MOSES LEADERSHIP MODEL ON EXODUS 18:13-27 AND ITS IMPLICATIONS FOR PASTORAL LEADERSHIP OF PARISH PRIEST AT SAINT PETER AND PAUL PARISH PARONGIL

Main Article Content

Tiosari Manurung Tiosari Manurung
M. Marihot Simanjuntak

Abstract

Leadership is an essential element in supporting spiritual growth and ministry among the people within the Church. This study aims to examine Moses' leadership model in Exodus 18:13-27 and formulate its implications for pastoral leadership of the parish priest at Saint Peter and Paul Parish, Parongil. The study uses a descriptive qualitative approach, with data collection through observation, interviews, and documentation involving the parish priest, members of the Parish Pastoral Council, and the faithful. The results show that Moses' leadership has transformed from a one-man system into a hierarchical and participatory pattern, grounded in the principles of delegation of authority, cooperation, and selecting capable leaders who fear God, are trustworthy, and despise dishonest gain. This principle is applied in the parish through task division to the pastoral council and lay ministers, so that the ministry runs more effectively. Its implementation is supported by a spirit of cooperation and active participation, yet faces obstacles such as the vastness of the service area, limitations of communication facilities, and uneven abilities and roles of the faithful. The study concludes that Moses' leadership model provides a theological and practical foundation relevant for building collaborative and sustainable pastoral leadership.


Keywords: Exodus 18:13-27; leadership; Moses; delegation; parish pastor


 


Kepemimpinan merupakan unsur penting dalam mendukung pertumbuhan rohani dan pelayanan umat di dalam Gereja. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji model kepemimpinan Musa dalam Kitab Keluaran 18:13-27 serta merumuskan implikasinya bagi kepemimpinan pastor paroki di Paroki Santo Petrus dan Paulus Parongil. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan pastor paroki, anggota Dewan Pastoral Paroki, dan umat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model kepemimpinan Musa mengalami transformasi dari sistem yang dijalankan seorang diri menjadi pola berjenjang dan partisipatif, yang didasari prinsip pendelegasian wewenang, kerja sama, serta pemilihan pemimpin yang cakap, takut akan Allah, dapat dipercaya, dan benci keuntungan tidak jujur. Prinsip ini diterapkan di paroki melalui pembagian tugas kepada dewan pastoral dan pelayan umat, sehingga pelayanan berjalan lebih efektif. Penerapannya didukung oleh semangat kerja sama dan partisipasi aktif, namun menghadapi hambatan berupa luasnya wilayah pelayanan, keterbatasan sarana komunikasi, serta ketidakmerataan kemampuan dan peran umat. Penelitian menyimpulkan bahwa model kepemimpinan Musa menjadi landasan teologis dan praktis yang relevan untuk membangun kepemimpinan pastoral yang kolaboratif dan berkelanjutan.


Kata kunci: Keluaran 18:13-27; kepemimpinan; Musa; pendelegasian; pastor paroki

Article Details

Section

Articles

References

Afaradi, A., & Najoan, M. (2026). Sinergitas Kepemimpinan Musa Bagi GBI SLCC Gading Serpong Keluaran 18 : 13-27. Jurnal Veritas Teologica, 01(01), 6–10.

Basius Superma Yese, A. A. (2024). Pastor Paroki Dan Tanggung Jawabnya Menurut Ketentuan Kitab Hukum Kanonik 1983. Jurnal Magistra, 2(1), 87–103. https://doi.org/https://doi.org/10.62200/magistra.v2i1.85

Costo, E. Da, & Permatasari, A. D. (2022). Pentingnya Penerapan Manajemen Dan Kepemimpinan Rohani Musa di Keluaran 18:13-27 dalam Kepemimpinan Gereja Masa Kini. Voice of HAMI: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 4(2), 117–130. https://doi.org/https://doi.org/10.59830/voh.v4i2.58

Driyanto, Y., & Soelasih, Y. (2025). Pembekalan Dewan Pastoral dan Dewan Keuangan Paroki dalam Meningkatkan Semangat Pelayanan. MITRA: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 9(1), 1–11. https://doi.org/https://doi.org/10.25170/mitra.v9i1.6349

Faudugonasokhi NdruduNainggolan, R. (2025). Kepemimpinan Dalam Peningkatan Kualitas Pelayanan Gereja. Jurnal Pendidikan Dan Humaniora, 3, 33–42.

Ismail, Roni et.al. (ed), Agama-Agama Dunia. 3rd Edition. Yogyakarta: Prodi Studi Agama-Agama, 2025.

Ismail, Roni (ed). Agama-Agama Dunia. Yogyakarta: Jur Perbandingan Agama, 2012.

