi cara penyampaian pesan agama yang mendukung nilai-nilai toleransi melalui platform media baru. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis konstruksi narasi keberagamaan dalam konten digital Habib Husein Ja’far Al Hadar serta respons audiens terhadap narasi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi dan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi konten YouTube dan Instagram, telaah literatur, serta analisis respons audiens di ruang digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi keberagamaan yang ditampilkan bersifat dialogis, humanis, dan kontekstual, dengan penekanan pada nilai kemanusiaan, keberagaman pengalaman beragama, serta relasi sosial yang saling menghargai. Media sosial dan podcast telah terbukti menjadi saluran efektif untuk memperluas jangkauan penyebaran narasi keberagaman kontennya, memungkinkan interaksi, partisipasi, serta penyebaran pesan dengan cepat dan melampaui batas demografis. Respons audiens yang terlihat dari komentar, apresiasi, dan berbagi ulang konten menunjukkan penerimaan yang positif dan peran penting pesan tersebut dalam meningkatkan kesadaran akan keberagaman di ruang publik digital. Hasil ini menegaskan bahwa keberagaman yang bersifat komunikatif dan kontekstual di dunia digital memiliki potensi strategis untuk membangun budaya toleransi di tengah masyarakat yang plural.


Kata kunci: analisis isi, narasi keberagamaan digital, etika global, moderasi, respons audiens

Article Details

Section

Articles

References

Allport, G. W. (1954). The Nature of Prejudice. Cambridge: Addison-Wesley.

An-Na’im, A. A. (2008). Islam and the secular state: Negotiating the future of Shari’a. Cambridge: Harvard University Press.

Brogan, Chris. (2010) Sosial Media 101: Tactics and Tips to Develop your Business Online: Jhon Wiley &Sons.

Campbell, H. A. (2020). Digital Religion: Understanding Religious Practice in New Media Worlds. New York: Routledge.

Casanova, José. Public Religions in the Modern World. Chicago: University of Chicago Press, 2011.

Castells, M. (2010). The power of identity (2nd ed.). Oxford: Wiley-Blackwell.

Esposito, J. L. (2011). Islam: The straight path (4th ed.). New York: Oxford University Press.

Gusdurian. (2021). Habib Husein Ja’far: Dakwah ramah di era digital. Diakses dari https://gusdurian.net.

Habermas, J. (2006). Religion in the public sphere. European Journal of Philosophy, 14(1), 1–25.

Habermas, J. (2018). The Structural Transformation of the Public Sphere. Cambridge: Polity Press.

Haryanto. (2021). Dakwah moderat di media sosial: Strategi komunikasi ulama dalam menyebarkan nilai toleransi. Jurnal Komunikasi Islam, 11(2), 145–162.

https://www.youtube.com/watch?v=5ACmPpEPWks&t=911s

Ismail, Roni. “Konsep Toleransi dalam Psikologi Agama (Tinjauan Kematangan Beragama)”, Religi: Jurnal Studi Agama-Agama, Vol. 8, No. 1, 2012.

Ismail, Roni. Menuju Muslim Rahmatan Lil’Alamin. Yogyakarta: Suka Press, 2016.

Jenkins, H. (2006). Convergence culture: Where old and new media collide. New York: New York University Press.

Küng, H. (2012). An ethic of global responsibility. New York: Continuum.

Martin, R. A. (2007). The psychology of humor: An integrative approach. Burlington: Elsevier Academic Press.

Mubarok, A., & Rustandi, R. (2020). Dakwah digital dan moderasi beragama di era disrupsi. Jurnal Ilmu Dakwah, 40(1), 1–16.

Nasrullah, R. (2015). Media sosial: Perspektif komunikasi, budaya, dan sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Nasrullah, R. (2017). Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nugroho, Y. (2018). Membaca ruang publik digital di Indonesia. Jakarta: Centre for Innovation Policy and Governance (CIPG).

Rofiq, A. (2018). Hukum Islam di Indonesia. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Rohman, F. (2018). Media sosial dan transformasi ruang publik keagamaan di Indonesia. Jurnal Sosiologi Reflektif, 12(1), 89–104.

Shifman, Limor. Memes in Digital Culture. Cambridge: MIT Press, 2014.

Shifman, Limor. Memes in Digital Culture. Cambridge: MIT Press, 2014.

Silaban, Alvin Daniel, Muhammad Amirollah dan Laina Rafianti. (2020). Podcast:Penyiaran atau Layanan Konten Audio Melalui Internet (Over the Top) Berdasarkan Hukum Positif di Indonesia. Jurnal Legalitas, 13 (2), 129-143.

Watson, Eric. “Humor and Religion: Challenges and Opportunities.” Journal of Religion and Popular Culture 27, no. 1 (2015): 1–14.

Zulkarnain. (2020). Humor sebagai strategi komunikasi dakwah di media sosial. Jurnal Komunika, 14(2), 201–214.