PALEMAHAN AND BALINESE HINDU ECOLOGICAL THEOLOGY: RELIGIOUS PRACTICES OF VILLAGE CREDIT INSTITUTIONS AS A FACTOR IN ENVIRONMENTAL SUSTAINABILITY

Main Article Content

I Nyoman Bontot
Ahmad Subagyo
Martino Wibowo
Anas Iswanto Anwar

Abstract

The global ecological crisis has spurred the growth of "religion and ecology" studies, which emphasize the role of religious values ​​as an ethical foundation for sustainable development. However, the contribution of the Balinese Hindu tradition to this discourse remains relatively limited; the concept of palemahan within the Tri Hita Karana framework is often understood merely as local wisdom rather than as a construct of ecological theology. This study aims to address two issues: how palemahan can be understood as a form of ecological theology within the Balinese Hindu tradition, and how this value is actualized through religious practices at the Village Credit Institutions (Lembaga Perkreditan Desa or LPD), thereby supporting environmental sustainability. The study employs a qualitative approach utilizing a hermeneutic method to analyze Hindu scriptural sources—specifically the Vedas and Sarasamuccaya—combined with in-depth interviews with customary village heads (bendesa adat), temple priests (pemangku), Hindu academics, and LPD managers, alongside contextual data regarding the 1,308 LPDs in Bali. The theoretical framework integrates the concepts of Dharma and the cosmic law of Rta with "religion and ecology" theory and Gadamerian hermeneutics as the basis for textual interpretation. The findings indicate that palemahan constitutes a religious obligation rooted in cosmic order; it is internalized through religious rituals, customary norms, and LPD institutional governance, thereby shaping sustainable economic behavior and environmental conservation practices. The study asserts that religious practices within LPDs serve as an institutional mechanism that renders environmental sustainability not merely a product of regulation and economic governance, but the fruit of the spiritual consciousness of the Balinese Hindu community, while simultaneously enriching the "religion and ecology" discourse with the perspective of Indonesian Hindu ecological theology.


 


Keywords: palemahan; ecological theology; Tri Hita Karana; Village Credit Institution (LPD); environmental sustainability


 


Krisis ekologis global mendorong berkembangnya kajian agama dan lingkungan yang menempatkan nilai-nilai keagamaan sebagai landasan etis bagi pembangunan berkelanjutan. Meskipun demikian, kontribusi tradisi Hindu Bali terhadap diskursus religion and ecology masih relatif terbatas, sementara konsep palemahan dalam Tri Hita Karana lebih sering dipahami sebagai kearifan lokal daripada sebagai konstruksi teologi ekologis. Penelitian ini bertujuan menganalisis palemahan sebagai bentuk environmental theology dalam tradisi Hindu Bali serta menjelaskan aktualisasinya dalam praktik kelembagaan Lembaga Perkreditan Desa (LPD). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode hermeneutik terhadap sumber-sumber ajaran Hindu, terutama Veda dan Sarasamuccaya, yang dipadukan dengan wawancara mendalam terhadap bendesa adat, pemangku, akademisi Hindu, dan pengelola LPD. Analisis juga didukung oleh data empiris mengenai praktik keberlanjutan pada 1.308 LPD di Bali sebagai konteks implementasi nilai-nilai religius. Hasil penelitian menunjukkan bahwa palemahan tidak hanya merepresentasikan etika pelestarian lingkungan, tetapi merupakan kewajiban religius yang berakar pada konsep Dharma dan hukum kosmis (Rta), nilai tersebut diinternalisasikan melalui ritual keagamaan, norma adat, serta tata kelola kelembagaan yang membentuk perilaku ekonomi dan konservasi lingkungan secara berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan bahwa Tri Hita Karana memperkaya kajian religion and ecology dengan menghadirkan perspektif teologi ekologis Hindu Bali yang mengintegrasikan dimensi spiritual, sosial, dan ekologis dalam membangun keberlanjutan berbasis komunitas adat.