Kiplimo, J. J. C. (2023). Leadership Creates a Compelling Vision, Translates into Action and Sustains It. Stratford Peer Reviewed Journals and Book Publishing, 7(4). https://doi.org/https://doi.org/10.53819/81018102t30106

Membangun, G., & Kepemimpinan, S. (2025). Integritas dan Moralitas dalam Kepemimpinan Kristen : Upaya Pendahuluan. Jurnal Teologi Dan Pelayanan Kristiani, 9(1), 103–112. https://doi.org/http://dx.doi.org/10. 33991/epigraphe.v9i1.559

Mudak, S., Silalahi, E. A., Manao, M., Sumarno, S., & Gea, L. D. (2025). Kepemimpinan Transformasional Berbasis Narasi Musa: Sintesis Keluaran 18: 13–27 dan Teori Burns-Bass dalam Pendidikan Kristen. Jurnal Teologi Injili, 5(1), 75–90. https://doi.org/https://doi.org/10.55626/jti.v5i1.229

Ningtyas, H. S., & Sriyati, S. (2021). Refleksi Pemimpin Yang Memberdayakan Berdasarkan Keluaran 18:18-24. HARVESTER: Jurnal Teologi Dan Kepemimpinan Kristen, 6(1), 20–37. https://doi.org/10.52104/harvester.v6i1.58

Pastoral, K., & Masa, G. (2024). Kepemimpinan Pastoral Musa: Sebuah Refleksi Bagi Kepemimpinan Pastoral Gereja Masa Kini. Jurnal Teologi Praktika, 5, 64–77.

Pendekatan, S., Dalam, B., & Organisasi, M. (2024). KEPEMIMPINAN PELAYANAN ROBERT K. GREENLEAF SEBAGAI PENDEKATAN BERKELANJUTAN DALAM MANAJEMEN ORGANISASI Irega Gelly Gera 1. Pendekatan, S., Dalam, B., & Organisasi, M. (n.d.). KEPEMIMPINAN PELAYANAN ROBERT K. GREENLEAF SEBAGAI PENDEKATAN BERKELANJUTAN DALAM MANAJEMEN ORGANISASI Irega Gelly Gera 1. 1, 1–13., 1, 1–13.

Poluan, A., Setiawan, T., & Dalekes, S. T. (2022). ANALISIS KRITIS TENTANG MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN MUSA BERDASARKAN KELUARAN 18:1:27. Voice of Hami Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 4(2), 131–140. https://doi.org/https://doi.org/10.59830/voh.v4i2.57

Prissila, A., & Aliadi, F. (2026). Analisis Hermeneutik Terhadap Kualifikasi Kepemimpinan Musa dalam Membentuk Team Work Berdasarkan Keluaran. 8(02).

Sakoikoi, R., & Topayung, S. L. (2025). Membangun Kepemimpinan Kristen yang Efektif dalam Gereja. Damai: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Dan Filsafat, 2, 81–94. https://doi.org/https://doi.org/10.61132/damai.v2i2.1077

Sciberras, P. (2023). Jethro and Moses in Dialogue (Exodus 18: 8–26): Ethics of Communitarian Responsibility. Etika Dan Agama: Pendidikan Menuju Nilai-Nilai Agama Dan Kemanusiaan, 1–11. https://doi.org/. https://doi.org/10.3390/rel14050587

Sigiro, A. S. (2023). Kepememimpinan Musa Sebagai Pedoman Bagi Pemimpin Rohani Di Gereja Masa Kini. ILLUMINATE: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 6(1), 71–90. https://doi.org/10.54024/illuminate.v6i1.211

Simon, S., & Poluan, A. (2021). Model Kepemimpinan yang Ideal Dalam Penataan Organisasi Gereja. SHAMAYIM: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 1(2), 133–147. https://doi.org/10.51615/sha.v1i2.22

Suryady, R., Banjarnahor, N. T., Tinggi, S., & Tabgha, T. (2024). Dampak gaya kepemimpinan ketua kelompok sel bagi karakter generasi milenial di gereja keluarga tabgha kajang malaysia. 5(1). https://doi.org/https://doi.org/10.61768/jt.v5i1.113

Widianto, A. (2023). Kepemimpinan Rohani yang Efektif. Sebuah Kajian Eksegesis Keluaran 18:13-27 dan Sumbangannya bagi Masa Kini. TRACK: Jurnal Kepemimpinan Kristen, Teologi, Dan Entrepreneurship, 02(02), 95–120. https://doi.org/https://doi.org/10.61660/tep.v2i2.108

Yustinus. (2025). Dari Musa Ke Maxwell : Membangun Kepemimpinan Gereja Melalui Delegasi Alkitabiah Dan Teori Modern. Jurnal Teologi, 9(2), 13–24. https://doi.org/https://doi.org/10.55962/aluciodei.v9i2.183