Kata kunci: etika lingkungan Hindu; hermeneutik; kearifan lokal; religion and ecology; teologi ekologis

Article Details

Section

Articles

References

Abdullah, M. Amin. Islam as a Cultural Capital in Indonesia and the Malay World: A Convergence of Islamic Studies, Social Sciences and Humanities. Yogyakarta: SUKA Press, 2017.

Adi, Komang, Kadek Saputra, Putu Bagus Anggiriawan, dan Ni Sutapa. “Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Desadalam Perspektif Budaya Tri Hita Karana.” Jurnal Riset Akuntansi dan Bisnis Airlangga 3, no. 1 (2018), 306-321.

Adhitama, S. “Konsep Tri Hita Karana dalam Ajaran Kepercayaan Budi Daya.” Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan 20, no. 2 (2020): 90-101.

Ardhana, I. Ketut. “Local Values and Microfinance Institutions in Bali: Cultural Continuity and Community Resilience.” Jurnal Kajian Bali 6, no. 1 (2016), 1-24.

Astawa, I,N,D., dan G. Sedana. Kearifan Lokal Bali dan Pembangunan Ekonomi: Suatu Model Pembangunan Ekonomi Bali Berkelanjutan. Denpasar: Pustaka Larasan, 2017.

Bontot, I.N., A. Subagyo, M. Wibowo, dan A.I. Anwar. Hindu-Based Financial Management and Business Sustainability: A Mixed Method Study of Village Credit Institutions (LPDs) in Bali. Vidyottama Sanatana: International Journal of Hindu Science and Religious Studies 9, no. 2 (2025), 311-322.

Dewi, N.W.Y. “Akuntabilitas dalam Bingkai Filosofi Tri Hita Karana: Suati Eksplorasi pada Lembaga Perkreditan Desa Desa Pakraman Dharmajati Tukad Mungga.” Tesis, Universitas Brawijaya, 2008.

Dwivedi, O.P. “Hinduism and Environmental Ethics.” Worldviews: Global Religious, Culture, and Ecology 26, no. 2(2022):145-167.

Elkington, John. Cannibals with Forks: The Triple Bottom Line of 21st Century Business. Oxford: CapstonePublishing, 1998.

Gadamer, Hans-Georg. Truth and Method. 2nd rev..ed. London: Continuum, 2004.

Grim, John, dan Mary Evelyn Tucker. Ecology and Religion. Washington, DC: Island Press, 2014.

Hisyam, Mohammad Ali, Akhmad Rofii Damyati, Khadijah Binti Mohd Khambali@Hambali, dan Hatice Toksoz. “Tri Hita Karana and Islamic Ethics: Bridging Universal Values for Social Harmony and Environmental Sustainability.” Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam 14, no. 2 (2024): 167-194.

IPCC, Climat Change 2023: Synthesis Report. Geneva: Intergovernmental Panel on Climate Change, 2023.

Ismail, Roni et.al. (ed), Agama-Agama Dunia. 3rd Edition. Yogyakarta: Prodi Studi Agama-Agama, 2025.

Ismail, Roni (ed.). Agama-Agama Dunia. Yogyakarta: Jur Perbandingan Agama, 2012.

Ismail, Roni. Hinduisme. Sejarah dan Ajaran. Yogyakarta: Samudera Biru, 2026.

Jain, Pankaj. Dharma and Ecology of Hindu Communities: Sustenance and Sustainability, Farnham: Ashgate, 2011.

Jenkins, Willis, Mary Evelyn Tucker, dan John Grim, eds. Routledge Hanbook of Religion and Ecology, London: Routledge, 2017.

Kubontubuh, C.P. “Tri Hita Karana a Spiritual Connection to Nature in Harmony.” The Journal of the Siam Society 111, no. 2 (2023): 247-252.

Mantik, Agus S. Bhagavad Gita (Terjemahan). Surabaya: Paramita, 2007.

Palmer, Clare. Environmental Ethics and Process Thinking. Cham: Springer, 2022.

Parmajaya, I. Nyoman. “Tri Hita Karana dalam Perspektif Filsafat Hindu.” Jurnal Penelitian Agama Hindu 2, no. 1 (2018): 35-47.

Putri, Ni Gusti Ayu Agung Trisna. “Analisis Kinerja Keuangan pada Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Tabanan.” Warmadewa Management and Business Journal 1, no. 1 (2019): 19-26.

Qodim, Husnul. “Nature Harmony and Local Wisdom: Exploring Tri Hita Karana and Traditional Ecological Kowledge of the Bali Aga Community in Environmental Protection.” Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya 7, no. 1 (2023): 1-10.

Radhakrishnan, Sarvepalli. The Principle Upanishads. New Delhi: HarperCollins India, 2019.

Sanjaya, I.W.A.R., A.S. Wiranatha, dan I.M. Sukewijaya. “Evaluasi Pelaksanaan Tri Hita Karana pada Lingkungan Vila di Kecamatan Ubud.” ECOTHROPIC: Jurnal Ilmu Lingkungan 18, no. 1 (2024): 33-44.

Sharma, Arvind. Hinduism and Ecology. New Delhi: Motilal Banarsidass, 2020.

Soehadha, Moh. Metode Penelitian Sosial Kualitatif untuk Studi Agama. Yogyakarta: SUKA Press, 2012.

Sudharta, Tjok. Rai. Sarasamuccaya, Smerti Nusantara. Surabaya: Paramita, 2009.

Sukarma, I Wayan. “Tri Hita Karana: Theoretical Basic of Moral Hindu.” International Journal of Linguistic, Literature and Culture 2, no.5 (2016): 96-104.

Syamsuddin, Syahiron. Hermeneutika dan Pengembangan Ulumul Qur;an. Yogyakarta: Pesantren Nawesea Press, 2009.

Titib, I. Made. Veda Sabda Suci: Pedoman Praktis Kehidupan. Surabaya: Paramita, 1996.

Tucker, Mary Evelyn, dan John Grim. “Religion and Ecology.” Oxford Research and Encyclopedia of Religion. Oxford: Oxford University Press, 2017.

United Nations. Transforming Our World: The 2030 Agenda for Sustainable Development. New York: United Nations, 2015.

United Nations Environment Programme. Global Environment Outlook 7, Nairobi: UNEP, 2024.

Utama, I Wayan Kartika Jaya Budiarsih, Made Warka, dan Sri Setyajie. “Philosophy of Tri Hita Karana in Land Procurement.” Journal of Natural Volatiles & Essential Oils 8, no. 6 (2021): 4567-4576.

Wiagustini, N.L.P., I.B. Panji Sedana, N.P.R. Aprilia, dan G.R.M. Simanjuntak. “Financial Sustainability Berbasis Budaya (Studi pada Lembaga Perkreditan Desa di Bali).” E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana 13, no. 3 (2024): 300-310.

Wijaya, I Gede Wahyu Dwi, dan I Gusti Ngurah Putu Suryanata. “Aktualisasi Nilai Filosofi Tri Hita Karana di Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Kesiman.” E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana 10, no. 1 (2021): 23-34.

Wiranata, Anak Agung Gede. “Konsep Lingkungan Hidup dalam Ajaran Hindu: Perspektif Tri Hita Karana.” Satya Sastraharing 5, no. 1 (2021): 1-12.

White, Lynn, Jr. “The Historical Roots of Our Ecologic Crisis.” Science 155, no. 3767 (1967): 1203-1207.

Zimmerman, Michael E. Environmental Philosophy: From Animal Rights to Radical Ecology. 6th ed. New York: Routledge, 2021.

UNESCO. Culture: 2030 Indicators. Paris: UNESCO Publishing, 2019.